Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 37


__ADS_3

"Aku mohon padamu turuti apa yang Aku minta demi kebaikan semua orang. Kamu tidak inginkan kalau kita melakukan kesalahan lebih lama lagi?" tanya Mark yang akhirnya menjauh juga dari Bunga.


Bunga merasa legah setelah melihat Mark sudah bisa mengendalikan hasrat yang ada di dalam tubuhnya untuk bercinta dengannya.


Bunga lemas sekujur tubuhnya, gara-gara Mark yang selalu saja membuatnya sport jantung dengan tingkah dan perbuatannya yang absurd.


Bunga benar-benar tidak pernah menyangka kalau Mark bisa melakukan semua hal konyol seperti itu. Walaupun ketika mereka masih menikah dan bersama Mark memang terbiasa egois, akan tetapi yang terjadi saat ini benar-benar membuat Bunga tidak habis pikir dan kesulitan mengendalikannya.


"Aku perlu waktu untuk memikirkan semuanya. Aku tidak mau terjadi penyesalana di kemudian hari. Apa kau pikir pernikahan adalah sebuah permainan? Kau berpisah saat gak suka dan kau menikah saat kau mau? Hallo, Bung! Dunia tidak harus selalu berputar sesuai dengan keinginanmu." Bunga kesal setengah mati dan meninggalkan Mark sendiri di ruangan itu.


Bunga akhirnya memutuskan untuk kembali ke tengah-tengah pesta. Bunga setidaknya merasa aman berada di antara orang ramai. Mark tidak mungkin akan berbuat segila itu bukan di hadapan banyak orang?


Saat Bunga sedang bersama dengan Haidar, terlihat intan dan ibunya mendekatinya. "Lihatlah! Wanita yang di ceraikan oleh suaminya kemudian pergi ke luar negeri. Eh pulang-pulang malah bawa anak. Anak siapa dia ya?" tanya ibunya Intan dengan julid sekali kepada Bunga.


Bunga yang sudah biasa dengan sikap kasar dan tidak sopan mereka berdua, dia memilih untuk meninggalkan dan tidak melayaninya.


Akan tetapi hal itu benar-benar membuat Intan dan ibunya merasa tersinggung. Intan menarik tangan Bunga hingga akhirnya gaun yang digunakan oleh bunga robek di bagian bawahnya.


Mark yang kebetulan baru saja keluar dari ruangan melihat insiden tersebut. Mark terlihat begitu murka dengan apa yang terjadi kepada Bunga.

__ADS_1


"Cih! Kau pasti membeli pakaian palsu, bukan? makanya ditarik begitu saja sudah robek. Cih, memalukan saja kau datang kesini!" umpat Intan sambil menatap tajam kepada bunga yang berusaha untuk sabar dalam menghadapi adik tirinya yang selalu barbar kelakuannya.


Bunga melirik ke arah Ayah kandungnya yang sejak tadi hanya diam saja melihat dirinya diperlakukan semena-mena oleh istri dan anak tirinya.


Ada perasaan sakit yang tidak bisa diungkapkan oleh Bunga melihat sang ayah yang tampaknya tidak peduli dengan dirinya. Tetapi Bunga dikejutkan oleh kehadiran Mark yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya dan memakaikan jas miliknya untuk menutupi gaun bunga yang tadi sobek gara-gara ditarik oleh Intan sehingga penampilan Bunga terlihat begitu kacau.


Intan terlihat begitu marah saat melihat Mark yang membela dan melindungi Bunga, saingan cintanya.


"Mark, kamu jangan tertipu oleh wajah malaikat dia. Kau lihatlah! Setelah Dia bercerai denganmu dan pergi ke luar negeri. Bagaimana mungkin dia pulang dengan membawa seorang anak sebesar ini? Bunga pasti menjad pelacur di luar sana dan memiliki anak gak jelas ini sebagai anaknya!" fitnah keji terungkap begitu lancar dari mulut Intan yang jahat.


Akan tetapi langsung melotot ke arahnya dan menarik tangan Bunga dan Haidar untuk meninggalkan pesta tersebut.


Mark tidak memperdulikan sama sekali ketika kedua orang tuanya terus memanggil namanya. Saat ini yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah ingin membawa pergi Bunga dan Haidar dari sana.


Sejak tadi Haidar sudah terus memberontak dan gatal mulutnya untuk melabrak Intan. Kalau saja Bunga tidak menggenggam tangannya dan terus menarik dia untuk keluar dari kerumunan, mungkin Haidar sudah mengamuk hebat di sana.


"Ada apa sih sama kamu? Kenapa diam saja saat Intan menghinamu seperti itu?" Mark terlihat begitu kesal saat Bunga hanya diam saja dan tidak menjawab apapun yang dia katakan.


" Maaf ya, dia bukan levelku. Aku tidak ingin menghina diriku sendiri dengan melayani wanita seperti Intan yang berhati kotor dan bermulut comberan. Aku tidak akan menjadi tinggi karena dipuji seseorang tidak akan pula menjadi rendah karena di hina orang. Sebaiknya kau antarkan aku pulang. Lain kali kalau mau mengajak harus berdiskusi dulu!" terlihat Bunga yang begitu marah terhadap Mark.

__ADS_1


Mark melirik sekilas ke arah Haidar yang sejak tadi wajahnya terlihat merah karena menahan amarah.


Bocah kecil itu seakan merasakan dejavu ketika dirinya selalu dihina dan diboleh oleh teman-teman sekolahnya sebagai anak haram karena tidak memiliki seorang ayah. Haidar hampir saja memukul Intan kalau seandainya Bunga tidak menarik tangannya dan keluar dari arena pesta secepatnya.


Mark bisa merasakan suasana di dalam mobil benar-benar memanas dan sudah tidak kondusif lagi.


"Sebaiknya kalian tinggal di Mansionku!" ucapan mau terhenti ketika melihat Bunga yang melotot sempurna ke arahnya.


"Pulang rumahku dan jangan coba-coba untuk berbuat sesukamu! Aku bisa saja melaporkanmu dengan tuduhan penculikan dan perbuatan tidak menyenangkan!" sengit Bunga ketika melihat Mark yang tampaknya tidak terlalu peduli dengan ancamannya.


Bunga benar-benar murkah ketika mobil malah berbelok ke arah Mansion milik Mark. Hampir saja Bunga meloncat dan keluar dari mobil kalau Mark tidak menarik tangannya.


"Kenapa kau keras kepala sekali? Celakanya keras kepalamu itu Kau turunkan pula kepada anak kita." Mark akhirnya memerintahkan sopirnya untuk membawa mereka ke arah kediaman Bunga.


Bunga hanya diam saja. sampai saat ini bunga Masih memikirkan semua penghinaan yang diberikan oleh Intan kepada dirinya di pesta tadi.


"Kau urus saja wanita yang kau cintai dan jangan mengganggu hidupku! Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku, huh? Kenapa dari kemarin kau selalu saja seperti hantu yang menteror hidupku?" Bunga berteriak dan meluapkan semua kemarahan yang ada di hatinya yang sejak tadi terus dia tahan.


Haidar bisa merasakan kesedihan dan amarah yang dirasakan oleh ibunya karena dia pun berada di sana ketika Intan menghina ibunya habis-habisan di hadapan begitu banyak orang.

__ADS_1


Mark bisa merasakan bagaimana kesedihan Bunga saat ini. "Tenanglah aku akan memberikan pelajaran kepada intan dan ibunya. Aku bisa menjamin mereka tidak akan mengganggumu lagi!" janji Mark kepada Bunga yang saat ini sedang menatap jendela dan tidak dalam mood untuk berbicara dengan mantan suaminya.


"Tidak perlu melakukan apa-apa! Kau enyah saja dari hidupku!" sengit Bunga kesal luar biasa.


__ADS_2