RASA CINTA ANAK SMP

RASA CINTA ANAK SMP
26


__ADS_3

Setefani makin gelisah dan cemas ! Sebab sampai semua temannya yang belajar bersama sudah pada datang , Damar yang akan membimbing mereka belom juga datang . Padahal , sebelomnya Damar justru merupakan orang pertama yang datang ke rumah Fani sebelom teman - teman yang lain datang . Setelah menyuruh teman - temannya naik ke loteng rumahnya , dengan wajah masih nunjukin kegelisahan , Fani pun nunggu kedatangan Damar di ruang tamu rumahnnya .


...Melihat putri mereka tampak gelisah , papa sama mama Fani pun jadi turut gelisah fan bertanya - tanya dalam hati , ada apa sebenarnya , sehingga dan bertanya - tanya dalam hati , ada apa sebenarnya , sehingga putri mereka segelisah dan secemas itu ?...


" Damar belom datang , Fani ?" tanya papa Fani .


" Belom , Pa ."


" Loh , biasanya dia yang datang duluan ."


" Iya , Pa ."


" Tadi di sekolah , apa dia tidak ngomong sesuatu sama kamu?"


" Ada maslah , Pa ," yang ngejawab mama Fani .


" Masalah ? " kening papa Fani mengerut .


" Ya ."


" Fani ribut sama Damar ?"


" Bukan ."


" Lalu masalah apa ? Apa yang terjadi di sekolah Fani ?" tanya sang papa .


" Damar dijebak ," desah Fani .


" Dijebak ?"


" Ya ."


" Dijebak bagaimana ?"


Mama Fani pun menceritakan apa yang terjdi di sekolah tadi pagi sebagiamana yang di dengarnya dari putri mereka pada sang suami.


" Masya Allah ....! Masak , sih ?"


" Itulah yang terjadi , Pa ."


" Papa yakin, Damar nggak mungkin berbuat seperti itu. Meski dia anak orang nggak punya , namun papa bisa menilai kalo dia anak jujur dan baik . Nggak mungkin dia mau cape- cape jualan koran ? Keterlaluan sekali orang yang menjebaknya ..." gumam papa Fani setengah bersunggut.

__ADS_1


" Iya , Pa . Mama juga merasa kasihan padanya ."


" Bagaimana kalo kita ke rumahnya , Ma ," ajak papa Fani.


" Boleh juga . Apa papa tau di mana rumahnya ?"


" Ya , dengan Fani . Kan Fani yang tau rumahnya ."


" Terus bagaimana teman - teman Fani , Pa ? siapa yang menemani mereka ?"


" Iya , ya ..." gumam papa Fani sembari termenung . Namun nggak lama kemudian sang papa memanggil .


" FANIII....!"


" Ya , Pa ? sahut Fani .


" Dimana sih rumah Damar ?"


" Ngapain , Pa ?"


" Papa sama Mama mau kesana ."


" Lah , teman - temanmu gimana ? siapa yag akan nemenin mereka kalo kamu ikut ? kasih tau aja dimana alamatnya , biar papa dan mama yang kesana ."


" Kalo alamatnya sih Fani nggak tau , Pa . Tapu Fani tau tempatnya ."


" Mang Unang tau, Fani?"


" Tau , Pa ."


" Kalo begitu , panggil Unang , Ma ..."


Mama Fani pun nurut , bangun dari duduknya , kemudian masuk ke dalam ninggalin ruang keluarga dimana suaminya berada untuk memanggil Mang Unang , yang selama ini ditugasi khusua mengantar jemput Fani sekolah , Juga mengantar kemana aja Fani pergi.


Nggak lama kemudian , mama Fani telah kembali ke ruang keluarga diikuti oleh Mang Unang .


" Unang ..."


" Ya , Pak?"


" Kamu tau rumah Damar ?"

__ADS_1


" Tau , Pak ."


" Kalo begitu siapakan mobil . Antar kami ke sana ."


" Baik . Pak ."


Mang Unang pun segera kembali pergi untuk nyiapin mobil yang akan diapaki mengantar tuan dan nyonya majikannya.


" FANIII..."


" Ya , Pa ?"


" Papa dan Mama pergi ke ruamah Damar dulu. Kamu temani teman ' teman kamu dulu ."


" Baik , pa"


" Ayo , Ma ..."


Papa dan mama Fani pun bangun dari duduknya , kemudian keduanya pergi ninggalin ruang keluarga , menuju ke teras rumah untuk nunggu mang Unang dengan mobilnya .


Nggak lama kemudian , terdengar suara deru mesin mobil berlalu ninggalin halaman depan rumah mewah itu . sebagai tanda kalo papa dan mama Fani dengan diantar mang Unang telah pergi menuju ke rumah Damar.


Damar sama ibunya yang sedang duduk -duduk ngobrol di ruang tamu rumah mereka yang sangat sederhana , terkejut ketika dari luar terdengar orang memberi salam . Damar yang sudah mengenai suara keduanya , terkejut dan memandang ke wajah ibunya.


" Papa dan mamanya Fani , Bu."


" Benarkah ?"


" Ya . Damar kenal benar suara mereka ."


" Wah , mau apa mereka kemari , ya ? Dan bagaimana mereka tau rumaha kita , Damar ?"


" Mungikn dengan Fani ."


Damar pun bergegas membuka pintu rumahnya . Dan apa yang di duganya benar. Yang datang memang papa dan mama Fani diikuti mang Unang , Sopir mereka . Namun mereka nggak bersama dengan Fani.


" Selamat malam , Damar?" Sapa Papa Fani


" Om, Tante...."


Damar segera menyalami dan mencium punggung telapak tangan kedua orang tua Fani .

__ADS_1


__ADS_2