Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 22


__ADS_3

"Aku di apartemenku, kenapa Bos?" tanya Bunga terdengar santai saja.


Dalam hatinya Bunga bertanya-tanya kenapa Haikal malahan menghubungin ya padahal setahun ya saat ini Haikal sedang makan malam bersama dengan calon tunangannya yang di siapkan or tuanya.


"Kamu sudah makan malam belum?" tanya Haikal lagi dengan suara yang terkesan buru-buru.


"Aku sudah makan di luar tadi.Memangnya kenapa?" tanya Bunga merasa heran dengan kelakuan Haikal.


Haikal sebenarnya ingin sekali mengajak Bunga untuk bertemu sekali lagi. Sebelum dua hari lagi dirinya akan bertunangan dengan calon yang sudah dipilih oleh kedua orang tuanya.


Akan tetapi Haikal tiba-tiba saja menciut nyalinya ketika sudah mendengarkan suara Bunga yang terdengar begitu cuek dan tak perduli padanya.


Sejak dulu Haikal terus berjuang untuk bisa mendapatkan Bunga sebagai kekasihnya. Seandainya saja Bunga mau menerima dirinya sebagai kekasih dia pasti akan berjuang mati-matian untuk melawan perjodohan yang diberikan oleh kedua orang tuanya.


"Tidak apa-apa. Kamu Istirahatlah, sudah malam. Aku menghubungimu hanya karena ingin mendengar suaramu saja. Selamat malam, Bunga! Mimpi indah, ya?" suara Haikal terdengar serak karena sedang menahan kesedihan di hatinya.


Haikal sangat tahu kalau Bunga sampai saat ini masih belum bisa melupakan cintanya kepada Mark. Mantan suami Bunga yang dulu hanya menyiksa dan menyakitinya. Entah apa yang dilihat oleh Bunga dari laki-laki sampah seperti Mark yang tidak pernah menghargainya sebagai istrinya di masa lalu.

__ADS_1


Haikal hanya tidak mengetahui masa lalu yang pernah dilewati oleh Bunga dan Mark ketika mereka masih remaja. Karena satu lain hal, mereka dipisahkan dan tidak saling mengenali. Mark matanya di butakan oleh Intan yang mengaku sebagai Bunga di hadapan Mark. Sehingga Mark akhirnya menjalani kehidupan dengan penuh kesalahpahaman dan kebencian yang sengaja diatur oleh Intan kepada Bunga.


Mereka berdua adalah orang yang saling mencintai satu sama lain di masa lalu. Akan tetapi telah dipermainkan oleh takdir dan nasib yang tidak berpihak kepada mereka berdua.


Saat ini Mark sudah menyadari tentang semua kesalahannya dan dia juga sudah mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh Intan daru dirinya selama bertahun-tahun lamanya.


Mark saat ini sedang menyusul Bunga ke luar negeri dan berniat untuk mengajaknya kembali rujuk. Bunga sampai saat ini belum mengetahui tentang kabar Mark yang terbaru. Karena dia memang telah menutup segala akses dirinya dengan dunia luar dan ingin benar-benar menjalani kehidupan barunya di luar negeri dengan damai.


Bunga bahkan menutup semua media sosialnya. Hanya untuk menghentikan jejak yang mungkin saja bisa ditemukan oleh orang lain. Tetapi Bunga lupa Siapa mantan suaminya yang memiliki banyak kekuasaan dan uang. Amat mudah bagi Mark untuk menyewa detektif dan juga beberapa Bodyguard bayangan untuk melindungi Bunga dari segala gangguan yang di sebabkan oleh Intan.


Bunga kemudian pergi ke balkon kamarnya. Bunga menetap langit yang begitu cerah dan bulan yang terang dan benderang. "Kalau di Indonesia, saat malam-malam seperti ini, melihat bulan pasti terasa sekali indahnya. Ah, kenapa tiba-tiba Aku merindukan Indonesia?" tanya Bunga pada dirinya sendiri. Tiba-tiba datang Bunga berdesir amat kencang, saat di kejauhan dan melihat sosok Mark yang sedang melambai ke arahnya.


"Tidak mungkin kan kalau itu adalah Mark? Ya Allah! Apa aku serindu itu kepada dia? Aku kini sampai berhalulinasi melihat dia di sini. Mark saat ini pasti sedang bekerja di Indonesia. Ah, Bunga!! Wake up, woiii! Kamu sebaiknya tidur saja. Kau pasti kelelahan sehingga membuatmu melihat hal-hal yang aneh." Bunga berusaha untuk mengerjakan matanya dan berharap sosok yang dia lihat sebagai yang saat ini tepat berada di bawah balkon kamarnya yang sedang melambaikan tangan kepada dirinya.


"Rindu untuk di cintai suamiku, sungguh benar-benar telah membuat aku jadi gila. Woi, Bunga! Sadarlah! Dia sekarang sudah menjadi mantan suamimu. Karena sekarang dia sudah beristri seorang model dan artis yang cantik dan seksi. Tidak mungkin kalau dia masih mengingat kamu!" Bunga seperti masih belum mempercayai bahwa Mark benar-benar ada di hadapannya saat ini.


Bunga sungguh bingung dengan apa yang ada di depannya saat ini. Karena dia begitu nyata dan begitu memukau bagi Bunga. Bunga masih shock ketika dia melihat sosok yang begitu mirip dengan Mark yang sekarang bahkan tersenyum ke arahnya dengan begitu manis.

__ADS_1


Bunga terus menggelengkan kepalanya dan menolak kenyataan itu. Karena sesungguhnya memang tidak mungkin pada tengah malam seperti itu Mark kini berada di depan apartemennya.


"Ah, sebaiknya aku tidur saja. Tampaknya aku memang benar-benar kelelahan sehingga berhalusinasi melihat mantan suamiku di sini." monolog Bunga yang akhirnya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dan berniat untuk tidur saja.


Bunga sampai saat ini masih merasa bingung dengan kehadiran sosok yang begitu mirip dengan Mark. Saat Bunga sudah hampir saja terlelap dalam tidur, tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang berbunyi saling sahut-menyahut dan mengganggu jam tidurnya. "Aih! Orang gila dari manakah yang pertama pada tengah malam seperti ini? Oh no! Jangan-jangan itu adalah penjahat yang ingin merampokku!" Bunga sudah parno duluan sebelum dia melihat siapa yang datang di depan pintu apartemennya.


Karena melihat jam yang sudah hampir jam 02.00, Bunga akhirnya memutuskan untuk tidak ambil perduli dengan orang yang terus saja membunyikan bel pintunya. Bunga akhirnya merasa lega Setelah orang itu tidak lagi mengganggunya.


Bunga bisa beristirahat dengan tenang pada malam itu. Akan tetapi Bunga dikejutkan ketika dia bangun pagi-pagi dan hendak berangkat ke kantornya. Bunga melihat Mark yang meringkuk kedinginan di depan unit apartemen miliknya.


"Ya ampun! Apakah aku sudah segil itu? Kenapa di mana-mana aku melihat Mark?" monolog Bunga yang akhirnya berusaha untuk bersikap acuh saja.


Tetapi tiba-tiba saja, orang yang memang benar-benar Mark menyentuh kaki Bunga dan bersuara. "Astaga, Bunga! Kau jahat sekali semalaman aku membunyikan bel pintu unit kamu. Kenapa kamu tidak mau membukakan pintumu, huh? Aku sampai demam gara-gara aku kedinginan sepanjang malam di koridor ini." setelah mengatakan itu, Mark pun langsung masuk ke dalam unit apartemen milik Bunga.


Bunga yang sampai saat ini masih belum sadar tentang kehadiran mark di unitnya, dia masih bengong dan masih tidak percaya bahwa itu benar-benar nyata bukan hanya sebuah halusinasi semata seperti pemikirannya semalam.


"Kau Mark?? Kenapa kau bisa ada di sini? Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Bunga ketika kesadaran sudah mulai kembali ke dalam otaknya.

__ADS_1


__ADS_2