Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 3


__ADS_3

Ckleek.


Aku membuka pintu ruanganku.


Aku melihat Hyunshik yang langsung berdiri dan menundukkan kepala ketika aku masuk.


Aku tersenyum kecil.


"Ternyata dia benar-benar sudah sampai ya..?" Batinku.


"Oh? Kau sudah sampai?" Tanyaku berbasa-basi.


"Cih," Balas Hyunshik.


Aku tersenyum lagi.


"Kukira, kau akan sedikit terlambat," ledekku.


"Jadi, apa yang harus kulakukan di ruanganmu?" Tanya Hyunshik.


"Ah benar! Kontraknya! Kau harus menandatanganinya!" Jawabku.


Aku langsung mengambil sebuah map berisikan kontrak yang baru saja aku buat kemarin.


Sebenarnya, bisa saja aku memakai kontrak model sebelumnya.


Tapi aku ingin menambahkan beberapa kesepakatan dengannya.


"Kurasa, kau cukup pintar untuk tidak ku beritahu bahwa kau harus membacanya baik-baik..."


Hyunshik tidak menjawab karena ia sedang membaca kontrak kami.


Sret sret.


"Oh? Dia sudah menandatanganinya? Cepat sekali!" Batinku terkejut.


"Sudah. Jadi, kapan aku akan mulai bekerja?" Tanya Hyunshik.


"Baiklah. Ikuti aku," Jawabku sambil tersenyum.


Ckeeet.


Aku membuka pintu ruanganku.


Aku berjalan menuju ruangan pemotretan dan masih diikuti oleh Hyunshik.


"Perhatian semua..!" Panggilku.


Semuanya langsung menoleh ke arahku.


Sekalipun yang sedang melakukan pekerjaannya.


Aku tersenyum.


"Model baru yang kemarin kuberitahu sudah datang. Dan aku akan mempersilahkannya untuk mengenalkan diri," Kataku.


Semua pandangan yang tadinya tertuju padaku langsung beralih ke arah Hyunshik.


"Halo. Nama saya Min Hyunshik. Mohon kerjasamanya," Kata Hyunshik mengenalkan diri.


Hyunshik sedikit membungkuk saat memperkenalkan dirinya.


"Karena modelnya sudah datang, sepertinya kita dapat memulai pemotretannya," Ajakku.


"Baik!!!" Jawab semuanya bersemangat.


Kami semua memang merasa sangat senang karna kami bisa memulai syuting sesuai dengan jadwal.


Aku tidak sadar.


Hyunshik memperhatikan aku saat aku mulai memimpin dan mengatur semuanya.


"Hyunshik, Kami adalah tim make up. Kami akan merias dirimu, mohon ikuti kami," Ajak salah satu pegawai.


"Ah.. iya, baik.." jawab Hyunshik.


...


"Wah, ketua Youra memang pandai memilih orang untuk menjadi model! Kau sangat tampan!" Puji salah satu pegawai.


"Ah, terimakasih," Kata Hyunshik malu.


"Kau tau? Kami sangat khawatir karna model kami membatalkan kontrak..." Kata pegawai itu mulai bercerita.


"... Tapi ketika ketua bilang bahwa akan ada yang menggantikan, kami sangat senang.." lanjutnya.


"... Kau tau kan? Jika tidak ada pengganti, kami akan mengundur syuting untuk iklan yang satu ini..."


"... Tapi, ketika Senior Min-Jung mengatakan bahwa kau tidak mempunyai pengalaman menjadi seorang model, kami mulai khawatir lagi..." Lanjutnya sambil memamerkan deretan gigi putihnya.


Hyunshik menghela nafas ketika mendengar perkataan terakhir pegawai itu.


"Hehe. Tapi tenang saja, semua orang di tim ini tau kalau apapun yang dipilih oleh ketua Youra adalah sesuatu yang bagus..."


"Dan yang terpenting, ketua Youra percaya padamu!!"


Kalimat terakhir itu membuat Hyunshik sedikit terkejut.


"Hei, tim make up! Apa kalian sudah siap?" Tanya seorang pria kepada para pegawai tim make up.


"Tentu! Modelnya sudah siap! Silahkan dimulai!"


"Ah, terimakasih.." kata Hyunshik.


Hyunshik keluar dari ruangan make up.


Ia melihat Youra sedang menunggunya sambil tersenyum.


"Yah, kurasa dia memang tidak akan menipuku..." Batin Hyunshik.


...


Ckrik. Ckrik.

__ADS_1


"Bagus! Pemotretannya selesai!" Ucap salah satu fotografer.


Semuanya langsung bertepuk tangan.


Hyunshik melihat sekeliling.


Mereka benar-benar senang karna pemotretan hari ini bahkan tidak ada cacat sedikit pun.


Dan hasilnya pun sangat bagus.


Hyunshik memikirkan kata-kata pegawai perempuan tadi.


"Kurasa.. pegawai itu ada benarnya sedikit.." batin Hyunshik.


"Karena sudah selesai, kalian boleh istirahat. Ah, dan jangan lupa, sebentar lagi kita akan membuat pesta penyambutan Hyunshik, jadi jangan pulang dulu ya..!" Kataku mengingatkan.


"Baik..!" Jawab yang lain bersamaan.


Semua orang kembali membereskan studio.


Hyunshik berjalan ke arah Youra.


"Jadi, bagaimana tadi? Aku memang terlahir menjadi model bukan?" Tanya Hyunshik sombong.


"Hmm?"


Youra hanya melirik sedikit, lalu tersenyum mendengar pertanyaan Hyunshik.


"Aku memang harus memberikan penghargaan pada diriku yang pintar memilih ini.." ledekku.


Mendengar aku yang berkata seperti itu, Hyunshik langsung memutar bola matanya.


Aku tersenyum kecil.


"Yah, sebaiknya aku bersiap," Kataku pamit.


Aku baru saja berjalan dua langkah.


Tapi aku segera berhenti.


Lalu membalikkan badan.


"Kau juga sebaiknya bersiap! Ini pesta penyambutanmu bukan?" Usirku.


"Cih," Gumam Hyunshik berdecih.


Aku kembali berjalan ke arah ruanganku.


Hyunshik tersenyum ketika aku sudah tidak menatapnya lagi.


...


Bruk!!


"Astaga!! Semuanya jadi berantakan!" Jeritku terkejut.


Aku sedang membereskan beberapa dokumen dan tugas yang akan kukerjakan di rumah nanti.


Aku melihat sebuah map bertuliskan nama Cha Yong-Sun.


Aku lupa bahwa aku harus mengganti nama map itu.


Aku melihat isi map tersebut.


"Astaga.. sepertinya aku harus membuat banyak perubahan," gumamku.


"Kalau seperti ini, sepertinya aku harus lembur.."


Aku menghela nafas berat.


Aku segera melanjutkan beres-beres dan segera membawa dokumen-dokumen yang akan kukerjakan nanti ke dalam mobil.


...


Klang.


"Selamat atas diterimanya di ANN Group..!" Ucap yang lain menyelamati Hyunshik.


"Dia benar-benar anak pemilik ANN Group ya.." Batin Hyunshik.


"Permisi, kami pesan daging sapi lagi..!" Panggil Youra kepada salah satu pelayan.


"Untuk pesta penyambutan satu orang saja di tempat seperti ini..!" Batin Hyunshik lagi.


"Siapa lagi yang ingin tambah?" Tanya Youra menawarkan pada yang lainnya.


"Astaga..!" Gumam Hyunshik.


...


"Ketua, terimakasih makanannya..!" Kata yang lain berterimakasih pada Youra.


Youra hanya menjawab dengan senyuman.


Saat ini yang tersisa hanyalah Youra dan Hyunshik.


Semua orang sudah pergi.


"Kau memang benar-benar orang kaya ya..." Kata Hyunshik memulai pembicaraan.


"Apa kau menikmatinya?" Tanyaku.


Hyunshik tak menjawab.


Youra tersenyum karna pertanyaannya tidak dijawab oleh pria itu.


"Aku senang jika yang lain senang..." Kataku.


"..."


Sunyi.


Lagi-lagi kata itu berada di sekitar kami.

__ADS_1


"Restoran ini memang buka 24 jam, tapi aku harus pulang sekarang. Aku masih mempunyai banyak tugas yang belum kukerjakan," Kataku memecah keheningan.


"Kau juga pulanglah. Sampai bertemu pekan depan..!" Kataku pamit.


Aku berdiri dari tempat dudukku, lalu berjalan menuju pintu keluar.


Hyunshik menghela nafasnya.


...


Bip bip bip.


Aku sedang menghangatkan pizza instan yang kubeli di Toserba dekat rumah tadi.


Lalu, aku kembali duduk di sofa untuk mengerjakan dokumen-dokumen yang belum selesai.


Dan aku memasang alarm di ponsel agar aku menyelesaikannya semua dokumen tepat waktu dan pergi tidur.


Ting!


Microwave ku berbunyi menandakan pizza yang kumasukkan sudah matang.


Saat aku sedang berusaha mengeluarkan pizza yang panas, alarm yang kupasang berbunyi.


Tiriring! tiriring!


"Astaga!! Berisik sekali..!"


Aku segera berlari membawa pizza dan minumanku ke meja.


"Aku bahkan belum menyelesaikan dokumen yang ini..!"


Aku menghela nafas panjang.


...


Bip bip bip.


"Hmm? Kenapa bunyi alarmnya beda..?" Batinku.


Aku melihat ke arah suara itu.


"Astaga!! Itu alarm untuk bangun pagi!" Jeritku panik.


Benar saja.


Sekarang sudah jam 06.00 pagi.


Walaupun aku masuk kerja 1 setengah jam lagi.


Aku membutuhkan waktu yang banyak untuk membereskan kekacauan di rumah ini.


Ckiiit.


Aku baru saja menghentikan mobilku di depan loby, kemudian bergegas turun dari mobil dan berjalan mendekati pintu.


Seorang petugas keamanan menghampiriku dan meminta kunci mobilku.


Aku menyerahkan kunci kepada petugas keamanan yang akan memarkirkan mobilku kemudian memasuki loby yang penuh dengan orang.


Ckleek.


Aku berhasil sampai di kantor tepat waktu dan segera duduk di kursiku lalu menyandarkan tubuhku sebentar.


"Fiuuuuh... Kita mulai.." gumamku.


...


Ckleek.


Hyunshik masuk ke dalam studio.


"Oh? Min Hyunshik? Kau kemari? Bukankah pemotretanmu Minggu depan?" Tanya Soo-Min.


"Oh, aku ingin melihat model lain melakukan pemotretan. Apa itu tidak boleh?" Tanya Hyunshik.


"Aah begitu. Kurasa tidak apa-apa. Aku akan beritahu ketua. Kebetulan juga aku ingin memberikannya ini," Jawab Soo-Min sambil menunjukkan segelas kopi panas.


Hyunshik langsung terpikirkan saat Youra menumpahkan kopinya ke atas mobil Hyunshik.


"Cih," Gumam Hyunshik.


"Kalau begitu, aku permisi.." pamit Soo-Min.


...


Hyunshik sudah berada di kantor hingga waktu makan siang tiba.


Tapi ia masih belum berbicara bahkan melihat Youra berdiri di hadapannya.


"Memangnya sebetah apa dia di ruangannya..?" Batin Hyunshik penasaran.


"Permisi..." Kata Soo-Min saat lewat di depan Hyunshik.


Hyunshik menghalangi jalan karna ia terus memperhatikan Youra lewat jendela.


"Ah.. maaf," Kata Hyunshik yang langsung menepi agar tidak menghalangi.


Hyunshik melihat Soo-Min lewat sambil membawa bungkusan roti isi ke arah ruangan Youra.


"Dia bahkan tidak keluar untuk mencari makan siang..." batin Hyunshik lagi.


"... Apa dia sudah tau kalau aku datang sebelum Soo-Min memberitahunya...?" Batin Hyunshik heran.


Di sisi lain...


"Astaga..!! Kapan pekerjaan ini akan selesai...?!!" Jeritku kesal.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2