
Bunga saat ini sedang berada di ruang tamu dan berhadapan dengan Haidar dan Mark. Bocah kecil itu sejak dulu memang selalu bersikap posesif terhadap Bunga dan tidak mengijinkan siapapun untuk dekat dengannya. Bocah kecil itu amat sayang pada Bunga dan selalu berjanji akan melindungi ibunya dari siapapun yang akan menyakitinya.
"Terangkan tentang hubungan kita berdua di masa lalu dan masa kini dan katakan kepada bocah nakal itu untuk mengakuiku sebagai ayahnya! Ingat Bunga Jangan pernah meracuni anakku untuk membenci diriku! Aku tidak akan mempermasalahkanmu yang sudah menyembunyikan dia dariku." ucap Mark dengan menatap tajam kepada Bunga yang hanya bisa berdecih kesal sambil melirik pada Mark yang masih saja menyebalkan baginya.
Bunga menjelaskan secara perlahan-lahannya pada Haidar tentang Mark yang sekarang sedang berusaha untuk kembali rujuk dengan dirinya.
"Jadi Kau adalah seorang laki-laki pengecut yang hanya bisa menyiksa seorang wanita? Cih! Aku tidak akan pernah membiarkan Ibuku untuk kembali pada kamu! Aku yakin aku bisa melindungi ibuku di masa depan. Walaupun dia tidak kembali bersamamu!" Mark tidak mengerti bagaimana cara Bunga mendidik anak mereka yang walaupun masih kecil tetapi begitu pemberani dan tidak takut apapun.
Mark kemudian mendekati Haidar dan mulai menatap bocah kecil itu. Mark akan berusaha untuk menaklukkan singa kecil yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.
Mark tahu bahwa dia saat ini sedang berhadapan dengan dirinya di masa lalu yang juga seperti Haidar saat ini. Mark tidak terlalu tersinggung dengan apapun yang dikatakan oleh putranya.
"Cepatlah siapkan barang-barang kalian kita akan segera berangkat ke Indonesia! Jet pribadiku sudah menjemput dan menunggu di bandara!" perintah Mark kepada Bunga yang masih bingung dengan ucapan pria itu.
Bunga sampai saat ini masih belum menerima Mark ataupun menyetujui keinginannya untuk rujuk.
"Apa maksud perkataanmu, Mark? Aku tidak akan pergi kemanapun. Aku bekerja di sini dan memiliki tanggung jawab dengan pekerjaanku. Mark! Bisakah kau berhenti untuk berbuat sekendak hatimu saja? Apa kau bisa memikirkan perasaan orang lain? Minimal perasaan anakmu sendiri yang baru bertemu dengan kamu!" ucap Bunga yang terlihat kesal kepada Mark.
Mark tampaknya tidak peduli dengan apapun yang diinginkan oleh Bunga maupun Haidar. Dua mahluk yang sudah memutuskan untuk tidak menurut kepadanya dalam hal apapun.
"Cepatlah bersiap-siap atau aku akan memaksa kalian berdua untuk masuk ke dalam mobil! Pilih yang mana?" tanya Mark dengan senyum tengilnya yang membuat Bunga semakin kesal.
__ADS_1
Bunga tahu, bahwa hidupnya tidak akan mudah ketika dia memutuskan untuk melangkahkan kaki keluar dari apartemen itu dan mengikuti Mark.
"Kenapa kau tidak minta rujuk kepada Intan saja sih? Dasar pria aneh!" Bunga sudah bangkit dari tempat duduknya dan mengajak Haidar untuk masuk ke dalam kamarnya.
Tetapi Mark langsung menarik tangannya dan menggendong tubuh Bunga untuk ikut bersamanya.
"Cepat kau bawa anakku ke mobil! Aku akan memberikan bonus yang besar kepadamu kalau bisa membawa bocah nakal itu bersamamu!" perintah Mark kepada pengasuhnya Haidar yang langsung mengikuti keinginannya.
Mark tahu bahwa apa yang dia lakukan saat ini pasti akan mengundang pro dan kontra di keluarga besarnya. Tetapi Mark sangat yakin kalau kedua orang tuanya pasti akan setuju setelah tahu soal Haidar sebagai anaknya.
Mark sangat tahu kalau ibunya sangat menginginkan untuk segera memiliki cucu. Dia sudah berusaha sangat keras bersama Intan untuk bisa memenuhi keinginan ibunya tetapi ternyata tidak berbuah hasil.
Intan selama menjadi Istrinya selalu menggunakan kontrasepsi. Karena selain untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, juga agar dia bebas melakukan apapun yang dia inginkan di luar sana.
"Apakah jet ini milikmu?" tanya Haidar yang tampaknya sudah mulai terbujuk.
Mark tersenyum melihat Haidar yang tertarik dengan jet pribadi miliknya. Cita-cita Haidar memang ingin menjadi seorang pilot Jadi wajar kalau dia suka dengan jet pribadi milik Mark.
Mark sekarang tahu apa yang harus dia lakukan untuk menaklukkan Putra kecilnya yang liar dan sulit diatur. Mark mengizinkan Haidar untuk berada di ruangan kendali bersama pilotnya.
Haidar benar-benar merasa bahagia karena keinginannya bisa tercapai.
__ADS_1
Bunga cukup kecewa melihat putranya yang begitu mudah untuk dibujuk oleh ayahnya. Tapi Bunga tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang merasa begitu bahagia melihat ayah dan anak itu sekarang terlihat akrab dan tertawa bahagia.
Ada semacam kebahagiaan yang begitu besar di hatinya yang lama sekali dia impikan. Ya! Bunga akui bahwa dia senang melihat Haidar yang sudah mulai bisa mengakui keberadaan Mark sebagai ayahnya.
"Baiklah, aku akan mengakuimu sebagai ayahku tapi kau harus sering-sering membawaku pergi dengan jet pribadi ini. Aku akan belajar untuk menjadi seorang pilot di masa depan!" Celoteh bocah itu yang terlihat begitu bahagia.
Sang pilot yang sedang bertugas hanya bisa tersenyum melihat semangat yang ditunjukkan oleh Haidar. Haidar adalah seorang bocah yang begitu bersemangat dan juga sangat pintar.
Mark sangat bangga dengan putranya yang sudah memiliki cita-cita yang tinggi.
"Tenanglah, jagoanku! Papa pasti akan menghadiahkan jet pribadi ini untukmu dan jadilah seorang pilot yang bisa membanggakan orang tuamu. Oke?" tanya Mark sambil mengelus kepala putranya dengan lembut.
"Baiklah, tinggalkan aku disini. Pergilah kepada ibuku!" perintah Haidar dengan antusias.
Bunga hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat semangat yang begitu besar yang ditunjukkan oleh Haidar saat berada di ruang kendali. Mark tidak keberatan sama sekali dengan putranya berada di sana.
"Kau hanya boleh duduk di pangkuannya, jangan macam-macam!" perintah Mark kepada putranya.
Haidar mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakannya. Haidar akhirnya meminta kembali ke kursinya setelah merasa bosan berada di ruang kendali. Mark menggendong Haidar dengan senang.
Haidar sekarang sudah mulai mau membuka pintu hatinya untuk menerima Mark sebagai ayahnya. Ya! Haidar sudah terbujuk dengan jet mewah milik ayahnya. Bunga sedikit kecewa kare putranya begitu mudah untuk ditaklukan oleh Mark.
__ADS_1
Bunga sampai saat ini masih belum mau menerima keinginan Mark untuk rujuk. Sejak tadi Bunga hanya memperhatikan interaksi antara ayah dan anak yang sudah mulai saling mengenal satu sama lain.
"Mark, Aku tidak ingin rujuk denganmu hanya karena harta benda yang kau miliki. Aku ingin kau mencintai aku karena tulus bukan hanya karena adanya Haidar di antara kita!" ucap Bunga pada Mark setelah melihat Putra mereka tidur di kamarnya.