Reinkarnasi Istri Kecil Mafia

Reinkarnasi Istri Kecil Mafia
BAB 36 : BUKAN WANITA LEMAH


__ADS_3

Air mata Yura terurai begitu deras, ia membangunkan tubuh sang ayah, dibantu oleh Zefon dan Calvin. Mereka segera melepas lilitan tali yang membelit tubuh pria itu.


Tangan Yura gemetar saat membuka lakban yang menempel di mulut sang ayah. Hingga seluruhnya terbuka, Yura memeriksa sekujur tubuh lelaki yang membesarkannya itu. Dadanya berdentum hebat, hingga sesak, “Ayah, mana yang terluka? Mana yang sakit, Ayah?” tanyanya panik meneliti sekujur tubuh sang ayah.


“Yura!” panggil Rehan dengan suara lirih. Menangkup kedua pipi putrinya, lalu memeluknya erat. “Maafkan Ayah!” seru pria paruh baya itu diiringi tangis yang pecah. Napasnya tersengal-sengal, menahan seperti menahan sesak di dada.


“Cepat bawa ke rumah sakit! Bantu angkat, Cal!” teriak Zefon merunduk dan mengangkat tubuh Rehan. Serentak bersama Calvin membawanya keluar. Yura bergegas membukakan pintu mobil dengan perasaan kalut dan penuh kekhawatiran.


Yura duduk di bangku belakang, memangku kepala sang ayah sembari menatap wajah pucat lelaki itu. Kebenciannya terkikis habis, dikalahkan oleh kekhawatiran Yura saat ini.


“Cal! Bawa manusia yang bersembunyi di balik dinding tadi!” perintah Zefon sebelum akhirnya berlari dan duduk di balik kemudi. Ekor mata tajamnya sempat menangkap sillhouette seseorang yang bersembunyi di sana.


Dengan cekatan, Zefon segera melajukan mobil keluar dari kediaman Cullen. Hanya isak tangis yang memenuhi isi mobil tersebut.  Zefon begitu fokus berkendara, menyalip setiap mobil yang berjalan lambat. Klakson panjang sedari tadi ia nyalakan. Tak peduli dengan makian dan umpatan pengendara lain.


Tak butuh waktu lama, mereka telah tiba di depan IGD sebuah rumah sakit swasta. Zefon langsung keluar dan berteriak keras. Petugas medis pun segera menghampiri dengan sebuah brankar dan membawa pasiennya masuk untuk pemeriksaan.

__ADS_1


Yura diam mematung, tangannya mengepal dengan kuat. Deru napasnya berembus dengan sangat kasar, kilat amarah terpancar dari sorot matanya. “Aku tidak akan pernah memaafkan mereka!” geramnya dengan gigi yang saling bergemeletuk kuat.


Ingin memeluk, tapi rasanya Yura tidak membutuhkan saat ini. Zefon pun hanya memperhatikan gadis itu lekat-lekat. Senyum tipis terulas di bibirnya, saat tahu calon istrinya itu bukan wanita lemah yang hanya bisa menangis.


...\=\=\=\=000\=\=\=\= ...


Sementara itu, Calvin kembali masuk untuk menjalankan perintah sang bos. Kebetulan, Tora tengah menghela napas lega dan hendak melenggang ke lantai atas.


Langkahnya terhenti, matanya mendelik saat merasakan kerah kemeja yang dicengkeram kuat oleh seseorang dari belakangnya.


Tanpa melepas suara, Calvin menyeretnya keluar hingga mobil lalu membanting tubuhnya di dalam.


“Hei, brengsek! Lepasin aku!” sentak Tora ketika Calvin duduk di balik kemudi.


Tora hendak menyerang tangan kanan Zefon itu, akan tetapi sebuah senjata api kini ditodongkan tepat di kening Tora, membuat lelaki itu membelalak dengan napas tertahan. Dentum jantungnya begitu kuat dan hampir meledak saat ini juga. Salivanya teronggok, hingga sulit untuk ditelan.

__ADS_1


“Duduk dan diam, atau aku ledakkan kepalamu sekarang juga?” ancam Calvin dengan suara dinginnya.


Sekujur tubuh Tora bergetar hebat. Bulir keringat langsung menyembul di seluruh wajahnya. Untuk mengangguk saja, Tora tidak seakan tidak sanggup. Tatapan intimidasi dari Calvin mampu membekukan tubuhnya.


Calvin berbalik, menyimpan kembali senjata tajam itu, berbalik dengan ekspresi dingin lalu mulai melajukan mobilnya.


Tora menghela napas lega, meski tidak sepenuhnya bisa lega. Oksigen di dalam mobil itu serasa amat sedikit. Ia tidak tahu bagaimana nasib ke depannya nanti. Ia sendiri tidak membawa ponsel saat ini, sehingga bingung mencari pertolongan.  


Tanpa mereka sadari, Sarah sedari tadi melihat semua kejadian itu dari lantai dua. Bahkan ketika Tora diseret keluar, Sarah juga tahu. Akan tetapi dia tidak berani mendekat. Tangannya mengepal dengan sangat kuat, “Sialan! Ternyata dia simpanan Yura! Gimana cara nyelametin Tora. Ke mana mereka membawanya?” gumam Sarah kebingungan.


 


 Bersambung~


Mampir juga di novel seru ini ya, Best... Jodoh Tak Diundang by Saputri90

__ADS_1



__ADS_2