
"Aaaah!"
Aku meregangkan tanganku.
Kami sudah berada di Prancis selama 7 hari.
Dan kami sudah mengadakan 3X rapat bersama manager Lèa.
Rapat itu berakhir tadi.
"Astaga... Aku sangat lelah.." keluhku.
"Benar..." Sahut Kyung Mi.
"Astaga, Lèa Seydoux sangat cantik!" Seruku teringat saat kami rapat bersamanya tadi.
Kami tak menyangka bahwa ia dapat hadir di rapat terakhir kami.
Aku dan Kyung Mi senyum-senyum senang.
Meskipun aku dan Kyung Mi sering bertemu dengan banyak model juga artis papan atas, kami tetap saja merasa sangat senang karna dapat melihat Lèa Seydoux yang merupakan model terkenal Prancis juga salah satu idola kami.
"Hei, ngomong-ngomong, apa kalian ingin membeli oleh-oleh?" Tanya Kyung Mi padaku dan Pak Park.
"Hmm, tidak. Aku ingin pergi ke menara Eiffel," Jawabku menolak.
"Kau tidak ingin berbelanja?" Tanya Kyung Mi lagi.
"Aish. Besok saja. Aku sudah cukup lelah karna kemarin pergi ke daerah Champagne," Jawabku sambil mengedipkan mata.
Aku memberi kode padaku Kyung Mi untuk membiarkan dia pergi berdua bersama Pak Park.
Sebenarnya, aku juga berniat untuk kabur agar tidak disuruh Kyung Mi untuk membawakan barang belanjaannya.
"Baiklah..." Jawab Kyung Mi mengerti.
"Baiklah, sampai nanti...!" Pamitku.
Aku pergi dari restoran itu dan meninggalkan mereka berdua.
"Jadi, kemana anda akan pergi nona?" Tanya Pak Park.
Usia Pak Park lebih tua 4 tahun dari Kyung Mi.
Tapi karna Kyung Mi menduduki posisi direktur utama, Pak Park memanggil Kyung Mi dengan sebutan 'nona'.
"Hmm, kita akan naik mobil 2CV...!" Jawab Kyung Mi senang.
Sekretaris Park mengangkat kedua alisnya terkejut.
"Hm?" Gumam Pak Park.
...
Restoran tempat kami dan manager Lèa rapat, tidak jauh dari menara Eiffel.
Aku hanya perlu berjalan selama 15 menit untuk benar-benar sampai ke bawah menara.
"Brrr!"
Aku menarik jaketku.
"Karna sudah masuk bulan Desember, udaranya jadi lebih dingin..." Batinku.
Crek.
Crek.
Aku mengambil beberapa foto di dekat menara.
Lalu, pandanganku tertuju pada sebuah toko.
"Astaga! Apakah itu.. "
Drap drap drap.
Aku berlari ke arah toko itu kemudian masuk ke dalamnya.
Aku mencium wangi makanan yang sedang kucari.
"Macaroon!" Batinku.
...
"Bukankah ini menyenangkan???" Tanya Kyung Mi pada Pak Park.
"Hm? Anda benar," Jawab Pak Park sambil tersenyum.
Saat ini, Kyung Mi dan Pak Park sedang berada di Champ Elysée.
Kyung Mi benar-benar membeli oleh-oleh seperti katanya tadi.
Sebenarnya, banyak oleh-oleh lebih tepatnya.
"Astaga, nona..." Gumam Pak Park.
"Oh!" Batin Kyung Mi.
Pandangannya tertuju pada sebuah restoran dekat mereka.
"Hm? Bukankah restoran itu menjual Escargot?" Tanya Kyung Mi.
"Kurasa..." Jawab Pak Park.
Greb.
Tangan Kyung Mi menggandeng tangan Pak Park lalu menariknya menuju restoran tersebut.
Blush!
Pipi Pak Park merona.
"A-astaga nona, a-apa yang dia lakukan?!" Batin Pak Park terkejut.
"Lezat bukan?" Tanya Kyung Mi.
Beberapa saat yang lalu, mereka memesan banyak makanan dari restoran yang Kyung Mi lihat tadi.
"Benar. Sangat lezat," Jawab Pak Park.
"Ah, tempat apa yang sebaiknya kita kunjungi sekarang?" Tanya Kyung Mi lagi.
"Bagaimana jika kita membeli beberapa barang lagi untuk dijadikan oleh-oleh? Bukankah ini masih kurang?" Ajak Kyung Mi.
"A-apa?" Tanya Pak Park.
"Astaga. Bukankah dia sudah membeli oleh-oleh sebanyak 5 kantung?! Yang di hotel saja masih ada 3! Astaga, wanita ini..." Batin Pak Park.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Kyung Mi.
"Kurasa, lebih baik kita pergi ke tempat lain..." Jawab Pak Park.
"Ah..."
Kyung Mi merasa sedikit terkejut mendengar jawaban Pak Park.
"Astaga. Sepertinya aku terlalu terbawa suasana. Pak Park jadi tidak nyaman..." Batin Kyung Mi sedih.
Itu karena, jawaban Pak Park tidak sesuai dengan ekspektasinya.
"..."
Kini Kyung Mi dan Pak Park jadi sama-sama canggung.
Kriiiing kriiiing.
Kyung Mi langsung mengambil ponselnya.
"Oh penyelamatku!!" Batin Kyung Mi senang.
"Permisi," Pamit Kyung Mi pada Pak Park.
Kyung Mi keluar dari restoran sebentar untuk mengangkat ponsel.
"Halo?"
"Kak! Dimana kau sekarang?" Tanyaku.
"Ah, aku ada di Champ Elysée, kenapa?" Tanya Kyung Mi balik.
"Ah, ini, aku sedang di dekat menara Eiffel. Dan tebak! Aku akan membeli apa?" Tanyaku.
"Es krim?" jawab Kyung Mi menerka.
"Salah! Aku akan membeli macaroon! Apa kau mau?" Jawabku.
"Tentu saja! Oh astaga... ! Belikan aku satu box ya...!" Pinta Kyung Mi senang.
"Ngomong-ngomong, tentang rencanaku dengan Pak Park... Sepertinya gagal. Aku akan menyerah saja,"
"Apa?" Tanyaku tak mengerti.
"Sekretaris Park. Kurasa dia merasa tidak nyaman jalan-jalan denganku..." Jelas Kyung Mi sedih.
"Ah, aku bisa membayangkan. Aish, kurasa, sebaiknya cobalah untuk mengikuti keinginannya kali ini," Usulku.
"Begitukah...?" Tanya Kyung Mi memastikan.
"Hmm. Cobalah..." Jawabku percaya diri.
"Terimakasih... Nanti aku hubungi lagi ya..."
"Baiklah... Ah! kurasa, aku akan kembali ke hotel saat malam. Jadi, jangan tunggu aku ya..!" Jelasku.
"Hm. Sampai nanti...!" Jawab Kyung Mi.
...
Aku baru saja menutup telpon dari Kyung Mi dan ingin kembali ke dalam toko macaroon itu.
Ting!
Ada pesan yang muncul dari ponselku.
------------------------------------------------------------------------
Halo.
------------------------------------------------------------------------
"Hyunshik...?!" Batinku terkejut.
Tiba-tiba...
Greb!
Seorang pria mengambil ponselku.
"Ponselku!" Jeritku.
Pria itu langsung berlari kencang.
"Astaga..." Gumamku.
Drap drap drap.
Aku berlari mengejar pria itu.
Ckiiit.
Pria tersebut berbelok ke suatu gang.
Aku berhenti sebentar.
"Aish, sepatu ini!" Gumamku lagi.
Karna aku baru selesai rapat, aku masih memakai sepatu heelsku.
Aku melepasnya dan kembali mengejar pencuri itu lagi.
Drap drap drap.
Hosh... Hosh...
Tampaknya pencuri itu sudah tak dapat pergi lagi kemana-mana.
Kurasa ia salah mengambil jalan dan malah mendapatkan jalan buntu.
"Hei! Kau pencuri!" Panggilku berteriak.
[ Huruf yang tebal : Bahasa Inggris. ]
"To-tolong! Jangan laporkan aku..! Aku, aku akan mengembalikan ponselmu! Tolong jangan laporkan aku!" Pinta Pencuri itu.
"Tunggu! Bahasa Korea?!" Batinku.
"Kau... Orang Korea?" Tanyaku.
Dia mengangguk kencang.
"To-tolong jangan laporkan aku...! Aku akan kembalikan ponselnya..! Kumohon...!" Pintanya lagi.
"Hei!" Panggil seseorang dari belakang.
"?!!!"
__ADS_1
...
Kyung Mi kembali duduk di kursinya.
"Jadi, tempat mana yang ingin anda kunjungi selanjutnya nona..?" Tanya Pak Park.
"Emm, Pak Park. Begini, bagaimana jika... Kau yang memilih tempat selanjutnya...?" Jawab Kyung Mi.
"Benarkah? Saya boleh memilihnya?" Tanya Pak Park senang.
Kyung Mi melihat wajah Pak Park yang terlihat senang.
"Oh! Dia senang! Akhirnya...!" Batin Kyung Mi senang.
"Tentu! Kemanapun! Anggap saja saat ini kau sedang berlibur!" Jawab Kyung Mi.
...
"Astaga...!" Batin Kyung Mi.
"Oh oh! Nona, ayo kita ke sana! Saya ingin melihat yang lainnya..!" Ajak Pak Park senang.
Kyung Mi tersenyum.
"Aku datang!!" Jawab Kyung Mi.
"Aku memang ingin membuatnya senang. Tapi... Kenapa harus ke Museum?!" Batin Kyung Mi tidak terima.
Ternyata, Pak Park mengajak Kyung Mi pergi ke Place de la Concorde.
Kyung Mi benar-benar tidak menyukai pergi ke tempat yang berbau sejarah.
"Maafkan aku, bukannya aku tidak setuju dengan pilihanmu. Hanya saja aku merasa kurang menyukainya," Batin Kyung Mi seolah-olah berbicara pada Pak Park.
Pak Park melihat raut wajah Kyung Mi.
"Astaga. Aku lupa dia tidak suka pergi ke tempat seperti ini...!" Batin Pak Park.
Blush!
Lagi-lagi Pak Park merona melihat wajah Kyung Mi yang merasa tak nyaman.
"Imutnya...!" Batin Pak Park.
Kyung Mi mengerutkan keningnya bingung.
"Ah. Kurasa, aku bisa memanfaatkannya untuk saat ini..." Batin Pak Park lagi.
"Nona, apa boleh saya memilih tempat lain?" Tanya Pak Park.
"Oh? Ten-tentu!" Jawab Kyung Mi ragu.
Kyung Mi berfikir bahwa tempat yang akan mereka kunjungi selanjutnya tidak akan berbeda jauh dengan yang saat ini.
"Benarkan apa yang kupikirkan tadi...!!" Batin Kyung Mi.
"Bukankah lukisan ini sangat indah?" Tanya Pak Park pada Kyung Mi.
Kyung Mi tersenyum lalu mengangguk mengisyaratkan bahwa ia setuju dengan pendapat Pak Park tadi.
"Kurasa, yang tadi lebih baik daripada yang ini..." Batin Kyung Mi.
Kali ini Pak Park mengajak Kyung Mi pergi ke Museum Louvre.
"Oh astaga...!" Gumam Kyung Mi lagi.
...
"Wah wah... Hei orang Asia! Kan sudah kubilang jangan sampai ketahuan!" Omel seorang pria pada pencuri yang mengambil ponselku.
Aku dan pria pencuri itu langsung terkejut saat mendengar seseorang berteriak pada kami.
"Ma-maafkan aku...! Dia tadi mengejarku, kupikir dia akan berhenti, tapi dia malah terus mengikuti sampai ke sini..!" Jawab pencuri itu.
Aku melihat pria yang baru datang itu.
Dia kemari bersama 2 orang temannya.
"Dia bosnya?" Batinku sambil menoleh ke arah pencuri itu.
"Hei, kau! Suruh anak buahmu itu kembalikan ponselku!" Pintaku pada bos pencuri itu.
Pria berbadan besar yang disebut 'bos' itu melirik ke arahku.
"Kau... Juga sama bukan sepertinya? Orang Asia..."
Dia memperhatikanku dari atas rambutku sampai ujung kakiku.
"...Tapi jika dilihat. Kau pasti lebih kaya darinya," Lanjutnya tersenyum.
Aku mengangkat salah satu alisku bingung.
"Begini saja. Asal kau tau, aku tak pernah menyakiti wanita. Apalagi yang cantik sepertimu. Tapi sebagai gantinya..."
Ia menjulurkan telapak tangannya mengisyaratkan bahwa aku harus memberinya bayaran atas perbuatannya itu.
"Ha?" Gumamku.
"Apa?! Apa-apaan!" Batinku.
Aku membulatkan mataku.
"Cih. Asal kau tau juga, saat aku masih di taman kanak-kanak dulu, aku sudah menduduki sabuk hitam Taekwondo," Jawabku.
Pria gempal itu membulatkan matanya.
"Pffft... Bwahahaha!" Jeritnya.
Kali ini aku yang membulatkan mataku.
"Apa maksudnya itu...?" Batinku.
"Astaga... Sudah kuduga kau bukan wanita biasa..."
Pria itu mengusap air matanya yang keluar karna tertawa terbahak-bahak.
"Jadi, kau benar-benar tidak ingin memberikannya nih...?" Tanya pria itu lagi.
"..."
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1