Reinkarnasi Dari Abu

Reinkarnasi Dari Abu
Rookie


__ADS_3

Setelah Duan Qing dibawa pergi, Chen Nirou tidak dapat membendung rasa penasarannya lagi. Dia bergegas ke sisi Lu Yunhan dan menuding Lu Yunhan dengan berbagai macam pertanyaan bak reporter dunia hiburan. Sepertinya rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya kepada Lu Yunhan selama ini.


"Sepupu, siapa wanita cantik tadi? Dia dari keluarga mana?"


"Sepupu, bagaimana kamu mengenalnya?"


"Sepupu, berapa lama kamu menjalin hubungan dengannya?"


"Sepupu.."


"Sepupu.. sepupu.."


"....."


Namun tidak ada satu patah katapun yang keluar dari bibir Lu Yunhan. Dia tetap membisu bagaikan patung es. Sikap Lu Yunhan tidak menyulutkan semangat Chen Nirou, tapi malah membuatnya makin bersemangat. Berarti perempuan tadi memang punya hubungan dengan patung es ini, pikirnya.


"Sepupu.."


"Aku rasa wanita tadi terlalu kurus. Sepupu, kamu harus bekerja keras menggemukkannya. Kalau tidak, dia tidak akan tahan menghadapi serangan sepupu." kata Chen Nirou Cekikikan.


"..."


"Sepupu.."


Jengah dengan sikap Chen Nirou yang terus mengganggunya, Lu yunhan dengan dingin berbicara "Sudah selesai bicaranya?"


"S..sudah." jawab Chen Nirou ketakutan.

__ADS_1


"Bukankah saya menyuruhmu untuk mencari informasi tentang wanita tadi, jadi bagaimana mungkin saya mengenalnya?"


"Oh iya ya." jawab Chen Nirou. Berarti sia sia dia menuding Lu Yunhan dengan banyak pertanyaan dari tadi. Yang didapat bukannya informasi malah amarah dari Lu Yunhan.


"Matilah aku." batin Chen Nirou.


"Kamu kurang kerjaan, bukan? Apa tugas yang saya kasih masih kurang?"


Chen Nirou refleks langsung mengelengkan kepalanya "Tidak..tidak Bos. Ini sudah cukup." jawab Chen Nirou ngeri.


Membayangkan dia tidak punya waktu dengan wanita cantik lagi membuat Chen Nirou ketakutan. Hari biasanya saja jadwalnya sudah padat, Kalau misalnya Lu Yunhan menambah pekerjaannya lagi, mungkin dia akan hidup seperti Biksu.


Dengan kesadaran diri yang dalam, Chen Nirou berinisiatif pergi dari hadapan Lu Yunhan. "Oh iya Bos, saya ingat ada yang kerjaan yang belum selesai di kantor. Kalau gitu saya pamit duluan Bos." kata Chen Nirou dengan tergesa gesa.


"Tunggu, kamu yang menyetir."


"Hah." kata Chen Nirou termangu di tempatnya.


"Ng..ngerti bos." jawab Chen Nirou.


"Kadang saya heran, bagaimana saya mempunyai hubungan darah dengan kamu. Lihatlah kamu seperti ini." kata Lu Yunhan sambil memandang Chen Nirou dari ujung kepala ke ujung kaki.


"Mulai lagi sikap sombongnya itu. Selain berhati dingin, pendendam, dan bermulut tajam, aku heran bagaimana banyak yang menyukai patung es ini. Asal kamu tau saja, aku sebenarnya sangat populer di kalangan anak muda zaman sekarang." batin Chen Nirou.


"Aku juga nggak tau bos. Tapi menjadi saudara bos merupakan keberuntungan terbesar dalam hidup saya." ujar Chen Nirou dengan nada memuja.


"Ehm."

__ADS_1


"Tangkap." kata Lu Yunhan sambil melempar sebuah kunci kepada Chen Nirou.


"Ting." bunyi suara kunci berdenting di tangan Chen Nirou.


"Bos, Sejak kapan kamu mempunyai gantungan kunci unik seperti ini?" tanya Chen Nirou heran.


"Tunggu, kenapa aku merasa kunci ini familiar" ujar Chen Nirou lagi sambil membolak balik benda berwarna hitam itu.


"Klik."


"Rookie." gumam Chen Nirou sambil mengeja tulisan berwarna emas yang tertulis di gantungan kunci itu.


"Aaaa.. Bukankah ini punya Zhou Lian?" teriak Chen Nirou kegirangan. Dia bertanya lagi kepada Lu Yunhan untuk memastikan tebakannya benar "Benar kan?"


"Bodoh." ketus Lu Yunhan.


"Ya bos aku bodoh banget, bos adalah yang paling pintar di dunia ini." ujar Chen Nirou dengan gembira.


"Huahahaha.. Zhou Lian pasti tidak akan menyangka mobil kesayangannya akan dikendarai olehku."


"Sebentar bos, aku harus mengabadikannya." ujar Chen Nirou sambil mengeluarkan smartphone yang berada di sakunya.


"Cekrek.. cekrek."


Tawa Chen Nirou masih saja bergema ketika dia memasuki mobil. Dengan gembira dia mengatakan "Terimakasih bos karena sudah mewujudkan keinginanku."


"Tidak usah berterimakasih. Aku menyuruhmu menyetir karena aku sedang tidak enak badan." bantah Lu Yunhan.

__ADS_1


"Ya ya bos." ujar Chen Nirou pasrah. Tapi sebenarnya dia tau walaupun Lu Yunhan terkesan dingin tapi sebenarnya dia orang yang perhatian terhadap orang terdekatnya, hanya saja patung es ini tidak bisa mengekspresikannya.


Perkataan Lu Yunhan sepenuhnya benar. Dia mulai merasa pusing setelah melakukan kontak dengan wanita itu. Apa benar wanita tadi yang dibicarakan pak tua itu selama ini. Yang disebut takdir serta bisa menyembuhkan insomnianya selama ini.


__ADS_2