
"Hari ini, hari terakhirku di Prancis..."
"Tapi kenapa aku malah memilih tempat ini untuk tempat wisata terakhirku?!!" Batinku.
Saat ini aku sedang menaiki Batobus.
Batobus yang kupikir sama dengan kapal itu sedang ramai dibicarakan orang-orang.
Itu karena, banyak turis yang menaiki Batobus untuk menjelajahi Paris lewat Sungai Seine.
Sebenarnya tidak hanya turis, tapi para warga asli Prancis juga banyak yang menaikinya.
"Lalu... Kenapa semua yang disini adalah pasangan?!!" Batinku lagi sambil melihat sekeliling.
Aku duduk di bangku paling belakang, jadi aku dapat melihat semua orang yang berada di depanku.
Hufft...
Aku menghela nafas.
"Aku kan jadi ingin membawa orang spesial juga kesini..." Gumamku kesal.
"Ngomong-ngomong orang spesial, apa yang sedang dikerjakan teman-temanku ya..?" Gumamku.
"Aku juga penasaran apa yang sedang dikerjakan Hyunshik..." Batinku.
Blush..!
Pipiku jadi merona karna malu.
"Ke-kenapa aku memikirkan dia..?!" Gumamku mengelak pikiran sendiri.
Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku karna malu.
...
Klotak klotak klotak.
"Youra, halo?" Panggil Kyung Mi.
"Ya. Ada apa?" Tanyaku.
"Aah tidak. Aku lega karna kau sudah sampai," Jawabnya.
"Tau darimana kau?" Tanyaku lagi.
"Kau kan sudah mengangkat panggilanku, dasar bodoh! Astaga... Sudahlah. Aku sibuk, aku tutup ya..!" Jawabnya.
"Halo? Halo? Kyung Mi! Kak?!" Panggilku.
"Astaga... Aku pulang naik apa dong? Aaah! Ada masalah apa sih dengannya?!" Gumamku kesal.
Aku baru sampai Bandara Incheon.
Dan aku baru saja ingin pergi keluar bandara untuk mencari taxi.
"Ahn Youra!" Panggil seseorang.
Deg!
Aku terkejut saat menoleh.
Itu karena, aku mengenal suara itu.
"Min Hyunshik...?!" Batinku terkejut.
Aku melihat Hyunshik senyum-senyum senang karna melihatku kebingungan.
"Akhirnya aku menemukanmu!" Batin Hyunshik senang.
"Kau sudah sampai?" Tanya Hyunshik.
"Ya," Jawabku singkat.
Drrrt.
Aku mulai menarik koperku baru ingin meninggalkannya.
"Astaga! Mau kemana dia?" Batin Hyunshik terkejut.
"Hei hei!" Panggilnya.
Aku menoleh kebingungan lagi.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Apa kau baru ingin pulang?" Tanyanya balik.
"Benar. Sampai jumpa," Pamitku.
"Astaga!! Kenapa dia tadi memanggilku?! Aku senang bertemu dengannya, tapi entah mengapa, aku jadi merasa sangat malu saat sedang bersamanya," Batinku panik.
"Youra! Aku akan mengantarmu pulang..!" Panggilnya lagi.
Aku membulatkan mataku karna terkejut.
"Apa? Bukankah kau sedang menunggu seseorang?" Tanyaku.
"Benar. Dan itu adalah kau. Ayo! Aku akan bantu bawakan kopermu...!" Ajaknya.
Aku terdiam.
Aku benar-benar mematung karna terkejut mendengar jawabannya.
...
"Apa kau sudah makan?" Tanya Hyunshik.
"Belum," Jawabku.
"Astaga... Dia terang-terangan menjawabnya..!" Batin Hyunshik.
"Mau makan mie? Ada kedai mie yang baru buka dekat sini..."
"...Kata Min-Jun mie-nya sangat enak. Apa kau mau mencobanya?" Tanyanya.
Aku tersenyum kecil lalu mengangguk setuju tanpa melihat ke arahnya.
Hyunshik memperhatikanku lalu tersenyum senang.
"Wah! Mie-nya benar-benar enak!" Seruku senang.
"Benar. Si Min-Jun itu ada benarnya juga..." Jawabnya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, apa kau benar-benar bertemu dengan Léa Seydoux..?" Tanya Hyunshik.
Aku mengangguk.
"Kenapa memangnya?" Tanyaku lagi.
"Apa dia benar-benar..."
Hyunshik mendekatkan kepalanya kepadaku untuk membisikkan sesuatu.
"...Ehem, tubuhnya..." Lanjutnya sambil berbisik.
"Uhuk! uhuk!"
Aku terbatuk karna terkejut mendengar pertanyaan Hyunshik.
Bug!
Aku menjitak kepalanya.
"Hei, jaga perkataanmu dasar mesum!" Omelku.
"Hei! Hei! Hei! Kau juga harus menjaga sopan santunmu! Aku ini lebih tua darimu tau!" Balasnya mengomel.
Aku mengangkat salah satu alisku.
"Aish..." Gerutuku.
Hyunshik tersenyum jahil melihatku dimarahinya.
"Ada apa dengannya?! Entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang berbeda darinya..." Batinku kesal.
"Ini dia yang terakhir," Kata Hyunshik.
Ia menaruh koper terbesar yang juga merupakan barang terakhirku.
"Makasih," Jawabku.
Aku langsung berbalik badan dan pergi.
Greb!
Hyunshik menahan tanganku.
"Ingat ya. Karna aku sudah menjemputmu, kau berhutang padaku," Jelasnya.
"Cih. Lagipula siapa yang memintamu menjemputku..?" Tanyaku.
Hyunshik terdiam.
Aku melihat tangannya yang masih menahan tanganku.
"Ehem. Tanga-"
Aku baru ingin mengingatkannya untuk melepaskan tanganku.
"Aku merindukanmu," Potongnya.
Mataku membalalak terkejut.
Ia baru melepaskan genggamannya.
"Masuklah," Katanya.
"Ah. Benar. Aku akan masuk. Terimakasih," Kataku pamit dan segera menarik koperku ke dalam.
Blush!
"Astaga! bagaimana dia bisa mengatakan itu?!" Batinku terkejut.
Hyunshik tersenyum puas melihatku yang mulai salah tingkah.
...
Cklek.
Aku membuka pintu rumahku.
Saat itu rumahku dalam keadaan gelap karna lampunya kumatikan.
Dug dug.
Dan aku mendengar suara yang mirip dengan suara seseorang sedang berjalan menuruni tangga.
Aku menoleh ke asal suara.
"Astaga...! Kemarin lusa aku baru bertemu dengan sekelompok preman. Dan sekarang, apa lagi..?!" Batinku kesal.
Aku meraba-raba dan mencari benda yang dapat menjadi senjataku.
Aku sengaja membiarkan lampu tidak menyala agar si 'penyusup' itu tidak mengetahui keberadaanku.
Tap tap.
"Siapa itu?" Panggil orang tersebut setelah mendengar suara langkah kakiku.
"Astaga! Kakiku benar-benar menyebalkan! Kenapa harus mengeluarkan suara di saat seperti ini..?!" Batinku.
"Permisi. Siapa itu?!" Panggil orang itu lagi.
Tap tap.
Aku mendengar suara langkahnya lebih keras.
"Astaga! Dia mendekat!" Batinku panik.
Srak srak.
Aku merogoh saku jaketku mencari ponsel.
"Halo?" Panggilku berbisik.
Aku langsung menghubungi Hyunshik untuk meminta bantuannya.
"Youra? Ada apa?" Tanya Hyunshik.
"Hyunshik, apa kau bisa membantuku? Kurasa ada seseorang di rumahku. Saat ini, semua gelap dan aku tidak dapat melihatnya. Cepatlah! Kumohon..!" Jelasku dengan cepat.
"Apa?! Hei! Kau jangan melakukan sesuatu sendirian ya! Aku akan putar balik sekarang! Tunggu sampai aku datang!" Suruh Hyunshik.
Tuuut.
"Halo?! Apa ada orang disana?!" Panggil orang itu lagi dengan nada yang sedikit dinaikkan.
__ADS_1
"Astaga! Bagaimana ini?!" Gumamku.
Srak.
Aku berdiri dari tempat persembunyianku.
"Hei! Siapa kau?! Berani-beraninya masuk ke dalam rumahku!" Tanyaku sambil menjerit.
Sebenernya, aksiku saat ini dapat dikatakan nekat.
Tidak, ini bukan sekedar nekat, tapi sangat nekat.
Dan aku benar-benar gugup saat melakukannya. Walaupun, pastinya si penyusup tidak dapat melihat wajah gugupku.
"Kak Youra?" Panggil orang itu.
"Astaga! Dia tau namaku?!" Batinku terkejut.
"Si-siapa kau?! Ke-kenapa tau namaku?!" Tanyaku lagi.
"Kak! Kau tidak mengenalku? Ini aku Seo Eun Kyung!" Jawabnya.
"Eun Kyung?" Batinku.
"A-aku tidak percaya! Kau pasti penipu kan?! Akhir-akhir banyak sekali penjahat yang menipu orang!" Seruku tak percaya.
"Benar! Aah, bagaimana ya agar kau mengenaliku...?" Sahutnya.
Tap tap.
Aku mendengar suara langkahnya yang mengecil. Itu artinya, ia berjalan menjauh dariku.
Ctak.
Ia menyalakan lampu.
Dan aku langsung melihat ke arah saklar.
Aku menghembuskan nafas lega karna melihat Eun Kyung yang benar-benar berada di sana.
Tap tap tap.
Aku berlari kecil menghampirinya.
Bug! bug! bug!
Aku memukul kecil bahu Eun Kyung.
"Astaga! Kau ini! Kenapa datang tidak bilang-bilang?!" Omelku pada Eun Kyung.
"Aduh! Sakit tau!" Jeritnya.
"Kenapa kau kemari?" Tanyaku.
"Aku baru pindah dari Gwangju. Dan kampusku lebih dekat dari rumah kakak daripada apartemenku," Jelasnya.
"Lalu? Kenapa ke rumahku?" Tanyaku lagi.
"Kau tau bukan? Gwangju dan Seoul lumayan jauh. Jadi aku harus berhemat sampai aku diterima untuk bekerja paruh waktu..!" Jelasnya lagi.
Aku mengangkat salah satu alisku menandakan aku tak terlalu mengerti apa maksudnya.
"Begini saja. Aku akan datang ke rumah Kakak kalau aku pulang malam saja dari kampus," Jelasnya.
"Kumohon. Aku janji hanya akan ikut kakak makan malam..! Aku juga yang akan selalu memasakkan kakak makan malam yang lezat," Pintanya.
"Bagaimana?" Tanyanya.
"Cih. Lagipula kenapa kau bisa tau password rumahku?" Tanyaku lagi.
"Aku tau dari Kak Kyung Mi," Jawabnya.
"Astaga! Kyung Mi sialan!" Gumamku.
Tin! tiin!
Kami berdua menoleh ke arah pintu bersamaan karna mendengar suara klakson mobil.
"Siapa itu?" Tanya Eun Kyung padaku.
"Astaga! Hyunshik!" Jeritku.
Aku berlari terburu-buru meninggalkan Eun Kyung.
"Hyunshik? Siapa itu?" Gumam Eun Kyung.
"Hyunshik!" Panggilku.
"Dimana? Dimana penyusup itu?!" Tanya Hyunshik padaku.
Ia hampir ingin berjalan masuk ke dalam rumahku dan mengahajar si 'penyusup' itu.
"Tidak! tidak! tidak!" Seruku sambil mencegahnya berjalan masuk lebih dalam.
"Ha? Apa maksudmu?" Tanyanya.
"Itu adalah adik sepupuku. Dia datang tanpa bilang-bilang karna kampusnya dekat dari rumahku," Jelasku.
"Tunggu! Kenapa aku harus menjelaskan padanya?!" Batinku bingung.
"Ah. Kalau begitu, aku pergi lagi ya...!" Pamitnya.
Greb!
Aku menahan tangan Hyunshik.
Kemudian, Hyunshik menoleh ke arahku dan membuatku tersadar.
"Ah! Tidak.. Maksudku, hati-hatilah di jalan..!" Kataku gugup.
Hyunshik berdeham sambil mengangguk mengartikan ia mengerti.
Bam.
Hyunshik menutup pintu mobilnya.
"Astaga, Ahn Youra...!" Gumamnya sambil tersenyum senang.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.