Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 24


__ADS_3

"Jadi ini tempat tinggal ketua?" Tanya Soo-Min dengan mata yang bersinar.


"Besar juga," gumam Dae-Oh.


"Kupikir ia tinggal di apartemen karena sering pulang bersama Hyunshik," lanjut Soo-Min.


"Kupikir juga begitu," jawab Dae-Oh.


"Ayo!" Ajak Min-Jung yang berjalan mendekati pintu pagar rumahku.


Ting tong, ting tong.


"Kurasa ia sedang tidak di rumah," kata Min-Jung yang sedikit kecewa setelah mengetahui bahwa ia tak mendapat respon dari sang pemilik rumah.


"Lebih baik kita pulang saja," ajak Min-Jung yang mulai berjalan menjauh dari rumahku.


"Jangan! Biar aku coba sekali lagi, jika masih tak ada respon, baru kita pergi," kata Soo-Min sambil menarik tangan Min-Jung.


Ting tong, ting tong.


Soo-Min menekan bel rumahku berkali-kali.


Cklek!


Soo-Min, Min-Jung, dan Dae-Oh terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka.


Mereka berusaha untuk mengintip lewat pagar.


Tapi sayangnya, pagar rumahku terlalu tinggi sehingga membuat mereka semakin penasaran.


Cklek...


"Ketuaaaa!!!" Seru Soo-Min yang langsung berlari memeluk 'si pembuka pintu'.


"He-hei! Kang Soo-Min!" Panggil Min-Jung yang terkejut melihat Soo-Min asal memeluk orang tanpa melihat wajahnya terlebih dahulu.


"Hei, Oh Min-Jung! Bukankah kau juga merindukan Ketua Youra? Jangan jual mahal dan bergabunglah dengan kami!" Seru Soo-Min mengajak Min-Jung.


"Ta-tapi...!"


"Apakah setiap pegawai di perusahaan kalian mempunyai kebiasaan seperti ini?" Tanya 'si pembuka pintu'.


"Tunggu! Ini bukan suara Ketua Youra!" Batin Soo-Min tersadar.


"La-lalu... Siapa ini?!"


Soo-Min menolehkan kepalanya ke arah 'si pembuka pintu'.


"Si-siapa kau?!" Seru Soo-Min terkejut.


Ia langsung melepas pelukannya dari orang tersebut.


"Astaga..."


...


"Masih tidak percaya?"


"Tentu saja! Kami belum pernah mendengar tentangmu dari ketua!" Jawab Soo-Min.


"Haaah...."


"Sudah kukatakan, namaku Seo Eun-Kyung. Sepupunya Kak Youra,"


"A-aku masih tidak percaya!" Seru Soo-Min.


"Terserah..." jawab Eun-Kyung.


"Ngomong-ngomong, apakah kalian benar-benar temannya Kak Youra? Muka kalian tidak familiar," tanya Eun Kyung balik.


"Hei! Kami ini tidak hanya sekedar teman! Kami ini kolega, sekaligus sahabatnya di kantor!" Jawab Soo-Min sewot.


"Aku masih tak percaya Kak Youra berteman dengan orang-orang yang suka mengajak ribut seperti mereka," gumam Eun Kyung.


"Apa kau bilang?!" Tanya Soo-Min yang ternyata mendengar gumaman Eun Kyung.


"Hei, Kang Soo-Min, tenanglah!" Kata Min-Jung yang daritadi memegang tangan Soo-Min agar sahabatnya itu tak membuat keributan.


"Harusnya aku yang mencurigai mu! Aaakh! Sudahlah! Aku panggil polisi saja!" Seru Soo-Min yang sudah tak tahan.

__ADS_1


Ia segera menekan angka 112 di ponselnya.


"Halo? Ada yang bisa kubant-"


Brakk!


Soo-Min membulatkan matanya terkejut melihat ponselnya yang terjatuh setelah dilempar oleh Eun Kyung.


Ia segera mengambil ponselnya dan memeriksanya.


"Astaga... KAU INI KALAU INGIN BERTENGKAR DENGANKU KATAKAN SAJA! JANGAN PANCING EMOSIKU DULU LALU MEMBUATKU SEPERTI ORANG YANG MEMULAINYA!" Raung Soo-Min yang sudah tak tahan dengan Eun Kyung.


"Astaga... Matilah aku," batin Eun Kyung pasrah.


"Dasar wanita," gumam Dae-Oh yang mulai lelah dengan sikap temannya itu.


Soo-Min masih berusaha lepas dari tangan Min-Jung untuk menarik rambut Eun Kyung.


"Hei, Kang Soo-Min, te-tenanglah...!" Suruh Min-Jung yang mulai kewalahan menghadapi amukan sahabatnya.


Eun Kyung berusaha menutupi tangannya yang mulai gemetar agar terlihat keren di mata teman-teman sepupunya itu.


"Begini, kami kesini tadinya ingin membuat pesta kecil untuk Ketua Youra, itu karena kami lihat, sepertinya ia sedang mempunyai banyak pikiran," jelas Min-Jung yang masih berusaha menghalangi Soo-Min melakukan hal yang akan disesali olehnya.


"Tapi, kenapa kalian ke sini?" Tanya Eun Kyung.


"Apa maksudmu?! Ini rumah Ketua Youra bukan?!" Tanya Soo-Min balik.


Sementara itu, Min-Jung dan Dae-Oh masih mengerutkan keningnya memikirkan maksud pertanyaan Eun Kyung.


"Apa... Maksudmu?" Tanya Min-Jung ragu.


"Kalian tidak mengetahuinya? Untuk sementara, Kak Youra tinggal di rumah paman Ahn ( Ayahnya Youra )," jawab Eun Kyung.


"Benarkah?" Tanya Min-Jung.


"AKU TAK PERCAYA ITU! AKU YAKIN KAU MENYEMBUNYIKANNYA! KELUARKAN KETUA YOURA!" Seru Soo-Min yang makin menjadi-jadi.


"Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang?" Tanya Eun Kyung.


"Bagaimana ini...?" Tanya Min-Jung berbisik pada Dae-Oh.


Dae-Oh hanya mengangkat kedua bahunya menandakan sama bingungnya dengan Min-Jung.


Soo-Min langsung mengalihkan pandangannya karena tak ingin ditanya.


"Astaga..." Batin Min-Jung lelah.


"Bagaimana jika kalian tetap hias ruangannya tapi kemudian dibuat video saja?" Tanya Eun Kyung menawarkan.


"Yah.. itu bisa saja, tapi.. apakah boleh jika kami tetap menghias sebelum izin pada ketua?" Tanya Min-Jung.


"Astaga orang-orang ini.." batin Eun Kyung kesal.


Eun Kyung menghembuskan nafas panjang menahan untuk melampiaskan amarahnya.


"Soal itu kalian tidak usah khawatir, aku yakin Kak Youra tidak akan mempersalahkannya," jawab Eun Kyung berusaha tenang.


Min-Jung dan Dae-Oh hanya menghias bagian ruang tamu.


Mereka hanya memerlukan satu ruangan untuk dipakai.


Eun Kyung juga membantu mereka menghias ruangan.


Dan tak kusangka, Soo-Min juga ikut membantu, meskipun, ia masih merasa kesal dengan Eun Kyung.


"Sini, biar aku yang merekamnya," Kata Eun Kyung menawarkan.


"Jadi, ponsel siapa yang akan dipakai untuk merekam?" Tanya Min-Jung.


"Apa maksudmu?" Tanya Eun Kyung.


"Ponselku mati, aku pergi terburu-buru kesini, jadi aku belum sempat untuk mengisi dayanya," jawab Min-Jung.


"Aku juga," sahut Dae-Oh yang daritadi tak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Soo-Min..." Gumam Min-Jung yang menoleh ke arah sahabatnya itu.


"Kalian lupa? Ponselku kan rusak setelah dijatuhkan oleh SESEORANG," jawab Soo-Min sambil melirik sinis ke arah Eun Kyung.

__ADS_1


"Astaga, wanita ini!!" Batin Eun Kyung kesal setelah tersadar bahwa Soo-Min baru saja menyindirnya.


Eun Kyung menghembuskan nafas panjang.


"Apa boleh buat, cepatlah ke posisi kalian, aku akan merekamnya dengan ponselku," suruh Eun Kyung yang langsung mengambil ponselnya di atas meja.


"Benarkah?" Tanya Min-Jung merasa tak enak.


Eun Kyung mengangguk lalu mulai membantu 3 sahabat itu mengatur posisi.


...


Brak!!


Aku menjatuhkan diri ke atas kasur dan segera menyalakan ponsel bersiap menuju dunia maya.


Ting!


Gerakan tanganku terhenti setelah melihat notifikasi bahwa aku mendapat pesan dari Eun Kyung.


"Mau apa dia?! Jangan-jangan dia melakukan sesuatu lagi?!" Gumamku curiga setelah mengetahui bahwa Eun Kyung mengirimkan sebuah video.


Aku menekan tombol berbentuk segitiga di tengah layar.


"Halo ketua! Tadi sore kami datang ke rumahmu," Sapa Min-Jung dalam video tersebut.


"Kami sebenarnya ingin mengadakan pesta kecil dan mengejutkanmu. Tapi, saat kami diberitahu oleh Eun Kyung bahwa kau tidak ada di rumah, kami akhirnya memutuskan untuk membuat video saja,"


"Begini, akhir-akhir ini kami melihat sepertinya kau mempunyai banyak pikiran yang mengganggumu, kami hanya ingin mengatakan bahwa kau tidak sendiri, kami akan selalu ada disini untukmu,"


"Kami siap mendengarkan ceritamu kapan pun, makanya, jangan dipendam sendiri dan siapa tahu, kami dapat membantumu menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggumu," jelas Min-Jung.


Aku mulai merasakan bahwa mataku mulai terasa hangat.


"Ketua, aku sangat merindukan kita makan bersama," kata Soo-Min yang langsung pergi keluar dari layar.


"Emm, aku yakin kau bingung mengapa Soo-Min tidak banyak bicara. Aku habis menyaksikan pertengkaran hebat antara ia dan Eun Kyung tadi," bisik Min-Jung yang mendekatkan wajahnya pada kamera.


Aku menahan tawa setelah membayangkan bagaimana pertengkaran antara sahabat dan sepupunya itu terjadi.


"Youra, Min-Jung dan Soo-Min benar. Dunia tak akan hancur jika kau meminta bantuan pada kami. Itu gunanya sahabat bukan?" Kata Dae-Oh dengan gaya biasanya ( Sedikit berbicara tapi mengena, dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya ).


"Astaga, aku tak percaya mereka melakukan ini demi aku!" Gumamku senang.


Tok tok.


Aku langsung berbalik menuju asal suara dan menutup layar ponselku dengan tangan.


"Sibuk?" Tanya Kyung Mi sambil melipat tangannya di dada.


"Sekarang jadi tidak," jawabku menyindir.


Kyung Mi berjalan menghampiriku sambil tersenyum kecil.


"Mau apa?" Tanyaku.


"Apa kau lupa? Kau kan janji akan menemaniku jalan-jalan keluar," jawab Kyung Mi memeragakan aegyo di hadapanku.


"Kapan aku bilang begitu?!" Tanyaku sambil menunjukkan tatapan meringis.


"Kemarin, saat kita minum bersama," jawab Kyung Mi.


"Apa?! Aku bahkan tidak ingat bahwa kita minum bersama kemarin," tolakku.


"Tidak bisa begitu, janji adalah janji. Dan kau harus menepatinya," omel Kyung Mi yang langsung melipat kedua tangannya lagi.


"Kau takkan bisa menyuruhku!" Jawabku yang masih menolak.


"Ayo! Ayo! Ayo!" Kata Kyung Mi yang mulai menarik tanganku keluar dari kamar.


"Pelanggaran! Kau main fisik! Mana boleh begitu!" Jeritku yang berusaha menarik sesuatu agar tak tertarik oleh kakakku.


"Cepatlah bersiaaapp!!" Omel Kyung Mi yang mulai menarik lebih kencang.


"Tidak mauuuu!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2