
Nyum nyum.
Hari ini aku makan siang bersama Soo-Min, Min-Jung, dan Dae-Oh.
Seperti biasa, Dae-Oh yang mengambilkan makanan kami.
"Ini dia makanannya..!" Seru Min-Jung melihat Dae-Oh datang ke arah kami membawa senampan hamburger.
"Woohooo..!" Sahut Soo-Min.
"Astaga..! Aku sudah mulai lapar di tengah-tengah rapat tadi..!" Sahutku.
Aku bahkan memakan 2 bungkus besar keripik kentang karna terlalu lama menunggu makanannya datang.
"Selamat makan..!" seru kami bersamaan.
Cring cring.
Soo-Min memainkan kalung yang melingkari lehernya selama makan.
Kurasa, ia memberikan kode pada kami untuk segera menanyakan darimana asal kalung tersebut.
"Jadi.. Soo-Min, apakah kali ini pacarmu membelikanmu kalung?" Tanyaku.
Soo-Min mengangguk semangat menjawab pertanyaanku.
"Oh! Akhirnya ada yang menanyakannya!! Aku senang sekali..!" Jawab Soo-Min senang.
"Sudah kubilang jangan ada yang menanyakannya.." sahut Dae-Oh.
Aku dan Min-Jung tertawa mendengar perkataan Dae-Oh.
"Ngomong-ngomong Min-Jung, bukankah suami-mu sudah pulang kemarin?" Tanya Soo-Min pada Min-Jung.
"Benar.. aku sangat senang karna ia akhirnya pulang setelah lama pergi dinas..!" Jawab Min-Jung senang.
"Emm, Dae-Oh. Apa kau juga punya kabar gembira untuk dibagikan..?" Tanyaku.
"Yah, putriku akan tampil menari balet di sekolahnya," Jawab Dae-Oh.
" Senangnya..! Semua orang punya kabar gembira dan mau berbagi denganku..! " Seruku senang.
Aku memang sedang membutuhkan sesuatu yang menyenangkan untuk didengar.
"Kalau begitu, kau juga harus berbagi dengan kami..!" Ajak Min-Jung.
"Haha. Aku kan belum menikah atau punya pacar seperti kalian..!" Kataku iri.
"Benar juga, kalau begitu, apa kau tertarik pacaran, ketua..?" Tanya Soo-Min.
"Aku tertarik, tapi aku belum tau siapa nanti yang akan kujadikan pasangan.." jawabku sedih.
"Bagaimana jika kau ikut kencan buta?" Ajak Min-Jung.
"Hmm?" Tanyaku.
"Benar. Kemarin temanku juga ikut kencan buta menggunakan aplikasi yang baru diluncurkan NIVER," Sahut Soo-Min.
"Kebetulan yang pas! Kau harus mencobanya..!" Seru Min-Jung.
Aku mencari aplikasi itu di NIVER.
"Yang ini bukan..?" Tanyaku sambil menunjukkan aplikasi itu.
"Benar. Unduhlah..!" Kata Soo-Min dan Min-Jung sambil menekan tombol mengunduh di ponselku bersamaan.
"Astaga!!" kataku terkejut melihat kelakuan kedua temanku itu.
Mereka membuka aplikasi itu setelah selesai terunduh.
Cara kerjanya cukup mudah.
Setelah mendaftar, tekan tombol berwarna merah muda bertuliskan 'start' .
Lalu aplikasi itu akan otomatis mencari lawan jenis yang juga menggunakan aplikasi itu dan cocok denganku.
Jika ditemukan, akan ada notifikasi muncul bertuliskan 'match' .
Dan itulah yang terjadi dengan ponsel-ku saat ini.
Soo-Min dan Min-Jung menjerit histeris karna senang.
Aku dan Dae-Oh berusaha untuk menahan malu duduk bersama mereka berdua.
"Ketua, cobalah untuk menghubunginya..!" Bujuk Min-Jung.
"Lalu, kalian janjian untuk bertemu kemudian pacaran..! Sahut Soo-Min.
"Astaga mereka berdua..!" Batinku.
Entahlah.
Aku bukannya tidak suka ide kencan buta ini.
Aku merasa seperti... Aku sudah menemukan seseorang yang lebih cocok denganku dibanding pria ini.
"Orang-orang kaya sepertimu mudah sekali untuk keluar masuk rumah sakit kelas VIP hanya untuk kabur dari kewajibannya,"
"Astaga! Kenapa aku malah memikirkan pria sialan itu..?!" Batinku.
"Hei.. kurasa, waktu makan siang akan segera habis. Bagaimana jika kita kembali ke kantor?" Ajakku.
"Baiklah.. tapi apa kau akan tetap menghubunginya..?" Tanya Soo-Min lagi.
"Entahlah..." Jawabku.
"Astaga Soo-Min!!" Batinku.
...
Ckleek.
"Halo kak..!" Sapaku.
"Senangnya bertemu denganmu lagi di sini..!" Sapa Kyung Mi.
Aku tersenyum kecil.
Aku datang ke ruangan Kyung Mi untuk memintanya menandatangani dokumen-dokumen yang diberikan Min-Jung padaku.
"Ngomong-ngomong dik, Tae-Hyun akan datang ke Korea," Kata Kyung Mi memberitahu.
"Benarkah? Wah, senangnya bertemu dengan Seo-Yoon!!" Sahutku yang menyebutkan nama keponakanku tersayang.
"Dan aku baru saja memikirkan, sepertinya, hidup seperti kakak kita itu enak ya..."
__ADS_1
"Hm? Maksudmu?" Tanyaku sambil menaikkan salah satu alisku.
"Tae-Hyun sudah berkeluarga..! Aku juga ingin menikah..!" Seru Kyung Mi.
"Astaga..! Topik ini lagi..!" Batinku malas.
"Ngomong-ngomong, apa kau masih melajang?" Tanya Kyung Mi.
"Emm, Bu Direktur, sepertinya aku harus segera kembali ke ruanganku, ngomong-ngomong terimakasih tanda tangannya, sampai nanti.."
"Hei!! Ahn Youra!!" Panggil Kyung Mi.
Aku kabur dari pertanyaan Kyung Mi.
"Astaga..!" gumamku kesal.
...
Aku duduk di kursiku sambil memandangi kontak pria dari aplikasi itu.
Tertulis nama 'Kang Won-Shik' di atasnya.
"Aku tidak ingin menghubunginya.." gumamku.
"Padahal hanya pingsan karna kelelahan, tapi langsung masuk rumah sakit kelas VIP,"
"Astaga! Kenapa aku selalu terpikirkan kata-kata pria itu sih?!" Jeritku kesal.
"Aku akan menghubunginya..!"
Aku membuka ruang obrolan.
------------------------------------------------------------------------
Ahn Youra:
Halo.
------------------------------------------------------------------------
...
Klotak klotak.
"Sepertinya, ini tempatnya.." gumamku.
Beberapa hari yang lalu aku menghubungi si pria dari aplikasi untuk bertemu di akhir pekan.
Kring kring.
Aku masuk ke dalam cafe tempat kami bertemu kemudian duduk di salah satu kursi.
"..."
Pria itu belum datang sama sekali.
Dia memang bilang bahwa ia mungkin akan sedikit terlambat.
Tapi...
"Aku tak menyangka akan seterlambat ini!"
Aku sudah memesan minuman agar aku tidak dianggap aneh duduk sendirian di cafe tanpa memesan apapun.
------------------------------------------------------------------------
Kang Won-Shik:
Maaf, sepertinya aku tidak bisa datang kali ini.
Seseorang dengan sepeda motor menyerempet mobilku dan menyebabkan cat-nya rusak. Aku harus urus ini dan menggantinya.
------------------------------------------------------------------------
"Astaga.. kurasa pria ini sangat menyayangi mobilnya. Bukankah membetulkan cat yang rusak tidak perlu untuk ditunggu?!" Batinku.
"Cat mobil ya..?" Gumamku.
"Kau senang bukan berbaring di sana..?"
"Astaga!! Aku muak terus-terusan memikirkan si bodoh itu!" Gumamku yang langsung berusaha menghilangkan bayangan pria itu di pikiranku.
Aku keluar dari cafe dan langsung pulang ke rumah.
...
"Hm...."
"Hei, menurutmu apakah sebaiknya aku makan yang ekstra keju atau ekstra daging ya..?" Tanya Min-Jun yang sedang bimbang memilih menu makan siangnya hari ini.
"Pilih saja satu..!" Jawab Hyunshik ketus sambil melihat-lihat menu.
Min-Jun adalah teman baru dari ANN Group yang dekat dengan Hyunshik.
"Oh? Burger steak tuna? Apa itu menu baru?" Tanya Hyunshik.
"Benar. Kudengar itu enak," Jawab Min-Jun.
"Ikan ya..?" Batin Hyunshik.
"Bagaimana jika kita makan sushi?"
"Cih," Gumam Hyunshik yang terbayang wajah seseorang di pikirannya.
Hyunshik menggelengkan kepalanya.
Disaat yang bersamaan,
Deg!
Pandangannya menangkap seseorang yang baru saja melintas di pikirannya.
"Youra..?" Batin Hyunshik.
Tap.
Min-Jun menyentuh bahu Hyunshik.
"Ini dia burger-ku..! Ayo kita cari tempat duduk..!" Ajak Min-Jun.
"Ahahaha.. itu lucu sekali!!" Sahut Soo-Min.
Seperti biasa, kami sedang makan siang bersama di kedai burger langganan kami.
Aku jadi teringat kencan buta ku yang gagal kemarin.
__ADS_1
"Hei, kalian tau Kang Won-Shik? Pria dari aplikasi kencan buta milikku..?" Tanyaku.
"Ah benar! Apa akhirnya kau memutuskan untuk mencobanya?" Tanya Soo-Min.
"Yah, bisa dibilang seperti itu.." jawabku ragu.
"Kyaaaa!" Jerit Soo-Min dan Min-Jung.
"Dae-Oh, sepertinya kita harus membawa penutup telinga setiap makan siang bersama mereka..." Kataku pada Dae-Oh.
"Tidak perlu. Merekalah yang harusnya tidak diajak," Sahut Dae-Oh.
Aku tersenyum geli.
"Apa kau sudah bertemu dengannya? Apa dia tampan?" Tanya Min-Jung.
"Siapa yang tampan?"
Kami berempat menoleh ke asal suara tersebut.
Kami melihat Min-Jun sedang berdiri di samping Hyunshik sambil membawa senampan makanan.
"Oh, hai ketua..!" Sapa Min-Jun.
Deg!
Mataku dan Hyunshik bertemu.
Aku melihatnya dan ia melihatku.
Aku langsung mengalihkan pandanganku darinya.
Kami memang tidak saling mengobrol setelah kejadian 'itu'.
Bahkan rasanya aku tidak ingin menatap matanya seperti barusan.
"Min-Jun sialan!" Batin Hyunshik.
"Oh? Kembaran! Kau di sini..!" Sapa Min-Jun pada Min-Jung.
"Astaga! Sudah kubilang berapa kali namamu dan namaku hanya mirip!" Elak Min-Jung.
"Hei, bagaimana jika kalian juga makan siang bersama kami? Boleh kan..?" Tanya Soo-Min padaku, Min-Jung dan Dae-Oh.
"Terserah.." jawab Min-Jung dan Dae-Oh.
"Ketua, bagaimana denganmu?" Tanya Soo-Min.
Semua orang memandangku.
Begitu juga dengan Hyunshik.
Mereka semua menunggu jawabanku.
"Oh? Tentu..!" Jawabku.
"Apa?!!" Batin Hyunshik terkejut.
Mereka berdua telah duduk dan bergabung di meja kami.
Tapi tetap saja aku dan Hyunshik tidak saling menegur.
"Ngomong-ngomong, siapa tadi yang tampan? Apakah kau, senior Dae-Oh..?" Tanya Min-Jun.
Dae-Oh menggelengkan kepalanya.
"Oh, bukan. Itu adalah teman kencannya ketua," Jawab Soo-Min santai.
Ohok! Ohok!
Aku membulatkan mataku karna terkejut.
"Apa itu tadi..?" Batinku heran.
Hyunshik terbatuk setelah Soo-Min menjawab pertanyaan Min-Jun.
Glek glek glek.
"Astaga, sial. Kenapa aku harus batuk di saat seperti itu?!" Batin Hyunshik.
"Hei, kau tidak apa-apa?" Tanya Min-Jun pada Hyunshik.
"Ah, iya," Jawab Hyunshik singkat.
"Baguslah. Hei Soo-Min, lanjutkan," Pinta Min-Jun.
"Ketua ikut kencan buta kemarin. Tapi ia belum menceritakannya pada kami. Saat ia akan memulai ceritanya, kalian datang..." Jelas Soo-Min.
"Ah, begitu. Ketua, kumohon ceritakan..!" Pinta Min-Jun.
Lagi-lagi semua pandangan tertuju padaku.
Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan bercerita.
"Yah.. aku membuat janji temu dengannya kemarin di sebuah cafe..."
Hyunshik mengerutkan keningnya tak suka saat aku mulai bercerita.
"... Aku datang lebih dulu darinya. Tak lama kemudian ia mengirimiku sebuah pesan.." lanjutku.
"Astaga astaga! Apa ia mengirimkan pesan yang romantis?" Tanya Soo-Min.
Aku tersenyum kecil.
Hyunshik membulatkan matanya karna melihatku tersenyum.
"Sayangnya tidak. Ia memberitahu-ku bahwa ia tidak bisa datang karna harus mengurus mobilnya yang rusak ke bengkel," Jawabku.
Semua orang terlihat kecewa mendengar jawabanku yang barusan.
Kecuali Hyunshik.
"Fiuuuh.."
Hyunshik menghela nafas lega mendengar aku tidak jadi kencan.
" Hmm?? " Gumamku sambil mengerutkan kening bingung.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1