
"Hei, tunggu!" Panggilnya.
Aku menoleh.
Aku melihat ke arah tanganku yang digenggam olehnya.
Aku menyipitkan mataku.
"Bisakah kau melepaskannya?!" Tanyaku kesal.
Hyunshik langsung tersadar kalau dia menggenggam tanganku.
Akhirnya ia melepaskan genggaman tangannya.
"Cih," gumamku.
"Aku tidak dapat mengendarai mobil ku saat ini, ingat?" Katanya mengode.
"Ah, benar," gumamku.
"Baiklah, aku akan mengantarmu dengan mobilku. Aku akan menghubungi mobil derek untuk mengangkut mobilmu," Ajakku.
...
Ckiiit.
Aku menghentikan mobilku.
"Turunlah," usirku.
"Baiklah, baiklah... Awas saja jika kau menipuku! Aku akan melaporkanmu ke kantor polisi!" Ancam Hyunshik.
"Terserah," Jawabku.
"Ah! Kau bisa mengambil kartu namaku. Kurasa itu akan mengurangi kecurigaanmu," Kataku sambil menyodorkan kartu namaku.
Hyunshik mengambilnya dan langsung turun dari mobil.
"Fiuuuuh..." Aku menghela nafas panjang.
Aku memang merusak mobilnya, tapi tak kusangka aku mendapatkan model baru yang dapat mengurangi pekerjaanku.
"Ah benar, aku harus menghubungi Kak Kyung Mi!" Gumamku senang.
Tuut tuut.
"Halo? Kak, apa kau masih di kantor?" Tanyaku.
...
Ckleek.
Aku membuka pintu ruangan Kyung Mi.
Aku berjalan ke arah Kyung Mi dan duduk di salah satu sofa miliknya.
Ctik ctik.
"Jadi, siapa namanya tadi?" Tanya Kyung Mi.
Aku dan Kyung Mi mencari informasi tentang Hyunshik.
Kami ingin memastikan bahwa pria itu tidak mempunyai niat jahat atau semacamnya.
"Min Hyunshik. Kalau kulihat dari penampilannya, kurasa sebelumnya dia adalah pekerja kantoran," Jawabku.
"Yah, kau benar. Dia adalah mantan kolega dari salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan kita. Pt. Daesung," Kata Kyung Mi membacakan identitas Hyunshik.
"Kalau dilihat, kurasa catatan kriminal-nya bersih. Dia tidak pernah melakukan tindakan kriminal sekali pun..." Lanjut Kyung Mi.
"...Tapi tetap saja, kita harus tetap waspada, jika saja orang itu mempunyai niat jahat," Sela ku.
Kyung Mi mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Astaga! Memang ya, Daesung itu benar-benar gila!!" Seru Kyung Mi.
"Apa?! Kenapa?!" Tanyaku penasaran.
"Kemarin, Hyunshik baru dipecat dengan alasan pekerjaannya tidak efisien. Dan, cucu CEO Daesung sendiri yang menggantikan kursinya..." Jelas Kyung Mi lagi.
"... Aku cukup kasihan padanya," Lanjut Kyung Mi.
Aku hanya memutar bola mataku karna terkejut mendengarnya, aku teringat sikapnya saat bertemu denganku tadi.
"Kurasa, ia memang pekerja keras, itu karna, tidak mengherankan jika melihat jumlah pesangon yang ia dapat selama beberapa bulan," lanjut Kyung Mi.
"Ah benar, ngomong-ngomong, soal gajinya..."
Aku menjelaskan pada Kyung Mi apa yang terjadi saat aku bertemu dengan Hyunshik tadi.
"Astaga! Apa kau tidak apa-apa? Yah, aku merasa sedikit menyesal karna memujinya barusan..." Kata Kyung Mi khawatir.
"...Tapi, hei!! 18.000 dollar dalam 1 tahun?! Dan dia bukanlah seorang model kan?! Dasar cowok matre!" Cemooh Kyung Mi.
"Begitulah.. dan kau tidak tau betapa kesalnya aku tadi saat ia naik ke dalam mobilku," Kataku.
"Tapi dik, aku tidak akan membantumu menggantikan mobil miliknya yang kau rusak," Kata Kyung Mi meledek.
Ia menepuk pelan bahuku.
"Tenang saja, lagipula, aku kan mendapat komisi dari Tae-Hyun karna sudah mencari model pengganti," Balasku meledek.
"Oh ayolah!!" Seru Kyung Mi.
...
Nama: Ahn Youra
Nomor telepon: +82XXXXXXXX
Hyunshik memandangi kartu nama yang kuberikan tadi.
Ia jadi teringat saat ia menggenggam tanganku untuk menahan agar aku mengantarkannya.
Ting!
Tapi, notifikasi dari ponselnya menghentikan lamunannya.
Ada sebuah pesan masuk yang ditujukan padanya.
...------------------------------------------------------------------------...
Anonymous:
Halo
Aku ingin me-
__ADS_1
meriksa apakah ini
nomor Min Hyunshik?
Hyunshik:
Benar, ini siapa ya?
Anonymous:
Ah! Ternyata benar,
anda Min Hyunshik!
Aku adalah Ahn Youra.
Orang yang memberikan
kartu nama ada anda.
Hyunshik:
Ah, kau si perusak mobilku kan?
Anonymous:
Terserah.
Ah, tolong simpan
nomorku ya..!
Hyunshik:
Darimana kau mendapatkan nomorku?!
Anonymous:
Makanya, kau tidak boleh bertindak macam-macam, aku tau segalanya tentang dirimu!
Hyunshik:
Hei!
------------------------------------------------------------------------
Hyunshik mengerutkan keningnya bingung.
...
"Selamat pagi, ketua!!" Sapa Min-Jung.
"Selamat pagi..!" Sapaku.
Pagi ini, aku bekerja seperti biasa.
Karna Hyunshik sudah setuju untuk menjadi model.
Aku dan timku akan rapat 5 menit lagi.
Kami harus mempersiapkan dan memastikan semuanya sempurna sebelum Hyunshik datang.
...
"Namanya Min Hyunshik. Dia mantan pegawai dari salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan kita, PT. Daesung. Dan dia tidak mempunyai pengalaman menjadi model sekalipun..." Jelas Min-Jung.
"Ia akan menandatangani kontrak yang berlaku selama 1 tahun ke depan menggantikan model yang sebelumnya..." Sela-ku.
Kami baru saja membahas si cowok matre itu, Min Hyunshik.
"... Besok adalah pemotretan pertamanya. Dan aku harap kita semua dapat bekerjasama dengannya,"
Astaga! Aku mengatakan hal seperti itu seakan-akan aku akrab dengannya.
...
"Ketua, apa kau yakin memberikan pekerjaan ini padanya? Kenapa kita tidak mencari model lain saja??" Tanya Soo-Min.
"Astaga Soo-Min, jika memang orang itu dipilih langsung oleh ketua, aku yakin dia cukup bagus untuk menjadi model. Sekalipun dia tidak pernah melakukannya," kata Min-Jung mengoreksi.
"Yah, dia mempunyai aura yang cukup kuat untuk menjadi seorang model. Tapi, entah kenapa aku merasa sedikit..."
"... Ragu?" Tanya Dae-Oh.
Dae-Oh datang sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman kami.
"Hmm..." Jawabku sambil menganggukkan kepala.
"Ini roti isi kalian," Kata Dae-Oh sambil memberikan makan siang kami.
Aku dan ketiga orang ini sangat dekat di kantor.
Mereka adalah kolega sekaligus sahabatku.
"Yah, kita lihat saja nanti.." kataku.
"Selamat makan!!" Seru Soo-Min.
...
Klotak klotak.
Aku baru sampai ke rumah setelah seharian bekerja di kantor.
"Hmm?" Gumamku.
Pandanganku tertuju pada seseorang yang tengah duduk di atas bangku taman depan rumahku.
"Oh? Akhirnya!!"
"Kau tau seberapa lama aku menunggumu?" Tanya Chunhee.
"Biar kutebak. 2 jam?" Tanyaku.
"Tidak! 2 jam setengah! Aku teman yang setia bukan?" Tanya Chunhee sombong.
"Dan aku teman yang paling mengenalmu," Jawabku percaya diri.
Chunhee mengerutkan keningnya bingung setelah mendengar jawabanku.
"Itu karna, aku tau kau tidak akan pernah ingin menunggu, apalagi selama itu," Lanjutku.
Chunhee hanya menjawabku dengan memamerkan deretan gigi putihnya.
Tapi itu memang benar.
Chunhee tidak pernah ingin menunggu.
__ADS_1
Tapi, dia sangat suka membuat orang lain menunggu dirinya.
"Ada apa?" Tanyaku.
"Kan aku sudah bilang akan mentraktirmu! Jadi, aku membawa ini!!" Jawab Chunhee sambil memamerkan tote bag berisi 3 botol Soju.
Aku tersenyum kecil melihat kelakuan sahabatku yang satu itu.
Aku mengambil 2 gelas dari lemari penyimpanan milikku di dapur.
"Jadi, apa yang membuat sahabatku yang satu ini tidak menghadiri undangan ku?" Tanya Chunhee sambil menaruh beberapa camilan dari kulkasku ke atas piring.
"Hmmm..?"
Aku menceritakan semuanya pada Chunhee.
"Astaga!! Hei, kau harus berhati-hati!! Pria itu sangat tidak baik! Kurasa, dia berniat untuk memerasmu!" Kata Chunhee memperingati.
Glek.
Aku menelan 1 gelas soju sekaligus.
"Tentu saja aku akan berhati-hati! Jika memang benar dia ingin memerasku, dia memilih orang yang salah!" Kataku.
"Bagus-bagus! Dan jangan lupa! Jangan jatuh cinta padanya!" Lanjut Chunhee.
Aku mengerutkan keningku kali ini.
Brukk!
Kepala Chunhee jatuh ke atas meja.
"Astaga, hei! Chunhee! Kau sudah mabuk?! Kita baru minum 1 botol!!" Tanyaku menjerit.
"A..ku sudah minum 5 botol tadi de..ngan teman-te..man kuuuuu," Jawab Chunhee sambil mengangkat gelas yang sedang digenggamnya.
"Astaga!" gumamku kesal.
Mendengar Chunhee yang sudah mabuk berat, aku langsung membereskan gelas dan piring di atas meja.
...
Bruum bruum.
Hari ini adalah hari pertama Hyunshik bekerja sebagai model.
Dan aku harus datang lebih dulu sebelumnya.
Aku berangkat ke kantor sebelum Chunhee bangun.
"Halo?"
"Youra-chan!! Berapa botol yang kuminum denganmu?" Tanya Chunhee.
Aku baru saja berniat untuk menelpon Chunhee dan memastikan dia baik-baik saja.
"Satu..?" Jawabku.
"Astaga! Kau tau..? Aku sudah minum..."
"5 botol? Dengan teman-temanmu?" Sela ku.
"Ba-bagaimana kau tau itu? Apa aku juga mengatakannya?"
"Hmm, begitulah.."
"Astaga! Tunggu! Bajuku! Apa kau yang menggantikannya?!"
"Enak saja! Aku menyuruhmu menggantinya sendiri di kamar mandi!"
"Syukurlah.."
"Hei, kau mabuk di hari kerja. Memangnya kau tidak akan pergi ke restoran milikmu itu?" Tanyaku.
Chunhee adalah pemilik sebuah restoran seafood di daerah Gangnam.
Sebenarnya, restoran itu adalah warisan dari ayahnya yang baru saja pensiun.
"Tentu. Tapi hari ini, aku akan datang di malam hari," Jawab Chunhee.
"Ah.. begitu..." Jawabku.
"Ngomong-ngomong, berapa botol yang kau minum?" Tanya Chunhee.
"Kau sedang menyetir bukan?" Tanya-nya lagi.
"Cih. Aku hanya dapat minum 1 botol dan terpaksa membereskan rumah karna ulah seseorang..!" Jawabku menyindir.
"Ah, maaf..!" Jawab Chunhee.
Aku tersenyum kecil.
"Lagipula, hari ini adalah pemotretan pertama si model baru itu. Aku penasaran bagaimana reaksinya sebelum pemotretan nanti," Lanjutku.
"Jadi, aku harus tetap terjaga agar aku dapat mengetahui kinerja-nya," Lanjutku lagi.
Tapi kini, terukir senyuman licik di wajahku.
...
"Ketua Youra, selamat pagi..!" Sapa Soo-Min.
"Pagi, Soo-Min!!" Jawabku.
"Hei, ada seseorang yang menunggumu di dalam. Apakah dia si model baru itu?" Tanya Soo-Min.
Aku tersenyum mendengar pertanyaan Soo-Min saat itu.
Cklek!
"Ah..!" Gumamku.
Mendengar pintu yang terbuka, Hyunshik langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Yah, kurasa dia agak sedikit sopan," batinku.
Aku tersenyum melihat kehadirannya di depanku saat ini.
Entah kenapa.. aku merasa sangat senang.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1