Reinkarnasi Menjadi Vampir Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampir Di Dunia Lain
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2


__ADS_3

Di sebuah jalan yang berada di pinggir rawa-rawa, terjadi sebuah pertarungan antara kesatria kekaisaran dan lizardman yang tinggal di wilayah tersebut. Saat seorang pria yang terlihat seperti pemimpin para kesatria itu hendak menebas kepala lizardman yang ada di hadapannya, Ferisu menembakkan sebuah bola api untuk memisahkan jarak antara mereka.


"Cih!" Pria itu meloncat mundur menghindari bola api yang di tembakkan, lalu melihat ke arah penembak dengan kesal.


"Siapa kau bedebah sialan!?" teriak pria itu dengan ketus sembari mengarahkan pedang besarnya.


"Hanya pengembara yang lewat," jawab Ferisu, lalu ia menatap tajam ke arah lambang yang ada pada kereta kuda.


"Apa kalian orang kekaisaran? Kalau iya, aku punya sedikit urusan dengan kalian," ucap Ferisu menatap sinis para penjaga kereta itu.


Semua kesatria yang sedang mengobati diri mereka menarik pedangnya keluar dan mengarahkannya pada Ferisu. Di kala Ferisu sedang melihat para kesatria itu, seorang pria tua tiba-tiba muncul di hadapannya sembari mengayunkan pedangnya secara vertikal dengan tujuan untuk membelah tubuh Ferisu menjadi dua.


Ferisu hanya diam berdiri melihat ke arah pria itu dengan sinis, lalu bibirnya bergerak seperti sedang membacakan sebuah mantra. Partikel cahaya berwarna hijau muncul dan membentuk sebuah penghalang yang menghalau serangan pria itu.


"Sihir?" gumam pria itu ketika serangannya ditahan, lalu ia meloncat mundur mengambil jarak lima langkah. "Jadi kau seorang penyihir yah, kurasa ini akan menjadi pertarungan yang mudah," ucap pria itu dengan nada mengejek.


Pria itu mengambil sebuah posisi kuda-kuda, pedangnya berada di sebelah kanan dengan posisi mengarah kebawah. "Posisi itu... ," Ferisu merasa pernah melihatnya, bukan hanya itu, dia sangat familiar dengan kuda-kuda itu.


Hanya saja ada perbedaan sedikit, yakni energi sihir yang seharusnya tak ada tiba-tiba muncul mengelilingi tubuh pria itu. Pria itu tiba-tiba menghilang dan muncul secara mendadak di sebelah kiri Ferisu sembari mengayunkan pedangnya dengan posisi miring dan menebas ke atas.


Ferisu yang familiar dengan gerakan itu langsung mengaktifkan sihir pelindung sembari mendorong tubuhnya ke arah kanan untuk menghindari gerakan itu. Hanya saja, sihir pelindung itu tak berefek seakan tak pernah tercipta, yang mengakibatkan serangan itu berhasil menebas lengan kiri Ferisu hingga terputus.

__ADS_1


"Egh!" Ferisu meloncat mundur, mencoba untuk mengambil jarak. Namun, pria itu kembali muncul dengan cepat di hadapannya, sembari mengangkat pedangnya ke atas lalu mengayunkannya ke bawah. Saat pedang itu menyentuh sehelai rambut Ferisu, sebuah anak panah melesat dengan cepat mengenai bilah pedang itu sehingga membuat arahnya bergeser.


Shiro bergerak dengan cepat seperti seekor macan yang mengejar mangsanya. Dengan cakarnya yang tajam, Shiro menyerang pria itu dengan kecepatan yang hebat. Namun, semua serangan itu berhasil dihindari dan pria itu menendang perut Shiro dengan keras hingga membuatnya terpental.


Licia dan Kurumi datang menghampiri Ferisu, mereka berdiri tepat di depannya dan mengarahkan senjata mereka pada pria yang menjadi musuh. "Ferisu-sama, apa Anda baik-baik saja?" tanya Licia.


"Iya, hanya lenganku saja yang putus," jawab Ferisu sembari memegang lengannya yang terputus. Namun, kemampuan regenerasi miliknya tak berfungsi dengan baik.


Apa yang terjadi pada regenerasiku? Bahkan darahnya terus mengalir seperti air mancur. Pedang itu... tak hanya meniadakan sihir, tapi juga punya kemampuan yang membuat luka tak bisa diobati (racun) dengan sihir atau potion.


"Oni-chan, lenganmu!?" teriak Kurumi panik saat melihat lengan kiri Ferisu yang terputus.


"Tenanglah, apa kau lupa dengan kemampuan regenerasi milikku?" saut Ferisu. Lalu ia memfokuskan energi sihirnya ke bagian lengan yang putus, namun tetap tak bisa melakukan regenerasi.


Pria itu terdiam saat melihat hal itu. "Regenerasi?" gumamnya dengan waspada.


Saat sedang berdiam melihat Ferisu yang meregenerasi lengannya, Shiro tiba-tiba menyerangnya dari samping. "Beraninya kau melukai Ferisu-sama!" teriak Shiro dengan ketus, lalu mencakar wajah pria itu.


Saat wajahnya terkena cakaran itu, dia menangkap lengan Shiro lalu melemparnya ke arah Ferisu. "Kukuku... hahahah! Ini benar-benar gila!" Pria itu tiba-tiba tertawa kencang.


Semua orang yang ada disana terdiam dan teralih fokus melihat ke arah pria itu. "Ferisu... Furuhashi Ferisu, aku akan menunggumu di kekaisaran," ucap pria itu, lalu berjalan masuk ke dalam kereta.

__ADS_1


Rombongan kekaisaran itu pergi dari tempat itu dengan kereta kudanya.


Ferisu tersentak saat mendengar ucapan pria itu. "Kenapa... bagaimana dia bisa tahu nama lengkap ku?" gumamnya penuh kebingungan.


Setelah kepergian orang-orang kekaisaran itu, suasana di rawa menjadi hening. Para lizardman tampak waspada kepada kelompok Ferisu. Mereka bingung sekaligus tak mengerti, kenapa ras yang berbeda bisa berada dalam satu kelompok? Terlebih lagi, kenapa manusia memiliki kemampuan regenerasi seperti troll.


Lengan Ferisu yang sudah selesai beregenerasi terlihat seperti baru lagi, sedangkan lengannya yang putus berubah menjadi asap hitam dan menghilang tanpa jejak. Ferisu berjalan perlahan mendekati seorang lizardman yang terbaring lemas di tangan rawa dengan kedua lengan yang terputus.


Tubuhnya pucat dan lemas seakan bisa mati kapan saja. Ferisu menunduk lalu menyentuh tubuh lizardman itu, cahaya merah kegelapan muncul menumbuhkan dua lengan baru. Tubuhnya yang pucat mulai cerah kembali namun, tetap dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Area heal..." Ferisu menggunakan sebuah sihir penyembuhan yang mencangkup area luas untuk menyembuhkan lizardman yang terluka. Setiap luka mulai tertutup, namun mereka tetap merasa lemas karena kekurangan darah.


Setelah semua lizardman sembuh, Hanz pemimpin pasukan lizardman datang menemui Ferisu. "Terima kasih karena telah menolong kami," ucapnya dengan tulus, meskipun ia tetap merasa waspada.


"Tak perlu berterima kasih, apa desa kalian berada di dekat sini?" saut Ferisu sembari bertanya.


"I-iya, desa kami memang berada di dekat sini. Apa kalian ingin kesana?" jawab Hanz lalu bertanya balik.


"Iya, jika kalian tak keberatan," balas Ferisu.


Hanz mengangguk lalu semua lizardman berjalan kembali ke desa mereka sekaligus memandu kelompok Ferisu kesana. Sebuah desa yang dipenuhi oleh banyaknya lizardman. Rumah mereka memiliki kayu-kayu yang menyanggah bagian bawah sehingga tak terkena lumpur ataupun banjir saat hujan.

__ADS_1


"Inilah tempat tinggal kami," ujar Hanz menunjukkan desa para lizardman.


Namun, semua lizardman yang ada di desa itu berbondong-bondong berlari menuju ke pintu desa sembari mengarahkan tombak mereka pada kelompok Ferisu. "Siapa kalian!? Dan mau apa datang ke desa ini!?" teriak semua lizardman dengan lantang.


__ADS_2