Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 1


__ADS_3

Brakk!


"Ambillah..." Kata tuan Choi.


"Apa ini..?" Tanya Hyunshik.


"Apa kau buta? Disini sudah jelas tertulis 'surat pemecatan' , astaga..." Jawab tuan Choi dengan nada lebih tinggi.


"Saya tau, tapi kenapa saya dipecat?" Tanya Hyunshik lagi.


"Yah, cucu CEO Daesung akan bekerja di sini, tapi karna lowongan kerja penuh, jadi kami harus mengeluarkan salah satu dari kalian," Jawab tuan Choi santai.


"Apa?! Kenapa harus saya?!" Tanya Hyunshik geram.


"Kuakui, berat untuk melepas seorang pekerja keras sepertimu, tapi kurasa, itu akan menjadi sepadan jika yang menggantikannya adalah cucu CEO Daesung sendiri..." Jelas tuan Choi.


"... Lagipula, aku akan mendapat komisi jika mengosongkan satu bangku untuk cucu-nya," Lanjut tuan Choi santai.


"Sialan. Dasar orang tua satu ini!!!" Batin Hyunshik kesal.


"Sudahlah, terima saja, lagipula, kami tetap akan kirimkan pesangon yang telah kau dapat dengan susah payah," bujuk tuan Choi.


"Cih," jawab Hyunshik mendecih.


"Hei! Cepatlah! Bereskan barang-barangmu! Mejamu akan segera diisi besok!" Usir tuan Choi yg masih melihat Hyunshik berdiri di depannya.


"Dasar orangtua tidak tahu malu!" Cemooh Hyunshik.


"Apa kau bilang?!" Sahut tuan Choi.


Brakk!!


Hyunshik langsung pergi tanpa menyahuti perkataan terakhir tuan Choi.


...


Saldo anda sebesar 50.000 KRW


"Apanya yang pesangon?! Ini mah hanya untuk biaya makan selama 2 bulan!" gumam Hyunshik terkejut saat melihat nominal yang tertera di depannya.


"Sialan. Bagaimana ini?!!" Gumam Hyunshik lagi.


...


Krieeet.


Kyung Mi memutar balikkan kursinya.


"Yah, mau bagaimana lagi, kau harus mencarinya," jawab Kyung Mi.


"Tapi, mana ada orang mencari model yang sangat profesional dalam waktu 2 hari?!" Bantahku.


"Kau tenang saja, aku akan membantumu. Lagipula, kalau kau yang dapat, kau yang akan mendapatkan komisi dari Tae-Hyun," Jawab Kyung Mi beralasan.


Aku mendengus kesal.


"Baiklah, tapi berjanjilah kau tidak akan memintanya dariku!" Pintaku.


"Ya ya, baik, cepatlah cari, nanti kau tidak akan mendapatkan komisi dari Tae-Hyun loh!!" Ejek Kyung Mi sekaligus mengusir.


"Apa sih," balasku kesal.


"Hihi. Sampai jumpa Youra!!" Seru Kyung Mi.


"Hmm," Jawabku singkat.


...


"Kyung Mi sialan! Bagaimana aku bisa mendapatkan model baru dalam waktu secepat itu?!" Batinku.


Aku sudah berkeliling selama 1 hari penuh.


Sekarang, sudah hampir masuk waktu makan malam.


Tapi tetap saja, aku masih belum menemukan model yang dicari.


"Silahkan, ini kopi Cappucino dengan tambahan whip cream anda, selamat menikmati..." Kata salah satu pegawai di cafe tempat aku berada sekarang.


"Ah, iya, terimakasih..." Jawabku.


Aku mengambil kopi tersebut.


"Astaga, ini masih panas.." gumamku.


Triing triing.


Ponselku berbunyi.


Aku melihat nama 'Chunhee' tertulis di atasnya.


Aku berusaha mengangkat ponselku hanya dengan satu jari.


Ditambah lagi, aku masih harus berjalan keluar agar tidak menghalangi pintu masuk.


Bip.


"Berhasil!" batinku senang.


Aku berhasil menggeser tanda hijau di ponselku.


"Halo? Youra-chan!! Dimana kau sekarang? Apa kau sibuk?" Tanya Chunhee.


"Ah? Halo? Bisa dibilang begitu, kenapa?" Tanyaku balik.


"Ah, sayang sekali, aku ingin mentraktirmu minuman di bae baru punya temanku," Jawab Chunhee meledek.


"Astaga! Kenapa tidak bilang?! Aku akan segera kesana!" Jawabku kesal.


Klotak klotak.


Selagi menerima panggilan dari Chunhee, aku masih berusaha untuk berjalan lurus menuju mobilku.

__ADS_1


"Ahaha, cepatlah, nanti keburu aku pergi lebih dulu!!" Ejek Chunhee lagi.


"Hei! Jangan pergi sebelum aku datang! Ingat itu!" Omelku.


Tuut.


Aku mematikan panggilan dari Chunhee.


Brukk!!


"Aaaakh!!!" Jeritku.


Heels sepatuku tersangkut ke salah satu lubang.


Dan yang lebih parahnya lagi.


Aku terjatuh.


"Astaga!! Memalukan sekali!!" Batinku kesal.


Bagaimana tidak? seluruh orang yang ada di sekitarku langsung memusatkan perhatiannya padaku.


Aku berusaha berdiri dan mengambil sepatuku yang tersangkut.


Kemudian, aku baru tersadar bahwa aku kehilangan kopiku.


"Sial!"


Aku melacak jejak tumpahan kopi cappucino milikku.


Kurasa keadaanku saat ini semakin memburuk...


Aku menutup mulutku dengan tangan.


"Haaah?!! Astaga!! Mo- mobil siapa ini?!!"


Aku menumpahkan kopiku ke atas mobil seseorang.


Dengan cepat, aku melihat sekeliling mobil untuk memastikan apakah ada bagian yang rusak.


"Kurasa, itu tidak terlalu parah," Batinku lega.


Brakk!


Tidak jauh dari tempat kejadian, aku mendengar suara benda jatuh.


Yang kurasa, aku tau penyebab jatuhnya benda itu.


"Mo- mobilku!!!" Jerit seorang pria terkejut.


Pria itu melihat ke arahku.


"Aku menarik kata-kata ku yang tadi, ini sudah sangat parah,"


...


"Hei Chunhee! Kurasa, traktir minumannya nanti saja ya, hari ini aku benar-benar sial. Dan sekarang aku berada dalam masalah. Nanti kuhubungi lagi ya, sampai nanti,"


Aku sudah mencoba untuk menelponnya berkali-kali.


Tapi, aku tidak ingin memperburuk keadaan dengan berlama-lama menunggu Chunhee mengangkat panggilanku.


Yang ada, pria itu tambah marah.


Bahkan, kurasa ia akan curiga bahwa aku ingin kabur.


Jadi, aku segera kembali ke mejaku.


Setelah kejadian tadi, aku buru-buru mengajak pria tersebut masuk asal ke dalam restoran yang menyajikan menu makan malam.


"Si- silahkan pilih jika kau ingin memesan makanan," kataku sambil menyodorkan menu restoran tersebut.


"Aku tidak lapar," jawab pria tersebut.


"Ah.. baiklah.. kalau begitu, aku pesan beef steak dan cola," Pintaku pada seorang pelayan.


"Apakah ada tambahan? Tuan? Bagaimana denganmu?" Tanya pelayan pada pria tersebut.


"Kau benar-benar tidak ingin memesan? Tenang saja, aku yang akan membayarnya," Tanyaku lagi memastikan.


"Tidak, aku tidak lapar sama sekali," Jawab pria itu ketus.


"Baiklah, silahkan ditunggu pesanannya ya.." kata pelayan tadi.


"..."


Kini meja kami kembali sunyi.


Aku sangat takut untuk memulai percakapan.


Sehingga, aku hanya melihat ke atas meja.


Tapi terkadang, melirik ke arah pria yang marah tadi.


"Jadi, namamu?" Tanya pria itu.


"Aku Ahn Youra," Jawabku.


"Min Hyunshik," kata Hyunshik menyebutkan namanya.


Aku menjulurkan tanganku untuk mengajaknya berjabat tangan.


Tapi..


Krik krik.


"A-aku didiamkan?!!" Batinku.


"Tunggu! Siapa namanya tadi?! Ahn?! Salah satu keluarga pemilik ANN Group?!!" Batin Hyunshik.


"Sial," Gumamnya.

__ADS_1


Aku membaca gerakan mulutnya.


"Dasar pria ini! Ah, aku sial sekali hari ini, memangnya dia pikir aku tidak bisa membaca gerakan mulutnya?! Dasar pria brengsek!" Batinku.


Aku memperhatikan wajah pria itu.


"Tapi, dia cukup tampan," batinku lagi.


"Jadi, bagaimana dengan mobilku?" Tanya Hyunshik.


Seketika aku menghentikan lamunanku.


"Yah, aku bisa saja langsung membawanya ke bengkel dan memberikannya padamu sekarang. Tapi..." Jawabku.


"Apa?! Langsung diberikan?! Wah, cewek ini benar-benar orang ANN Group!" Batin Hyunshik.


"Aku memang bisa langsung memberikan mobilnya sekarang karna aku dapat meminta bantuan kenalanku," Batin Youra.


"Aku harus mencoba untuk memastikannya lagi! Aku akan buat banyak alasan!" Batin Hyunshik tak percaya.


"Kau tahu kan? Yang kau rusak tidak hanya cat luarnya! Bagian dalamnya juga rusak. Asal kau tau saja!" Sela Hyunshik.


"Ya ya, aku memang tidak mengerti apapun tentang apa yang rusak pada mobilmu! Aku bahkan tidak tau semua hal tentang otomotif..!" Jawabku sedikit menaikkan nada bicaraku.


"Saat ini, aku hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah kurusak darimu! Aku bahkan ingin menawarkan mu sebuah pekerjaan!"


"Tapi kau malah mencoba menguji pengetahuanku tentang otomotif atau apalah itu..!" Lanjutku.


"Tunggu! Apa?! Pekerjaan?!" Batin Hyunshik.


"Coba jelaskan lagi padaku," Pinta Hyunshik.


"Cih. Mata duitan," Gumamku.


"Aku akan mengganti kerusakan yang kubuat pada mobilmu. Tapi kurasa, aku dapat memanfaatkan mu untuk bekerja dengan ku..." Jelasku.


Hyunshik membulatkan matanya terkejut.


"Hei hei hei! Aku ini pria baik-baik. Dan aku tidak ingin melakukan pekerjaan kotor!" Sela Hyunshik.


"Bisakah kau berhenti untuk selalu menyela perkataan ku?!" Bentakku.


Hyunshik membulatkan matanya lagi.


Ia terkejut melihat aku yang membentak dirinya karna kesal.


"Model! Aku ingin kau menjadi model!" Lanjutku.


"Apa..?!" Tanya Hyunshik.


Aku mengambil nafas sebelum melanjutkan percakapan menyebalkan ini.


"Perusahaan kami ingin membuat iklan dari salah satu produk yang baru dibuat. Tapi tiba-tiba saja, model yang sudah sepakat bekerja sama dengan kami membatalkan kontraknya.." Jelasku.


".. Dan aku harus mencari model baru dalam waktu 2 hari. Karna syuting untuk iklan tersebut akan dimulai saat itu," Lanjutku menjelaskan.


Hyunshik terdiam.


Aku tidak tahu apakah pria ini mendengarkan atau tidak perkataan ku yang tadi.


"Berapa gaji ku?" Tanya Hyunshik.


"Ha! Sudah kuduga! Kurasa dia benar-benar tidak mendengarkan penjelasanku!" Batinku.


"Tapi aku yakin, ia akan mengambil pekerjaan ini," Batinku lagi.


"Kami akan menyamakan gaji mu dengan gaji model yang sebelumnya. 250 dollar setiap pemotretan..."


"... Tapi kau harus menandatangani kontrak bekerja dengan kami selama 1 tahun. Itu karna 1 tahun adalah waktu yang disepakati oleh model lama kami..."


"Aku harus melakukan itu hingga kapan?" Tanya Hyunshik.


"Seingatku, setiap bulan kau harus melakukan 3X pemotretan, dalam 1 tahun, berarti kau harus melakukan kurang lebih 36X pemotretan..."


"... Tapi jika ku jumlahkan bayarannya, kurasa itu sepadan dengan total gajimu yang sebesar 9.000 dollar..." Jelasku panjang lebar.


Aku tersenyum licik.


"Apa kau sudah menikah? Anak dan istri mu pasti sangat beruntung karna kau kuberikan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang," Ledekku.


"Cih. Pertama, aku masih lajang. Dan yang kedua, aku ingin 2X lipat setiap pemotretannya," Pinta Hyunshik.


"Astaga! Orang sebelumnya yang merupakan model asli saja tidak meminta sebanyak itu. Tapi dia..?! Astaga!" Batinku.


"Bagaimana?" Tanya Hyunshik.


"Baiklah baiklah, total gajimu akan sebesar 18.000 dollar," Jawabku.


"Tapi, tunggu! Apa kau akan tetap mengganti kerusakan pada mobilku?" Tanya Hyunshik memastikan.


" Tentu saja. Aku bahkan tidak tau berapa biaya yang diperlukan untuk mengganti kerusakannya, " Jawabku.


"Baiklah. Kapan aku akan mulai bekerja?" Tanya Hyunshik.


"2 hari lagi. Aku akan mengirimkan alamat kantornya. Lalu, jika kau sudah sampai, kau harus datang ke ruanganku lebih dulu," Jawabku.


Aku bangkit dari tempat dudukku dan hampir ingin berjalan meninggalkannya.


Greb!


Hyunshik menahan tanganku dengan tangannya.


"Hei tunggu!" panggilnya.


Aku terkejut kemudian menoleh ke arahnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2