Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 42


__ADS_3

Bunga saat ini sedang di rias karena sebentar lagi pernikahannya bersama Mark akan di langsungkan. Mark ingin melakukan resepsi lagi walaupun pernikahan keduanya dengan Bunga.


"Dulu Aku menikah denganmu karena terpaksa, tapi sekarang aku menikahimu kembali karena aku amat mencintaimu, jadi aku ingin pernikahan kali ini menjadi suatu kenangan yang tidak akan bisa dilupakan oleh kita seumur hidup kita. Bunga, aku janji akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan setia denganmu!" janji Mark saat mereka berdua pergi ke KUA setempat untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


Bunga merasa bahagia karena mantan suaminya ternyata memang mencintai dirinya. Bunga percaya bahwa Mark memang mencintainya. Mark sudah membuktikan bahwa apa yang dia katakan tidaklah bohong. Mark sudah memecat Intan sebagai brand Ambassador Rumah Sakit keluarga mereka.


Kedua orang tua Mark juga sudah menerima Bunga dan Haidar yang kembali lagi masuk ke dalam hidup mereka setelah bertahun-tahun berpisah dan tidak pernah bertemu.


"Kamu cantik sekali, Bunga. Mark pasti akan semakin mencintaimu saat kalian bersanding lagi nanti," ucap ibunya Mark yang begitu takjub dengan kecantikan Bunga yang paripurna.


Bunga tersipu karena ibunya Mark yang selalu berusaha untuk dekat dengannya seperti dulu. Mark memang telah menjelaskan segalanya kepada kedua orang tuanya sehingga membuat mereka membenci Intan yang sudah menipu anak mereka mentah-mentah.


Mereka membenci Intan karena sudah begitu lancang selingkuh dan menipu anak mereka. Mereka bahkan menolak ketika Mark hendak mengundang keluarganya Intan dalam acara pernikahan kali ini.


"Mama bisa saja sih, aku kan lagi di rias Mah, wajar kalau aku terlihat cantik. Aku rasa setiap wanita yang menjadi seorang pengantin pasti memiliki kecantikannya sendiri," Bunga menunduk.


Bunga hanya belum terbiasa untuk kembali dekat dengan ibu mertuanya. Dulu saat pertama kali menikah dengan Mark, Bunga tidak di ijinkan untuk terlalu dekat dengan ibu mertuanya maupun keluarga Mark yang lainnya.


Alasan Mark karena dia tidak akan lama menikah dengan Bunga, karena dirinya yang mencintai Intan. Tapi siapa yang menyangka kalau cintanya untuk Intan tak berbuah manis. Hanya tersisa kepahitan karena Intan yang begitu tega berkhianat dan lebih memilih berenang dalam dosa bersama Amar.


Amar dan Amara sekarang sudah menetap di luar negeri dan hidup bahagia di sana. Hanya Intan yang hidupnya hancur dan kehilangan segalanya.


Intan terlihat begitu murka dan marah sekali. Intan tidak terima saat melihat proses ijab qabul yang saat ini sedang dilakukan oleh Mark di sebuah msjid yang ada di lingkungan tempat tinggal keluarga besar Antonio.

__ADS_1


Intan tidak datang ke pernikahan itu karena memang Mark yang tidak mengundang dirinya dan juga keluarganya. Intan melihat ijab kabul itu dari video call yang dilakukan oleh seseorang padanya.


Entah apa maksud orang itu dengan melakukan hal konyol begitu. Intan melihat secara live hijab kabul laki-laki yang dulu tergila-gila padanya dengan saudara tiri yang selalu dia rendahkan dan hina.


Intan terlihat begitu kesal hingga akhirnya memutuskan untuk datang ke resepsi pernikahan Bunga dan Mark walaupun dereng hati dah mendapatkan undangan.


"Maafkan saya, tetapi anda tidak bisa masuk tanpa undangan dari yang punya hajat!" ucap security ya menjaga acara tersebut dengan ketat.


Hal itu sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Mark yang tidak mau kedatangan Intan akan merusak acara sakral yang sudah dia perjuangkan selama berapa bulan lamanya.


"Saya ini masih keluarga dari mempelai wanita yang menikah, kenapa saya tidak bisa masuk? Anda sungguh sangat kurang ajar sekali!" intan terlihat begitu murka dan marah.


Tetapi security tetap tidak mengijinkan di rumah untuk masuk ke dalam arena pesta yang kini di gelar di gedung milik Mark yang begitu megah dan mewah. Intan benar-benar merasakan kecemburuan yang luar biasa. Intan terlihat ingin menghancurkan acara pernikahan itu dengan berbagai cara.


Dengan perasaan jengkel dan marah Intan kemudian meninggalkan tempat itu. Intan sempat melihat pengantin yang begitu mempesona di dalam gedung melalui pintu yang terbuka lebar.


Intan masakan iri dengki yang luar biasa melihat kebahagiaan Bunga, Haidar dan Mark yang kini telah bersatu menjadi keluarga kecil yang sempurna.


Entah kenapa bukannya merasa bahagia melihat saudaranya sekarang sudah menemukan hidup bahagia bersama suami dan anaknya, Intan malah merasa kesal dan jengkel. Intan tampak begitu lesu saat kembali masuk ke dalam kamarnya.


Intan merasa bahwa hidupya sudah tidak berarti lagi. Bahkan sekarang para agensi sudah tidak ingin memakai jasanya lagi sebagai modal ataupun artis karena Amara yang memang sudah mencekal langkah karir Intan.


Intan yang sudah putus asa akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum obat tidur yang selama ini dia konsumsi secara berlebih. Intan akhirnya di makamkan dengan kesedihan ibunya yang menangis karena membaca surat terakhir yang diberikan oleh putrinya.

__ADS_1


Dia memberikan surat peninggalan Intan kepada Bunga sebagai permintaan maafnya yang sudah keterlaluan sewaktu dia masih hidup.


Di akhir hidupnya Intan merasa bersalah dengan semua kejahatan yang sudah dia lakukan di masa lalu kepada Bunga sebagai saudara tiri.


Bunga yang saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi berburu madu hanya bisa menatap surat itu dengan nyalang. Mengetahui Intan meninggal, Mark sama sekali tidak ada keinginan untuk berziarah ke Makam Intan yang akan di makamkan hari itu juga.


Kedua orang tua Mark memaksa mereka langsung berangkat saja menuju tempat bulan madu. "Kami yang akan datang ke sana untuk mewakili kalian. Mark pergilah jangan menunda kebahagiaan kalian dengan hal ini!" perintah ayahnya pada Mark.


Bunga sebenarnya tidak tega untuk pergi begitu saja. Walaupun Intan memang selama ini selalu jahat padanya, bagaimanapun juga mereka adalah saudara tiri. Bunga tidak bisa mengabaikan hubungan itu demi menjaga perasaan ayahnya.


Mark akhirnya mengalah dengan keinginan Bunga, dan datang ke prosesi pemakaman Intan yang hanya dihadiri oleh anggota keluarga dan beberapa teman Intan ketika masih hidup dulu.


"Kamu harus menjalani kehidupan yang baik di sana dan jangan melakukan kejahatan lagi!" ucap Mark lirih tetapi masih bisa didengar oleh ibunya intan yang tentu saja merasa tersinggung mendengarnya.


Akan tetapi dia mengurungkan niatnya ketika hendak melabrak Mark saat melihat suaminya yang melotot ke arahnya. Dia takut juga sama suaminya karena Intan sekarang sudah meninggal dan tidak ada lagi orang yang akan menyokong kehidupannya selain sang suami yang mencintainya.


Setelah acara pemakaman selesai, Bunga dan Mark akhirnya pergi menuju tempat bulan madu yang sudah disiapkan oleh Mark jauh-jauh hari.


"Terima kasih karena kau sudah hadir kembali dalam hidupku. Bunga, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan setia padamu," janji Mark setelah mereka selesai berolah raga bersama Bunga malam itu. Bunga hanya bisa menatap suaminya yang terlihat begitu mencintainya.


Bunga bersyukur bahwa mereka bisa melewati begitu banyak rintangan untuk sampai pada masa saat ini. Bunga menyembunyikan wajahnya di pelukan suaminya. "Rindu untuk di cintai suamiku akhirnya berakhir dengan bahagia. Aku bisa berada di dalam pelukanmu sebagai istrimu yang kau cintai. Thanks karena kamu udah datang padaku dan kembali membuatku merasakan apa itu cinta," ucap Bunga dengan suara gemetar dan bahagia di hatinya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2