
Ckrek. Ckrek.
Selama perjalanan, aku, Soo-Min, dan Min-Jung banyak mengambil foto.
Aku mengunggahnya ke akun Katolk-ku.
Tiba-tiba, muncul notifikasi dari ponselku.
------------------------------------------------------------------------
Jeon Jaehwa:
Apa kau sudah sampai?
Kau tau? Aku juga masih di Jeju.
Apa aku boleh mampir?
------------------------------------------------------------------------
Itu dari Jaehwa!
" Oh astaga...! " Batinku senang.
------------------------------------------------------------------------
Ahn Youra:
Tentu!
------------------------------------------------------------------------
Terkirim!
Aku melanjutkan perjalananku dengan iringan senyuman yang terlukis di wajahku.
"Pulau Jeju, aku dataaaaang!!" Jerit Soo-Min.
Kami semua tertawa mendengar jeritan Soo-Min.
"Harusnya kau tinggal saja dia. Berisik sekali...!" Sahut Dae-Oh berbisik padaku.
Kami sudah sampai di Villa tempat kami menginap.
Kami menginap di Villa Geonbuk yang lokasi-nya benar-benar berada di depan Pantai Hamdeok.
"Kyung Mi bilang ada 5 kamar. 3 di bawah dan 2 di atas..." Jelasku.
Saat ini, kami sedang mendiskusikan kamar yang akan kamu pakai.
"... Kurasa, para pria sebaiknya menggunakan kamar di bawah," Lanjutku.
"Kalau begitu , ayo kita bereskan barang terlebih dahulu..!" Ajak Min-Jung.
"Jadi, hari ini kita bebas?" Tanya Soo-Min sambil berusaha membuka kopernya.
"Hmm..." Jawabku sambil mengangguk.
"Aaah, aku ingin menonton tv di bawah. Apa kalian akan ikut?" Tanya Soo-Min padaku dan Min-Jung.
"Aku akan turun," Jawab Min-Jung yang langsung bersiap mengekori Soo-Min.
"Aku akan menyusul.." jawabku.
"Sampai bertemu di bawah..!" Pamit Soo-Min.
"Hmm.." jawabku lagi.
Aku lanjut membereskan baju-baju ku.
Ting!
------------------------------------------------------------------------
Jeon Jaehwa:
Dimana lokasi vila-mu?
------------------------------------------------------------------------
Aku melukis senyumku kembali.
Min-Jung mengangkat salah satu alisnya penasaran setelah pandangannya tertuju padaku.
"Siapa itu?" Tanya Min-Jung.
"Oh? Bukan siapa-siapa..." Jawabku malu.
"Oh! Apakah kau akhirnya berpacaran dengan pria dari aplikasi itu?" Tanya Min-Jung lagi teringat dengan kencan butaku waktu itu.
"Tidak. Dia bahkan tidak datang ke kencan buta waktu itu," jawabku.
"Lalu, siapa itu?" Tanya Min-Jung lagi.
"Temanku," Jawabku singkat.
"Ya ya... Hanya teman, tapi bukankah kau lebih suka ia menjadi lebih dari temanmu?" Ledek Min-Jung sambil berlari ke luar kamar.
"Apa? Hei, Oh Min-Jung!!" Panggilku.
Drap drap drap!
"Min-Jung? Kenapa kau berlari seperti ini?" Tanya Soo-Min.
Min-Jung tertawa hingga semua yang berada di ruang keluarga heran melihat tingkah laku wanita itu.
"Tidak. Aku tidak apa-apa. Malah, sepertinya Ketua Youra yang tidak apa-apa," Jelas Min-Jung yang membuat Hyunshik mengangkat salah satu alisnya bingung.
Bruk.
Min-Jung duduk di samping Soo-Min untuk ikut menonton tv bersama yang lain.
"Maksudmu?" Tanya Hyunshik.
"Hati ketua sepertinya sedang berbunga-bunga..." Jawab Min-Jung.
"Benarkah? Karna apa?" Tanya Soo-Min jadi penasaran.
Drap drap drap drap.
Aku berlari menuruni anak tangga dengan cepat hingga membuat semua orang memusatkan perhatiannya padaku.
"Oh! Ketua! Kami baru saja membicarakan..."
Soo-Min baru saja menyapa Youra, tapi Youra langsung melewati mereka semua yang sedang menonton tv bersama.
"Sepertinya kau benar. Tapi, karna apa ya..?" Tanya Soo-Min heran.
Min-Jung dan Soo-Min mengintip Youra dari jendela.
"As-ta-ga...!!" Gumam Min-Jung terkejut.
Hyunshik yang awalnya berusaha untuk tidak peduli malah jadi penasaran dengan apa yang terjadi.
Hyunshik juga melihat ke arah jendela kemudian membulatkan matanya.
Drap drap drap!
Belum ada semenit, ia langsung berlari keluar menuju parkiran.
...
------------------------------------------------------------------------
Jeon Jaehwa:
Aku sudah sampai, bisakah kau keluar?
------------------------------------------------------------------------
Drap drap drap!!
Aku keluar kamar dan segera menuruni tangga menuju parkiran setelah mendapat pesan dari Jaehwa.
"Ketua!!" Panggil Min-Jun.
Aku melihat Min-Jun berdiri dengan Jaehwa di belakangnya.
Jaehwa melambaikan tangannya padaku.
Kemudian, aku membalas lambaian tangannya.
Drap drap drap.
Aku menghampiri mereka.
__ADS_1
"Halo," Sapa Jaehwa.
"Halo," Sapaku balik.
"Ah, aku membawa pizza dan cola untuk makan siang. Apa tidak apa-apa?" Tanya Jaehwa memastikan.
"Tentu! Tidak apa-apa," Jawabku.
Kami saling menatap hingga beberapa saat.
"Ah, Min-Jun, bisakah kau membantuku membawa pizza-nya?" Tanyaku yang sebenarnya berusaha mengalihkan.
"Tentu," Jawab Min-Jun sambil mengikutiku ke mobil Jaehwa.
Aku mengambil beberapa botol cola untuk dibawa masuk.
"Ah, kau tidak perlu membawanya. Biar aku saja," Kata Jaehwa yang langsung mengambil kembali botol-botol yang kubawa.
"Ah... Baiklah..."
Drap drap.
Tiba-tiba Hyunshik datang mengampiri kami.
"Oh? Apa kau memesan pizza? Biar kubawakan. Kau boleh pergi, pengantar pizza," Kata Hyunshik yang sebenarnya mengusir Jaehwa.
Aku membulatkan mataku.
Bug!
Aku memukul punggung Hyunshik.
Jaehwa membulatkan matanya melihat Hyunshik meringis.
"Aakh!" Jerit Hyunshik.
"Kau sudah gila ya? Ini temanku, Jeon Jaehwa!" Omelku berbisik padanya.
"Oh? Temanmu? Atau... Pacarmu?" Sindir Hyunshik.
Blush!
Pipi Jaehwa langsung merah mendengar Hyunshik berkata seperti itu.
Hyunshik mengangkat salah satu alisnya terkejut.
"Apa-apaan itu..?!" Batin Hyunshik.
Sepertinya, hanya Hyunshik yang melihat respon Jaehwa saat mendengar perkataan Hyunshik tadi.
...
"Nama saya Jeon Jaehwa. Salam kenal," Kata Jaehwa mengenalkan diri.
"Hei ketua, apakah pria ini temanmu?" Tanya Min-Jung sambil berbisik.
"Apa dia sudah punya pacar?" Tanya Soo-Min menyahuti pertanyaan Min-Jung.
Aku mengangguk kecil mengiyakan.
"Ah, aku mengundangnya untuk ikut dalam kegiatan kita selama di sini, apa tidak apa-apa?" Tanyaku pada yang lain setelah teringat bahwa aku belum memberitahu teman-teman yang lain.
"Tentu!" Jawab yang lain.
"Mohon kerjasamanya..!" Seru Jaehwa.
Kurasa semua senang dengan kehadiran Jaehwa di sini.
"Aku merasakan, bahwa ada sesuatu di antara mereka berdua. Daritadi aku merasakan kalau mereka bukanlah sekedar teman..." Bisik Min-Jun pada Hyunshik.
Bug.
Hyunshik memukul tangan Min-Jun.
"Jangan berbicara yang tidak-tidak!" Omel Hyunshik.
"Astaga... Hei, kau tau kan? Begini-begini aku masih senior-mu tau!" Omel Min-Jun.
"Senior yang tidak pandai mencerna kata-kata..!" Cemooh Hyunshik.
"Astaga, anak yang satu ini, bla bla bla.." Kata Min-Jun mulai mengomeli Hyunshik layaknya seorang ibu yang habis memergoki anaknya pulang malam.
"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua..?!" Batin Hyunshik.
"Apa boleh jika aku kembali besok?" Tanya Jaehwa padaku.
"Tentu..." Jawabku.
"Sampai nanti..." Pamit Jaehwa sambil tersenyum.
Tap tap.
"Jadi, apa dia benar-benar sudah pergi?" Sindir Hyunshik yang tiba-tiba datang.
Aku melirik sinis ke arah Hyunshik.
"Cih,"
"Astaga... Entah kenapa aku merasa tidak tenang semenjak pria itu datang...!" Batin Hyunshik.
"Tadi..."
[ Flashback kejadian beberapa jam yang lalu ]
"Ah, aku belum dapat gelas..." Seru Youra setelah melihat bahwa tumpukan gelas yang tadinya menggunung sekarang lenyap.
"Ah..!" Gumam Hyunshik menyadari hal tersebut.
Kemudian, ia melihat ada gelas di sampingnya.
Baru saja Hyunshik akan memberikan gelas pada Youra.
Tapi...
"Ini..!" Kata Jaehwa sambil memberikan gelas baru dari dapur.
Hyunshik membulatkan matanya terkejut.
"Sial..!" Gumam Hyunshik kesal.
Byuur.
"Astaga, ketua, maafkan aku..." Kata Min-Jun yang tidak sengaja menumpahkan cola-nya ke atas celanaku.
"Ah.. tidak apa-apa..." Jawabku.
Hyunshik menoleh ke arahku sambil mengangkat kedua alisnya penasaran.
Aku meliat celana-ku yang basah.
Hyunshik baru saja ingin memberikan bantal yang ada di dekatnya untuk diberikan kepadaku agar aku dapat menutupi bagian celana yang basah sementara.
Pluk.
Tapi, lagi-lagi Hyunshik kalah cepat dengan Jaehwa yang langsung menutupi kaki-ku dengan jaketnya.
"Maaf, aku permisi dulu..." Pamitku.
Aku pergi ke kamar untuk mengganti pakaianku.
Hyunshik menghela nafas.
[ Selesai Flashback ]
"Astaga, kenapa aku memikirkannya?!" Batin Hyunshik tersadar.
...
Esoknya...
"Berarti, kelompok 1 adalah kelompok Jaehwa, dan kelompok 2 adalah kelompok Hyunshik.." kata Dae-Oh menjelaskan.
"Hmm!" Jawab semuanya.
Hari ini, kami sedang berada di pantai untuk berlomba.
Beberapa hari sebelum retret, Dae-Oh dan Yun-Hee yang mengusulkan untuk mengadakan perlombaan di pantai.
Dan kami menentukan beberapa jenis olahraga yang akan kami lombakan.
Hari ini, Hyunshik dan Jaehwa adalah ketua tim.
Karna kami hanya berjumlah 13 orang ( sudah termasuk Jaehwa ), yang bermain hanya ada 4 orang di setiap kelompok.
Dae-Oh tidak ikut bermain karna dialah yang akan menjadi juri bersama Yun-Hee.
__ADS_1
Sedangkan Aku, Min-Jung, dan Soo-Min berada di dapur untuk membuat Lemonade untuk yang lain.
"Hei, Soo-Min kau sengaja membawa dress ya..?" Tanya Min-Jung sambil melihat pakaian yang dipakai Soo-Min saat ini.
"Meskipun ini musim gugur, tapi kalau berada di pantai, pasti panas. Makanya aku menggunakan dress, ya kan ketua?" Tanya Soo-Min mencari pembelaan.
Aku tertawa kecil mendengar alasan Soo-Min.
"Benar juga sih," Jawab Min-Jung bergumam.
"Kalau begitu? Apa aku juga ganti dress?" Tanya Min-Jung pada kami.
Aku dan Soo-Min menatap Min-Jung dengan heran.
Pasalnya, Min-Jung tadi menanyakan alasan Soo-Min memakai dress saat ini.
"Sebenarnya.. aku juga membawa dress..." Jelas Min-Jung malu-malu.
"Ah, bukankah ketua juga membawanya? Aku melihat kau sedang melipat dress biru muda-mu kemarin..." Tanya Min-Jung padaku.
Aku mengangguk malu.
"Astaga, apa kau tidak kepanasan memakai baju lengan panjang saat ini?" Tanya Soo-Min.
"Apa aku pakai saja ya??" Tanyaku.
"Kau? Pakai dress? Memangnya muat?"
Aku membayangkan kalimat yang kemungkinan akan dikatakan Hyunshik nanti.
"Aish...!" Gumamku.
"Astaga, tentu saja..! Semuanya sudah pakai dress, hanya kau yang belum..!" Seru Soo-Min yang tiba-tiba mendukung Min-Jung.
"Benarkah? Bahkan mereka yang sedang bermain Volli?" Tanyaku terkejut.
"A-ah.. kalau mereka, pastinya tidak kan..?" Kata Soo-Min mencari alasan.
"Cantik,"
Lagi-lagi aku membayangkan kemungkinan kalimat yang akan diucapkan Hyunshik nanti.
"Mungkinkah dia akan mengatakannya?" Batinku sedikit berharap sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan memakainya..." jawabku.
...
"Ketua Youraaaa!" Panggil Yun-Hee sambil melambaikan tangan.
Semua yang berada di sana menoleh ke arah kami yang baru datang dari dapur.
Hyunshik membulatkan matanya melihatku berjalan dengan rambut yang dikuncir bak ekor kuda, dan memakai dress biru muda yang daritadi kubicarakan.
Buk!
"Aduh!" Jerit Min-Jun kesakitan karena
terkena bola yang dilempar asal oleh Hyunshik.
Baru saja Hyunshik ingin menghampiriku.
"Oh? Apa ini lemonade? Boleh aku minta satu?" Tanya Jaehwa yang tiba-tiba berdiri di hadapanku.
Lagi-lagi ia didahului oleh Jaehwa.
"Cecunguk itu..!" Batin Hyunshik.
"Wah.. ini segar sekali," Puji Jaehwa.
"Terimakasih.." kataku malu.
Puk.
Min-Jun menepuk pundak Hyunshik.
"Hei, fokuslah!" Omel Min-Jun.
"Benar juga, aku harus fokus agar aku dapat menang dari cecunguk satu itu..!" Batin Hyunshik membara.
Beberapa saat kemudian...
[ Bola Volli ]
Tim 1 - Tim 2
5 - 3
"Pemenangnya adalah, tim Jaehwa..!" Seru Yun-Hee.
"Astaga, sial!!" Batin Hyunshik kesal setelah melihat papan nilai.
"Awas saja kau! Lihat saja di perlombaan selanjutnya!!!" Batin Hyunshik lagi.
[ Berenang ]
"Pemenangnya adalah Jaehwa..!" Seru Yun-Hee lagi.
"Sudah. Sudahlah. Aku... tidak akan ikut lomba selanjutnya..!" Batin Hyunshik menyerah.
Ia kelelahan karna bekerja keras mengalahkan Jaehwa.
Aku melihatnya duduk di atas pasir kemudian mengangkat kedua alisku.
Hosh. Hosh.
Kulihat napasnya terengah-engah karna sangat kelelahan.
Tap. Tap.
Aku berjalan mendekatinya.
Deg deg. Deg deg.
Entah kenapa, jantungku berdegup sangat kencang sekarang.
"Diamlah dasar jantung..!" Batinku kesal.
"Ini..." Kataku sambil memberikan minuman padanya.
Ia membulatkan matanya karna terkejut melihatku datang.
"Oh. Terimakasih," Jawabnya.
Buk.
Aku duduk di sampingnya.
Deg deg. Deg deg.
"Lagi-lagi suara detak jantungku...!" Batinku.
"Apa kau tidak kedinginan memakai dress di musim gugur..?" Tanya Hyunshik.
Aku tersenyum kecil.
"Dibanding dingin, kurasa aku sangat kepanasan sekarang..." jawabku sambil mengerutkan kening karena merasa silau.
Hyunshik menonggakkan kepalanya ke atas.
Ia melihat bahwa aku berada di sisi yang panas dan tidak terpayungi.
Greb.
Ia menjulurkan tangannya dan memelukku.
Aku membulatkan mataku.
Ia memang berniat untuk menarikku masuk ke bawah area payung yang teduh.
Tapi...
Caranya itu, membuatku...
Deg deg. Deg deg.
"Astaga, diamlah...!" Batinku.
Jantung dalam tubuhku ini semakin terdengar berisik.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.