
Nngak sepantasnya kamu berkat begitu!" kata Bu betty Ñurhayati .
" kenapa memangnya Bu? saya kan cuma ingin kenal dengan dia aja . Dan agar saya mengenalnya , maka saya harus tau persis siapa dirinya yang sebenarnya , kan bu?" jawab wulan memberi alasan dengan wajah mimik muka sinis.
"Ya tetapi pertanyaan yang kamu ajukan sudah kelewatan .itu bukan pertanyaan , tetapi ejekan , Biar ibu beritahu pada kalian , Damar memang anak orang nggak punya . Damar memang anak seorang janda . Dia sudah ditinggal ayahnya sewaktu dia masih kecil untuk membiayai hidup, ibu Damar berdagang kecil kecilan . Sedangkan Damar , untuk membiayai sekolahnya dia juga harus bekerja sepulang sekolah . Namun itu bukan menjadi masalah , karan apa yang di lakukannya adalah halal. Justru kita patut kagum dan bangga padanya , karna dengnbkeqdaanya yang serba kekurangan Damar mampu berprestasi Sewaktu masih di SMP Negeri 2 Berebes , dia tercatat sebagai siswa teladan .Selalu ranking satu.Dan perlu kalian ketahui SMP Negri 2 berebes , juga merupakan SMP favorit sebagaimana SMP Negeri 49. jadi kalian janganlah memandang Damar dari penampilan luarnya aja . tetapi pabdanglah dia dari kecerdasannnya," tutur Bu bettu Nurhayati, yang membuat Wulan terdiam , sementara siswa siswi lainnya , tampak nunjukin keterperangahan begitu mendengar peraturan wali kelas mereka kan siapa siswa barub itu.
Dengan wajah nunjukin kekaguman , salah seorang siswa yang juga cukup cantik, memandang ke arah Damar . Kemudian ketika Damar memandang je arahnya , cewek itu pun tersenyum . sehingga membuat Damar perlahan menudukkan kepala . Rupanya ejekan yang telah di lontarkan Wulan kepadanya barusan , membuat Damar jadi merasa rendah dan hina berada di antara mereka, yang sepertinya anak orang- orang berada .
Gadis berambut pendek yang memandang ke arahnya dengan bibir tersenyum itu sebenarnya nggak kalah cantik di banding wulan , dan sebenarnya senyum yang ditunjukannya adalah senyum tulud , bukan ejekan apalgi hinaan. Tapi karana Damar sudah terlanjur terhinakan membuatnya jadi negative thingking.
" Nah , siapa dianatara kalian yang mau duduk dengan Damar?" tanya Bu betty Nurhayati sembari megedarkan pandangannya ke seluruh ruang kelas .
" Saya , Bu!" sahut Adito ." Kebetulan saya masih sendiri . Duduklah denganku , Damar." " Terimakasih."
__ADS_1
"Nah, Damar. Selamat datang di SMP Negeri 49 dan selamat belajar . Semoga kamu akannbisa menyesuaikan diri di sini."
"Ya Bu."
" Duduklah .Sebentar lagi guru Matematika akan memulai pelajaran ."
Damar pun melangkah ninggalin depan kelas menuju ke bangku dimana Adito berada yang di sebelahnya memang masih kosong . Ketika melewati bangku Wulan , Damar tersenyum , mencoba untuk bersikap ramah .Namun cewek cantik perimadona SMPNegeri 49 itu justru mencibir. Bahkan dengan sinis mengumam ," Hai anak kampung! sebaiknya lo jangan bertibgakah macam - macam disini. Kalo nggak , lo kan nyesel telah pindah ke sini!"
Damar nggak menyhuti . Dia nerusin langakahnya menuju ke bangku kosong di samping Adito.
"Hai juga ," balas Adito," Duduklah ..."
"Terimakasih ." Damar pun menurut duduk
__ADS_1
"Damar ..."
"Ya?"
"Jangan di ambil hati akan sikapnya ."
"Ya,"
"Dia memang begitu. Ya maklumlah , selain cantik dan nerupakan primadona di sekolah ini , dia juga putri tunggal seorang pengusaha , sebaiknya kamu jangan berurusan dengannya ," tutur Adito mengingatkan
" Aku mengerti," jawab Damar.
Nggak lama setelah wali kelas ninggalain kelas VIII-1 , Pak Dirman , guru Matematika masuk ke dalam kelas .
__ADS_1
"Pagi anak anak ..."
" pagi , pak ...!" sambut para siswa.