
" Saya berharap semoga pagi ini kalian dalam keadaan baik, sehat jasmani dan rohani , nggak kuarang satu apapun dan siap untuk mengikuti pelajaran dari saya ," kata pak Dirman membuka pertemuan .
"Amiiinnn....!" Sambut para siswa
"Oke , kalian siap ngikutin pelajaran saya ,"
"Siappp, Pakkk....!"
Pak Dirman tersenyum .Matanya memandang ke seluruh ruang kelas. Ke arah satu persatu suswa yang ada di kelas itu, dan akhirnya tertuju ke siswa baru yang duduk dengan Adito .
"Oh yam Di kelas ini ada siswa baru, kan ?"
" Bener , pakkk..."
"Mana siswa baru itu?" tanya pak Dirman pura- pura nggak tau , sembari ngedarin pandangannya ke seluruh ruang kelas . Padahal dia sudah tau mana siswa baru dan mana yang lama , soalnya hampir tiap hari dia ketemu sam siswa kelas VIII-1
" Saya, Pak ." Damar mengangkat tangan .
"Siapa namamu?"
"Damar , Pak Damar Sulistio."
"Hm nama yang bagus ," puji pak Dirman semabari mengangguk - anggukan kepala ." Dari mana asalnu ,Damar?".
" Berebes , Pak ..."
__ADS_1
"Berebes?" ulang pak Dirman sembari mengerutkan kening .
"Ya, Pak ."
"Berebes kalo nggak salah terkenal dengan bawang merah sama telor asinnya , Ya?"
"Ya pak ."
Pak dirman mangut- mangut
" Sebelumnya sekolah dimana ?" tanyanya kemydian
"SMP Negeri 2 Berebes, Pak ."
"Hm....Bapak denger SMP Negeri 2 Berebes merupakan SMP favorit se- kabupaten Berebes. Konon kabarnya , SMP Negeri 2 Berebes, banyak yang bisa masuk ke SMU
"Ya, Pak ."
"Tentunya kualitas pendidikannya sangat baik."
" Begitulah, Pak."
"Oke, bapak ingin tau sampe sejauh mana kemampuanmu. Akan bapak berikan soal dan tolang kamu kerjakan . Kamu sudah siap Damar ."
" Insya Allah akan saya coba , Pak."
__ADS_1
Pak Dirman pun menulis lima soal matematika berupa soal aljabar , geometri, dan aritmatika di papan tulis.
"Silahkan Damar."
"Baik Pak..."
Damar bangun dari tempat duduknya , lalu melangkak ke muka kelas . Kemudian dengan penuh rasa optimis mengambil spidol , setelah itu dengan tenang dia ngerjaiin kelima soaal yang di berikan pleh pak Dirman .
Sementara para siswa yang lain , tampak memperhatikannya .Sedangkan siswi cantik berambut pendek ala Demi Moor yang tadi tersenyum ke arah Damar , memandang ke arah Damar dengan pandangan penuh rasa kagum
Sepertinya nih cowok selain tampan , juga cerdas bathinnya.Ah , nggak seharusnya gue bersikap menolak kehadirannya di kelas ini sebagaimana yang dilakuin Wulan . Semestinya , kami justru harus mau menerima kehadirannya .Sayang kalom cowok secerdas dia harus di asingin.
Dalam waktu singkat , Damar telah selesai dengan jawaban yang semuanya branr. Nggak ada satupun yang salah. baik cara ngerjainnya maupun isinya .
"HEBAAATTT....!" puji pak Dirman ." Padahal soal soal itu belum saya berikan pada siswa di sini. Boleh bapak minta sekali lagi kamu mengerjakan soal yang aan bapak berikan , Damar?"
"Silahkan ,Pak Saya akan berusaha ," jawab Damar .
"Yang lainnya , tolong turut berusaha.Jangan hanya diam aja . Kalian juga harus belajar untuk menyelesaikan soal- soal yang akan bapak berikan pada Damar .Jika ada yang bisa mengerjakannya dengan benar , akan bapak beri hadiah uang sebesar seartus ribu rupiah. kamu siap, Damar?".
"Insya Allah , Pak , Saya akan berusaha ."
"Baiklah . Kamu duduklah dulu."
" Baik , Pak ."
__ADS_1
Damar pun duduk menurut ninggalin depan ruang kelas kembali ke bangkunya yang ada di samping Adito , sementara Pak Dirman kembali menulis lima soal yang terdiri dari alijabar , geometri , dan aritmatika.