
"Kenapa lo pandangi gue seperti itu?" tanya Fani dengan kening mengerut , nggak ngerti mengapa Damar memandanginya begitu rupa.
" Ah, nggak . Nggak apa - apa..."
" Nggak apa- apa , kok lo mandangin gue begitu? seakan ada yang aneh pada gue?"
" Ya , memang."
" Apa itu?"
" Lo sangat jauh beda dengan Wulan ."
" Maksud lo?"
" Lo baik , nggak sombong , bijaksana dalam menilai dan mencermati kehidupan. Sementara Wulan , sifat dan sikapnya sangat jauh berbeda dibanding lo."
" Tentu aja, kami kan bukan saudara .Yang saudara aja , kadang berbeda satu sama lain pola pikirnya , apalagi kami yang bukan saudara ? jelas berbeda , dongg...."
" Bukan itu maksud gue."
__ADS_1
" Lalu?"
" Semula gue pikir, semua cewek cantik dan putri orang kaya akan sombong dan angkuh."
" Kenapa lo berpikiran begitu? Apa karena Wulan , kemudian lo menilai semua cewek cantik dan putri orang kaya akan sama seperti dia ?"
" Bukan hanya Wulan aja. Ketika gue di Berebes pun, gue menjumpai hal seperti itu. Seperti halnya Wulan , siska pun cantik dan putri seorang pejabat . Siska pun memilih - milih dama mencari teman. Angkuh, mau menang sendiri , dan suka mengejek pada orang seperti gue. gue pikir semua cewek cantik anak orang berada punya sifat yang sama seperti Siska dan Wulan."
" Itu penilaian keliru. Nggak semua cewek cantik dan anak orang kaya bersikap seperti itu. Tergantung dari bagaimana cara orang yang mendidiknya ," tutur Fani.
" Lho, kan mereka sama sekolah di sekolah yang sama seperti kita sekolah kita. Gue rasa guru- gurunya pun sama memberikan pendidikan pada mereka sebagemana para guru memberi pendidikan pada kita ," kata Damar pura - pura nggak ngerti.
" Bukan gitu maksud gue ."
" Yang pertama membangun keperibadian seseorang anak , adalah orang tua dan orang yang ada di sekelilingnya , seperti nyokap, pengasuh, pembantu dan lainnya. Bila dari usia dini yaitu masa balita seseorang didik baik , mendapat perhatian yang cukup dari orang tua yang mengajarkan padanya akan budi pekerti dan kebikan , maka gue yakin kalo dia anak peresiden sekali pun , dia akan memiliki keperibadian yang baik. Tetapi sebaliknya, jika dari usia dini dia kurang mendapat perhatian dari orang tua , dan segala urusan pembinaan dan pendidikan watak and sifat serta sikap duserahkan kepada baby siter ato pengasuh yang nggak perduli akan perkembangan juwa tuh anak , maka meski dia anak biasa , dia pasti akan jadi sombong dan maunya menang sendiri ," tutue Fani seraya menambahkan ." Sebenarnya , persoalan utama yang membuat seseorang jadi sombong itu pada dasarnya karena dia ingin ngedapetin perhatian , itu aja."
" Perhatian ?" ulang Damar."
" Ya ."
__ADS_1
" Kenapa begitu ?"
" Ya , karena di rumah dia nggak ngedapetin perhatian dari kedua orang tuanya . Maka dia kemudian berusaha mencari cara untuk m3ndapatkan perhatian dari orang lain, Nah , dengan bersikap seperti itu, maka otomatis dia ngerasa orang akan m3mperhatikannya . Padahal gue yakin, di balik kesombongan dan keangkuhan nya sebenarnya tersimpan jiwa yang menderita."
" Menderita?"
" Ya."
" Menderita bagaimana maksud lo?"
" Yang dibutuhin oleh semua anak adalah perhatian dan kasih sayang orang tuanya,bukan ?"
" Ya ."
" Bagiamana menurut lo, bila kebutuhan itu nggak di perolehnya?"
" Jelas kecewa dan sedih."
" Nah. Kini lo ngerti , kan?"
__ADS_1
Damar manggut - mangut . Dan tiba - tiba terbersit di hatinya perasaan kasihan serta iba pada Wulan , setelah dia tau bagaimana perasaan Wulan yang sebenarnya di balik keangkuhan dan k3sombongannya yang selama ini di tampilkannya.
Keduanya nerusin langkah smabil terus ngobrol , Dan Damar pun jadi ngerasa seneng, karena Fani mau m3njadikannya sebagai seorang teman . Dengan begitu, dia nggak lagi ngerasa minder sebagai orang miskin. Karena toh masih ada anak orang kaya dan cantik seperti Fani yang mau menerima dirinya menjadi teman.