Reinkarnasi Dari Abu

Reinkarnasi Dari Abu
Selingkuh


__ADS_3

"Qing er... serahkan Handphone mu!" teriak Su Xi geram.


Dengan bêrat hati Duan Qing mengeluarkan benda persegi empat itu dari saku celananya. Ketika handphone nya hampir berada di genggaman Su Xi dia berpikir lagi, apakah dia harus melanjutkan aktingnya yang tadi sempat tertunda.


Seakan tau apa yang akan dilakukan putrinya, Su Xi dengan tegas mengatakan "Qing er, jangan membuat ulah lagi. Ibu tau tadi kamu hanya berpura-pura sakit."


Tertangkap basah karena Su Xi sudah mengetahui rencananya, Duan Qing dengan gugup berkata "Ibu tau??"


"Tentu saja. Ibu tidak semudah itu dibohongi olehmu." jawab Su Xi.


"Bu, tolong jangan marah padaku, oke! A..aku benar-benar terpaksa melakukannya." ujar Duan Qing sambil memelas. Dia menggoyang goyangkan lengan Su Xi berharap Su Xi membalas perkataannya. Tapi naas Su Xi tidak menanggapinya sama sekali. Wanita paruh baya itu masih sibuk mencari foto yang dibicarakan oleh putri dan mantan tunangannya itu.


"Aaaa..." kaget Su Xi ketika melihat foto Fu Yunsheng sedang bersikap tidak senonoh dengan seorang wanita.


"Ka..kamu.." kata Su Xi syok. Dia menunjuk Fu Yunsheng dengan tatapan penuh amarah. Pandangannya seperti belati berharap dia bisa menyayat Fu Yunsheng berulang-ulang kali karena sudah menduakan putri kesayangannya.


"Brengsek." teriak Su Xi. Wanita paruh baya itu bergegas mengambil vas bunga yang berada di atas meja lalu melemparkannya pada Fu Yunsheng.


"Aaah..." ringis Fu Yunsheng ketika vas bunga kayu itu mengenai bahunya. Untung saja dia berhasil mengelak tepat waktu, kalau tidak vas bunga itu mungkin akan mengenai wajahnya.


Tak puas lemparannya hanya mengenai bahu Fu Yunsheng, Su Xi lalu mengambil semua benda yang berada di dekatnya lalu melemparkannya pada Fu Yunsheng satu persatu. Berharap dia bisa membalas dendam atas kelakuan Fu Yunsheng pada putrinya.


"Aku akan menghajarmu sampai wajahmu tidak bisa di kenali. Wajahmu merupakan asetmu bukan? Hari ini, aku akan menghancurkannya. Kita lihat, siapa yang mau bersamamu nanti, setelah wajahmu rusak." kata Su Xi emosi. Dia berlari menghampiri Fu Yunsheng dan berusaha mencakar wajahnya.


"Ibu.. tenang oke!" kata Duan Qing berusaha menghalangi jalan Su Xi. Jika begini bukan Fu Yunsheng yang akan menderita tapi ibunya. Fu Yunsheng pasti akan melaporkannya kepada polisi dan memeras ibunya dengan berbagai cara.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Tidak layak membuat pengorbanan seperti itu demi si brengsek ini. Aku masih punya banyak cara untuk membalaskan perlakuan Fu Yunsheng kepada pemilik asli." batin Duan Qing.


"Bibi, bantu aku." ujar Duan Qing kepada nyonya Ma, salah satu pelayan kediaman Duan.


"Baik, nona."


Mereka berdua menahan Su Xi supaya tidak mendekati Fu Yunsheng.


"Kamu pergi! pergi dari rumahku sekarang juga!" teriak Duan Qing.


Tidak disangka tenaga Su Xi ternyata kuat sekali, bahkan dua orang pun kewalahan karena menahannya. Mungkin karena emosi, dia bisa mengeluarkan tenaga sekuat ini.


"Ibu, tenang oke!" bujuk Duan Qing. Dia mengelus-elus punggung Su Xi berharap bisa meredakan amarahnya.


"Huh..hah.." nafas Su Xi tersengal-sengal.


"Kamu benar juga. Tunggu saja ibu akan membalaskan dendam padanya. Beraninya dia memperlakukan kamu seperti ini." geram Xi.


"Baik Bu. Aku akan menunggumu."


Buugggg...


Tiba-tiba saja badan Su Xi mulai roboh ke belakang. Untung saja Duan Qing berhasil menangkapnya.


"Ayo papah ibu ke sofa dulu, Bi?"

__ADS_1


"Baik, nona."


"Ibu..Ibu.." panggil Duan Qing khawatir. Dia menepuk-nepuk pipi Su Xi berharap Su Xi bisa sadar.


"Ibu.. ibu.." panggil Duan Qing lagi.


"Tidak bisa begini, aku harus memberitahu ayah." batin Duan Qing.


"Bibi, tolong telpon ayah ya, bilang ibu pingsan." ujar Duan Qing kepada nyonya Ma.


"Oh iya, suruh dokter Chan kemari juga."


"Baik nona."


"Paman Mo.. paman Mo.." panggil Duan Qing kepada kepala pelayan Mo yang berada di depan rumah.


Dengan cepat kepala pelayan Mo berlari menghampiri Duan Qing setelah mendengar seruannya. "Ada apa nona?" katanya bingung.


"Lah, nyonya kenapa?" kaget kepala pelayan Mo ketika melihat Su Xi tergeletak di atas sofa.


"Ibu pingsan." jawab Duan Qing.


"Paman, tolong bawain ibu ke kamar." ujar Duan Qing.


"Baik, non."

__ADS_1


__ADS_2