Reinkarnasi Dari Abu

Reinkarnasi Dari Abu
Laki Laki Tak Tahu Malu


__ADS_3

"Qing er, tolong jangan batalkan pertunangan kita, oke!"


"Aku tau, hubungan kita agak regang akhir-akhir ini, tapi itu tidak bisa menjadi sebuah alasan untuk kamu memutuskan pertunangan kita secara sepihak." ujar Fu Yunsheng.


"Aku tidak butuh alasan, karena aku sudah cukup muak melihat wajah rubahmu itu." balas Duan Qing dengan tajam.


"Apa maksudmu Qing'er?" tanya Fu Yunsheng bingung.


"Yaa, kamu benar benar tidak mengerti atau pura-pura bego sih? Kesalahanmu sendiri apakah kamu perlu aku membeberkannya?" ujar Duan Qing sinis.


"Kesalahan apa Qing er? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud?"


"Waah... Ini pertama kalinya aku melihat laki-laki tak tahu malu sepertimu." kata Duan Qing heran sambil berkacak pinggang.


"......."


"Baiklah baiklah, kamu ingin aku mengingatkannya padamu sekarang bukan?"


"Apa Qing er? Bicaralah yang lebih jelas!"


"Jangan sampai kamu menyesali ini nantinya!" ujar Duan Qing sinis.


"......"


Duan Qing lalu mengeluarkan gadget berlogo apel yang selama ini selalu dibawanya.


"Lihat baik baik! Apakah kamu kenal dengan orang yang di dalam foto ini?" ujar Duan Qing sambil menyodorkan ponsel nya ke muka Fu Yunsheng.


"A..aku.." kata Fu Yunsheng tergagap.

__ADS_1


"Nah kan, kamu pasti kenal bukan?" ujar Duan Qing sinis.


"Jangan bilang kamu ingin menyangkalnya. Itu tidak akan berguna, Yunsheng. Karena aku masih punya banyak foto-foto mesra mu dengan wanita itu." ancam Duan Qing.


"Bagaimana? Kamu mau foto ini, nggak? Anggap saja sebagai kenang-kenangan dariku." ujar Duan Qing tersenyum manis. Ya, Duan Qing memang tersenyum manis, tapi di mata Fu Yunsheng itu lebih seperti senyuman iblis baginya.


"Qing er, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku benar-benar tidak ada hubungan dengan wanita itu." kata Fu Yunsheng panik.


"Kamu masih berani membantah, Fu Yunsheng. Bukti sudah jelas jelas di depan mata dan kamu masih berani mengelak. Anak umur 10 tahun pun bakalan tau kalau kamu ada hubungan dengan wanita itu."


"Yaa, aku benar benar tak percaya bagaimana Duan Qing bisa jatuh cinta padamu selama ini." Ujar Duan Qing berseru heran.


"Pemilik asli benar benar bodoh. Bagaimana dia bisa jatuh cinta dengan buaya darat ini? Lihatlah, tidak ada sedikitpun cinta di matanya saat menatapku, bagaimana pemilik asli tidak mengetahuinya selama ini." batin Duan Qing sambil melirik Fu Yunsheng.


"Qing er, percaya padaku! Ini benar-benar salah paham. Aku benar-benar tidak punya hubungan dengan wanita ini. Wanita itu yang terus menggodaku dan selalu menjebakku bersama dengannya."


"Qing er, tolong percaya padaku!" mohon Fu Yunsheng.


"Qing er, apa yang sebenarnya terjadi?" ujar Su Xi berlari menghampiri Duan Qing dan Fu Yunsheng. Dia tidak tahan lagi karena penasaran setelah mendengar sekilas percakapan Duan Qing dan Fu Yunsheng.


"......" Duan Qing kaget ketika melihat Su Xi sudah berdiri di belakangnya.


"Qing er, jawab ibu! Apa yang Fu Yunsheng lakukan padamu." ujar Su Xi keras.


"D..dia.." jawab Duan Qing ragu.


Su Xi tidak tahan lagi, dia langsung merampas handphone yang berada di genggaman Duan Qing. Firasatnya mulai tidak enak ketika melihat suasana di antara mereka berdua. Untung saja handphone Duan Qing tidak terkunci, jadi Su Xi langsung bisa membuka galeri fotonya.


"Ibu..." panggil Duan Qing panik. Ia menggapai-gapai tangan Su Xi sambil berusaha merebut ponsel yang berada di genggamannya. Susah payah dia membuat Su Xi tidak mendengar percakapan nya dengan Fu Yunsheng, tapi tetap saja masih ketahuan oleh Su Xi.

__ADS_1


"Duan Qing diam!" kata Su Xi tegas.


"Tapi Bu.." kata Duan Qing.


"Tidak ada apa-apa dalam foto itu, Bu. Percaya sama aku deh." ujar Duan Qing berharap Su Xi mempercayai perkataannya.


"Tidak. Aku tidak bisa membiarkan ibu tahu sekarang. Kondisi kesehatan ibu kurang baik belakangan ini. Jika ibu tau, tubuhnya pasti akan runtuh. Kalaupun aku harus beri tahu, pasti ayah dulu. Aku harus mencegahnya." batin Duan Qing panik.


"Bu, dadaku sakit." rintih Duan Qing sambil memegangi dadanya agar berusaha mengalihkan perhatian Su Xi dari hpnya.


"Kenapa Qing er?" ujar Su Xi panik ketika melihat putri semata wayangnya itu memegangi dadanya.


"Ibu, dadaku sakit lagi." ulang Duan Qing.


"Ayo Nak. Ibu antar kamu ke kamar." kata Su Xi sambil memapah Duan Qing.


"Maafkan aku, Bu. Setelah ini, aku pasti akan menjelaskan semuanya padamu." batin Duan Qing.


"Qing er, jangan pergi! tolong dengarkan penjelasanku dulu." mohon Fu Yunsheng ketika melihat Duan Qing beranjak pergi.


"...."


"Qing er, aku salah karena sempat tergoda dengan perempuan itu, tapi waktu itu karena aku di bius. Qing er, yang aku cintai hanya kamu. Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikannya padamu, oke!"


"Apa?" kaget Su Xi.


"Bodoh. Sudah susah payah aku menyembunyikannya, tapi gara-gara omongannya semuanya jadi terbongkar. Tidak bisakah dia mendengar percakapan aku dengan ibu tadi, dengan kata lain bukankah aku bermaksud membantunya?" batin Duan Qing.


Tentu saja Fu Yunsheng tidak memperhatikan Duan Qing dari tadi. Di kepalanya penuh dengan pikiran bagaimana membujuk Duan Qing memaafkannya dan tidak jadi membatalkan pertunangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2