Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 25


__ADS_3

Bunga ternyata tidak mempunyai hubungan special dengan Mark. Mark baru sampai di negara itu dan mereka baru bertemu Setelah sekian tahun mereka berpisah karena bercerai.


"Aku sudah cerai dengan Intan. Aku sengaja datang ke sini mencarimu untuk mengajakmu kembali rujuk denganku." bagaikan kena petir di siang bolong, Haikal dan Bunga sama-sama terkejut mendengar hal itu.


"Kau jangan bercanda! Gak lucu tahu gak?" tanya Bunga dengan gugup.


Jujur saat ini jantungnya berdebar sangat kencang mendengar pengakuan dari Mark tadi. 'Bercerai? Ya Allah! Ada masalah apa di antara mereka? Setahuku, Mark sangat mencintai Intan, kenapa dia bercerai dengan wanita gila itu?' batin Bunga yang seketika kehilangan fokusnya.


Entah kenapa Bunga merasa tidak nyaman duduk berduaan dengan Mark yang ternyata sudah jadi duda juga seperti dirinya.


"Kamu kenapa diam saja? Apa kau tidak penasaran kenapa aku bercerai dengan Intan?" tanya Mark sambil menyendukkan makanan ke mulutnya dan melirik kepada Bunga yang masih membeku di tempatnya. Bunga benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.


Bunga hanya menuduk dan memasukkan makanan ke mulutnya. Entah kenapa makanan yang tadi terasa enak tiba-tiba menjadi hambar di lidah Bunga.


"Aku tidak ingin rujuk denganmu! Pulanglah ke Indonesia hari ini juga! Dan buang jauh-jauh pikiranmu untuk bersamaku lagi. Karena aku tidak akan pernah mau nerima kamu lagi dalam hidupku!" Mark terbelalak mendengar perkataan Bunga yang begitu tegas dan tanpa perasaan.


Bunga sampai saat ini masih mengingat. Bagaimana keras dan kejamnya Mark, ketika menyiksa dia dulu saat Mark masih menjadi suaminya. Setiap hari, baginya adalah neraka yang sangat menyakitkan.


"Bunga! Aku mohon kamu jangan bicara kayak gitu. Aku benar-benar sangat mencintaimu dan menginginkan kita memulai semuanya dari awal lagi. Aku mohon!" pinta Mark dengan wajah memelas sambil menggenggam telapak tangan Bunga yang sontak langsung menepisnya dengan kasar dan penuh amarah.


"Aku tidak akan pernah kembali ke masa lalu di mana hidupku hanya ada tangisan dan air mata. Mark! Kamu dulu selalu memperlakukanku seperti seekor binatang yang tak berharga. Apakah sekarang pantas, kalau kau membicarakan tentang cinta di hadapanku?" tanya Bunga dengan kesal.

__ADS_1


Bunga meraup wajahnya dengan kasar ketika dia melihat orang-orang di sekitarnya yang mulai memperhatikannya. Bunga sadar kalau suaranya tadi dia terlalu kencang saat berbicara dengan Mark.


"Cepatlah habiskan makananmu, aku akan mengantarmu ke bandara!" perintah Bunga dengan tegas. Mark tidak bergeming.


Melihat kekasaran dan juga penolakan dari Bunga, membuat Mark seketika kehilangan selera makannya. Apa yang terjadi di hadapannya sekarang benar-benar tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Mark benar-benar sangat kecewa dengan sikap dan respon yang ditunjukkan oleh Bunga terhadap dirinya. Mark jauh-jauh datang ke tempat Bunga berada dan meninggalkan seluruh pekerjaannya dengan harapan dan cinta yang membuncah di dadanya, akan tetapi kenyataan seperti itu yang dihadapi olehnya.


Mark jelas sangat sedih. Mark diam seribu bahasa. Hatinya saat ini benar-benar sedang terluka dan tidak ingin berbicara dengan Bunga.


Bunga menetap Mark yang sekarang wajahnya semakin pucat. Bunga tahu kalau Mark masih sakit dan belum terlalu sehat. Tapi Bunga harus bersikap tegas dan tidak ingin memberikan harapan untuk Mark masuk kembali dalam hidupnya.


Sudah cukup semua Derita Dan air mata yang pernah dia keluarkan saat menjadi istri Mark. "Aku harus kembali ke kantor. Cepatlah makannya. Kamu jangan memperlambat semuanya dan membuat rumit kayak gini!" ucap Bunga lirih.


Bunga menolak dirinya dalam detik pertama. Bahkan Bunga tidak memikirkannya sama sekali sebelum menjawab pertanyaannya tadi. Hati Mark terhiris sembilu dan merasa sakit sekali.


"Kamu pergi saja dari sini dan tinggalkan aku sendiri. Aku akan pergi ke bandara sendiri, kamu tidak usah perdulikan aku lagi!" sahut Mark sedih.


Bunga sebenarnya merasa bersalah ketika melihat wajah Mark yang semakin pucat. Ketika Bunga hendak bangkit dari duduknya, dia terkejut ketika melihat Mark yang tiba-tiba saja pingsan.


Mark sebenarnya sudah merasakan pusing sejak berangkat dari Apartemen tadi menuju ke restoran. Tapi dia menahan itu semua demi misi yang sedang dia emban yaitu mengajak Bunga untuk rujuk kembali dengannya. Tapi ternyata Bunga malah menolak mentah-mentah dirinya. Mark merasa terpukul batinnya hingga akhirnya memilih untuk menyerah dan tiba-tiba saja semuanya terasa gelap.

__ADS_1


Bunga tentu saja terkejut melihat Mark yang hampir saja jatuh ke lantai. Untung saja Bunga bergerak dengan cepat dan langsung menahan tubuh Mark.


"Mark! Kamu kenapa?" tanya Bunga yang sangat khawatir dengan kondisi Mark.


Bunga kemudian meminta tolong kepada pelayan restoran untuk mengangkat tubuh Mark ke mobil. Bunga berniat untuk membawa Mark ke rumah sakit.


"Tolong angkat dia ke dalam mobilku!" pinta Bunga dengan wajah khawatir.


Bunga lalu membuka mobilnya dan meletakan tubuh Mark yang masih pingsan. "Dia sepertinya kelelahan dan juga demam tinggi," ucap pelayan yang tadi menolong Bunga.


Setelah melihat Mark yang berada di dalam mobil, Bunga kembali masuk ke dalam untuk mengambil tas dan juga membayar makanan yang pada dia pesan bersama Mark.


Karena panik Bunga tidak melihat keberadaan Haikal yang sejak tadi terus menyembunyikan wajahnya. Haikal setengah jam melakukan itu karena takut kalau sampai bunga berpikir dia mengikutinya.


Sungguh! Haikal sangat bahagia karena ternyata Bunga menolak Mark yang mengajaknya untuk rujuk kembali. Harapan Haikal yang tadi pupus, kini kembali berkembang dan dia kembali bersemangat untuk mengejar Bunga.


Haikal merasa yakin kalau dirinya akan mampu menaklukkan Bunga. Haikal kemudian pergi meninggalkan restoran itu, setelah melihat Bunga yang sudah pergi menuju rumah sakit.


"Dasar pria tak berguna! Dulu ketika bunga menjadi istrinya, kerjaannya setiap hari hanya menyiksa dan menyakitinya. Sekarang, setelah Bunga bercerai dengannya. Seenaknya saja dia meminta rujuk! Cih!! Dia kira dia itu siapa sih? Sungguh PD sekali!" rutuk Haikal yang merasa kesal luar biasa kepada Mark.


Akan tetapi tiba-tiba saja Haikal merasa kasihan kepada Mark yang tadi pingsan. Hati Haikal yang baik merasa tidak tega dengan derita yang dimiliki oleh Mark. Entah kenapa tiba-tiba Haikal merasa bahwa dirinya mungkin juga akan berada di situasi seperti itu suatu saat nanti,di tolak oleh Bunga!

__ADS_1


Tiba-tiba saja Haikal bergidik ngeri membayangkan nasibnya sendiri saat hari itu tiba. Haikal seketika itu juga memandang cincin yang berada di tangannya.


Tiba-tiba saja Haikal merasakan hatinya ragu untuk melamar Bunga. Haikal sangat tahu trauma yang dimiliki oleh Bunga memang tidaklah ringan. Mark benar-benar telah menghancurkan pandangan Bunga tentang sebuah pernikahan yang bahagia, sehingga membuat bunga seakan menghindarinya.


__ADS_2