Reinkarnasi Istri Kecil Mafia

Reinkarnasi Istri Kecil Mafia
BAB 52 : KEHANCURAN ZEFON


__ADS_3

Masih tersentak dalam keterkejutan, Yura melepas pagutan lalu sedikit membuat jarak di antara mereka. Senyum manis terulas dari bibir Yura.


“Kamu....” Zefon menelan salivanya. Karena biasanya, ia yang menyerang sang istri membabi buta. Persendiannya terlepas ketika mendapat serangan balik.


“Kenapa? Mau dibalikin?” goda Yura menirukan gaya Zefon sewaktu mencuri ciuman pertamanya.


Zefon sampai terkekeh, mencubit dagu Yura dengan gemas lalu menariknya lagi ke dalam pelukan. “Aku sangat merindukanmu!” aku pria itu dengan lembut.


Yura bisa mendengar detak jantung Zefon yang seperti genderang perang. Ia semakin menyelusup nyaman di dada bidang itu.


“Jadi, kamu tidak marah lagi ‘kan?” tanya Zefon ragu-ragu.


“Emmm ... kalau marah mungkin enggak. Cuma kecewa aja. Kamu udah bunuh orang yang melindungiku, membawaku ke sini lalu meninggalkanku sendirian. Untung Grandpa dan Grandma baik banget. Kalau enggak, aku bakal kabur sampai kamu enggak bisa nemuin aku!” tutur Yura mendongak, menyelami kedua netra suaminya.


Tak menjawab apa pun, tiba-tiba Zefon menitikkan air mata. Lama kelamaan, ia semakin tidak bisa mengendalikannya. Air matanya berlinang begitu deras. Tubuh kekarnya sampai bergetar hebat.


“Ze?” panggil Yura khawatir. Ini seperti bukan suaminya. Pria yang biasanya tegas, garang, keras dan suka semaunya tiba-tiba menangis tersedu. Dia rapuh, benar-benar rapuh sampai dadanya sesak.


Yura meninggikan posisinya, memeluk lelaki itu ke dalam dekapannya. Mengusap puncak kepala suaminya dengan lembut. Lengan kekar Zefon semakin kuat memeluknya.


\=\=\=\=ooo\=\=\=\=


Flashback~

__ADS_1


Satu tahun yang lalu....


“Zefon, pulang sekarang juga!” teriak Cheryl—sang mama sembari menangis histeris.


Zefon yang sedang meeting di luar negeri terperanjat. Ia bahkan sampai menyingkir dari meja bundar yang dikelilingi orang-orang penting perwakilan banyak negara.


“Ma, ada apa?” tanya Zefon ikut panik.


“Pulang, Ze! Sekarang dan jangan membantah!” jerit Cheryl langsung mematikan sambungan teleponnya.


Zefon kembali masuk, berbisik pada Calvin dan Selvia yang setia menemaninya. Ia meminta dua kepercayaannya itu untuk menghandel. Tidak sempat berpamitan, Zefon bergegas pulang saat itu juga dengan jet pribadi yang selalu standby untuknya.


Beberapa jam perjalanan, ia langsung disambut anak buahnya. Segera mengantar sang bos ke kediaman kakeknya.


Sepanjang perjalanan hatinya terus gelisah. Ia tidak bisa duduk dengan tenang. Tiba di rumah besar nan mewah, ada banyak sekali karangan bunga berjajar hingga ke pintu utama.


Kakinya segera berlari masuk saat mobil berhenti. Ia melihat tiga peti mati, perlahan Zefon menggerakkan pandangan perlahan. Mulutnya menganga, kedua lututnya langsung melemas saat menangkap foto Zeva, Oma dan Opanya bertengger di masing-masing peti.


“Tidak! Ini tidak mungkin terjadi! Tidak!” seru Zefon.


“Aaaarrrghh!” teriak Zefon berlutut karena tidak kuat menopang tubuhnya. Ia menarik rambutnya kuat-kuat, sembari terus berteriak histeris.


Cheryl sudah tak mampu berdiri lagi, ia berada dalam dekapan suaminya dengan tubuh tak berdaya. Tangisnya juga tak terbendung. Hidupnya hancur, kehilangan orang tua sekaligus putri tercintanya.

__ADS_1


Axel—sang paman merengkuh bahu Zefon, memeluknya dengan sangat erat. Dua lelaki itu sama hancurnya. Sebagai cucu pertama dan paling merasakan kasih sayang kakek neneknya, Zefon benar-benar merasa kehilangan. Apalagi adik perempuannya yang manja dan selalu bergantung padanya. Ingin rasanya Zefon memaksa kesayangannya bangun. Tapi tubuhnya sendiri tak berdaya.


\=\=\=ooo\=\=\=


Usai proses pemakaman, Zefon sama sekali tak beranjak. Ia berlutut sambil memegangi nisan kakeknya. Menangis sejadi-jadinya.


“Gunakan otak dan kekuatanmu dengan seimbang dalam menghadapi musuh! Lindungi orang-orang terdekatmu, biasanya mereka mengincarnya. Jangan sampai publish di muka umum, siapa pasanganmu kelak. Kalau dia gadis yang lemah!” Pesan terakhir Tiger—sang opa yang masih terekam jelas dalam ingatannya.


“Ze, jangan pernah sakiti istrimu, kelak. Apa pun masalahnya jangan pernah bentak dan pukul dia. Karena dia yang akan memberi kebahagiaan untukmu,” pesan terakhir Jihan—sang oma yang tidak akan pernah ia lupakan.  


“Kakak! Kalau aku pulang dari Amerika nanti, Kakak harus ajak aku jalan-jalan ke markas. Ajari aku banyak hal yang belum aku mengerti!” Wajah cantik Zeva menari-nari di matanya.


Dan hari itu, adalah hari kehancuran bagi Zefon dan keluarganya. Ia tidak sanggup beraktivitas selama satu bulan lebih. Sama sekali tidak bergerak mencari tahu penyebab kecelakaan orang-orang terkasihnya. Penyelidikan polisi pun hasilnya murni kecelakaan.


Tapi, setelah satu bulan Zefon bersama para anggota klannya menyelidiki semuanya. Atas bantuan Perusahaan IT yang dipegang oleh Gala Sky Sebastian, mereka berhasil memulihkan rekaman CCTV jalan yang sempat rusak parah. Meski memang membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.


Dari sana jelas terlihat, satu kelompok mobil mengemudi dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menerobos lampu merah dan menyeruduk mobil yang dikendarai Zeva bersama opa dan omanya.


Zefon mencetak rekaman CCTV itu, memperbesar dan memperjelas gambarnya. Mereka menemukan tato gajah yang ada di lengan para pria itu. Ingin membalas dendam, tapi Jourrel melarangnya dengan tegas. Ia tidak ingin ada pertumpahan darah lagi pada keturunannya kelak.


 


Bersambung~

__ADS_1


Papa dan Mama Macan itu tokoh paling aku cintai 😭😭 Mereka benar2 cinta sejati, sehidup semati. Sakit banget bikin part ini 😭 Kalau kangen papa macan nanti baca lagi kisahnya ya 😭 THE DEVIL HUSBAND. masih ingat kan 🥺



__ADS_2