
"Hosh hosh..."
"Ketemu!" Batin Hyunshik senang.
"Ahn Youra!" Panggil Hyunshik dengan nafas yang masih terengah-engah.
Aku menoleh ke asal suara itu.
"Oh? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanyaku santai.
Hyunshik membulatkan matanya.
"Astaga...!!" Gumam Hyunshik.
Hyunshik menghampiriku lalu duduk di sampingku.
"Kenapa kau berada di sini?" Tanyaku lagi.
Hyunshik menghela nafasnya.
Tapi setelahnya dia tidak menjawab pertanyaanku.
"Hei Min Hyunshik! Kutanya apa yang sedang kau lakukan di sini..?!" Tanyaku lagi dengan nada lebih tinggi.
"Kau sendiri?" Tanya Hyunshik balik.
"Aku..."
[ Flashback saat Youra kabur setelah dia marah-marah di hutan ]
Blush!
"Aku malu sekali tadi...!" Batinku.
"Dan lagi, aku malah kabur seperti ini, benar-benar memalukan...!" Batinku lagi.
Drrrt drrrt!
Ponsel-ku berbunyi.
"Halo? Youra...! Apa kau masih di Hutan Bijarim?" Tanya Kyung Mi.
"Hmm, benar. Ada apa?" Tanyaku.
"Aku minta maaf sebelumnya, tapi... Bisakah kau menemaniku nanti?" Tanya Kyung Mi lagi.
"Apa? Ke mana?"
"Kau tau model Léa Seydoux bukan? Aku akan ke Prancis untuk bertemu dengan manager-nya..."
"... Kita akan bekerja sama dengannya untuk pengeluaran produk terbaru..."
"... Dan, aku ingin kau menemaniku..." Jelas Kyung Mi.
"Apa? Kenapa aku?" Tanyaku.
"Kita tidak akan pergi berdua. Ada Sekretaris Park dan beberapa pegawai dari tim-ku," Jawab Kyung Mi.
"Dan.. aku ingin meminta bantuanmu..." Lanjutnya.
"Hmm?" Tanyaku lagi.
"Kau tau, aku... Menyukai Sekretaris Park. Dan aku ingin menghabiskan waktu bersamanya di sana. Sebentaaar saja..." Jawab Kyung Mi.
"Tapi, kenapa aku harus ikut?"
"Aku pikir, aku akan merasa sangat gugup nanti, dan aku yakin kau bisa membantuku..." Jawabnya.
"Kumohon..." Pinta Kyung Mi.
"Baiklah... Kapan kita berangkat?"
"2 hari setelah kau balik dari Jeju,"
"Apa?!"
"Karna kau sudah bilang iya, aku akan menutup telponnya, aku ada rapat sebentar lagi. Sampai jumpa saudari..! "
"Hei! Kyung Mi! Ahn Kyung Mi!!" Panggilku.
"Astaga...!" Gumamku.
[ Flashback selesai ]
"Aku hanya ingin menenangkan pikiranku..." Jawabku sambil tersenyum pada Hyunshik.
"Hmm? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Hyunshik.
Aku tak menjawab dan tersenyum kecil lagi.
"Kau tau? Orang-orang di Villa mengkhawatirkanmu sekarang..."
"... Dan Min-Jung pikir, kau tidak bisa tidur tadi malam setelah mabuk. Lalu kau mengendarai mobil dalam keadaan mabuk tadi pagi..."
"...Dia takut kau terjatuh dan tenggelam ke dalam laut,"
"Pfffft..! Bwahahaha!!" Jeritku.
Aku tak bisa menahan tawa mendengar cerita Hyunshik.
Hyunshik tersenyum lega ketika melihatku puas tertawa seperti itu.
Dia tadi sangat khawatir tentang apa yang terjadi padaku.
"Astaga Min-Jung...! Aku bahkan kemari tidak membawa mobil..."
"Oh? Benarkah? Aku tidak menghitung jumlah mobil di parkiran. Tadi aku langsung pergi meninggalkan Villa dengan cepat," Sahut Hyunshik.
"Hmm?" Gumamku.
Aku menatap Hyunshik.
"Dia datang dalam keadaan terengah-engah karna dia cepat-cepat pergi mencariku...?" Batinku.
Deg deg.
Jantungku berdegup kencang lagi.
"Astaga... Kenapa dia berbuat seperti ini, aku kan, sedang dalam masa mengalihkan perhatian darimu..!"
"Ahhh! Tidak boleh sepeti ini!"
"Kurasa, lebih baik kita pulang sekarang. Saat ini, Min-Jung pasti merasa sangat khawatir," Ajakku.
"Oh? Kau sudah ingin balik? Aku kan baru sampai..." Keluh Hyunshik.
"Cih. Aku sudah berada di sini sangat lama. Tunggu di sini, aku akan mengambil sepatuku lalu antar aku," Pintaku.
Hyunshik menghela nafasnya.
"Astaga, kurasa dia masih menghindari ku...!" Batin Hyunshik.
__ADS_1
"Tunggu. Apa yang barusan kupikirkan? Astaga...!" Batin Hyunshik lagi.
Aku baru saja berdiri dan ingin mengambil sepatuku.
Tapi...
"Kyaaa!" Jeritku.
Aku hampir terjatuh.
Greb!
Tapi Hyunshik menarik tanganku agar aku tidak benar-benar jatuh.
Karna ditarik, sekarang... Wajahku dan Hyunshik hanya berjarak beberapa cm.
"Te-terlalu dekat...!!" Batinku.
Duk.
Seorang pengunjung tak sengaja menabrak punggung Hyunshik.
Sehingga, tangan Hyunshik tak sengaja mendorong bahuku.
Yang kemudian, menyebabkan aku benar-benar terjatuh ke dalam air.
Aku membulatkan mataku terkejut.
"Sial," Batinku kesal.
Hyunshik juga membulatkan matanya karna terkejut.
Ia segera menggulung celananya lalu menghampiriku ke dalam air.
"You-Youra! Kau tidak apa-apa?" Tanya Hyunshik.
Aku terdiam.
"Ahn Youra!!" Panggil Hyunshik panik.
Aku menghela nafas.
"Min Hyunshik!!! Hei! Kau sengaja kan menjatuhkanku ke dalam air?!" Jeritku.
"Ha?" Tanya Hyunshik.
"Kau pikir aku tidak tau kalau kau berbohong dan mengikutiku ke sini. Dan kau sengaja ingin mempermalukanku kan?!"
"He-hei Youra..! Tenanglah..!" Pinta Hyunshik.
Kini, semua pengunjung yang ada di sana memandangi kami dengan tatapan heran.
"Aku jadi menyesal tadi berpikir kalau kau datang karna memang khawatir padaku!" Jeritku lagi.
Hyunshik lagi membulatkan matanya karna terkejut.
Ia segera mengalihkan pandangannya dariku.
Lalu ia membuka kemejanya.
"You-Youra...! Ini, pakai ini..." Kata Hyunshik sambil memberikan kemejanya padaku.
"Ba-bajumu tembus pandang," Lanjut Hyunshik.
Aku terkejut.
"A-apa?! Berikan!" Seruku.
Aku merebut kemeja yang Hyunshik berikan.
"Aku sudah memakainya. Cepatlah. Antar aku kembali," Suruhku.
Aku segera memakai sepatuku dan pergi ke parkiran untuk menunggu Hyunshik.
...
Ckiiit.
"Sudah sampai. Turunlah," Kata Hyunshik.
Aku diam.
Tak menjawab dan tak bergerak.
"Hei Youra. Apa kau mendengarku?" Tanya Hyunshik.
"Apa... Kau sudah merencanakan ini semua?" Tanyaku.
"Apa?" Tanya Hyunshik bingung.
"Kau... Memang sengaja ingin mengerjaiku kan?"
"Apa yang..." tanya Hyunshik.
"Kau tau, aku akan membiarkanmu melanjutkan rencanamu untuk saat ini. Tapi ingat saja, aku akan membalas perbuatanmu,"
"Dan, jangan khawatir, karna aku tidak akan membalas perbuatanmu dalam waktu dekat," potongku.
Cklek.
Aku turun dari mobil dan masuk ke dalam villa.
"Sebenarnya apa yang dia maskud?" Gumam Hyunshik bingung.
Sluurp.
Aku membuat teh hangat setelah aku mandi.
"Astaga. Kurasa, dia akan menganggapku orang aneh sekarang," Gumamku.
"Aku benar-benar merasa bingung sekarang. Perasaanku terhadapnya bercampur aduk,"
"Disaat yang bersamaan, kurasa aku... menyukainya. Tapi juga, aku membencinya,"
"Dia seperti mempermainkan perasaanku..."
Aku menghela nafas.
...
"Astaga. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Seoul!" Keluh Soo-Min.
"Aku benar-benar berlibur di sana," Sahut Min-Jung.
"Benarkan? Saat ingi pergi retret, aku ragu akan ikut atau tidak," jawab Soo-Min.
"Kenapa?" Tanya Min-Jung.
" Karena, aku pasti akan mempunyai tugas yang menumpuk setelahnya,"
Min-Jung tersenyum.
__ADS_1
"Benar,"
"Haaah..."
Mereka berdua menghembuskan nafas berat bersamaan.
Kami semua sudah kembali dari retret kemarin.
Dan semuanya langsung kembali beraktivitas seperti biasanya.
Banyak sekali tugas yang menumpuk untuk kami.
Terutama aku.
Aku baru saja sampai sehabis berlibur.
Tapi besok, aku akan pergi lagi ke Prancis.
Bukannya untuk berlibur.
Melainkan karena ada pekerjaan yang membuatku pergi ke sana.
...
Drrrrt.
Aku menarik koperku keluar dari bandara.
Aku sudah sampai di bandara Charles de Gaulle.
"Astaga... Kakiku keram sekali!!" Keluh Kyung Mi.
"Mau bagaimana lagi. Dari Incheon ke Charles de Gaulle kan 12 jam," Sahutku.
"Apa kita langsung ke hotel?" Tanyaku pada Sekretaris Park.
"Benar nona,"
"Astaga... Sudah kubilang berhenti panggil aku nona," Omelku.
Aku menyiku pelan tangan Pak Park.
Aku melihat Kyung Mi menatapku sinis.
Aku tersenyum licik melihat saudariku ini.
Kemudian, aku berbalik dan pergi meninggalkan Kyung Mi dengan Sekretaris Park berdua.
"Cepatlah Kak. Aku lelah dan ingin segera beristirahat," Panggilku.
"Si Youra sialan itu...!" Batin Kyung Mi mengumpat.
Pak Park menahan senyumnya melihat tingkah laku anak kembar itu.
...
"Sudah siap?" Tanya Kyung Mi.
"Hmm," Jawabku.
Hari ini, di pagi hari, kami bersiap untuk bertemu dengan manager Lèa Seydoux.
Memang tidak bertemu dengannya langsung.
Tapi aku merasa sangat senang walaupun hanya bertemu dengan manager-nya.
–Seoul, Korea Selatan –
"Selamat pagi," Sapa Hyunshik pada beberapa pegawai di kantor.
Hari ini Hyunshik baru bekerja lagi.
Kemarin, dia tidak ada jadwal pemotretan, jadi, dia beristirahat di rumah.
Dan semua orang yang juga ikut ke Pulau Jeju merasa sangat iri padanya.
Meskipun hari ini dia bekerja, dia merasa sangat senang.
"Soo-Min, selamat pagi!" Sapa Hyunshik.
"Oh? Min Hyunshik! Selamat pagi juga. Hari ini kau ada pemotretan ya???"
"Hmm," Jawab Hyunshik senang.
"Baiklah. Selamat bekerja," Pamit Soo-Min.
Hyunshik melanjutkan perjalanannya menuju studio.
Tiba-tiba, ia mengerutkan dahinya saat melewati ruangan orang yang membuatnya merasa bersemangat hari ini.
"Kemana dia...?" Batin Hyunshik penasaran.
Saat Min-Jun lewat, Hyunshik menarik tangannya.
"Hei, Min-Jun. Apa kau melihat si ketua tim menyebalkan itu?" Tanya Hyunshik.
"Aah, ketua Youra? Dia pergi," Jawab Min-Jun.
"Apa? Kenapa dia tidak memberitahuku?" Gumam Hyunshik.
"Hm? Memangnya kau siapanya?" Tanya Min-Jun.
"Ti-tidak. Lalu...?" Elak Hyunshik.
"Entahlah. Kemarin pagi-pagi sekali, aku melihat ketua baru keluar dari ruangannya dan mengambil beberapa dokumen..."
"... Dia sudah berpakaian rapih menggunakan jas warna merah muda-nya..."
"... Aku pikir, dia ada rapat mendadak dengan para atasan..." Lanjutnya.
"Dia pergi ke Prancis," Sahut Min-Jung.
"Apa?!" Jerit Hyunshik dan Min-Jun bersamaan.
"Di-dia kemana?" Tanya Hyunshik lagi.
"Kita akan bekerja sama dengan model Prancis, Lèa Seydoux..."
"... Dan direktur mengajak ketua untuk menemui manager Lèa. Semua di sini sudah mengetahuinya. Hanya kalian yang belum," Jawab Min-Jung.
"Cepat-cepat! Kembali bekerja!" Usir Min-Jung.
"A-ah... Baik baik...!" Keluh Min-Jun.
"Dia ke Prancis?! Tanpa berpamitan padaku?! Berapa lama dia di sana??!" Batin Hyunshik gelisah.
Hyunshik menghela nafas dan kembali berjalan ke studio.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.