
...Makin hari, makin bertambah banyak teman - teman sekelas bahkan sesekolah yang mau menerima Damar. Semua itu karena sikap Damar yang baik dan juga karena Fani yang senantiasa berusaha menyakinkan teman - temannya untuk mau menerima Damar. Disamping itu , para guru pun ikut ngebantu memperomosikan pada para siswa lain dengan memotifasi para siswa agar mereka ngikutin langkah yang telah diambil Fani dan teman - temannya , belajar bersama dengan bimbingan Damar....
Melihat sebagian besar teman sekelasnya kinj menerima Damar dan bahkan akrab dengan siswa baru yang cuma seorang penjual koran dan anak seorang janda miskin, membuat Wulan makin bertambah kecewa . Wulan juga cemburu, melihat keintiman Fani dengan Damar. Karena diam - diam sebenarnya di hati cewek cantik itu muncul perasaan suka pada Damar. Namun karena dari awal dia sudah nunjukin sikap bermusuhan sama Damar, ditambah lagi dengan rasa gengsi yang tinggi, Wulan pun jadi sungkan untuk mengutarakan isi hati yang sebenarnya sama tuh cowok Apa nanti kata teman - temannya , jika dia yang selama ini memusuhi dan membenci Damar , tiba - tiba berubah menerima dan baik dengan Damar.
Dari rasa iri dan cemburu juga dendam karena demi membela Damar , Fani sampai tega menamparnya di depan banyak orang , membuat Wulan jadi makin bartambah benci pada Damar.
" Hai , tukang koran !" tegur Wulan ketika bertemu dengan Damar yang hendak masuk ke dalam kelas.
" Lo manggil gue , Wulan?"
" Ya."
" Ada apa ?"
" Gue ingin bicara sama lo."
" Katakanlah ."
" Jika lo pingin tenang , sebaiknya lo pindah aja dari sini!"
__ADS_1
" Kenapa emangnya?"
" Karena gue nggak suka sama lo!"
" Kenapa lo nggak suka sama gue ? Apa salah gue sama lo ?" tanya Damar .
" Apapun alasannya , yang jelas gue nggak suka sama lo!" tegas Wulan dengan mata tajam menatap wajah Damar." Jangan buat kesabaran gue sama lo akan habis. Dan lo tau , jika kesabaran gue sama lo habis , maka lo akan nyesal!"
" Lo akan menyuruh teman - teman lo menghajar gue ?"
" Lebih dari itu , tau ?!"
" Lo akan menyuruh teman - teman lo membunuh gue ?" tanya Damar lagi.
" Jika itu mau lo, lakukanlah ," kata Damar seakan pasrah ." Gue hanyalah orang miskin yang lemah. Apalah daya gue , kalo memang lo menghendaki gue harus mati. Bila memang kematian gue akan membuat lo puas , gue nggak keberatan lo bunuh.Nggak perlu lo menyuruh teman - teman lo . Lo bisa ngelkuinnya sendiri. Saat gue pulang sekolah, lo bisa menyuruh sopir lo umtuk menabrak gue ."
Wulan terbelalak mendengar ucapan Damar.
" Lo menantang , ya ?!"
__ADS_1
" Nggak .Gue cuma kasihan sama lo, Wulan..."
" Apa maksud lo bicara begitu, eh ?! Gue nggak butuh belas kasihan dari siapapun , apalagi dari lo , tukang koran !" sunggut Wulan sengit.
" Terserah apa mau lo, Wulan . Yang pasti, gue nggak mau ribut sama lo. Justru gue ingin berbaikan sama lo. Gue ingin menjadi teman lo sebagaimana yang lain ,meskin gue cuma orang miskin yang mungkin menurut lo nggak pantas untuk dijadikan teman bagi orang kaya seperti lo .Gue sekolah disini, bukan untuk mencari musuh, melainkan ingin mencari ilmu dan teman ."
Wulan terdiam mendengar ucapan Damar . Namun begitu, wajahnya tetap aja masih menggambarkan kebengisan dan rasa nggak suka pada cowok itu.
" Maaf , gue mau masuk untuk menaruh tas . Boleh , kan ?" Damar meminta ijin .
Wulan tetap nggak menyahut. Namun dia juga nggak bergeming barang setapak pun dari tempatnya . Sehingga Damar pun nggak bisa masuk ke dalam kelas.
" Gue mohon sama lo, Wulan . Ijinkan gue masuk untuk menaruh tas ," kata Damar lagi.
Pada saat itu. muncul Fani yang sepertinya datang . Melihat Wulan berdiri di pintu menghalangi langkah Damar yang hendak masuk, Fani pun bertanya .
" Ada apa, Damar?"
"Nggak apa -apa ."
__ADS_1
" Apa mau lo sebenarnya , Wulan ?" tanya Fani.
" Gue ingin tukang koran ini pindah dari sini!" tegas Wulan .