
"A..apa?"
Teriakan kaget bercampur amarah itu bergema di koridor rumah sakit.
"Bagaimana bisa?" tanyanya lagi.
"Maafkan saya Pak, Bu. Itu adalah kelalaian kami karena tidak mengawasinya." ujar dokter Chan dengan menyesal.
"Ayah, bagaimana ini?" kata Su Xi panik.
"Qing er tidak mungkin kembali ke kota D, bukan?"
"Tidak mungkin. Ayah rasa dia tidak akan pergi ke kota D." jawab Duan Ye tegas.
"Sepertinya anak itu punya kebencian yang mendalam terhadap kota D, jadi aku rasa dia tidak mungkin pergi kesana." batin Duan Ye.
Duan Ye melihatnya sendiri dari mata Duan Qing ada sorot kebencian ketika mengungkit tentang kota D. Walaupun Duan Qing berusaha keras untuk menutupinya, tapi tidak ada yang lepas dari pengamatan Duan Ye.
"Ayo kita ke kamar Qing er dulu. Siapa tau ada petunjuk."
"Oke."
Su Xi mulai mengobrak abrik lemari Duan Qing. Disana Su Xi menemukan keanehan, salah satu baju Duan Qing menghilang dan tas tangan yang biasa dikenakannya juga tidak ada.
Rasa penasaran Su Xi memuncak, dia mulai memeriksa lemari itu dengan teliti. Tanpa sengaja Su Xi menjatuhkan secarik kertas di antara tumpukan pakaian itu.
"Apa ini?" kata Su Xi penasaran. Ia lalu mengambil secarik kertas berwarna putih yang tergeletak di atas lantai itu.
"Bu, Aku keluar bentar ya. Maaf karena karena nggak ngomong dulu sama kalian dan malah membuat ibu khawatir. Tapi kalau misalnya aku ngomong sama ibupun, pasti nggak dibolehin. Hehehe😁. Jadi aku terpaksa pergi tanpa kasih tau kalian. Ayah, Ibu jangan marah ya! Aku juga bawa obat kok, buat jaga jaga."
Salam
Duan Qing
"Yah, sini!" panggil Su Xi kepada Duan Ye.
"Apa?" kata Duan Ye sambil bergegas ke arah Su Xi.
__ADS_1
"Coba baca ini!" ujar Su Xi menyerahkan secarik kertas kepada Duan Ye.
Duan Ye pun membacanya. Tak lama setelah itu, Duan Ye menghela nafas lega. Tak dipungkiri Duan Ye juga ikut panik ketika Duan Qing menghilang, tapi dia tidak menampakkannya seperti Su Xi. Walaupun belum beberapa lama bersama anak itu, sulit bagi Duan Ye untuk tidak menyayanginya.
"Ya sudah, Ibu jangan panik lagi. Qing er nggak menghilang kok."
"Tapi kan yah.."
"Apanya Bu, Qing er baik baik aja kok. Dia kan juga bilang kalau dia bawa obat." kata Duan Ye menenangkan Su Xi.
"...."
"Udah ya, ayah mau balik ke kantor dulu. Bentar lagi Qing er juga pulang kok, dia juga nggak hafal sama daerah sini." ujar Duan Ye meyakinkan Su Xi lagi.
"Oh iya ya." kata Su Xi lega.
"Kalau gitu ibu juga mau pulang. Ibu capek, mau istirahat."
"Ya udah. Ayo ayah anterin sekalian."
"Dok, kalau Qing er kembali, kabari saya ya."
***
"Pak, kita apakan wanita ini?"
"Tentu saja kalian harus mengembalikannya. Walaupun kami penjahat, tapi kami tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah." jawab Chen Nirou marah.
"Baik pak."
"Dimana kalian menemukannya?" tanya Chen Nirou.
"Di depan Grand Mall, pak."
"Kalian letakkan dia disana. Ingat, jangan sampai menarik perhatian."
"Baik pak."
__ADS_1
Zhou Lun pun membopong Duan Qing yang sedang pingsan melangkah meninggalkan ruangan.
"Tunggu! Kamu kesini!." seru Lu Yunhan.
"Sa..saya bos?" ujar Zhou Lun tergagap yang dibalas anggukan oleh Lu Yunhan.
Sambil menopang kakinya yang mulai terasa lemas karena ketakutan, Zhou Lun lalu menurunkan Duan Qing dan meletakkannya di tanah.
"Bawa dia kesini juga!"
"Wanita ini, Bos." tunjuk Zhou Lun kepada Duan Qing.
"..."
Tanpa menunggu jawaban dari Lu Yunhan, Zhou Lun langsung mengatakan "B..baik Bos." karena dia tau dari sorot mata Lu Yunhan bahwa bosnya itu akan marah besar kali ini kalau misalnya Zhou Lun masih tidak mengerti perkataan Lu Yunhan.
Zhou Lun lalu membawa Duan Qing ke hadapan Lu Yunhan.
"Mendekatlah!"
"Ya."
"Benar, kurasa wanita ini." gumam Lu Yunhan sambil menepuk nepuk pipi Duan Qing. Tanpa menyadari sikapnya Lu Yunhan terus saja mendekatkan wajahnya ke arah Duan Qing.
"Y..yunhan." ujar Chen Nirou syok atas sikap Lu Yunhan. Dia menunjuk Lu Yunhan dan Duan Qing secara bergantian.
"Apa?" kata Lu Yunhan tenang tanpa memperdulikan reaksi sepupunya itu.
"K..kamu?"
"Tidak ada apa apa antara aku dengan wanita ini. Setelah ini kamu cari tau identitasnya." perintah Lu Yunhan kepada Chen Nirou.
Dengan linglung, Chen Nirou mengatakan "Oke."
Tapi siapa yang percaya bahwa Lu Yunhan tidak punya hubungan dengan wanita itu setelah melihat sikap Lu Yunhan kepadanya.
"Bawa dia pergi dari sini."
__ADS_1
Tersadar dari lamunannya, Zhou Lun lalu membawa Duan Qing keluar dari gudang.