Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 16


__ADS_3

"Batu, gunting, kertas!" Seruku dan Eun Kyung bersamaan.


Kami sedang beradu batu gunting kertas untuk memilih siapa yang akan membeli Soju di Toserba dekat rumahku.


"Aku menang. Sana sana, belilah!" Usir Eun Kyung.


"Hei! Enak saja kau mengusirku di rumahku sendiri!" Omelku.


"Ya ya. Cepatlah kak, aku sudah tidak sabar mencoba Haemul-Jjim ini!!" Seru Eun Kyung.


Aku menghela nafas berat.


Cklek.


Aku membuka pintu.


"Jangan makan dulu tanpaku ya!" Seruku pada Eun Kyung.


"Yaa!" Jawab Eun Kyung.


...


Drrrt drrrt.


"Oh!" Gumamku.


Aku merasa ponselku bergetar.


Saat kulihat layarnya.


Tertulis nama 'Hyunshik' yang kemudian membuatku tersenyum kecil.


"Halo?" Panggilku.


"Ah! Youra!" Sahut Hyunshik.


Tap tap tap.


"Ada apa?" Tanyaku.


"Tidak. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu," Jawabnya.


"Hm? Apa itu?" Tanyaku lagi.


"Apa kau sibuk? Dimana kau sekarang? Aku sedang ingin minum, tapi tak ada teman yang menemani," Jelasnya.


Tap tap tap.


"Hm? Memangnya aku temanmu?" Tanyaku lagi.


"Aneh. Aku mendengar sesuatu," Batinku.


Aku menoleh ke arah belakang.


Tapi tidak ada siapa-siapa di sana.


"Aneh. Sepertinya aku mendengar sesuatu..." Batinku bingung.


"Cih. Jadi tidak mau ni?" Tanya Hyunshik balik.


Tap tap tap.


"Hm, bagaimana ya..? Aku dan adik sepupuku baru saja ingin minum bersama. Datang saja ke rumahku," Ajakku.


Disaat yang bersamaan, aku mendengar suara langkah kaki seseorang dari arah belakang.


"Suara itu lagi! Astaga! Aku jadi takut!"


Tap tap tap.


"Astaga! Sepertinya aku sedang diikuti!?" Batinku panik.


"Benarkah? Aku datang ya!" Jawab Hyunshik.


"Hei hei! Min Hyunshik! Jangan tutup dulu telponnya!" Panggilku berbisik.


"Apa? Kenapa?" Tanyanya bingung.


"Begini... Aku sedang menuju Toserba dekat rumah. Tapi, kurasa, aku sedang diikuti seseorang. Dan aku sangat takut! Kumohon tolong aku!" Bisikku.


"Apa?! Dimana kau? Berikan padaku lokasinya! Jangan kemana-mana! Dan jangan melakukan apapun sendirian!" Suruhnya.


Bip.


"Apa?! Hei! Min Hyunshik!" Panggilku.


"Astaga...! Bagaimana ini?!" Gumamku.


...


Glek glek glek.


"Fuaah!"


Aku masih di dalam Toserba karna aku masih takut untuk keluar.


"Apa aku keluar sekarang? Tapi pasti penguntit itu masih menungguku! Kalau aku menunggu Hyunshik, ia lama sekali datangnya!" Gumamku bingung.


Tap tap tap.


Aku berjalan maju mundur dan masih berusaha untuk memikirkan apa yang harus kulakukan.


"Baiklah! Aku tidak bisa menunggu terlalu lama!" Gumamku.


Aku memutuskan untuk keluar dari Toserba.


Kring kring.


Aku benar-benar keluar dari Toserba.


Deg deg.


Jantungku berdegup sangat kencang.


Aku sangat ketakutan sekarang.


Tap tap.


Aku mulai berjalan ke arah rumahku.

__ADS_1


Tap tap tap.


"Lagi-lagi suara itu! Astaga! Aku tidak tahan lagi!" Batinku kesal.


Aku memutar balikkan badanku.


"Hei kau!" Panggilku berteriak.


Penguntit itu terkejut melihat aku yang memanggilnya.


Sehingga, ia berlari menjauh dariku.


Drap drap drap.


" Hei! Jangan lari kau! " Panggilku sambil berusaha mengejarnya.


Drap drap drap.


Penguntit itu berlari makin kencang.


"Astaga! Menyusahkan saja!" Gumamku kesal.


...


Bruuum.


Hyunshik mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Drap drap drap.


Ia melihat seorang wanita berlari mengejar seseorang dengan sweater dan topi hitamnya.


"Astaga! Itu kan... Ahn Youra?!" Gumam Hyunshik terkejut.


Ia langsung memberhentikan mobilnya dan segera keluar lalu mengejar Youra.


Drap drap drap.


...


Hosh... Hosh...


Penguntit itu kelelahan.


Begitupun denganku.


Aku benar-benar lelah sekarang.


Ia berlari sangat cepat.


Dan sekarang, ia malah terpojok karna salah memilih jalan untuknya berlari.


"Hei... ( Hosh ) Siapa kau?! ( Hosh ) Cepat katakan padaku!" Tanyaku pada orang tersebut.


"..."


Dia tidak menjawabku sama sekali.


"Cepat katakan! Atau aku akan panggil polisi!" Suruhku.


"..."


Dia masih tidak menjawab mulai menguji kesabaranku.


Nguuung nguuung.


Ponselku masih terus berdengung.


Tap.


"Astaga! Ada apa dengan ponsel ini?!" Batinku panik.


Penyebabnya adalah hilangnya tanda sinyal di layar ponselku.


Tap.


Dan disana terdapat tanda silang.


Artinya tidak ada sinyal.


Tap.


Mungkin itu disebabkan karna aku sedang berada di jalan buntu sekarang.


Tap.


Duag!


"Kyaa!" Jeritku terkejut.


Seseorang memukul penguntit itu.


Saat aku sedang memeriksa ponselku, aku tidak menyadari bahwa si penguntit itu berjalan mendekatiku.


Sedikit lagi ia benar-benar sampai di hadapanku.


Tapi Hyunshik menghajarnya lebih dulu sebelum penguntit itu benar-benar sampai.


"Jangan berani-berani kau mendekatinya!" Seru Hyunshik.


"Akh! Aw!" Jerit si penguntit tersebut.


"Tunggu! Sepertinya aku mengenal suaranya!" Kataku pada Hyunshik.


Tap tap tap.


Aku menghampiri si penguntit itu.


"Hei! Ahn Youra! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Hyunshik.


Srak!


Aku membuka topi dan masker si penguntit tersebut.


"Do Kwang-Sun?!" Jeritku terkejut.


"Maaf..." Kata Kwang-Sun.


"Tunggu! Kalian saling kenal?! Sebenarnya apa yang terjadi di sini?!" Tanya Hyunshik.

__ADS_1


"Tidak tidak! Dia adalah Do Kwang-Sun! Aku akan menceritakannya padamu nanti," Seruku pada Hyunshik.


Hyunshik mengangkat salah satu alisnya.


...


"Maaf Nona, aku tidak bermaksud untuk menguntitmu," Kata Kwang-Sun pada Youra.


Setelah kejadian itu, aku langsung meminta Hyunshik mengantar kami.


Dan aku juga mengajak Kwang-Sun pergi ke Toserba tadi untuk mengobati lukanya.


"Tidak. Aku yang seharusnya minta maaf, aku tadi mengejarmu seperti itu dan hampir ingin melaporkanmu," Kataku.


"Astaga... Kau pura-pura merendah di depannya..!" Batin Hyunshik kesal.


"Lagipula, kenapa dia mengobati lukanya sih?!" Batin Hyunshik lagi.


"Tidak! Aku yakin kau pasti sangat ketakutan! Aku tau itu! Karena... Aku melihatnya akhir-akhir ini," Potong Kwang-Sun.


Aku membulatkan mataku terkejut karna malu.


"Pfft!"


Hyunshik menahan tawanya.


"A-apa?! Ti-tidak mungkin! Kau pasti salah lihat!" Kataku mengalihkan.


"Oh? Aku juga sering melihatmu!" Seru Kwang-Sun.


Hyunshik mengangkat salah satu alisnya lagi.


"Apa dia pacarmu?" Tanya Kwang-Sun padaku.


Blush.


Aku dan Hyunshik terkejut kemudian saling menatap.


Tak lama, kami langsung tersadar dan mengalihkan pandangan masing-masing.


"Astaga bocah ini!" Batin Hyunshik sambil menutup wajahnya dengan salah satu telapak tangannya.


Sedangkan aku, pipiku merona sangat merah.


Hingga aku mengalihkan pandanganku dari Hyunshik.


"A-ah! Hei Kwang-Sun! Ke-kenapa kau bisa kemari?" Tanyaku mengalihkan topik.


"Bukankah rumah orangtuamu berada di daerah Myeongdong?" Tanyaku lagi.


"Tidak. Ternyata mereka sudah pindah ke daerah dekat sini," Jawabnya.


"Paman yang waktu itu mengantarku mengatakan itu padaku. Lalu, saat aku masuk ke dalam rumah, aku benar-benar bertemu dengan orangtuaku..!" Jelasnya.


"Pffft, paman...!" Batinku geli mendengar bahwa Min-Jun dipanggil paman olehnya.


"Ah, baiklah, kalau begitu, lebih baik kuantar kau pulang..!" Ajakku.


Aku menarik tangan Hyunshik.


Hyunshik membelalakkan matanya karna terkejut.


"Ayo!" Ajakku padanya.


...


"Astaga!!!" Jeritku.


"Ada-ada saja!" Seru Hyunshik.


"Haaaah, akhir-akhir ini aku sering bertemu dengan kejadian seperti itu. Jadi aku tidak terlalu terkejut," Kataku sombong.


"Astaga! Benarkah?!" Tanya Hyunshik panik.


Ting!


Aku mendapat pesan dari Eun Kyung.


------------------------------------------------------------------------


Eun Kyung:


Kak, sebenarnya kau kemana


sih?!


Kenapa lama sekali?!


Sudahlah, aku masak Ramyeon


saja! Aku taruh Haemul-Jjim nya di pendingin.


Aku marah padamu!


------------------------------------------------------------------------


"Astaga, si Eun Kyung ini!" Gumamku kesal.


"Siapa?" Tanya Hyunshik.


"Adik sepupu yang waktu itu kuceritakan," Jawabku.


"Aku dan dia ingin makan Haemul-Jjim sambil minum. Tapi karna kejadian ini terjadi, sepertinya aku harus menundanya. Dan ia marah padaku," Jelasku.


"Aku akan makan sendiri saja. Tolong antarkan aku pulang ya..!" Pintaku.


"..."


Hyunshik tak menjawab.


"Hei, Min Hyunshik...! Kenapa tidak jalan?" Tanyaku.


"Bagaimana jika... Kau menginap di rumahku dulu?" Tanya Hyunshik.


"?!!!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2