Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 4


__ADS_3

Sluurp.


"Ketua, kau minum jahe merah?" Tanya Min-Jung.


"Bukankah dia tidak terlalu menyukai jahe merah?!" Batin Min-Jung bingung.


"Hmm..?" gumamku sambil menoleh ke arah Min-Jung.


"Oh, iya... Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kurang vit," Jawabku.


"Benarkah? Apa kau tidak ingin mengambil cuti saja..?" Usul Min-Jung.


"Ah, kurasa aku tidak apa-apa, sedikit lagi aku menyelesaikan tugasku," Kataku menolak.


"Ah.. baiklah.." kata Min-Jung mengalah.


"... Ngomong-ngomong ketua, tidak terasa, hari ini adalah pemotretan kedua Hyunshik," Kata Min-Jung mengingatkan.


"Ah.. benar juga ya..." Jawabku.


"Terimakasih untuk hari ini..!" Seru seorang fotografer pada Hyunshik.


"Ah.. iya, terimakasih juga..." kata Hyunshik.


Hyunshik melihat sekeliling studio.


"Hmm, apa dia benar-benar menghindar dariku..?" Batin Hyunshik.


Gedebruk!


Aku melompat ke atas kasurku saat sudah sampai rumah.


"Akhirnya!! Aku bisa tidur dengan normal lagi! Aku tidak perlu tidur di sofa lagi!!" Jeritku senang.


Mataku langsung terpejam saat aku melapisi seluruh tubuhku dengan selimut.


...


Kyung Mi menyuruh Sekretaris Park untuk memeriksa ruanganku.


Itu karna, beberapa panggilan darinya tidak terjawab olehku.


Cklek.


"Permisi.. apakah ada yang tau dimana ketua Youra sekarang?" Tanya Sekretaris Park.


Kyung Mi langsung datang ke rumahku saat Sekretaris Park memberitahu bahwa aku tidak ada di kantor hingga jam makan siang.


Ia membanting pintu kamarku dan bergegas menghampiriku.


Puk! puk!


"Hei! Ahn Youra!! Bangunlah!" Panggil Kyung Mi berteriak sambil menampar pelan pipiku.


Tapi nihil.


Aku tidak bangun sama sekali.


"SEKRETARIS PARK..!!!" Panggil Kyung Mi histeris.


...


"Tidak apa-apa. Youra hanya kelelahan. Kurasa, akhir-akhir ini ia terlalu banyak menggunakan energinya," Ujar Dokter Cheon.


Dokter Cheon adalah dokter pribadi keluargaku.


Setelah Kyung Mi mengetahui bahwa aku tidak kunjung sadar setelah ditampar keras, ia langsung membawaku ke rumah sakit tempat Dokter Cheon bekerja.


"Terimakasih dokter.." kata Kyung Mi.


Kyung Mi menemaniku di rumah sakit.


Tapi ia masih harus balik ke kantor karna rapat yang sangat penting.


...


Ckleek.


"Oh? Youra!!" Panggil Kyung Mi.


Kyung Mi berlari kemari lalu memelukku dengan sangat erat.


Ia baru kembali dari kantor setelah rapat.


Geplak!


"Hei! Kau sangat menghawatirkanku tau!!!" Omel Kyung Mi sambil menjitak kepalaku.


Kyung Mi memukul bahuku karna kesal.


Aku menahan tawa agar Kyung Mi tidak tambah marah.


"Ngomong-ngomong, bagaimana kau tau aku pingsan di kamar? Apakah itu karena kita kembar? Jadinya kau merasakan apa yang kurasa," Ledekku.


"Cih," Gumam Kyung Mi kesal.


Aku tertawa kecil melihat tingkah laku kakakku yang satu ini.


"Ngomong-ngomong, bisakah kau belikan aku makanan dari luar? Aku tidak suka makanan rumah sakit..!" Pintaku.


"Ah.. aku jadi sedikit menyesal menjengukmu. Harusnya kubiarkan saja kau sendirian disini sambil makan makanan rumah sakit..!" Omel Kyung Mi.


Tapi kemudian, ia langsung berdiri dan pergi menuju pintu kamarku bersiap keluar.


"Ahahaha. Terimakasih kak," Ledekku pada Kyung Mi.


Setelah Kyung Mi keluar, aku mendengar pintu kamarku terbuka lagi.


Kupikir Kyung Mi kembali karna berubah pikiran dan tidak jadi membelikanku makan malam.


Tapi ternyata bukan.


"Ketua Youra!!" Panggil Soo-Min menjerit.

__ADS_1


Yang datang adalah Soo-Min, Min-Jung dan Dae-Oh.


Mereka mewakilkan seluruh anggota tim-ku yang ingin menjengukku.


"Sudah kubilang bukan? Lebih baik kau mengambil cuti untuk beristirahat. Sehari juga cukup," Omel Min-Jung.


"Ini. Kami bawakan roti isi kesukaanmu," Kata Dae-Oh memberikan sekotak roti isi padaku.


"Hei, apa kalian bertemu Kyung Mi?" Tanyaku.


"Ah, benar. Aku tadi melihat direktur keluar dari sini. Apa ia menjengukmu?" Tanya Soo-Min teringat saat ia menyapa Kyung Mi di depan kamarku tadi.


"Astaga. Dia keluar untuk membelikanku makan malam. Kalian tau bukan aku tidak menyukai makanan rumah sakit?"


Mereka bertiga mengangguk.


"Jika kalian memberikanku roti isi, aku harus apakan makanan dari Kyung Mi..? Berjanjilah kalian akan menjelaskan padanya agar aku tidak dimarahi..!" Pintaku.


"Astaga! Aku baru mengerti..!" Kata Soo-Min.


"Ya sudah. Roti isinya buatku saja," Pinta Dae-Oh yang sudah memajukan tangannya dan bersiap untuk merebut roti isi ku.


"Astaga..! Mana boleh mengambilnya lagi jika sudah diberikan padaku..!" Omelku.


Ketiga orang itu menemaniku hingga Kyung Mi datang.


...


Cklek.


Kyung Mi kembali membawa semangkuk sup ayam.


"Oh? Ketua, sepertinya, ini saatnya kami pulang. Sampai nanti.." Pamit Dae-Oh.


"Oh? Kalian sudah ingin pulang?" Tanya Kyung Mi.


"Benar Bu Direktur..! Kami harus pulang sebelum terbaring di atas kasur seperti ketua," Ledek Soo-Min sedikit menyindir.


"Sampai nanti ketua..!" Pamit mereka bertiga bersamaan.


Kyung Mi menghampiriku.


"Ada apa dengan mereka? Ngomong-ngomong, makanlah.." kata Kyung Mi.


"Sebenarnya, kak.. aku sudah makan. Mereka membelikanku roti isi,"


"Apa?! Astaga! Kau tau..?! Ah..! Lupakan..!" Omel Kyung Mi.


"Maaf.." kataku memohon.


"Tidak mau. Tetap habiskan..!" Omel Kyung Mi.


"Apa..?!" Jeritku terkejut.


Setelah bertengkar sesaat dengan Kyung Mi, aku tetap harus memakan sup yang dibelikan olehnya.


Aku tertidur tidak lama setelah makan.


Sup yang hangat membantuku tidur nyenyak.


Ckleek.


Tap tap.


...


"Youra-chan!!" Panggil Choon-Hee.


"Choon-Hee!!" Rengekku.


Pagi harinya, Choon-Hee datang menjengukku.


Aku baru saja akan memeluk sahabatku yang satu itu.


Tapi kemudian,


Dug! Dug!


Choon-Hee memukulku.


"Astaga! Astaga! Kau ini! Sudah tau kau bisa menyicil kerjaanmu! Kenapa kau langsung mengerjakannya sekaligus?!!" Omel Choon-Hee.


"Tunggu. Bagaimana kau tau aku lembur akhir-akhir ini?" Tanyaku.


"Hei, kau ini seorang pekerja kantoran. Mana ada seorang pekerja kantoran masuk rumah sakit karna terlalu banyak minum?!" Tanya Choon-Hee.


Aku tertawa mendengar lelucon sahabatku ini.


"Astaga.. pagi ini aku sudah kena marah banyak orang," Kataku mengadu.


"Memangnya siapa lagi orang yang memarahimu?" Tanya Choon-Hee penasaran.


"Saat kau masuk, apa kau melihat seorang pria berbadan besar di depan pintu kamarku..?" Tanyaku.


"Benar juga, siapa dia?" tanya Choon-Hee sambil mengangguk.


"Dia disuruh oleh Kyung Mi untuk mengawasiku. Dan aku berusaha kabur darinya. Ternyata dia menghubungi Kyung Mi untuk mengadu!" Adu ku pada Choon-Hee.


"Cih. Sudah tua kok pengadu..!" Gumamku.


"Kau layak mendapatkannya..! Kau nakal..!" Ledek Choon-Hee.


"Cih,"


"Oh? Untung saja aku tidak beli buah," Kata Choon-Hee terkejut setelah menoleh ke arah meja di samping tempat tidurku.


"Hmm?"


Aku pun ikut menoleh ke arah meja untuk melihat.


"Memangnya semalam ada yang datang membawa buah ya..?" Batinku.


"Aku kupaskan ya..!" Pinta Choon-Hee.

__ADS_1


Aku hanya menjawab dengan anggukan.


...


"Ketua Youraaaa! Kau kembali ke kantor!! Kau tau? Seberapa kacau kantor ini tanpamu di ruangan!!" Rengek Soo-Min.


"Kau hanya merindukan roti isi yang kubelikan bukan..?" Tanyaku.


Soo-Min hanya nyengir memamerkan gigi putihnya.


Klotak klotak.


Aku berjalan ke ruanganku.


Dari belakang, Min-Jung berusaha menyamakan langkahku.


"Ketua, kau harus menandatangani daftar ini sebelum diberikan ke kantor direktur," Kata Min-Jung.


"Tolong taruh di atas mejaku ya.." pintaku.


"Hmm, baik ketua.." jawab Min-Jung.


Klotak klotak klotak.


Aku terhenti di depan ruanganku.


"Oh? Kau sudah datang..?" Tanya Hyunshik.


...


"..."


Saat ini, aku sedang aku sedang duduk berhadapan dengan Hyunshik untuk makan siang bersama.


Dia yang mengajakku lebih dulu tadi pagi.


Hap.


Aku mengambil potongan pertama sushi dan memasukkannya ke dalam mulut.


Hyunshik masih saja sama.


Ia tidak menyentuh makanannya saat makan bersamaku, meskipun dia yang mengajaknya.


Hap.


"Aku sudah makan potongan kedua. Tapi dia masih belum menyentuhnya..?!" Batinku.


"Em, apa kau tidak lapar?" Tanyaku.


"Tidak," Jawab Hyunshik frontal.


"Ah, baiklah.."


"..."


Hening.


"Terus saja kata itu berada di antara kami!" Batinku.


"Kau makan lahap sekali. Apa makanan rumah sakit tak seenak itu..?" Tanya Hyunshik.


"Oh akhirnya! Dia bertanya lebih dulu dariku..!" Batinku senang.


"Begitulah. Aku tak terlalu suka makanan rumah sakit. Rasanya agak hambar," Jawabku.


Hyunshik tersenyum kecil mendengar jawabanku.


"Ngomong-ngomong.. kenapa kau mengajakku makan siang bersama?" Tanyaku.


"Apa tidak boleh..?" Tanya Hyunshik.


"Yah, boleh saja.. tapi biasanya, orang akan mengajak orang lain yang tidak dekat dengannya untuk makan hanya jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan," Jelasku.


"Entahlah.. kali ini, aku.. hanya ingin melihat wajahmu sedekat ini..." Batin Hyunshik.


"Yah.. apapun alasanmu. Aku senang aku tak perlu makan makanan hambar itu lagi, " Kataku.


"Cih. Setidaknya kau senang bukan berbaring di sana?" Tanya Hyunshik.


Aku terdiam.


"Kau bisa beristirahat bukan? Padahal hanya pingsan karna kelelahan, tapi langsung masuk rumah sakit kelas VIP," Sindir Hyunshik.


"Orang-orang kaya sepertimu mudah sekali untuk keluar masuk rumah sakit kelas VIP hanya untuk kabur dari kewajibannya," Lanjut Hyunshik.


Aku mengerutkan keningku.


Brak!!


Aku menaruh sumpitku ke atas meja dengan kencang.


Aku mengambil nafas.


"Aku sudah kenyang. Terimakasih untuk makanannya..!" Pamitku.


Aku keluar dari restoran itu dan kembali ke kantor sendiri.


"Astaga.. dasar Hyunshik bodoh..!" Batin Hyunshik.


Sepertinya, aku dan Hyunshik memang tidak cocok.


Kami bahkan tidak dekat.


Tidak bisa.


Kami tidak bisa dekat.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2