
Mark memaksa kepada Bunga agar dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Haikal merasa murka sekali dengan perbuatan Mark yang telah sewenang-wenang kepada karyawannya.
Demi Mark yang tidak mengamuk lagi akhirnya Bunga mengalah dan dia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Maafkan saya, Tuan Haikal. Tapi suami saya benar-benar marah dan mengamuk dengan pekerjaan saya di perusahaan Anda. Saya hanya tidak mau akan semakin mengundang masalah di dalam kehidupan kami." Bunga kemudian berpamitan kepada Haikal yang masih betah menatapnya.
Haikal merasa tidak tega melihat kehidupan Bunga yang menderita di samping Mark. "Mark saat ada di hadapan publik saja begitu kejam dan tega terhadap istrinya. Apalagi ketika mereka hanya berdua saja di rumah? Aku tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang kau sedang kau jalani bersama laki-laki psikopat seperti Mark." Monolog Haikal yang hanya bisa membiarkan kepergian bunga dari perusahaan yang dia pimpin.
Haikal dan Mark sejak dulu memang tidak pernah akur dan selalu menjadi saingan dimanapun mereka berada. "Aku akan mengejarmu Bunga dan akan ku rebut kau dari Mark!" Haikal kemudian bangkit dari duduknya dan mengejar Bunga.
Haikal sudah tidak peduli masalah sebesar apa yang akan dihadapi di depan sana karena melakukan itu.
"Bunga! Aku tidak ingin kau keluar dari perusahaan aku. Apa kau tidak bisa mempertimbangkan kembali?" tanya Haikal sambil memegang tangan Bunga yang cukup terkejut ketika melihat Haikal melakukan itu padanya.
Bunga merasa tidak nyaman karena melihat rekan-rekan kerja yang lain terus memperhatikan mereka di loby kantor.
Dari kejauhan terlihat Mark yang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah mereka berdua. Bogem Mark auto melayang ke arah Haikal. Akan tetapi Haikal sekarang tidak membiarkan akan membiarkan dirinya di aniyaya oleh Mark.
"Kau sebetulnya mau apa sih?? Apa kau tidak tahu kalau dia adalah seorang wanita bersuami? Malu dong dengan status dan gengsi hidupmu. Apa kau sudah tidak laku oleh wanita yang tidak bersuami? Sehingga kau terus aja mengejar istriku tanpa tahu malu!" Mark terus saja menghajar Haikal yang kesulitan untuk mempertahankan dirinya dari amarah Mark.
__ADS_1
Bunga berusaha untuk memisahkan mereka berdua dengan memanggil security yang kerja di perusahaan milik Haikal.
Beberapa orang security langsung memisahkan mereka berdua. Haikal berniat ingin melaporkan Mark ke kantor polisi atas tindakan penganiayaan terhadap dirinya. Mark tidak takut sama sekali dengan apa yang dilakukan olah Haikal.
"Kau kira aku takut untuk berhadapan denganmu di pengadilan? Mari kita bertarung hingga akhir. Aku! Mark Antonio!! Tidak akan pernah membiarkanmu untuk merebut istriku ataupun segala hal yang kumiliki. Camkan itu!" Mark kemudian langsung menarik tangan Bunga dari sana.
Mark benar-benar sudah tidak tahan melihat apa yang dilakukan Bunga yang sejak tadi terus saja berinteraksi dan ramah tamah dengan Haikal.
Mark sendiri tidak mengerti dengan hatinya yang merasa begitu cemburu melihat kebersamaan mereka berdua.
"Kamu itu sudah punya suami! Kenapa masih genit saja kepada laki-laki lain? Aku mengizinkan untuk keluar dari rumah hanya untuk merawat Intanku! Bukan untuk mencari kekasih di luar sana! Apa kau gila, huh??" Mark langsung membanting tubuh Bunga ketika mereka sudah ada di dalam mobil Mark yang di parkir sembarangan di depan lobby kantor milik Haikal.
Melihat Mark yang begitu kejam dan tega terhadap Bunga, semakin menguatkan hati Haikal untuk merebut Bunga dari Mark. Mark tampaknya sudah mulai jatuh cinta kepada Bunga tetapi masih gengsi untuk mengakuinya.
Bunga hanya melihat nanar ke arah Mark. Saat ini, ingin sekali dirinya melarikan diri dari laki-laki jahat seperti Mark yang berstatus sebagai suaminya. Akan tetapi, sekali lagi perusahaan milik ibunya yang menghentikan langkah kaki Bunga.
Bunga merasakan lemas tubuhnya kalau sudah memikirkan tentang itu. Bunga tidak menangis sama sekali. Karena bunga ingat dengan nasehat dari sahabatnya bahwa air matanya hanya semakin membuat pria gila seperti Mark semakin brutal pada dirinya.
"Kau sekarang sudah mulai hebat ya? Karena kenal pria seperti Haikal? Kau merasa keren dan hebat?? Bahkan sekarang tidak menangis lagi. Walaupun aku melakukan kekerasan padamu. Aku akan menghancurkan perusahaan milik Ayah hingga berkeping-keping kalau kau masih saja berbuat macam-macam di luar sana!" Bunga hanya bisa memalingkan wajahnya dan menyembunyikan air matanya yang terus saja ingin menerobos dari kelopak matanya.
__ADS_1
Bunga terus mengelus dadanya yang terasa begitu sakit mendengar semua perkataan Mark yang sangat kasar dan keterlaluan.
"Aku tidak mengerti dengan tabiat dan juga karakter kamu. Kau selalu memperlihatkan bahwa aku hanyalah sampah bagimu. Bahwa aku tidak menarik untukmu. Tapi kenapa kau selalu mengamuk setiap kali aku dekat dengan Haikal? Jangan kau katakan padaku, kalau kau sudah jatuh cinta dengan wanita yang katamu adalah itik buruk rupa ini!" ucapan Bunga sukses membuat Mark mengerem mobilnya tiba-tiba. Karena terkejut bukan kepalang.
Mark menoleh kepada Bunga yang saat ini sedang menatap tajam kepada dirinya. Mark kemudian tertawa dan mencengkram rahang Bunga.
"Sungguh indah sekali mimpi yang kau bangun di atas otak udangmu itu. Hahahaha! Aku jatuh cinta kepada itik burik macam kamu?? Jangan mimpi!!" Bunga sampai meringis kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh Mark.
Hati Bunga mencelos rasanya, mendengar apa yang dikatakan oleh Mark dengan tatapan membunuhnya. Mata elang pria tampan yang berstatus sebagai suaminya tetapi juga merangkap sebagai iblis yang di kirim oleh neraka untuk masuk dan menetap di dalam hidupnya yang amat menyedihkan.
Bunga yang selama ini hanya hidup sendiri di dunia ini tanpa dukungan siapapun. Bunga walaupun memiliki seorang ayah. Tetapi pria yang mengaku berstatus sebagai ayahnya tidak pernah peduli dengan kehidupan Bunga.
Sang ayah lebih memperdulikan istri dan anak tirinya yang menjadi anak kesayangan di keluarga besar sang ayah. Intan yang selalu dianggap sebagai anak emas dan kebanggaan keluarga mereka. Karena menjadi model dan artis yang terkenal di negeri ini.
Di dalam keluarga sang ayah bahkan tidak ada yang memperdulikan. Bagaimana kehidupan Bunga setelah meninggal sang ibu.
Bunga harus menjalani kehidupannya dengan penuh penderitaan dan kesedihan sejak sang ibu pergi untuk selamanya. Tidak ada lagi nona muda yang kaya raya yang selalu di manjakan oleh orang tuanya. Hanya ada Bunga si babu yang bernasib malang dan sedih sekali hidupnya.
Intan dan ibunya tidak pernah membiarkan kehidupan Bunga berjalan dengan baik. Intan dengan wajah polos dan kepintarannya dalam berakting selalu mengelabui Bunga seakan-akan dia adalah saudari yang baik bagi Bunga. Semua itu hanya dilakukan Intan untuk mengorek informasi tentang Mark, pria yang di sukai oleh Intan tetapi menjadi pengagum rahasia Bunga.
__ADS_1