Reinkarnasi Istri Kecil Mafia

Reinkarnasi Istri Kecil Mafia
Bab 70 : Pengkhianat!


__ADS_3

“Katakan, apa yang pernah kamu lakukan pada adikku?!” teriak Zefon mengayunkan bogem mentah di pipi Boris, karena lelaki itu hanya diam saja, menyunggingkan senyum smirk di bibirnya. Zefon hendak memukulnya lagi, tapi lelaki di hadapannya mulai bersuara.


“Banyak. Harusnya kamu berterima kasih. Karenaku, adikmu menjadi wanita yang kuat. Jika aku berikan gadis itu bersama kakek dan neneknya, mungkin sudah benar-benar tinggal nama,” papar Boris dengan santai. Tidak tahukah dia, pria di depannya adalah pencabut nyawa yang sangat sadis?


“Apa maksudmu, bicara yang jelas?” Zefon kembali menguatkan cengkeramannya, Boris sampai terbatuk-batuk. Calvin datang melerainya, takut sang bos lepas kendali dan justru tidak mendapat informasi apa pun.


“Rudolf Hitler, sudah lama mengincar Tiger Sebastian. Karena lelaki itu telah menghancurkan hidupnya dua puluh tahun yang lalu. Tiger bekerja sama dengan penegak hukum, menghancurkan pasar gelap Rudolf, yang saat itu menjadi bandar judi terbesar di Asia Tenggara. Tiger juga telah merebut seluruh daerah kekuasaan Rudolf dan membangun berbagai mall di sana.” Boris mulai membuka cerita.


Zefon menoleh kilat, terkejut dengan pengakuan Boris. Dua puluh tahun yang lalu, ia memang belum tahu apa-apa.


“Rudolf berhasil bangkit, karena mendapat warisan dari orang tuanya yang mengedarkan obat-obatan illegal. Bukan  hanya berbagai jenis obat, tapi juga racun. Dia kembali untuk balas dendam. Kecelakaan satu tahun yang lalu itu, memang sudah direncana! Aku yang bertugas untuk memastikan mereka mati!” sambung Boris membuka ingatannya satu tahun lalu.


Boris mengaku, jika waktu itu Zeva masih sadar dengan luka di kepala yang sangat parah. Gadis itu merintih meminta tolong untuk menyelamatkan kakek dan neneknya. Boris yang mengangkat tubuh Zeva keluar dari mobil, suara lirih terus menggaung di telinganya. Hatinya tersentuh, apalagi melihat gadis itu sangat cantik.

__ADS_1


Manipulasi oleh Boris pun dilakukan di rumah sakit. Sengaja meminta tiga mayat untuk dilaporkan pada Rudolf dan dibawa ke rumah duka dalam peti mati yang tertutup. Sedangkan ketiga korban itu dibawa pulang ke rumah pribadinya. Disembunyikan di kamar bawah tanah. Beruntung para bawahannya berada dalam kendalinya. Sehingga kabar itu tidak bocor ke telinga Rudolf.  Hanya saja, kabar tertangkapnya Boris yang justru membuat semuanya terbongkar.


“Apa ucapanmu bisa dipertanggung jawabkan?” tanya Zefon dengan napas yang memburu.


“Sekalipun kamu melepaskanku, aku tetap akan mati. Rudolf pasti akan membunuhku, karena mengkhianatinya. Jadi, untuk apa aku mengarang cerita yang ujung-ujungnya tetap membuatku kehilangan nyawa,” sahut Boris dengan santai.


“Kenapa kamu berkhianat? Dengan bosmu saja kau berkhianat. Apalagi dengan orang asing!” tegas Zefon mengedikkan kepala.


BUGH!


Tendangan keras langsung melayang di dagu Boris. Ia hanya santai menyeka darah yang mengalir dari mulutnya. Boris sudah pasrah ketika nyawanya di ujung tanduk.


“Tuan! Ada telepon dari Tuan Gala.” Seorang anggota berlari menghampiri Zefon, membungkuk hormat menyampaikannya.

__ADS_1


Masih dalam suasana hati yang buruk, Zefon beranjak ke ruang meeting. Karena di sana langsung tersambung dengan berbagai jaringan dan terdapat layar besar memenuhi dinding.


“Kak! Timku sudah transfer informasi ke surelmu. Segera periksa, ini sangat penting!” tutur Gala yang terdengar dari head phone yang terpasang di telinga Zefon.


“Calvin, buka surel sekarang juga!” titah Zefon menatap layar besar di hadapannya.


 


Bersambung~


Mampir juga di novel keren ini yak best,, karya adindaRa yang berjudulll Selingkuh dengan Sopir Pribadi ..


__ADS_1


__ADS_2