
" Apa hak lo ? ini bukan cuma sekolah lo . Ini sekolah umun, dan siapa aja boleh sekolah di sini. Jadi gue rasa , lo nggak berhak untuk nentuin seseorang boleh ato nggak sekolah di sini . Lagipula , apa salah Damar sama sekolah ini! Semua guru dan kepala sekolah suka padanya , karena dia cerdas . Dan gue rasa , teman - teman yang lain pun mulai menerima bahkan suka padanya . Jadi , apa alasan lo nggak menyukainya dan nggak bisa menerima dia ?" tanya Fani.
" Sebaiknya lo jangan ikut campur urusan gue , Fani! "
" Gue nggak akan ikut campur , asalkan sikap lo pada Damar wajar . Apa salah Damar sama lo, sehingga lo begitu membencinya ?" tanya Fani dengan mata lekat menatap wajah Wulan .
Wulan terdiam .
" Wulan , menurut gue , nggak ada alasan bagi lo membenci Damar apalagi memusuhinya !"
" Gue nggak bisa menerima dia disini!"
" Kenapa ?"
__ADS_1
" Itu urusan gue !"
" Sekali lagi gue tegasin, Wulan . Ini sekolah umum, siapa pun boleh menimba ilmu disini, nggak peduli orang kaya ato misikin . Gue nggak mau ikut campur urusan lo , asalkan lo bisa bersikap wajar dan dewasa ," tutur Fani .
" Ayo , Damar kita masuk..."
Fani memegang pergelangan tangan Damar , kemudian menggandengnya . Melihat itu, Wulan pun akhirnya menepi, memberi jalan bagi keduanya masuk.
Lalu dengan wajah masih nunjukin rasa kesal karena Fani terus membela Damar yang makin membuatnya kian bertambah cemburu, Wulan mendengus sengit ,
" Maaf Wulan . Gue nggak mau ribut .Apalagi sama temen yang sudah tau siapa diri kita masing- masing Namun bila lo anggap salah , gue nggak bisa ngomong apa - apa lagi . Terserah lo jika memang ingin konftòntasi sama gue."
Wulan terdiam dengan kekesalan dan kejengkelan , karena Fani terus membela Damar. Lalu dengan membawa ninggalin ruang kelas dimana Fani dan Damar berada.
__ADS_1
" Gue bener-bener nggak ngerti, kenapa dia terus memusuhi gue ?" desah Damar dengan wajah murung , setiap kali ingat akan sikap Wulan pada dirinya .
" sudahlah , sebaiknya lo nggak perlh mikirin dia . Kini toh cuma dia yang masih bersikap begitu sama lo . Yang lainnya seperti lo lihat sendiri , mau nerima lo dengan senang ," tutur Fani berusaha menghibur hati Damar .
" Justru karena itulah yang membuat gue sedih Fani."
" Sudah jangan terlalu lo pikirin . Nanti kalo dia sadar, dia aka menyesali sikapnya sama lo ," kata Fani
Damar pun terdiam mendengar penuturan Fani . Namun kenapa hatinya bertanya , kapankah itu terjadi Kapankah sikap Wulan akan berubah ? Sehingga nggak ada lagi permusuhan diantara dirinya dengan gadis cantik itu.
Nggak ada yang tau , hanya waktu dan Author 😂😂.
Setelah hampir dua jam para siswa berkutat dengan pelajaran , akhirnya suara bel tanda istirahat pun berbunyi . Maka begitu guru pengajar keluar dari ruang kelas , para siswa pun mulai riuh, berhamburan keluar dari dalam kelas untuk mengekspresikan kebebasan masing -masing.
__ADS_1
Sebagimana biasanya jika waktu istirahat , Damar pun pergi ke perpustakaan . Disana , dia akan membaca - baca buku untuk menambah ilmu pengatuhan . Biasanya Fani ikut bersamanya , namun nih hari karena ada keperluan , Fani nggak ikut ke perpustakaan .Sehingga Damar pun akhirnya pergi dan ngebaca buku di perpustakaan seorang diri.
Saat Damar baru saja membaca beberapa lembar halaman buku yang sedang dibacanya , seorang teman sekelasnya datang menemuinya.