
"Apa katamu?" teriak seorang wanita yang tengah duduk di ruang makan. Matanya membelalak, mulutnya membulat menjadi huruf O karena terkejut dengan berita yang di bawakan anak buahnya.
"Bagaimana bisa?" tanyanya bingung.
"Saya juga tidak tau, nona. Sepertinya ada orang yang melapor kepada polisi lalu mereka memanggil pemadam kebakaran untuk memadamkan api."
"S**l, rencanaku pasti akan terbongkar jika polisi ikut campur menyelidiki kebakaran itu." ujar Jian Yu panik.
"Kenapa kamu baru melaporkannya sekarang?" kata Jian Yu menggeram marah. Wajahnya sekarang hampir seperti iblis wanita, tidak ada tanda tanda kelembutan di wajahnya, yang biasa dia tunjukkan sehari-hari.
"Ma..maaf nona." ujar Fuze gugup. Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya karena ketakutan.
Tidak ada yang menyangka nona muda keluarga Jian yang terkenal lembut dan baik hati merupakan orang yang bermuka dua. Ketika di depan semua orang dia akan menunjukkan wataknya yang lembut tetapi jika berhadapan dengan orang yang tidak berguna baginya, dia akan menunjukkan watak sejatinya.
Tapi di balik itu semua, ia juga mempunyai hati yang busuk. Ia bahkan tega membunuh saudaranya sendiri tanpa belas kasihan. Membunuhnya dengan membakarnya hidup-hidup merupakan tindakan yang sangat kejam.
"Terus sekarang dimana mayat wanita itu?" tanya Jian Yu. Sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah mengamankan barang bukti. Jangan sampai polisi menemukan mayat wanita itu terlebih dahulu, kalau tidak semua rencana yang dia susun selama ini akan sia sia.
"Kami tidak tau. Kami sudah menggeledah semua sudut di gudang itu, tapi bahkan kami tidak menemukan satupun tulang yang tersisa." jawab Fuze.
"Apa?" teriak Jian Yu. Tanpa sadar dia menarik kerah Fuze karena saking marahnya.
"K..kami sudah berusaha menemukannya, Nona, tapi benar benar tidak ada." ujar Fuze tergagap sambil berusaha melepaskan tangan Jian Yu yang melilit lehernya.
__ADS_1
Panik, itu yang dirasakan Jian Yu sekarang. Bagaimana jika wanita itu masih hidup dan berusaha membalas dendam padanya. Ia tidak ingin hal itu terjadi, kalau tidak semua pengorbanan yang dia lakukan selama ini akan menjadi sia-sia.
Ia muak terus berpura-pura menjadi kakak yang penyayang padahal setiap hari dia berharap wanita itu bisa mati. Atas dasar apa wanita itu bisa hidup enak padahal tidak melakukan apa-apa, sementara dia yang berjuang sendiri mati-matian hanya bisa mendapatkan ini.
Selamanya ia akan terus hidup di bawah bayang-bayang wanita itu jika wanita itu tidak lenyap. Bahkan dulu, mulai dari mainannya, makanan favoritnya, sampai ayahnya sendiri di renggut oleh wanita itu.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi." batin Jian Yu panik.
"Kamu keluar sekarang juga." usir Jian Yu marah sambil menunjuk ambang pintu rumahnya.
"Baik, Nona." kata Fuze pelan lalu bergegas pergi melarikan diri.
Kini tinggallah Jian Yi sendiri, seluruh tubuhnya mulai gemetar karena ketakutan. Tidak ada yang bisa dilakukannya sekarang, karena mayat wanita itu tiba-tiba menghilang. Ia harus menemukannya dalam keadaan hidup atau mati. Beruntunglah ia kalau wanita itu sudah mati, tetapi jika masih hidup, dia tidak bisa membayangkan hal itu sampai terjadi. Jangan sampai ayah mengetahui semua perbuatannya selama ini kepada Jian Qing.
"drrrrtt..drrrrtt.."
"Apa Yu'er?" teriak Qian Rou. Saat ini dia sedang di klub malam, musik disana terdengar keras sekali membuat Qian Rou menaikkan nada suaranya.
"I..ibu.. J..Jian Qing masih hidup."
"Apa? Ibu nggak dengar." ujar Qian Rou sambil mendekatkan telponnya ke telinganya.
"Ibu.."
__ADS_1
"Sebentar!" kata Qian Rou lalu mulai berlari ke arah toilet.
"Apa tadi katamu?" ucap Qian Rou.
"Jian Qing masih hidup."
"Tidak mungkin." ujar Qian Rou tidak percaya.
"Ibu melihatnya sendiri dia terkurung dalam gudang itu. Mustahil dia bisa keluar karena kita sudah mengunci pintu itu rapat-rapat."
"Tapi Bu, anak buah kami tidak menemukan mayatnya di gudang itu."
"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Qian Rou heran.
"Polisi menemukan tempat kita membakar Jian Qing, tapi Fuze langsung mengetahuinya. Dia segera bergegas menemukan mayat Jian Qing, tapi yang anehnya dia tidak menemukan mayat Jian Qing berada."
"......"
"Sebentar, Ibu hanya ingin menanyakan apakah Jian Qing sudah mati atau masih hidup?" tanya Qian Rou tegas.
"Aku tidak tau, Bu. Siapa tau Jian Qing berhasil melarikan diri dan selamat dari kebakaran itu. Kalau tidak bagaimana mayatnya bisa lenyap bahkan tidak ada tanda-tanda bukti yang tersisa.
"Ehm... Ibu tau, mungkin saja ada yang menyelamatkannya." tebak Qian Rou.
__ADS_1
"Tapi siapa Bu? Siapa yang bisa mengetahui rencana kita, bahkan ayahku sendiri tidak tau.