Red String Between Us

Red String Between Us
Episode 22


__ADS_3

"Youra, selamat pagi!!!" Sapa Hyunshik.


"Hm? Ke-kenapa kau datang ke kantor?" Tanyaku.


"Iya, managerku bilang ada perubahan jadwal untuk sementara," Jawabnya.


"Begitu..." Gumamku.


"Tunggu!"


"Astaga! Bodoh sekali aku! Harusnya aku tidak menanyakan hal itu!" Batinku panik.


"Jadwal pemotretan kan aku yang mengatur! Aku sampai lupa dengan pekerjaanku sendiri!!"


Aku menundukkan kepalaku karena malu.


Hyunshik tersenyum melihatku.


"Astaga! Imutnya!" Batin Hyunshik senang.


"Ngomong-ngomong, apa kau menyukai steak yang kemarin?" Tanya Hyunshik.


"Hm. Aku suka," Jawabku.


"Aku harus kabur sekarang!"


"Ah! Aku harus memberikan dokumen pada manager utama. Sampai nanti...!" Pamitku.


"Tentu. Sampai nanti...!" Jawab Hyunshik.


Klotak klotak klotak.


Aku berjalan setengah berlari meninggalkan Hyunshik.


...


Esoknya...


"Ahn Youra!!" Sapa Hyunshik.


Deg!


Aku menoleh ke arah Hyunshik.


Ia tersenyum padaku.


Aku membalasnya dengan kembali tersenyum.


Klotak klotak klotak.


Lalu aku segera pergi masuk ke dalam lift.


Hyunshik baru ingin menghampiriku.


Tapi langkahnya terhenti begitu melihatku terburu-buru masuk ke dalam lift.


Hyunshik mengerutkan keningnya.


"Astaga... Sepertinya dia sibuk sekali" Gumam Hyunshik.


...


"Haaah..."


Aku menghela nafas.


Beberapa hari ini Hyunshik selalu menyapaku.


"Ahn Youra!!"


"Youra!!"


"Ketua!!"


"Ketua Youra!!!"


Aku menggelengkan kepalaku karena terngiang panggilan-panggilan Hyunshik akhir-akhir ini.


"Aish! Sadarlah!" Gumamku.


"Astaga...! Bisa gila aku!" Batinku lelah.


"Ayo pergi," Ajak Kyung Mi.


"Hm," Jawabku sambil mengangguk.


...


"Aneh, rasanya aku merasakan ada sesuatu yang aneh dari Youra," Gumam Hyunshik.


"Dia benar-benar seperti... Menghindariku??" Gumamnya lagi.


Hyunshik mengingat-ingat kejadian beberapa hari yang lalu.


Ia menyapa Youra setiap bertemu dengannya.


Tapi, Youra selalu pergi dengan mengatakan bahwa ia mempunyai banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


"Astaga, aku sangat penasaran," Gumamnya lagi.


Deg!


Hyunshik mengerutkan keningnya.


Pandangannya tertuju pada sebuah mobil hitam.


Dan ia melihat Youra masuk ke dalam mobil itu bersama Kyung Mi.


"Aku juga merasa akhir-akhir ini, Youra juga tidak membawa mobilnya,"


Hyunshik menggeleng-gelengkan kepalanya


"Astaga! Aku jadi tambah penasaran!"


"Aku harus mencari tahu! Bagaimana ya...?"


Hyunshik terpikirkan seseorang.


"Siapa ya namanya?" Gumamnya bingung.


"Seo.. Seo Eun Kyung!" Seru Hyunshik senang.


"Aku harus mendapat jawaban darinya!"


Hyunshik segera menyalakan mesin mobilnya.


...


Tap tap tap.


"Astaga... Sehabis pelajaran Profesor Kim pasti akan mendapat tugas. Menyusahkan saja...!" Gumam Eun Kyung kesal.


Eun Kyung baru keluar kelas dan hendak pergi ke kantin.


"Untunglah aku masih bisa istirahat setelahnya"


"Seo Eun Kyung..?" Panggil seseorang.


Eun Kyung membulatkan matanya.


Ia berbalik dan mencari pemilik suara tersebut.


"Ah, benar. Ternyata kau Eun Kyung," Gumam orang tersebut.


Eun Kyung mengangkat salah satu alisnya bingung.


"Halo. Nama saya Min Hyunshik," Kata pria tersebut memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Halo," Jawab Eun Kyung.


"Kak Hyunshik?" Batin Eun Kyung.


...


Setelah menemukan Eun Kyung, Hyunshik mengajak Eun Kyung pergi ke taman di dekat kampus.


"Mau apa dia?" Batin Eun Kyung.


"Begini, aku adalah... Teman kerja Ahn Youra," Kata Hyunshik.


"Aku ingin menanyakan suatu hal padamu," Lanjut Hyunshik.


Eun Kyung menghela nafas.


Kemudian melipat kedua tangannya.


"Maaf aku memotongmu, tapi... Kurasa aku tau apa yang ingin kau tanyakan," Potong Eun Kyung.


Hyunshik mengangkat kedua alisnya.


"Begini, kalau ini berhubungan dengan Kak Youra, maaf, tapi... Aku tidak bisa memberitahumu apapun," Lanjutnya.


Hyunshik membulatkan matanya terkejut.


"Kenapa?" Tanya Hyunshik.


"Aku juga tidak bisa memberitahumu alasannya," Jawab Eun Kyung.


Eun Kyung merasa bersalah mengatakan hal seperti itu pada Hyunshik.


Ia tak berani menatap ke arah Hyunshik.


"Maafkan Aku..." Batin Eun Kyung.


Ada alasan mengapa Eun Kyung merasa sangat bersalah.


Ahir-akhir ini, Eun Kyung melihat ada seorang pria mendatangi rumah Youra.


Eun Kyung sangat yakin bahwa orang itu adalah Hyunshik.


Itu karna, saat Youra baru sampai dari Prancis, Eun Kyung melihat bahwa Youra diantar oleh mobil ber-plat nomor yang sama dengan plat nomor mobil yang dilihatnya akhir-akhir ini.


Tapi itu hanya salah satu alasan mengapa ia menolak untuk memberitahu.


"Eun Kyung, apa kau benar-benar tidak boleh memberitahu apapun tentangnya??" Tanya Hyunshik lagi.


Eun Kyung hanya menggelengkan kepalanya.


"Kumohon..." Pinta Hyunshik.


"Astaga... Jangan bicara seperti itu dong..." Batin Eun Kyung.


Eun Kyung menghela nafas berat.


Kemudian, matanya membelalak karena melihat jarum jam di tangannya sudah bergerak sangat jauh.


"Aku tidak bisa terus-terusan disini, aku ada kelas habis ini!" Batin Eun Kyung panik.


"Kalau aku tinggal, aku yakin dia pasti akan kembali,"


"Astaga membayangkannya saja sudah cukup mengerikan! Aku tidak ingin itu terjadi!"


"Baiklah! Baiklah! Aku akan memberitahumu sesuatu..!" Jawab Eun Kyung.


Hyunshik membulatkan matanya terkejut.


"Astaga! Aku tidak tahan lagi!" Batin Eun Kyung kesal.


"Begini, kau tahu bukan? Setelah makan malam dengan keluarganya, Kak Youra langsung pulang ke rumah orangtuanya," Tanya Eun Kyung.


Hyunshik mengangguk kecil.


"Benar. Saat itu, aku penasaran dengan apa yang terjadi padanya," Jawabnya.


"Saat itu, aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres ketika mereka makan malam bersama,"


"Kak Tae-Hyun menanyakan suatu hal padaku,"


"Ia bertanya tentang orang-orang yang sedang dekat dengan Kak Youra,"


Hyunshik mengerutkan keningnya.


"Singkatnya, ia menyuruhku untuk melarangmu dekat dengan Kak Youra,"


"Apa...?! Lagipula, bagaimana dia bisa tau namaku...?!" Batin Hyunshik terkejut


"Apa kau memberitahu namaku?" Tanya Hyunshik bingung.


Eun Kyung memutar bola matanya.


"Kak Tae-Hyun adalah sumber informasi kami...!" Jawabnya.


"Jangankan kau, Kak Youra dan Kak Kyung Mi saja tidak mengetahui bagaimana cara ia mendapatkan semua informasi itu dengan cepat..."


"Cih!" Gumam Hyunshik.


"Asal kau tau saja, Kak Tae-Hyun juga mengatakan alasannya,"


Hyunshik baru membuka mulutnya ingin berbicara.


"Tapi aku tidak bisa memberitahumu. Kau bisa menanyakan pada Kak Youra langsung,"


Tapi Eun Kyung langsung menolaknya begitu saja.


"Aku ada kelas setelah ini. Kuharap kau tidak keberatan aku pergi sekarang,"


"Pergilah," Usir Hyunshik.


"Astaga..!" Gumam Eun Kyung kesal.


"Terimakasih minumannya..." Pamit Eun Kyung.


Tap tap tap.


"Astaga... Jangan sampai kisah cintaku serumit mereka!" Batin Eun Kyung.


Hyunshik menghela nafas berat.


...


"Boleh aku minta satu?" Tanya Kyung Mi sambil menunjuk ke arah keranjang berisi buah plum di depanku.


"Ambillah," Jawabku.


Tadi siang, aku membeli beberapa buah-buahan di pasar.


Sebenarnya, aku membeli buah untuk diberikan kepada ayah.


Akhir-akhir ini, ayahku jarang memperhatikan kesehatannya.


Aku membelikannya buah, lalu menaruh beberapa di kamarnya.


Tapi saat ini, aku dan Kyung Mi sedang memakan beberapa di ruang makan.


"Hei," Panggil Kyung Mi.


"Hm?" Jawabku.


"Begini, apa kau... Masih suka menghubungi Hyunshik?" Tanya Kyung Mi.


"..."


Aku terdiam.


"Apa... Kau baik-baik saja?" Tanya Kyung Mi.

__ADS_1


"Tentu," Jawabku berbohong.


"Lagipula aku tidak pernah menghubunginya lagi," Lanjutku.


"Baguslah," Gumam Kyung Mi lega.


Aku memutar bola mata.


"Astaga. Hidupku sangat menyedihkan," Batinku kesal.


"Pokoknya, jangan sampai ayah tau kalau kau menyukainya," Suruh Kyung Mi.


"Hm. Baik, baik..." Jawabku.


"AHN YOURA!!"


Deg!


Aku dan Kyung Mi terkejut lalu menoleh ke asal suara.


...


"Astaga...!"


Aku dan Kyung Mi 'tertangkap basah' oleh ayah.


Lebih tepatnya, hanya aku.


Tapi, Kyung Mi lah yang menjadi penyebab kami tertangkap kali ini.


Ayah menyuruhku dan Kyung Mi duduk di sofa.


Kami berdua bak anak kecil yang menurut saja meskipun tahu bahwa kami akan mendapat masalah.


"Siapa itu Hyunshik?" Tanya Ayah.


"..."


Tak ada yang menjawab.


Dari dulu, Kyung Mi memang enggan menjawab pertanyaan ayah ketika marah.


Dia bilang, apa gunanya.


Alasannya karena ayah pasti akan menganggap semua jawaban kami adalah hasil dari berbohong.


"Siapa itu Hyunshik?" Tanya ayah lagi dengan nada yang sedikit dinaikkan.


"..."


Masih belum ada yang menjawab.


Aku benar-benar takut sesuatu akan terjadi jika aku memberitahukannya.


"KUTANYA SIAPA ITU..."


"...Temanku!" Potongku.


Kyung Mi membulatkan matanya lalu menoleh ke arahku.


"Youra..." Gumam Kyung Mi.


"Kau menyukainya...?!" Tanya ayah lagi.


"Ya," Jawabku sambil mengangguk.


Ayah terdiam sebentar.


Aku mengerutkan keningku.


"...Jangan hubungi dia lagi,"


Aku memejamkan mataku sebentar kemudian menghela nafas.


"Aku sudah melakukannya," Batinku.


Krieet.


Aku bangkit dari dudukku.


"Tidak mau," Jawabku pada ayah.


Ayah membulatkan matanya terkejut.


"Anak ini...!"


Ayah sudah mengangkat salah satu tangannya dan bersiap menamparku.


Kyung Mi langsung menghampiri kami dan hendak menahan ayah.


Aku memejamkan mataku karna takut.


"Ini dia...!" Batinku bersiap.


"..."


Aku mengerutkan keningku bingung.


Aku tidak merasakan apapun.


Aku pikir, mungkin itu adalah efek samping dari tamparan ayah yang sangat kencang.


Tapi, saat aku membuka mata.


Aku menemukan jawaban yang sebenarnya.


Ayah menarik kembali tangannya.


"Ha? Ada apa ini?" Batinku bingung.


"Kau harus berhenti menghubunginya...!" Suruhnya lagi.


Tapi tetap saja.


Jawabanku tetap sama.


"...Tidak mau,"


Tap tap tap.


Aku pergi ke kamar meninggalkan ayah dan Kyung Mi.


Tapi Kyung Mi langsung beranjak dari duduknya lalu mengikutiku.


Jujur saja.


Saat itu aku sangat takut sekaligus senang.


Karena, itu adalah kali pertama bagiku menolak perintah ayah.


...


Ayah menghela nafas berat.


"Sekretaris Nam," Panggil ayah pada pria di sampingnya.


"Ya, tuan...?" Sahut Pak Nam.


"Cari tahu orang bernama Hyunshik itu,"


"Baik tuan..." Jawab Pak Nam.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2