Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 9


__ADS_3

"Astaga... Dia benar-benar bersemangat ya...?" Batin Hyunshik.


Kami sudah menyusuri hutan ini selama 2 jam setengah.


"Hanya 3...?!" Batinku terkejut.


Kami hanya menemukan 3 pita.


Dan aku yakin.


Di dalam sana masih ada banyak pita yang diikatkan orang suruhan Kyung Mi.


Hosh hosh.


"Hei, kau tidak berniat untuk beristirahat?" Tanya Hyunshik sambil terengah-engah.


Aku menolehkan kepalaku ke belakang.


"Astaga... Dia sudah lelah?" Batinku terkejut.


Akhirnya, aku dan Hyunshik duduk sebentar di bawah sebuah pohon.


Glek glek glek.


Kurasa, Hyunshik benar-benar lelah.


Dia menghabiskan 2 botol air mineral yang kubawa untuk perjalanan ini.


Ia menyodorkan botol air yang baru saja diminumnya.


"Kau mau?" Tanya-nya.


"Astaga... Di botol itu ada bekas bibirnya bukan..?" Batinku malu.


Aku membulatkan mataku.


Plak.


Aku menampar pipiku sendiri.


Hyunshik terkejut melihat aku menampar pipiku.


"Sadarlah! Kau tidak menyukai-nya! Tidak!" Batinku lagi.


"Mau tidak? Cepat. Tanganku mulai pegal," Omel Hyunshik.


"Aish. Aku akan beli yang baru saja," Jawabku.


Hyunshik malah tersenyum kecil.


"Ayo cepat! Kita harus sampai sebelum makan malam!!" Omelku sambil menarik Hoodie Hyunshik.


Hyunshik tersenyum lagi.


"Aw! Aw! Aw! Bisakah kau tidak terlalu kasar padaku...?!" Tanya Hyunshik.


Aku melepaskan Hoodie Hyunshik yang kutarik.


"Tidak," Jawabku.


Tap tap tap.


Aku kembali berjalan meninggalkan Hyunshik.


...


"Ah, terimakasih direktur.." jawab Dae-Oh.


Kami semua sudah berkumpul di tempat awal.


Dae-Oh baru saja menghubungi dan bertanya pada Kyung Mi berapa banyak pita yang diikatkan.


"Direktur bilang, ada 10 pita yang sudah diikatkan," Jelas Dae-Oh.


"Kami dapat 5..!" Seru Soo-Min dan Yun-Hee senang.


"A-aku dapat... 3," Sahutku sedih.


"Apa yang kau maksud? Aku? Hei! Kita yang mencarinya..!" Sela Hyunshik.


Aku melirik sinis ke arah Hyunshik.


"Kita?! Hanya aku yang berusaha mencarinya! Kau hanya duduk-duduk dan memperlambatku!!" Omelku.


Semua orang terkejut melihatku berkata kasar pada Hyunshik.


Memang sepertinya aku tidak pernah berkata sekasar ini pada orang lain saat marah.


"Sa-sabarlah ketua, aku dan Young Mi hanya dapat 1..." Kata Min-Jung menepuk-nepuk bahuku menenangkan.


"Cih," Gumamku.


Drap drap drap.


Aku segera pergi dari tempat itu dan kembali ke mobil menuju Villa.


"Astaga... Apa dia pergi? Apa dia membawa mobil?" Tanya Hyunshik.


"Se-sepertinya..., di-dia tidak pernah marah sampai seperti ini..." Jawab Min-Jung.


Bruuuum..


Aku pergi menaiki taksi.


Aku pikir, jika aku membawa salah satu mobil itu, mereka akan sulit untuk kembali ke Villa.


"Astaga, aku pasti gila! Aku benar-benar menjadi terobsesi dengan pita-pita itu!" Gumamku.


"Aku hanya ingin mengalihkan pikiranku darinya..." Gumamku lagi.


...


Ckiiit.


"Aaah... Akhirnya sampai... Aku benar-benar takut tadi..!" Seru Soo-Min.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka dia tidak membawa mobilnya..." Kata Min-Jung.


"Apa dia benar-benar marah? Astaga, aku tak menyangkanya...!" Batin Hyunshik.


"Hei, habis ini... Jadwal kita BBQ bukan?" Tanya Min-Jun.


"Ah benar! BBQ-nya! Apa kita akan melewatkannya..? Uuuh... Kuharap tidak...!" Jawab Soo-Min.


Tap.


Tiba-tiba semua berhenti berjalan.


"Ketua..?! Apa ini...?!" Tanya Min-Jun.


Yang lain juga heran dengan apa yang terjadi di sini.


Aku merasa sangat bersalah tadi.


Jadi, sebelum mereka tiba, aku mempersiapkan BBQ malam ini.


"Oh? Kalian sudah sampai... Aku merasa tidak enak tadi karna aku sudah berteriak, jadi, aku menyiapkan ini untuk menebusnya.."


" Oh ketua, kami pikir kau masih marah. Jadinya kami sudah khawatir acara BBQ-nya dibatalkan... " Seru Soo-Min.


Aku mengangkat kedua alisku.


Bug!


Min-Jung menginjak sepatu Soo-Min.


"Aww..!!" Jerit Soo-Min.


Aku tersenyum kecil.


Aku sangat khawatir mereka akan datang saat aku belum memanggang daging.


Untung saja, mereka datang saat aku sudah selesai memanggang daging yang pertama.


"Haaah..."


Aku menghela nafas.


Entah hanya aku yang terlalu percaya diri, atau memang... Dari saat acara BBQ dimulai, Hyunshik mengikuti ku.


Awalnya aku duduk di samping Soo-Min.


Tiba-tiba, Hyunshik datang dan menghampiri Min-Jun yang berada di samping Soo-Min.


Aku berfikir postif bahwa dia memang benar-benar ingin menghampiri Min-Jun.


Tapi, saat aku pindah ke tempat di samping Min-Jung, dia tiba-tiba mengampiri Dae-Oh yang juga berada di samping Min-Jung.


"Sial," Gumamku.


"Youra? Kau mau tambah lagi soju-nya?" Tanya Hyunshik.


"Astaga!" Kataku terkejut.


"Pfft..."


Hyunshik menahan tawanya.


"Ti-tidak. Aku tidak mau," Tolakku.


" Baiklah..." Jawab Hyunshik pergi.


Tap tap tap.


Aku melirik sedikit dan memastikan bahwa dia sudah pergi.


...


"Puahh..!"


Min-Jung dan aku sedang menyikat gigi kami dan bersiap untuk tidur.


Seharusnya kami melakukannya bersama Soo-Min.


Tapi Soo-Min masih di luar karna dia mendapat panggilan dari pacarnya.


"Astaga, sepertinya besok aku harus mencari sup pereda mabuk. Kepalaku sangat pusing. Ini semua salah Min-Jun karna memaksaku untuk minum satu botol sekaligus!!" Keluh Min-Jung.


"Apa kau juga mau ketua?" Tanya Min-Jung.


Aku terdiam.


"Ketua?" Panggil Min-Jung.


"Ah! Iya, tidak usah, aku akan mencarinya sendiri," Jawabku.


"Hmmm? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Min-Jung.


"Ti... Dak. Ah! A-aku sudah selesai. Aku duluan ya..!" Elakku.


Bruk.


Min-Jung melihat pintu yang baru yang saja kututup.


Aku menyesal menjawab Min-Jung seperti itu.


Dia jadi lebih penasaran dari sebelumnya.


"Ketua? Apa yang daritadi kau pikirkan?" Tanya Min-Jung.


"Tidak ada..." Jawabku.


"Oh. Ayolah.. aku tau kau berbohong..!" Balas Min-Jung.


"Ah, aku haus. Aku akan ambil minum," Elakku lagi.


Aku segera pergi ke dapur untuk mengambil air.


Drap drap drap.


Aku sedikit berlari saat menuruni tangga agar Min-Jung tidak mengejarku.

__ADS_1


Glek glek glek.


"Ah..."


"Ketua? Jadi, apa kau ingin memberitahukan padaku apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Min-Jung.


"Astaga... " Gumamku.


" Oh? Beritahu apa? " Tanya Soo-Min yang baru selesai menerima panggilan dari pacarnya.


"Oh, Soo-Min, ketua sedang memikirkan sesuatu. Tapi... ia tidak ingin menceritakannya padaku..." Jawab Min-Jung memanas-manasi.


Aku melirik sinis ke arah Min-Jung.


Sudah 30 menit mereka merengek minta diberitahukan apa yang sedang kupikirkan.


Aku menghindari mereka dan kembali ke kamar.


Aku bahkan mengurung diri di bawah selimut.


Tapi tetap saja mereka masih berisik seperti anak kecil ingin diberitahukan.


"Aaaah!!! Baiklah baiklah! Aku akan memberitahu kalian..." Kataku menyerah.


"Akhirnya!!" Sahut mereka berdua bersamaan.


"Jadi..."


"..."


Soo-Min dan Min-Jung membulatkan mata.


"As-ta-ga..!" Seru mereka lagi bersamaan.


Aku mengangkat kedua alisku.


...


"Kyaaaa!!!" Jerit Min-Jung.


Drap drap drap.


Min-Jung berlari dari kamar menuju ruang tamu yang berada di lantai bawah dengan cepat.


Kini, nafas Min-Jung terengah-engah.


Semua orang yang ada di bawah terkejut dan bertanya-tanya ada apa dengan Min-Jung.


"Ke-ketua Youra!!" Seru Min-Jung.


Hyunshik membulatkan matanya ketika Min-Jung mengucapkan nama ketua mereka itu.


Semuanya datang menghampiri Min-Jung.


Terutama Hyunshik.


"A-aku tidak melihat ketua di mana-mana..!" Seru Min-Jung.


"Dia mungkin sedang berolahraga..." Jawab Min-Jun santai.


"Benar. Udara disini menyejukkan. Dan ketua menyukainya bukan?" Sahut Soo-Min.


"Ta-tapi, ja-jam 3 pagi aku melihat ketua sedang berada di dapur sedang meminum Soju..." Jelas Min-Jung.


Hyunshik mengerutkan keningnya.


"Memang ini terdengar bodoh, tapi, a-aku mempunyai firasat bahwa... Ketua mabuk. Dan semalam dia bilang bahwa dia ingin pergi ke suatu tempat..."


Hyunshik makin mengerutkan keningnya.


"... Aku takut dia benar-benar pergi kesana dalam keadaan mabuk. Aku takut dia mengendarai mobil keadaan mabuk, itu dapat membuat dia terjatuh..."


Drap drap drap.


Min-Jung belum menyelesaikan kalimatnya.


Tapi Hyunshik langsung berlari ke parkiran dan pergi membawa sebuah mobil.


Bruuuum.


"Dimana... Dimana dia berada...?!" Gumam Hyunshik cemas.


Tuut tuut.


Hyunshik menghubungi nomor Youra.


Tapi dia tidak mendapat jawaban darinya.


"Tempat apa... Yang ingin dia kunjungi...???" Gumam Hyunshik lagi.


Hyunshik benar-benar panik sekarang.


Dia benar-benar takut sesuatu terjadi pada Youra seperti yang dikatakan oleh Min-Jung.


"Bagaimana jika dia terjatuh lalu tenggelam ke laut...?!"


Hyunshik terngiang-ngiang perkataan Min-Jung tadi.


"Laut...?? Air...?" Gumam Hyunshik lagi.


Hyunshik membulatkan matanya.


Ckiiit.


Hyunshik memutarbalikkan mobilnya ke arah yang lain.


Bruuuum.


Kini Hyunshik sedikit menambah kecepatan mobilnya.


"... Air Terjun Cheonjeyeon!" Batinnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2