
Fani juga canti, Emang , bila dibandingkan Wulan , Wulan setingkat lebih cantik di atas Fani . Tetapi Fani memiliki kelebihan , yaitu ramah dan nggak milih milih dalam berteman. Hanya aja , Fani agak tomboy. Rambutnya saja dipotong pendek . Mungkin kalo rambutnya di panjangin seperti Wulan , Fani akan tampak anggun dan nggak kalah cantik di banding Wulan . Sebab Fani memiliki kecantikan luar dan dalam.
Wajahnya cantik, dan hatinya juga baik.
" Jadi , untuk apa lo ngerasa minder dan malu?
Emangnya lo minta minta sama mereka ? Emangnya lo pencuri ? Lo bersekolah atas biaya lo sendiri , Walau lo ngedapetinnya dengan susah payah , dengan berjualan koran, tetapi lo justru harus bangga karna lo bisa membiayai sekolah lo sendiri tanpa harus membebani ato ngerepotin orang lain. Sementara mereka yang ngerendahin dan ngehina lo , mereka bisa hidup royal itu kan karna ortunya.
Coba aja mereka suruh seperto lo, gue yakin mereka nggak bakal sanggup. Nah gue harap lo nggak lagi terlalu memikirkan apalagi menyesali keadaan lo.Gue yakin , Tuhan memberi lo begitu , pasti tuhan punya rencana. Karna itu , sudah sepantasnya kita mensyukuri karunia-Nya, kan?".
Damar mengangguk mendengar ucapa Fani
" Oke Damar .Apa lo mau ikut sama gue ?"tanya Fani.
" Terimakasih atas ajakanmu".
__ADS_1
" Gue sungguh- sungguh , kok."
" Ya aku hargai itu. Tapi sekali lagi terimakasih aku ingin berada di kelas sambil belajar."
" Jika memang mau baca - baca , kenapa nggak ke perpus aja?"
" Aku belum tau dimana perpustakaan ."
" Di lantaidua.Apa perlu gue antar?"
" Begini Damar . Kalo lo di dalam kelas , gue khawatir bila ada yang kehilangan sesuatu , nanti lo yang akan di tuduh . Gue nggak ingin lo , mengalami hal seperti itu .
itu sebabnya gue saranin sebaiknya waktu istirahat lo keluar dari kelas . Kalo lo emang masih sungkan karna belum banyak yang lo kenal , gue tawarin lo ikut sama gue. Bagimana?"
" Terimakasih , nggak usah .Biar aku ke perpus aja..."
__ADS_1
" Ya kalo itu memang mau lo , gue nggak bisa maksa . Yang penting , Waktu istirahat sebaiknya lo keluar dari kelas ," kata Fani mengingatkan
" Sekali lagi terimakasih atas semua perhatianmu, Fani ." Ucap Damar.
" Lupakanlah . Lo adalah temen gue , sudah sepantasnya gue kasih tau lo agar nggak terjadi sesuatu yang nggak diinginkan sama lo,"
" Ya sekali lagi terimakasih ,"
" Oke , gue pergi dulu ."
Fani pun melangkah keluar dari dalam kelas . Nggak lama kemudian , Damar pun ninggalin bangkunya dan melangkah ke luar kelas , menuju ke perpustakaan .
Sepanjang bangsal sekolah menuju ke perpustakaan , banyak yang memperhatikan dirinya . Dan itu membuat Damar kembali ngerasa agak gerogi . Namun dia terus melangkah , sambil dalam hati berkata sebagaemana yang di tuturkan Fani ," Aku dengan mereka sama.Nggak semestinya aku minder..."
Begitu sampe di perpustakaan , Damar pun semula agak grogi ketika melihat banyak siswa - siswi lain yang juga datang ke perpustakaan . Namun dengan mengingat apa yang di katakan Fani , akhirnya Damar dengan penuh keyakinan melangkah masuk , menuju ke rak rak buku, kemudian mencari buku ilmu pengetahuan untuk di bacanya . lalu setelah mendapatkannya , Damar membawa buku itu ke meja baca . Dan dia pun mulai membaca . Sehingga akhirnya dia lupa pada keadaan dirinya dan sekelilingnya . Dia pun hanyut dalam membacanya.
__ADS_1
Sementara itu di kantin, sambil nikmatin makanan sama minumanya , anak - anak rame ngebicaraain Damar.