Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 7


__ADS_3

Bunga mengantar Haikal, pemuda yang dia tolong dari perampok tadi siang.


"Di periksa dulu ya, keadaannya. Soalnya luka Tuan kayaknya parah. Kebetulan aku juga mau ke rumah sakit untuk menjenguk adikku yang saat ini sedang koma. Nanti sekalian Tuan di periksa di sana." ucap Bunga yang kemudian pergi bersama Haikal.


"Namaku Haikal Anggoro. Nama kamu siapa?"


"Namaku Bunga Adelia. Panggil saja Bunga," Bunga meringis kepada Haikal.


Haikal sungguh merasa senang dengan kepribadian Bunga yang ceria dan terlihat lucu. Ah, kalau Haikal tahu apa yang diderita oleh Bunga, setiap kali berhadapan dengan dengan Mark, suaminya sendiri.


Seorang suami yang sejatinya melindungi dan menjaga sang istri. Seorang suami yang sejatinya memberikan kebahagiaan untuk wanita yang berstatus sebagai istrinya. Akan tetapi dialah orang pertama yang selalu memberikan penderitaan dan air mata untuk bunga. Dengan selalu melakukan KDRT, baik secara psikis maupun fisik.


Bunga seorang wanita yang sangat sabar dan memiliki hati seluas samudra. Dia selalu pandai menyembunyikan lukanya dari orang luar. Kalau ada orang yang membuka pakaian dia, pasti akan bisa melihat luka lebam di sekujur tubuhnya. Luka bekas siksaan Mark setiap kali dia marah dan kesal padanya.


Mark tidak ada bedanya dengan binatang buas yang selalu ingin menyiksa Bunga, wanita yang dia benci tanpa alasan.


Mark adalah korban penipuan yang dilakukan oleh Intan ketika dia masih dalam keadaan sehat.


Wanita culas dan jahat itu, selain mencuri posisi bunga di hati Mark dengan mengaku sebagai Azalea. Ya, Bunga dulu mengaku sebagai Azalea ketika mereka berkenalan dulu. Nama kecil Bunga, nama kesayangan ibunya yang kini sudah meninggal yang dia kenalkan kepada Mark.


Intan mengaku sebagai Azalea di hadapan Mark ketika Mark melihat foto Bunga di masa kecilnya.


Intan selalu menceritakan hal-hal yang buruk tentang bunga kepada Mark sehingga mengakibatkan pemuda itu membencinya setengah mati.

__ADS_1


Seandainya Bunga mengetahui keculasan yang dilakukan oleh Adik tirinya, dia pasti tidak akan pernah mau untuk merawat Intan yang berhati jahat. Adik tiri yang telah mencuri kekasih Kakaknya sendiri tanpa di sadari oleh Bunga maupun Mark.


Kalau Bunga tahu, dia pasti akan menjelaskan semuanya kepada Mark. Tapi sayang, Intan terlalu lihai dalam menyembunyikan segala sesuatu sehingga tidak ada yang menyadarinya.


Mark yang sudah menunggu kedatangan bunga sejak tadi Dia terlihat begitu murka ketika Bunga datang bersama Haikal. "Hey!! Dari mana saja kamu? Dan apa ini?? Bukankah aku sudah bilang padamu untuk tidak pernah berdandan seperti ini lagi? Kamu rupanya benar-benar sedang menantang kekuasaan ku, huh??!!" Mark langsung menyeret bunga ke dalam ruangannya tanpa memperbolehkan Haikal yang sejak tadi begitu bingung melihat kelakuan Mark yang tidak menghormati Bunga sama sekali.


Haikal tanpa kebingungan karena dia seperti yang tidak mengenali Bunga saat ini. Bunga yang gagah berani dan sanggup melawan 10 orang preman yang berbadan kekar. Tetapi, sekarang seperti kelinci yang begitu penurut dan penakut di hadapan Mark.


Haikal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat semua itu. "Sungguh aneh sekali!" monolog Haikal.


"Tuan, sebaiknya Anda diperiksakan dulu oleh dokter. Saya takut kalau luka-luka itu akan berakibat buruk terhadap Tuan di masa yang akan datang." ucap Sekretaris Haikal yang tadi di hubungi oleh Haikal.


Haikal menghelan nafas berat dia sebenarnya kasihan kepada bunga yang terlihat tidak berdaya ketika berhadapan secara langsung dengan Mark.


"Yang saya tahu laki-laki tadi bernama Mark Antonio. Kalau perempuan itu, saya tidak tahu Tuan. Maksud saya, saya tidak tahu. Apa hubungan mereka berdua. Mungkin gadis itu pembantunya atau asisten dia. Saya tidak terlalu mengerti tentang hal itu." Haikal mengerutkan keningnya.


Haikal tidak percaya kalau Bunga adalah asisten dari Mark. Karena baru saja dirinya tadi meminta kepada Bunga supaya bekerja dengannya sebagai asisten pribadinya. Bunga menerima hal itu.


Kalau memang Bunga sudah memiliki pekerjaan sebagai asisten, tentu dia tidak akan menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Haikal kepadanya. Itu adalah logika yang bisa dipikirkan oleh Haikal.


"Bisa kau selidiki tentang wanita yang sudah menolongku tadi? Wanita yang diseret oleh laki-laki bernama Mark itu!" perintah Haikal pada sekretaris pribadinya.


"Siap, Tuan. Saya akan mencoba untuk menyelidiki tentang wanita itu. Sekarang, sebaiknya Tuan diperiksa dulu oleh dokter yang sudah menunggu Tuan di dalam!" Haikal mengikuti sekretarisnya yang mengarahkan dirinya ke dalam sebuah ruangan pemeriksaan di mana dua orang berpakaian para medis sudah menunggunya di sana.

__ADS_1


***


"Katakan padaku!! Siapa laki-laki yang tadi bersama denganmu? Bagaimana kau bisa mengenal laki-laki itu? Jawab!" Mark mencekal tangan Bunga dengan sangat keras.


Bunga yang masih terkejut dengan kegilaan yang dilakukan oleh Mark di hadapan umum, Bunga masih belum juga mau mengatakan apa yang sebenarnya kepada Mark. Sehingga membuat Mark menjadi semakin murka kepadanya.


"Kamu rupanya terlalu banyak dimanja olehku, huh?? Sehingga membuatmu tidak lagi merasakan takut kepadaku!" Mark langsung merenggut semua pakaian yang di kenakan oleh Bunga.


Bunga sudah ketakutan melihat gelagat yang akan dilakukan oleh Mark terhadap dirinya. Bagaimana kalau tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan kantor Mark tersebut, ketika mereka melakukan hal seperti itu?? Bunga pasti akan merasa malu sekali.


Walaupun mereka berstatus sebagai suami istri. Tetapi hanya keluarga inti mereka saja yang mengetahui status tersebut. Mark belum mengumumkan kepada publik tentang pernikahan mereka. Publik hanya mengetahui kalau Intan adalah kekasih Mark Antonio. Seorang pengusaha terkenal dan artis cantik yang saling mencintai.


Seharusnya Mark sudah melakukan konferensi press tentang pernikahannya sejak lama. Tetapi Mark menolak agenda tersebut yang sudah disusun oleh sekretarisnya dan sekretaris ayahnya. Dengan alasan dia belum siap untuk go public tentang pernikahan dirinya bersama Bunga.


Bunga malah merasa sangat bahagia dengan pernikahan mereka yang tersembunyi. Sehingga dia bisa bebas dan tidak terikat untuk bersandiwara di depan banyak orang sebagai istri Mark.


"Dia adalah Bos baruku. Mulai besok aku akan bekerja dengannya sebagai asistennya!" Mark terlihat murka ketika mengetahui kalau Bunga bekerja di perusahaan saingannya. Haikal!! Yang merupakan saingan abadi bagi Mark. Dia tidak terima kalau istrinya disuruh-suruh ke sana kemari oleh Haikal, musuh besarnya.


Mark langsung menghempaskan tubuh Bunga ke sofa. Setelah dia mengunci pintu ruangan kerjanya. Sultan mah bebas, ya kan?? Status Mark sebagai putra dari pemilik Rumah Sakit membuatnya tidak ada yang menegur. Baik rekan kerjanya yang lain ataupun direktur yang di percaya ayahnya untuk memanage rumah sakut itu. Walaupun Mark sering mangkir dari pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang dokter di rumah sakit.


"Keluar dari perusahaan Itu! Kalau kau butuh pekerjaan, datanglah ke kantorku. Aku akan memberikanmu posisi yang tinggi di sana!" Mark membujuk kepada bunga untuk mengundurkan diri dari perusahaan Haikal.


Bunga melotot kepada Mark. Dia menolak dengan keras perintah dari Mark sehingga membuat Mark kehilangan akal dan akhirnya melakukan kekerasan seksual kepada Bunga yang Hanya bisa pasrah dengan suaminya yang menggila karena marah dan cemburu terhadap Haikal.

__ADS_1


__ADS_2