
Greb!
Aku membulatkan mataku sambil melihat ke arah Hyunshik.
"Begini lebih baik kan?" Tanya Hyunshik.
Hyunshik melihat mataku yang menatapnya lalu tersenyum.
"Ya, sangat baik..." Gumamku.
...
"Halo, Youra, maafkan aku, aku tidak bisa mengantarmu ke Pasar Seogwipo..." Kata Jaehwa.
"Aah, tidak apa-apa, mungkin aku akan meminta tolong pada yang lain untuk mengantarku..."
Kemarin, Jaehwa diberi kabar bahwa ia harus kembali ke Seoul.
Makanya, dia benar-benar pergi setelah perlombaan di pantai selesai.
Aku menghirup udara pagi yang segar.
Pagi ini aku bangun lebih cepat dari yang lain karna aku berencana pergi ke Pasar Seogwipo.
Tap. Tap.
Aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahku.
"Jadi, temanmu itu sudah pulang ya..?" Tanya Hyunshik yang ternyata mendengar percakapanku dengan Jaehwa tadi.
Deg!
Aku terkejut.
Slruuup.
Ia datang sambil membawa secangkir kopi di tangannya.
"A-ah.. iya..." Jawabku terbata-bata.
Setelah kejadian kemarin, aku menghindari untuk berpapasan dengannya seperti ini.
Deg deg. Deg deg.
"Astaga.. lagi-lagi suara jantungku..." Batinku.
"Aku tadi mendengar pembicaraan dengan temanmu di telpon," Kata Hyunshik.
Aku mengangkat kedua alisku bingung.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Hyunshik.
"Bu-bukan urusanmu..!" Jawabku.
Aku baru saja berbalik dan akan segera pergi.
Greb.
Hyunshik menahan tanganku.
"Kan aku sudah bilang bahwa aku mendengarmu tadi,"
"Aku akan mengantarmu," Katanya sambil berjalan pergi meninggalkanku.
Aku masih terdiam.
"Apa.. yang barusan ia katakan?" Gumamku.
Hyunshik berjalan ke arah parkiran dengan senyum yang terlukis di wajahnya.
...
Bruuuum.
"Astaga.. apa yang kulakukan di sini bersamanya..?!" Batinku.
"Ngomong-ngomong, apa kau ingin membeli sesuatu?" Tanya Hyunshik.
"Hmm," Jawabku sambil mengangguk.
"Apa itu..?" Tanya Hyunshik lagi.
"Aku ingin mencoba omaegi rice cake. Kudengar itu enak," Jawabku lagi.
"Dia hanya ingin memakan camilan dengan pergi bersama cecunguk itu?! Astaga.. untung saja cecunguk itu kembali ke Seoul..!" Batin Hyunshik lega.
"Bukankah di Seoul ada juga yang menjual makanan itu?" Tanya Hyunshik.
"Memang, tapi aku ingin mencobanya langsung dari pulau Jeju," Jawabku.
Sepanjang perjalanan, aku terus melihat ke arah jendela.
"Lautnya indah. Hei, apa kau bisa berselancar?" Tanyaku.
Aku membulatkan mataku.
"Astaga, aku barusan ngapain?" Batinku.
"Tentu saja!" Jawab Hyunshik sombong.
"Hmm?" Gumamku terkejut mendengarnya.
Sepertinya... Aku tidak perlu mencemaskan degup jantungku ini.
"Dia bahkan terlihat biasa-biasa saja..." Batinku.
"Benarkah? Bukankah kemarin kau kalah banyak dari Jaehwa?" Sindirku.
Deg!
"Astaga.. pria itu lagi..!" Batin Hyunshik.
"Setelah dari pasar, apa kau ingin aku mengantarmu ke tempat lain..?" Tanya Hyunshik.
"Sebenarnya.. aku ingin pergi ke Air Terjun Cheonjeyeon," Gumamku.
"Hmm?" Tanya Hyunshik.
"Tidak. Kita kembali saja..." Jawabku.
"Sepertinya aku mendengar dia mengatakan sesuatu..." Batin Hyunshik.
Ckiiit.
Aku baru saja sampai.
Soo-Min dan yang lainnya juga baru datang sehabis jogging.
"Ketua! Apa kau dari pasar Seogwipo?" Tanya Soo-Min.
__ADS_1
Aku mengangguk.
"Apa kau membeli omaegi rice cake?" Tanya-nya lagi.
Aku mengangguk lagi lebih bersemangat.
"Astaga... Bagaimana rasanya? Apa enak?" Tanya Soo-Min.
"Sa...ngat lezat!!" Jawabku memanas-manasi.
"Aku akan pergi ke sana besok," Gumamnya.
Aku tersenyum senang.
Bukan karna berhasil membuat Soo-Min terpanasi untuk pergi ke Pasar Seogwipo.
Tapi, karna teringat kejadian yang kualami di pasar tadi.
[ Flashback di pasar ]
"Apa kau benar-benar membeli ini?" Tanya Hyunshik sambil membawa beberapa tas belanja punyaku.
"Tentu saja! Oh! Aku ingin membeli coklat jeruk..!" Kataku melihat kedai yang menjual coklat.
"Apa??! Kau kan sudah membeli sebanyak 2 tas tadi!" Kata Hyunshik heran.
"Oh? Benarkah? Keponakanku bahkan dapat menghabiskan 10 coklat dalam waktu 10 menit!"
Hyunshik memutar bola matanya kelelahan.
Greb.
Ia menggenggam tanganku.
Deg deg.
"Lagi-lagi, jantungku..!" Batinku.
"Setidaknya kita membaginya..!" Kata Hyunshik sambil menatap mataku.
Tangannya memasukkan beberapa tas belanja ke tanganku.
Blush!
"Astaga..! Wajahku pasti sangat merah!" Batinku.
Aku mengalihkan wajahku ke arah lain.
"Kau sendiri yang menawarkan diri untuk menemaniku..!" Omelku.
"Aish..." Gumam Hyunshik kesal.
Dug!
Hyunshik menabrak pengunjung lain yang sedang lewat.
"Astaga, semakin siang jalannya semakin sempit karna orang-orang yang datang semakin banyak..." Batin Hyunshik risih.
Dug!
Seorang pengunjung juga menabrakku.
Tidak.
Banyak pengunjung yang menabrakku.
"Astaga..!" Gumamku mulai kesal.
Greb.
Hyunshik menggenggam tanganku.
"Jangan dilepas. Aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar ingin mengantar.., tidak, menemanimu kesini..!" Pinta Hyunshik.
Deg deg. Deg deg.
Aku diam.
Aku benar-benar tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun.
"Sadarlah, kumohon...!" Batinku.
Dug.
Ketika ada lagi orang yang menabrakku, Hyunshik makin mengeratkan genggamannya.
Ia berjalan mendahuluiku.
"Kurasa... Seperti ini sebentar juga tidak masalah..." Batinku lagi dengan senyuman yang bibir yang mulai tertarik membentuk sebuah senyuman.
[ Flashback selesai ]
Aku tersenyum puas mengingat kejadian di pasar tadi.
"Ketua..!" Panggil Dae-Oh.
Aku langsung tersadar.
"Y-ya..?" Tanyaku.
"Makan siangnya sudah siap. Ayo makan. Selesai makan kita harus cepat pergi ke Hutan Bijarim," Ajak Dae-Oh.
"Ah... Baik," Jawabku.
Sesuai kata Dae-Oh.
Setelah makan siang, kami semua pergi ke Hutan Bijarim.
Kami akan memainkan permainan lain.
Sebelum berangkat ke Jeju, aku meminta Kyung Mi untuk mengirim orang ke Hutan Bijarim untuk memasangkan pita-pita kuning di sekitaran sana.
Kami akan berpasangan untuk mencari pita paling banyak.
Tidak ada yang tau berapa banyak pita yang sudah diikatkan.
Kami harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya sebelum waktu makan malam tiba.
"Hei Min-Jun, kau tidak ikut main?" Tanya Hyunshik.
"Benar! Aku akan bersantai di pondok dekat gerbang masuk bersama juri lainnya. Apa kau ingin ikut?" Tanya Min-Jun balik.
"Ish, tidak mau. Aku tidak ingin bersantai di tempat yang ada dirimu," Jawab Hyunshik.
"Cih," Gumam Min-Jun.
"Oh? Min-Jun..! Kudengar kau juga jadi juri. Boleh kutahu dimana pondok tempat kita menunggu nanti..?" Tanyaku.
Hyunshik membulatkan matanya.
__ADS_1
"Tunggu! Dia bilang... Kita?! Youra juga jadi juri?!" Batin Hyunshik.
"Oh? Kalian sudah berkumpul? Ayo, kita ke garis start terlebih dahulu," Ajak Dae-Oh.
"Ka-kau juga jadi juri?" Tanya Hyunshik pada Dae-Oh.
"Hmm," Jawab Dae-Oh sambil mengangguk.
"Astaga!! Dia dikelilingi oleh 2 orang pria?!" Batin Hyunshik.
Kami berempat berjalan ke garis start menyusul yang lain.
"Kau tidak ikut main?" Tanya Min-Jung padaku.
"Yap. Aku yang akan menjadi juri," Jawabku senang.
Itu karena, aku memang benar-benar sedang membutuhkan istirahat.
"Aku juga..!" Sela Min-Jun menyombongkan diri.
"Astaga... Aku yakin kau hanya ingin bersantai kan..?" Tanya Soo-Min jengkel pada Min-Jun.
"Astaga...! Ini tidak bisa kubiarkan! Aku harus cari alasan!" Batin Hyunshik.
"He-hei! Kalau jurinya 3 orang, berarti yang main kurang 1 dong..?" Tanya Hyunshik.
"Ah.. benar juga. Kita hanya ada 12 orang.." sahut Min-Jung teringat bahwa Jaehwa sudah kembali ke Seoul.
"Ketua, bagaimana jika kau saja yang bermain?" Tanya Soo-Min.
"Benar! Kau saja!" Sahut Hyunshik tiba-tiba.
"A-ah, entahlah..." Jawabku ragu.
Min-Jun mendekatkan wajahnya ke arah telingaku.
Hyunshik membulatkan matanya terkejut melihat Min-Jun yang mulai mendekatiku.
"Astaga! Si Min-Jun itu ya! Malah dekat-dekat!!" Batin Hyunshik terkejut.
"Ke-ketua, aku mohon, aku ingin beristirahat sebentar saja...! Sehabis permainan ini selesai, aku akan membelikanmu omaegi rice cake deh...!" Bisik Min-Jun.
"Kumohon, tolong mengalah untukku sekali...!" Pinta Min-Jun lagi sambil berbisik.
"Ah.." jawabku.
Puk puk.
Aku menepuk-nepuk bahu Min-Jun.
"Baiklah. Belikan yang banyak ya..!" Pintaku sambil berbisik.
"Baik!" Jawab Min-Jun.
"Baiklah, aku yang akan bermain. Siapa yang belum mendapatkan pasangan?" Tanyaku pada yang lainnya.
Aku menoleh ke arah Soo-Min.
"Aku sudah bersama Yun-Hee..." Jawab Soo-Min menyebutkan nama salah satu teman kami.
"Hmm. Itu benar..!" Sahut Yun-Hee.
Lalu aku menoleh ke arah Min-Jung.
"Aku sudah bersama Young Mi, maaf..." Jawab Min-Jung yang juga menyebutkan salah satu teman kami.
Soo-Min mendekatiku.
Kurasa ia ingin membisikkan sesuatu padaku.
"Kurasa, yang belum mendapatkan pasangan adalah..."
"... Aku," Sela Hyunshik.
Kali ini, aku yang membulatkan mataku.
"Astaga... Bagaimana ini?!" Batinku.
Aku terdiam.
"Kau jadi main atau tidak?" Tanya Dae-Oh padaku.
"A-ah.. tentu saja jadi!" Jawabku.
"Baiklah.. semuanya berada di posisi masing-masing. Dan..."
"... Mulai!"
Seru Min-Jun melanjutkan kalimat Dae-Oh.
...
Tap tap tap.
Aku berjalan di samping Hyunshik.
Deg deg.
"Astaga... Aku takut dia mendengarnya..." Batinku.
"Hei, apa kau tidak mendapat petunjuk dari kakak-mu?" Tanya Hyunshik.
"Astaga! Dasar bodoh! Kenapa kau malah bertanya...?! Aku harus fokus!!" Batinku.
Tap.
Aku berhenti di depan Hyunshik lalu berbalik menghadapnya.
Hyunshik mengangkat kedua alisnya.
"Ada apa?" Tanya-nya.
Aku menarik nafas.
"Dengar ya, kalau kau berpasangan denganku, aku ingin kita memenangkan permainan ini!" Pintaku.
"Baiklah..." Jawab Hyunshik menurut.
"Oh. Dan jangan mengajakku bicara kecuali kau menemukan pita-pita itu..! Paham..?!" Bentakku.
"Tentu..." Jawabnya lagi.
"Astaga, apa aku terlalu kasar? Kuharap dia tidak salah paham..." Batinku takut.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.