
Membayangkan kebahagiaan kedua orang tuanya saat tahu soal kehadiran Haidar saja sudah membuat Mark begitu bahagia dan dia tidak peduli dengan pertentangan dan permusuhan yang ditunjukkan oleh Haidar kepada dirinya pada saat mereka pertama bertemu.
Mark bisa memahami semua perasaan Haidar yang pasti tidak mudah untuk bisa menerima dirinya sebagai ayahnya setelah bertahun-tahun hanya tinggal berdua saja dengan Bunga.
Pasti tidak mudah untuk mereka hidup tanpa seorang ayah dan suami. Apalagi Bunga waktu itu harus berjuang untuk kehidupan mereka berdua tanpa bantuan siapapun.
Bunga harus berterima kasih kepada Haikal yang selalu menunjukkan belas kasihan dan terus membantu Bunga.
"Masuklah, anakku! Mulai hari ini mansion ini akan menjadi tempat tinggal kita satu keluarga. Ayahmu ini akan segera menikahi ibumu kembali. Papa berjanji mulai hari ini tidak akan membiarkan kalian hidup menderita lagi," Mark menatap kepada Bunga dan Haidar yang masih menatapnya dengan tidak percaya.
Haidar sampai saat ini masih meragukan ketulusan yang ditunjukkan oleh Mark kepada ibunya. Bocah kecil itu terlihat lebih dewasa daripada usianya. Itu semua karena kekerasan hidup yang selama ini dijalani olehnya karena hidup tanpa seorang ayah.
Haidar selalu menyembunyikan luka hatinya seorang diri ketika teman-temannya menghina sebagai anak haram karena tidak memiliki seorang ayah sejak dia lahir. Bahkan di akta kelahiran Haidar tidak membaca nama ayahnya di sana.
Bunga selama ini memang selalu menyembunyikan fakta tentang ayah kandungnya. Bunga tidak ingin kalau sampai Haidar terus mengejar dirinya untuk menjelaskan perihal Mark. Padahal Bunga sudah berusaha sangat keras untuk bisa melupakan laki-laki jahat yang terus saja menyakiti hatinya demi Intan, wanita yang dia cintai.
"Terserah apa yang akan kau lakukan nanti. Hanya saja, aku ingin kau tidak menyakiti Ibuku lagi. Paham?" tanya Haidar dengan suara bergetar karena menahan gejolak di hatinya.
__ADS_1
Bunga memeluk putranya yang sejak tadi berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Bunga tahu kalau Haidar hanya sedang menyembunyikan segala sebah di hatinya setelah dia mengetahui tentang ayah kandungnya yang ternyata orang kaya.
"Istirahatlah, nanti malam, Papa akan mengajakmu untuk bertemu dengan kakek dan nenekmu. Kita akan membicarakan tentang pernikahan Papa dan Mama kembali." perintah Mark pada Haidar dan Bunga.
Bunga menatap tajam kepada Mark yang seenaknya membuat keputusan untuk masa depannya.
"Kau boleh mengakui Putramu sebagai anakmu. Tapi aku tidak pernah menyetujui untuk kembali rujuk denganmu. Mark, aku tidak tertarik untuk menikah lagi denganmu. Maafkan aku!" Bunga menatap tajam pada Mark yang melotot sempurna demi mendengar apa yang dikatakan olehnya.
"Apa kau gila? Kalau kau menolak untuk rujuk denganku, maka kau harus siap-siap untuk Kehilangan Haidar dalam hidup kamu! Aku pasti akan memperjuangkan hak asuhnya di pengadilan!" Bunga terbelalak melihat kesungguhan di wajah Mark ketika mengatakannya.
Bunga benar-benar tidak menyangka kalau Mark akan tega melakukan itu. Ketakutan yang selama ini dirasakan oleh Bunga tampaknya akan terjadi kalau dia menolak keinginannya untuk rujuk.
Mark sengaja memisahkan ibu dan anak itu hanya untuk membuat Bunga tidak keras kepala lagi dan mau menerima keinginannya untuk segera rujuk dan kembali menjalani kehidupan sebagai suami istri.
Bagaimanapun juga mau tidak ingin kalau sampai dirinya harus melakukan dosa dengan menyentuh Bunga di luar pernikahan.
Mark sangat mencintai Bunga dan selalu kesulitan untuk menahan diri ketika berdekatan dengan sang mantan istri. Apalagi dia sudah pernah menyentuh Bunga karena emosinya, dia takut kalau sampai Bunga hamil dan anaknya lahir di luar nikah.
__ADS_1
Mark tidak ingin hal buruk terjadi kepada wanita yang dia cintai. Mark sudah berjanji bagwa dia akan melakukan segala cara untuk menjadikan Bunga sebagai wanita terakhir di dalam hidupnya.
Mark sadar bahwa apa yang akan dia lakukan tidaklah mudah dan dia harus berjuang keras untuk bisa mewujudkan itu. Ya! Dia sadar bahwa itu adalah hukuman yang harus diterima olehnya karena sudah memberikan luka yang begitu dalam kepada Bunga di masa lalu karena kebodohannya yang selalu mendengarkan perkataan intan dan ibunya yang selalu menjelek-jelekkan Bunga.
Mark mengurung Bunga dan memisahkannya dari Haidar. Mark mempersulit ibu dan anak itu untuk bertemu selama ada di mansion. Hal itu dilakukan hanya untuk membuat Bunga menyerah dan akhirnya mau menerima keinginannya untuk rujuk.
Bunga sejak tadi terus berteriak dan meminta kepada Mark untuk melepaskannya. Haidar tidak berbeda dengan ibunya.
"Kau sungguh laki-laki yang begitu tercela bisa-bisanya kau melakukan ini kepada kami berdua. Cepat lepaskan aku dan biarkan aku bertemu dengan ibuku. Aku tidak akan membiarkanmu memisahkan kami berdua." ucap Haidar saat Mark masuk ke dalam kamarnya dan mengajak dia untuk bertemu dengan kedua orang tuanya di kediaman utama keluarga Antonio.
Mark tersenyum melihat emosi yang diperlihatkan oleh putranya dia kemudian mendekatinya.
"Bujuklah Mama kamu agar mau rujuk dengan Papa sehingga kita bisa menjadi keluarga yang sempurna. Haidar, Apa kau tidak rindu kita bertiga hidup bersama-sama sebagai sebuah keluarga dan kau memiliki seorang adik lagi?" tanya Mark berusaha membujuk putranya yang masih saja keras kepala.
Haidar dan Bunga memiliki karakter yang sama dan keras kepala. "Seharusnya Papa berusaha dengan bersikap baik untuk bisa membujuk Ibuku, bukan dengan cara memaksa dan mengurungnya seperti sekarang. Apakah itu adalah perbuatan seorang laki-laki sejati atau hanya laki-laki pengecut? Papa, di mataku kau tidak layak untuk kembali bersama dengan Mamaku!" Haidar melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Mark dengan intens.
Mark mendengarkan apa yang dikatakan oleh Haidar secara serius. "Bantu Papa kamu untuk bisa membujuk ibumu dan membuatmu memiliki keluarga utuh. Papa janji, papa akan membuat ibumu bahagia dan tidak akan pernah membiarkanmu diejek ataupun dihina siapapun. Haidar, percaya sama papa. Oke?" Mark masih belum mau menyerah untuk membujuk bocah kecil itu agar mau membantunya.
__ADS_1
Haidar terlihat diam dan acuh dengan semua yang dikatakan oleh Mark kepadanya. "Buktikan saja bahwa kau memang benar-benar mencintai Ibuku dengan tulus, maka aku akan membantumu untuk bisa bersama dia!" janji Haidar airnya menyerah karena dia sudah bosan melihat Mark yang tidak ada lelahnya membujuk dirinya agar mau membantu.
Mark memeluk Haidar dan mencium putranya dengan bertubi. Untuk beberapa saat lamanya Haidar merasakan perasaan haru yang luar biasa ketika mendapatkan semua itu dari Mark, ayah yang sudah dirindukan cukup lama dan baru bertemu.