
Bip bip bip.
Hyunshik terkejut mendengar ada suara seseorang yang menekan password di pintu masuknya.
"Oh? Sudah pulang?" Gumam Hyunshik.
Ia sedang menyiapkan makan malam untuknya dan Youra nanti.
Tapi ia tak menyangka bahwa Youra akan pulang lebih cepat dari biasanya.
Hyunshik sedikit menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk.
Cklek.
"Min Hyunshik!! Ibu dataaang!!" Panggil Ae-Ri.
Mata Hyunshik membelalak.
"Ibu?!" Batin Hyunshik terkejut.
"Hei, ibumu ini kalau pergi mengunjungimu pasti selalu berteriak," Seru Sang-Hun.
"Ayah?!" Batin Hyunshik lagi.
"Kakaak! Kau seharusnya bilang padaku kalau kau habis dari pulau Jeju!" Seru Hyun-Ae.
"Hyun-Ae?!" Batin Hyunshik lagi.
"Ada apa ini?!" Gumamnya.
Ia melihat keluarganya sedang berjalan masuk ke dalam rumah dan hendak duduk di sofa.
Tap tap tap.
Hyunshik menghampiri mereka bertiga ke ruang tamu.
"Ibu, ada apa ini? Kenapa kalian semua datang kemari?" Tanya Hyunshik.
"Hmm? Ada apa? Hei, memangnya keluargamu sendiri tidak boleh berkunjung?" Tanya Ibunya Hyunshik balik.
"Tap-tapi..."
Hyunshik baru ingin menjawab.
Greb.
Tapi kemudian, tangannya ditarik oleh Hyun-Ae.
"Kak, mana oleh-oleh dari Jeju untukku?" Tanya Hyun-Ae.
"Tunggu! Bagaimana Kaka bisa pergi ke sana?" Tanya Hyun-Ae lagi.
"A-astaga...!" Gumam Hyunshik.
"Hei, Min Hyunshik, entah kenapa hari ini aku merasa rumahmu menjadi bersih," Tanya Ayah Hyunshik.
"I-itu karna..."
Lagi-lagi, Hyunshik baru saja ingin menjawabnya.
Tap tap tap.
"Hyunshik, apa yang sedang kau masak?" Tanya Ibu Hyunshik.
"A-aku sedang memasak nasi kare," Jawab Hyunshik.
"Waah! Bukankah biasanya kau membeli makanan dari luar?" Tanya Ibu Hyunshik lagi.
"Apakah kau tau kalau kami akan datang? Makanya kau memasak?" Lanjutnya bertanya.
"Aku tidak mengetahuinya. A-aku memasak hanya karna... Aku sedang ingin makan hasil masakanku sendiri...!" Jawab Hyunshik.
"Apa?" Gumam Ae-Ri bingung.
"Min Hyunshik!!" Panggil Sang-Hun.
"Kaak Hyunshik!!!" Panggil Hyun-Ae.
"Hyunshik sayaang!!" Panggil Ae-Ri.
Hyunshik kebingungan mengahadapi keluarganya sendiri.
"Astaga!!! Aku harus bagaimana?!!! Di sini kacau sekaliii!!!" Batin Hyunshik menjerit.
...
"Hmmm. Ini enak sekali," Puji Ae-Ri.
"Terimakasih..." Jawab Hyunshik.
Kini keluarganya sudah tenang dan sedang makan malam bersama.
Hyunshik menghela nafas lega.
Drrrt.
Hyunshik melihat notifikasi dari ponselnya.
------------------------------------------------------------------------
Ahn Youra:
Hei Hyunshik, maaf,
aku akan makan malam di luar
dengan temanku.
Jangan menungguku ya!
------------------------------------------------------------------------
Hyunshik menghela nafas lega setelah melihat pesan dariku.
"Untunglah dia tetap makan malam..." Batin Hyunshik.
"Tapi tunggu! Dengan teman? Jangan-jangan si cecunguk itu?!" Batin Hyunshik lagi.
"Astaga...!"
...
Klang!
"Cheers!" Seruku dan Chunhee bersamaan.
Glek glek glek.
"Hei Chunhee! Ingat ya! Aku hanya akan minum satu botol! Besok pagi aku masih harus bekerja!" Seruku pada Chunhee.
"Ya ya. Kalau begitu, aku akan memanfaatkanmu! Kalau aku mabuk, tolong antarkan aku ke rumah ya...!" Pinta Chunhee.
Aku tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, tumben kau bisa datang saat aku mengajakmu makan malam?" Tanya Chunhee.
"Biasanya kau selalu menolak karna kau harus menyelesaikan pekerjaanmu," Lanjutnya.
"Apa kau sedang tidak ada kerjaan?" Tanya Chunhee lagi.
"Wow wow. Satu-satu," Pintaku.
"Habisnya aku merasa senang karna setelah sekian lama aku dapat makan malam bersama sahabatku lagi..." Jawabnya.
Aku tersenyum.
"Yah... Akhir-akhir ini aku mengalami banyak sekali kejadian-kejadian yang mengejutkanku," Jawabku.
"Oh? Benarkah?" Tanya-nya.
"Ceritakan-ceritakan..!" Pinta Chunhee.
"Yah..."
Aku menceritakan semua hal yang kualami akhir-akhir ini.
"Astaga! Apa kakak-kakakmu tau itu?" Tanya Chunhee.
Aku menggelengkan kepalaku.
"Benarkah?! Bagaimana dengan... Ayahmu?" Tanya Chunhee lagi.
"..."
Aku terdiam.
"Oh astaga! Maafkan aku, aku menanyakan hal yang seharusnya tak kutanyakan," Kata Chunhee.
"Tidak. Kau memilih pilihan yang tepat untuk menanyakannya,"
Chunhee mengangkat kedua alisnya bingung.
"Ayahku... Tidak tau itu. Dan kuharap ia tidak mengetahuinya,"
"Kumohon, jangan bilang padanya..." Pintaku pada Chunhee.
"Tenang saja. Aku tak akan memberitahunya," Jawab Chunhee sambil tersenyum.
"Astaga! Ayo! Kau perlu minum untuk menenangkan pikiranmu!" Ajak Chunhee.
"Astaga, kau ini! Aku kan sudah bilang tak akan minum banyak-banyak!" Omelku.
Chunhee memamerkan gigi putihnya.
...
"Sampai jumpa lagi Hyunshik sayaang!" Pamit Ae-Ri.
"Ya ya ya. Sampai jumpa lagi ibu, ayah, dan kau juga Hyun-Ae! Aku senang kalian berkunjung! Sampai nanti!!" Usir Hyunshik.
Cklek.
Ia menutup pintu kemudian berlari mencari ponselnya.
Tuut tuut.
"Halo?" Panggil Hyunshik.
"Halo," Jawabku.
"Youra? Dimana kau?" Tanya Hyunshik.
"Aku sedang dalam perjalanan. Ada apa?" Tanyaku balik.
"Tidak apa-apa. Sebentar lagi aku sampai. Kau tidak perlu menjemputku," Tolakku.
"Benarkah kau tidak apa-apa?" Tanya Hyunshik.
"Ya. Tunggu saja di sana," Jawabku.
"Ah, benar! Bisakah kau menyiapkan koperku? Aku akan datang untuk mengambil koper saja. Setelahnya, aku akan kembali ke rumahku," Jelasku.
"Apa?! Jangan!" Batin Hyunshik.
"A-apa? Kenapa?" Tanyanya padaku.
"Kenapa? Bukankah tadi pagi aku mengatakannya padamu? Aku akan kembali ke rumahku setelah aku pulang dari kantor,"
"Dan tadi ada sedikit hambatan karena keluargamu datang bukan? Jadi, aku akan pulang sekarang," Jelasku.
"Hei, ini kan sudah malam. Bagaimana jika sesuatu terjadi lagi padamu?" Tanya Hyunshik lagi.
"Tidak akan. Sudah ya. Aku akan sampai beberapa menit lagi, jadi, tolong siapkan koperku ya..!" Pintaku.
Tut.
Aku memutuskan panggilan.
"Astaga..." Gumam Hyunshik.
...
Cklek.
Aku membuka pintu rumah Hyunshik.
"Selamat datang," Sapa Hyunshik.
Ia berdiri tepat di depan pintu.
Dan ia... Menyambutku?
"Astaga, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres..." Batinku.
"Terimakasih..." Jawabku.
Aku melewatinya dan berjalan ke arah kamarku.
...
Cklek.
Drrrt.
Aku menarik koperku keluar dari kamar.
"Apa kau benar-benar akan pulang?" Tanya Hyunshik.
"Hm. Benar," Jawabku.
Hyunshik menghela nafas berat.
"Baiklah..." Gumamnya.
Aku mengangkat salah satu alisku.
"Aku akan mengantarmu. Tunggu sebentar, aku ambil kunci mobil dulu ya..!" Pinta Hyunshik.
__ADS_1
"Baiklah..." Jawabku.
Bruk.
Aku menunggu Hyunshik dengan duduk di atas sofa.
Aku menolehkan kepalaku untuk melihat-lihat ruangan itu.
Hingga pandanganku tertuju pada sebuah benda.
Itu adalah sebuah tas.
Aku memperhatikan tas itu lebih jelas.
Deg!
Aku membulatkan mataku terkejut lalu mengambil tas tersebut.
Tap tap tap.
Hyunshik datang dengan kunci mobil di tangannya.
Ia bingung karna melihatku berdiri memandangi sesuatu.
Aku menoleh ke arahnya.
"Hei... Tas... Siapa ini?" Tanyaku pada Hyunshik.
"Ah! Itu adalah tas ibuku. Kurasa ia tak sengaja meninggalkannya," Jawab Hyunshik.
"Benarkah...?" Gumamku.
Cklek.
Kami berdua terkejut karena mendengar pintu terbuka.
Lalu menoleh ke arah pintu secara bersamaan.
"Min Hyunshik...!" Panggil Ae-Ri.
Ia masuk ke dalam rumah Hyunshik dan memanggil nama putra sulungnya itu.
Hyunshik membulatkan matanya.
"...Ibu rasa, ibu meninggalkan tas ibu, apa kau melihat..."
Ae-Ri terkejut saat melihatku berdiri di samping Hyunshik.
"Siapa ini...?" Tanya Ae-Ri.
Aku menatap wajah ibunya Hyunshik.
...
"Astaga... Di sini tegang sekali..." Batin Hyunshik.
Tadi, setelah ibunya Hyunshik datang, tak lama kemudian ayah dan adik Hyunshik menyusul.
Kini, kami berkumpul di ruang tamu.
"Siapa namamu?" Tanya ibu Hyunshik penasaran.
"Namaku... Ahn Youra," Jawabku.
"Astaga... Ibu mulai lagi...!" Batin Hyunshik terkejut.
Ae-Ri punya kebiasaan bertanya pada orang yang berkunjung di rumah putra sulungnya itu.
Setahu Ae-Ri, Hyunshik bukanlah anak yang biasa mengundang teman-temannya hanya untuk sekedar bermain.
Ia berfikir bahwa orang-orang yang diundang ke rumah Hyunshik pasti termasuk orang spesial bagi putranya itu.
Ditambah lagi, kini orang yang dilihatnya adalah aku, Ahn Youra yang merupakan seorang wanita.
"Apa... Hubunganmu dengannya?" Tanya Ae-Ri lagi.
"A-aku adalah orang yang merekrut Hyunshik untuk bekerja di perusahaan kami," Jawabku gugup.
"Jadi... Kau atasannya?" Tanya Ae-Ri.
Aku mengangguk kecil.
"Berapa umurmu? Dimana kau tinggal? Marga keluargamu Ahn? Bisakah kau memberikanku kartu nama-mu?" Tanya Ae-Ri lagi.
Aku mengangkat kedua alisku terkejut.
Sang-Hun menginjak kaki Hyunshik dan Hyun-Ae.
"Aw!" Batin Hyunshik menjerit.
Hyunshik dan Hyun-Ae menoleh ke arah ayah mereka secara bersamaan.
Ia mengisyaratkan kepada kedua putranya untuk menghentikan istrinya bertanya.
"I-ibu... Bukankah kau kembali hanya ingin mengambil tas yang tertinggal?" Tanya Hyunshik.
"I-itu benar bukan?" Sahut Hyun-Ae bertanya sambil mengangguk.
"Memang, tapi..."
Dug!
Hyunshik menginjak kaki adiknya.
Hyunshik mengisyaratkan bahwa adiknya harus lebih membantu.
"A-ayolah ibu, a-aku kan masih harus pergi ke sekolah besok. Jangan sampai aku terlambat hanya karna aku bangun kesiangan...!" Ajak Hyun-Ae.
"Astaga, kau ini. Tidak bisakah kau mengerti apa yang sedang terjadi disini...?!" Omel Ae-Ri.
"Kakakmu ini tidak pernah mengajak seorang wanita mengunjungi rumahnya! Ayolah! Aku akan menyuruh gurumu untuk memberimu izin tidak masuk!" Omel Ae-Ri lagi pada Hyun-Ae sambil berbisik.
Hyun-Ae menggelengkan kepalanya pada ayah dan kakaknya.
Ketiga pria itu menghembuskan nafas berat.
"Jadi... Kau benar-benar Ahn Youra?? Anak bungsu pemilik ANN Group?!" Ae-Ri melanjutkan pertanyaannya.
Mataku membelalak terkejut.
Itu karena, aku tak menyangka bahwa aku akan mendapatkan pertanyaan lagi.
Dan kurasa masih ada banyak pertanyaan yang menunggu untuk dijawab olehku.
"Astaga... Sepertinya, kali ini pun, aku tidak akan pulang..." Batinku.
Di saat yang bersamaan, aku tersenyum meringis pada Ibunya Hyunshik.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.