
NAH NI TEMPAT KALIAN SANGAT KESAL DI SINI FITNAH LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN MEMANG BENER TERNYATA
" Damar ..."
" Eh, catrin , Ada apa ?"
" Lo dipanggil Fani."
" Ada apa emngnya ?"
" Mana gue tau . Mungkin ada yang ingin dia bicarakan sama lo."
" Dimana ?"
" Di kelas."
" Di kelas?" ulang Damar dengan kening mengerut , seakan nggak percaya kalo Fani bicara dengannya di dalam kelas . Karena Fani pernah berkata padanya , agar bila waktu istirahat dia harus keluar dari kelas . Sehingga bila terjadi apa - apa di kelas , dia nggak akan terkana tuduhan .
" Iya . Sudah sana cepatan . Fani nunggu lo , loh..."
Damar sebenarnya bimbang . Namun karena Catrin mengatakan Fani ingin bicara dengannya , dan Damar sudah janji nggak ingin mengecewakan Fani yang selama ini telah sangat baik padanya , akhirnya Damar pun menurut. Dia segera bangun dari dudukknya . Meltakkan buku di rak , Lalu dia pun ninggalin perpustakaan untuk menemui Fani yang katanya menunggu di kelas .
Tanpa sepengetahuan Damar , diam - diam Susan menguntitnya .
Begitu sampe ruang kelas , Damar pun di buat kecewa karena ternyata Fani nggak ada di dalam kelas .Meski begitu , karena dia fikir mungkin Fani belum datang Damar pun menunggu . Namun trtal aja Fani nggak kunjung datang . Sehingga Damar akhirnya mutusin untuk kembali keluar .Tetapi pada saat itu , bel tanda masuk telah berbunyi . Damar pun akhirnya kembali duduk di bangkunya .
Nggak lama kemudian, siswa - siswi kelas VIII-1 lainnya termasuk Fani masuk. Bahkan Fani yang lebih dulu masuk . Damar pun memanggil .
" Fani...."
__ADS_1
" Ya . Ada apa ? Lo nggak keluar?"
" Tadi gue keluar dan ke perpustakaan . Saat gue sedang ngebaca bukun , Catrin datang nemuin gue dan ngomong kalo lo manggil gue disini. Jadi gue kemari . Namun begitu gue sampai di sini , lo nggak ada ."
" Gue nggak manggil lo ," jawab Fani dengan kening mengerut.
" CELAKA .....!"
"Celaka kenapa?"
" ini jebakan ."
" Maksud lo?"
" Pasti semua sudah di rencanain . Seseorang, telah menyuruh Catrin untuk memanggil lo dengan mengatakan gue yang memanggil. Dan jebakan orang itu ternyata berhasil, karena lo percaya kalo gue memanggil lo . Hm , apa maksudnya dengan berbuat begini ?" gumam Fani dengan wajah nunjukin ketidak sukaan atas apa yang akan terjadi pada Damar . Fani yakin sesuatu pasti akan terjadi menimpa Damar. Tapi apa?
Jawaban dari pertanyaan Fani, terjadi setelah Pak Soevirjanto, guru PKn mulai mengajar. Ketika Pak Soevirjanto sedang menerangkan pelajaran , Wulan tiba - tiba menjerit.
Jeritan Wulan , seketika mengundang perhatian Pak Soevirjanto.
" Ada apa , Wulan ?"
" Dompet saya hilang , Pak ."
" Hilang ?"
"Ya,Pak ."
" Apa kamu yakin kalo dompetmu hilang? Coba kamu ingat - ingat dulu , mungkin kamu lupa ," saran Pak Soevirjanto.
__ADS_1
" Saya nggak membawanya sewaktu keluar istirahat , Pak ."
" Kamu yakin itu ?"
" Ya, Pak."
"Hm... kalo begitu . Bapak minta semua siswa berdiri dan keluar dulu dari kelas ini !" perintah Pak Soevirjanto.
" Celaka . Rupanya inj maksudnya ," gumam Fani ketika melangkah keluar dari dalam kelas .
" Ada apa sebenarnya , Fani ?" tanya Damar nggak ngerti akan gumaman Fani.
" Lo akan dapat masalah , Damar. Gue yakin , dompet Wulan pasti ada di tas lo . Seseorang telah memindahkannya dari tas Wulan ke tas lo."
" Tapi gue...."
" Gue tau lo nggak akan berbuat begitu. Lo nggak perlu kahwatir . Gue akan membela lo . Akan gue paksa Catrin ngaku , siapa yeng telah menyuruhnya memanggil lo ke kelas dengan menggunakan nama gue sebagai alasan dengus Fani .
Dua orang guru BP dan bu Ni Ketut Seniariati , wali kelas VIII-1 pun datang turut membantu, Pak Soevirjanto memeriksa setiapa tas sekolah para siswa . Dan akhirnya mereka menemukan dompet milik Wulan yang berisi cukup banyak uang serta beberapa lembar karu ATM dan juga kartu keredit di dalam tas Damar.
" Damar!" bu Ni ketut Seniarti memanggil
" Ya , Bu."
Damar masuk dalam kelas, menemui para guru.
" Kami menemukan dompet Wulan ada di dalan tasmu. Katakan , bagaimana dompet Wulan ada dalam tasmu?
" Saya nggak tau , Bu."
__ADS_1
" Bohong ! saya rasa memang dia yang mencuri, Bu!"
Tuduh Wulan yang tiba - tiba langsung menyelonong masuk , meski nggak di panggil.