Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 6


__ADS_3

Bruuum bruuum.


Aku sedang mengendarai mobil untuk pergi ke kantor seperti biasa.


Ckiiit.


Seperti biasa lagi, aku singgah di cafe langgananku untuk membeli kopi agar aku lebuh bersemangat saat bekerja.


"Tolong frappuccino satu..!" Pintaku pada pegawai yang melayaniku.


"Terimakasih, sampai jumpa kembali,"


Bruk!


Aku tidak sadar bahwa aku menjatuhkan sesuatu.


Dan.. ada seseorang yang mengambilkannya untukku.


"Permisi..!" Panggil Pria itu.


"Hmm?" Sahutku sambil menoleh ke arahnya.


"Oh? Ahn Youra?" Tanya pria itu memastikan.


"Hmm? Siapa ya..?" Tanyaku curiga.


"Ah, aku Jeon Jaehwa..!" Jawab pria itu.


Aku diam dan mengingat-ingat apakah aku mempunyai kenalan bernama Jaehwa dulu.


"Ah, dulu.. kita pernah satu sekolah, saat SMA.." katanya mengingatkan.


Aku masih diam.


"Dulu.. aku sering.. memasukkan makanan ke dalam lokermu.." Lanjutnya malu-malu.


"Aah..! Kau si pria loker itu..!" Kataku mengingat.


"Pria loker..?" Tanya Jaehwa.


"Iya. Dulu, sebelum aku tau siapa yang menaruhnya, aku memutuskan untuk memanggilmu pria loker.." jelasku.


"Begitu..." sahut Jaehwa sambil tertawa kecil.


"Ngomong-ngomong, apa kau bekerja di perusahaan ayahmu..?" Tanya Jaehwa.


"Hmm, benar. Bagaimana denganmu?" Tanyaku balik.


"Aku menggantikan ayahku mengelola restoran. Tapi saat ini, aku dan teman-temanku libur, dan akan pergi ke Jeju," Jawab Jaehwa.


"Ah, irinya, andai saja aku bisa ikut..." Kataku iri.


Jaehwa tertawa kecil mendengar rengekanku.


"Mungkin lain kali, saat kau senggang," Ajak Jaehwa.


Aku mengangguk.


"Ah, aku harus pergi sekarang. Kalau begitu, sampai jumpa lagi. Bersenang-senanglah di Jeju..!" Pamitku sambil melambaikan tangan.


Jaehwa tersenyum dan membalas lambaian tanganku.


...


Bruk.


Baru saja aku duduk di kursiku.


Ckleeek.


"Ketua, Direktur Kyung Mi memanggilmu ke ruangannya," Panggil Soo-Min.


Setelah Soo-Min datang memberitahu bahwa aku harus bangkit kembali dari tempat dudukku.


Aku menghela nafas berat.


"Astaga, aku jadi ingin pergi liburan juga..!" Batinku lelah.


"Ada apa?" Tanyaku.


"Pekan depan kau dan tim-mu kukirim pergi mengikuti retret ke Jeju," Jawab Kyung Mi.


"Apa?!" Tanyaku terkejut.


Kyung Mi mengangkat salah satu alisnya.


"Ada apa? Kau tak suka? Bagaimana jika Pulau Nami?" Tanya Kyung Mi.


"Tidak-tidak, Jeju pun tidak apa-apa. Aku hanya terkejut karna baru beberapa menit yang lalu aku menginginkan libur," Jelasku.


"Aku memang kakak yang baik bukan..?" Tanya Kyung Mi sombong.


"Cih," Jawabku sambil menjulurkan lidah.


"Ah..! Bagaimana dengan Hyunshik..?" Tanyaku.


"Dia kan bukan anggota tim-mu..?" Tanya Kyung Mi.


"Memang benar, tapi bukankah sebaiknya kita mengucapkan rasa terima kasih karna telah menggantikan model sebelumnya dengan tepat waktu...?" Tanyaku.


Kyung Mi mengangkat kedua alisnya bingung.


Aku membulatkan mataku tersadar.


"Tunggu! Astaga! Apa yang kulakukan?! Kesannya seperti aku ingin dia ikut dalam retret!!" Batinku.


"Yah, kurasa bisa.." jawab Kyung Mi.


"Apa? Benarkah?!" Tanyaku.


"Tentu,"


"A-ah.. baiklah, terimakasih,"


Klotak klotak.


"Astaga..! Apa yang kulakukan tadi?!" Batinku menyesal.


Aku kembali ke ruanganku.


"Ketua, apa ada pekerjaan tambahan dari direktur..?" Tanya Min-Jung.


"Ah, benar!" Kataku langsung tersadar.


"Ada hal yang ingin kukatakan!" lanjutku.


Min-Jung mengerutkan keningnya penasaran.


"Perhatian semuanya..!" Panggilku.


Semua orang langsung memusatkan perhatiannya padaku.

__ADS_1


"Pekan depan, tim kita akan dikirim untuk retret ke Jeju.."


Baru aku menyampaikan satu kalimat.


Semuanya langsung heboh bak anak Taman Kanak-kanak yang senang karna akan pergi jalan-jalan.


"...Maka dari itu, sebisa mungkin kita menyelesaikan sisa pekerjaan kita dalam waktu satu pekan," Lanjutku.


"Semangat!" Seru Soo-Min yang tiba-tiba tambah bersemangat.


"Semangat!!" Sahut semuanya.


Aku tersenyum kecil melihat tingkah laku Soo-Min.


"Ketua, bagaimana dengan Hyunshik?" Tanya Min-Jun.


"Benar juga! Kau jangan lupa hubungi Hyunshik untuk datang tepat waktu ya..!" Suruhku.


"Baik, ketua..!" Jawab Min-Jun yang tertular semangat dari Soo-Min.


"Haaah..."


Aku menghembuskan nafas panjang.


Kami benar-benar bekerja keras agar semua pekerjaan kami selesai sebelum retret.


...


Ckiiit.


Aku turun dari mobil setelah diberhentikan oleh supir pribadi ayahku.


Pagi ini aku datang sedikit terlambat.


Tap tap.


Aku bingung untuk memilih sneakers atau heels 2 cm.


"Selamat pagii..!" Sapaku.


Rombongan itu langsung menoleh senang ke arahku.


"Oh! Itu ketua! Selamat pagiii!!" Sapa Soo-Min balik.


"Maaf aku sedikit terlambat, aku sangat bingung untuk memilih sepatu yang cocok selama 1 pekan nanti.." kataku.


Semuanya senang melihatku datang.


Kecuali Hyunshik.


"Oh? Kau datang? Kukira kau tidak akan datang. Padahal yang lain menunggu check in hingga 1 jam," Sindirnya.


"Astaga! Aku tidak tau kenapa pria ini selalu membuatku kesal di hari seperti ini!!" Batinku.


"Oh? Kau juga datang? Padahal seharusnya Kyung Mi tidak menjadi saudari yang baik agar kau tetap berada di rumah," Balasku menyindir.


Suasana menjadi tegang karna Hyunshik memulainya.


"Ini tiket kaliaaan..!" Seru Min-Jung senang.


Semua orang menatap Min-Jung dengan wajah heran karna sepertinya dia tidak mencerna situasi saat itu.


"Oh? Kenapa kalian menatapku seperti itu..?" Tanya Min-Jung takut.


...


"Ini dia, A12!" seru Hyunshik senang setelah menemukan tempat duduknya.


"Hmm.." Jawab Hyunshik.


"Aah, irinya," sahut Min-Jun.


"Ngomong-ngomong, siapa yang akan duduk di sebelahmu?" Tanya Min-Jun lagi.


"Entahlah.." jawab Hyunshik.


...


Aku membulatkan mataku.


"Di-dia duduk di sebelahku?!!" Batinku terkejut.


"Astaga..." Gumam Hyunshik.


Kami sama-sama menghembuskan nafas.


"Hei, apa kau sudah menemukan tempat dudukmu?" Tanya Dae-Oh.


"Sudah. Dan aku baru akan duduk," Jawabku.


"Dimana?" Tanya Dae-Oh.


"Di situ," Jawabku sambil melirik ke arah Hyunshik.


"Oh. Kuharap penumpang lainnya baik-baik saja nanti," Ledek Dae-Oh sambil lalu.


"Hei!" omelku.


"Hei, cepatlah duduk! Menghalangi yang lain tau!" Suruh Hyunshik.


"Baiklah baiklah...!" sahutku.


Aku duduk di kursiku sesuai perintahnya.


"Astaga, kenapa harus dia..?!" Gumamku kesal.


"Permisi, apakah kalian ingin memesan sesuatu?" Tanya seorang pramugari.


"Pancake pisang," Jawabku dan Hyunshik bersamaan.


Aku membulatkan mataku, lalu menoleh ke arah Hyunshik.


"Baik. Minumannya?" Tanya Pramugari itu lagi.


"Cappucino," Jawab kami lagi bersamaan.


Aku membulatkan mataku lagi, kemudian menoleh ke arahnya lagi.


"Sial!" Batinku.


"Baik, silahkan tunggu sebentar.." pamit Pramugari itu.


"..."


Hening.


Kata itu selalu muncul disaat aku dan Hyunshik sedang bersama.


Itu karena, saat ini Hyunshik tertidur.


Kurasa.

__ADS_1


"Ketua..!" Panggil Soo-Min.


Ia memunculkan kepalanya sedikit dari depan kursiku.


"Kau pesan apa?" Tanya Soo-Min.


"Aku pesan pancake pisang dan cappucino," Jawabku.


"Astaga berisik sekali..!" Batin Hyunshik.


"Sudah? Itu saja?" Tanya Soo-Min.


Aku mengangguk.


"Ada apa memangnya?" Tanyaku balik.


"Apa kau tidak lapar? Kau belum sarapan bukan? Aku tadi memesan salad. Dan kurasa, porsinya lebih besar dari yang kukira, Apa kau mau?" Jelas Soo-Min.


"Hmm?" Batin Hyunshik lagi.


"Astaga, maaf, coba kau tanya yang lainnya," tolakku.


"Hmm, baiklah. Maaf ya, aku mengganggu," sahut Soo-Min.


"Permisi, tuan, ini pancake dan cappucino anda,"


"Ah, terimakasih.." jawab Hyunshik.


"Maaf, tapi apa aku boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Pramugari tersebut.


"Hmm?" Tanya Hyunshik.


"Apa kau seorang idol?"


Uhuk uhuk!


"Apa?!" Batinku.


Aku tertawa kecil.


"Aku.." Baru saja Hyunshik ingin menjawab.


"Maaf aku menyela, tapi pria ini bukanlah seorang artis..! Dia bahkan tidak mampu untuk memasuki level tampan!" Sela-ku meledek.


"Ah, maafkan saya..!" Kata pramugari itu malu kemudian pergi.


"Ahaha! Dia..? Tampan..?! Astaga, Pramugari itu harus memeriksa matanya," Gumamku.


"Ha! Apa-apaan itu tadi?!" Tanya Hyunshik.


"Yang mana?" Tanyaku.


"Yang... Ah lupakan!" Omel Hyunshik.


" Sama-sama... " jawabku.


"Aku bahkan tidak berterimakasih..!!" Kata Hyunshik jengkel.


"Lalu, yang barusan?" Tanyaku lagi.


Hyunshik membulatkan matanya.


"Cih," Gumamnya.


Aku tersenyum kecil karna senang mendengarnya marah.


...


Aku tidak menyangka aku mendapat karma secepat itu.


"Maaf Nona, tapi, pancake terakhir sudah diberikan pada penumpang sebelah anda..." Jawab pramugari tersebut.


Beberapa menit yang lalu aku menanyakan kabar pancake dan cappucino-ku pada seorang pramugari yang lewat.


"Apa? Ba-bagaimana dengan cappucino-ku?" Tanyaku lagi.


"Penumpang di sebelah anda juga mengambil yang terakhir," Jawab pramugari itu lagi.


Pantas saja sudah 30 menit lebih aku menunggu, tapi tidak ada seorang pun yang memberi makananku.


"Apa?" gumamku yang masih bingung karna terkejut.


"Pffft..!" Ledek Hyunshik.


"Apa kau ingin menggantinya?" Tanya Pramugari tersebut lagi.


"Boleh aku minta sebotol air mineral?" Tanyaku.


"Tentu, saya akan mengambilkannya untuk anda," Jawab pramugari tersebut.


"Terimakasih.."


Pramugari itu memberiku sebotol air mineral.


"Fiuuuuh.."


Aku menghembuskan nafas berat.


"Astaga, kupikir aku akan melewatkan karma yang kau dapat," Sindir Hyunshik.


"Dia mulai lagi..." Batinku kesal.


Aku memakai earphone di telingaku dan mulai memejamkan mataku.


"Lebih baik aku tidur," Batinku.


Tap.


Aku mendengar sesuatu sedang dibuka di depanku.


"Aku tidak tau kau dengar atau tidak. Asalkan kau tau, aku jadi tidak nafsu makan karnamu. Jadi, kau saja yang makan," Kata Hyunshik.


Aku membuka mataku sedikit.


"Astaga..!" Batinku sambil membulatkan mata.


Dia memberikan pancake miliknya padaku.


Aku langsung menoleh ke arahnya.


"Dia.. tidur?"


"Makasih," Jawabku sedikit berbisik.


Tanpa kusadari, Hyunshik tersenyum kecil mendengarku.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2