
Setefani makin gelisah dan cemas ! Sebab sampai semua temannya yang belajar bersama sudah pada datang , Damar yang akan membimbing mereka belom juga datang . Padahal , sebelomnya Damar justru merupakan orang pertama yang datang ke rumah Fani sebelom teman - teman yang lain datang . Setelah menyuruh teman - temannya naik ke loteng rumahnya , dengan wajah masih nunjukin kegelisahan , Fani pun nunggu kedatangan Damar di ruang tamu rumahnnya .
...Melihat putri mereka tampak gelisah , papa sama mama Fani pun jadi turut gelisah fan bertanya - tanya dalam hati , ada apa sebenarnya , sehingga dan bertanya - tanya dalam hati , ada apa sebenarnya , sehingga putri mereka segelisah dan secemas itu ?...
" Damar belom datang , Fani ?" tanya papa Fani .
" Belom , Pa ."
" Loh , biasanya dia yang datang duluan ."
" Iya , Pa ."
" Tadi di sekolah , apa dia tidak ngomong sesuatu sama kamu?"
" Ada maslah , Pa ," yang ngejawab mama Fani .
" Masalah ? " kening papa Fani mengerut .
" Ya ."
" Fani ribut sama Damar ?"
" Bukan ."
" Lalu masalah apa ? Apa yang terjadi di sekolah Fani ?" tanya sang papa .
" Damar dijebak ," desah Fani .
" Dijebak ?"
" Ya ."
" Dijebak bagaimana ?"
Mama Fani pun menceritakan apa yang terjdi di sekolah tadi pagi sebagiamana yang di dengarnya dari putri mereka pada sang suami.
" Masya Allah ....! Masak , sih ?"
" Itulah yang terjadi , Pa ."
" Papa yakin, Damar nggak mungkin berbuat seperti itu. Meski dia anak orang nggak punya , namun papa bisa menilai kalo dia anak jujur dan baik . Nggak mungkin dia mau cape- cape jualan koran ? Keterlaluan sekali orang yang menjebaknya ..." gumam papa Fani setengah bersunggut.
__ADS_1
" Iya , Pa . Mama juga merasa kasihan padanya ."
" Bagaimana kalo kita ke rumahnya , Ma ," ajak papa Fani.
" Boleh juga . Apa papa tau di mana rumahnya ?"
" Ya , dengan Fani . Kan Fani yang tau rumahnya ."
" Terus bagaimana teman - teman Fani , Pa ? siapa yang menemani mereka ?"
" Iya , ya ..." gumam papa Fani sembari termenung . Namun nggak lama kemudian sang papa memanggil .
" FANIII....!"
" Ya , Pa ? sahut Fani .
" Dimana sih rumah Damar ?"
" Ngapain , Pa ?"
" Papa sama Mama mau kesana ."
" Lah , teman - temanmu gimana ? siapa yag akan nemenin mereka kalo kamu ikut ? kasih tau aja dimana alamatnya , biar papa dan mama yang kesana ."
" Kalo alamatnya sih Fani nggak tau , Pa . Tapu Fani tau tempatnya ."
" Mang Unang tau, Fani?"
" Tau , Pa ."
" Kalo begitu , panggil Unang , Ma ..."
Mama Fani pun nurut , bangun dari duduknya , kemudian masuk ke dalam ninggalin ruang keluarga dimana suaminya berada untuk memanggil Mang Unang , yang selama ini ditugasi khusua mengantar jemput Fani sekolah , Juga mengantar kemana aja Fani pergi.
Nggak lama kemudian , mama Fani telah kembali ke ruang keluarga diikuti oleh Mang Unang .
" Unang ..."
" Ya , Pak?"
" Kamu tau rumah Damar ?"
__ADS_1
" Tau , Pak ."
" Kalo begitu siapakan mobil . Antar kami ke sana ."
" Baik . Pak ."
Mang Unang pun segera kembali pergi untuk nyiapin mobil yang akan diapaki mengantar tuan dan nyonya majikannya.
" FANIII..."
" Ya , Pa ?"
" Papa dan Mama pergi ke ruamah Damar dulu. Kamu temani teman ' teman kamu dulu ."
" Baik , pa"
" Ayo , Ma ..."
Papa dan mama Fani pun bangun dari duduknya , kemudian keduanya pergi ninggalin ruang keluarga , menuju ke teras rumah untuk nunggu mang Unang dengan mobilnya .
Nggak lama kemudian , terdengar suara deru mesin mobil berlalu ninggalin halaman depan rumah mewah itu . sebagai tanda kalo papa dan mama Fani dengan diantar mang Unang telah pergi menuju ke rumah Damar.
Damar sama ibunya yang sedang duduk -duduk ngobrol di ruang tamu rumah mereka yang sangat sederhana , terkejut ketika dari luar terdengar orang memberi salam . Damar yang sudah mengenai suara keduanya , terkejut dan memandang ke wajah ibunya.
" Papa dan mamanya Fani , Bu."
" Benarkah ?"
" Ya . Damar kenal benar suara mereka ."
" Wah , mau apa mereka kemari , ya ? Dan bagaimana mereka tau rumaha kita , Damar ?"
" Mungikn dengan Fani ."
Damar pun bergegas membuka pintu rumahnya . Dan apa yang di duganya benar. Yang datang memang papa dan mama Fani diikuti mang Unang , Sopir mereka . Namun mereka nggak bersama dengan Fani.
" Selamat malam , Damar?" Sapa Papa Fani
" Om, Tante...."
Damar segera menyalami dan mencium punggung telapak tangan kedua orang tua Fani .
__ADS_1