
"Intan yang sudah menghinamu. Kenapa kau malah jadi membenciku sih? Kamu aneh sekali. Bunga, memangnya aku memiliki andil apa dalam hal itu? Kenapa malahan melampiaskan kemarahan kamu sama aku? Heran banget sih!" sungut Mark mulai merasa frustasi melihat penolakan dari Bunga.
Mark bertekad bahwa dia akan segera memberikan pelajaran kepada intan dan ibunya yang sudah menghina Bunga dan anaknya yang dikatakan sebagai anak haram oleh mereka berdua.
Mark melihat kedua orang tuanya tampak shock mendengarkan apa yang dikatakan oleh Intan yang semuanya hanyalah omong kosong belaka.
"Aku tidak peduli apapun yang dikatakan oleh Intan. Haidar adalah anakku. Aku akan segera mengurus proses rujuk kita dan kita akan bersama lagi..." Mark menghentikan kata-katanya ketika dia melihat Bunga yang melotot penuh amarah padanya.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu atau aku akan menghilang selamanya bersama Haidar. Aku akan menjamin kau tidak akan pernah bertemu dengan kami lagi!" ancaman Bunga tampaknya bukanlah permainan semata. Bunga terlihat sangat serius dengan semua perkataan dia.
Mark yang tidak ingin menambah emosi di hati Bunga, akhirnya hanya diam dan memperhatikan semua yang akan Bunga lakukan. Mark berusaha menyabarkan hatinya agar tidak terpancing emosi.
Saat mereka sampai di kediaman Bunga, Mark langsung mundur saat Bunga membanting pintu rumahnya dengan keras dan melarang Mark untuk ikut dan masuk ke dalam rumahnya.
Haidar juga terlihat begitu marah kepada ayahnya. Bocah kecil itu benar-benar merasakan penghinaan Intan yang amat keterlaluan.
"Baiklah kalian beristirahatlah dulu. Besok aku akan menjemput kalian untuk kita melanjutkan rencana rujuk. Aku pergi sekarang!" Mark kemudian pergi meninggalkan Bunga dan Haidar.
Haidar menatap kepergian Mark. Bocah itu sebenarnya ingin sekali melihat Mark membujuknya. Dia sangat bahagia setelah mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang ayah, Kakek dan Nenek.
'Setidaknya aku memiliki mereka dan aku tidak sebatang kara bersama ibuku di dunia ini. Aku harap Papaku bisa membujuk Ibuku untuk kembali bersama. Aku lelah juga selalu dihina sebagai anak haram karena tidak memiliki seorang ayah.' batin Haidar sambil menatap kepergian Mark di balkon.
__ADS_1
Bunga saat ini sedang di kamar mandi. Berendam air hangat rasanya bisa membuat isi kepalanya yang hampir saja meledak agak sedikit rileks.
Bunga mengingat semua penghinaan dan juga caci maki yang dia terima dari intan dan ibunya. Hati Bunga sedih saat melihat ayah kandungnya hanya diam saja melihat semua itu.
"Papa! Apakah selama ini aku memang tidak pernah berarti di hatimu? Aku di hina di hadapan Papa, tetapi Papa tidak berekasi ataupun melakukan sesuatu untuk membela kehormatanku. Papa bahkan tidak ingin untuk memeluk aku ataupun Haidar, anak dan cucu Papa yang sudah lama tidak bertemu dengan Papa. Apakah sehina itu aku di hati Papa?" monolog Bunga dengan kesedihan di hatinya yang merasa pilu luar biasa.
Bunga sudah biasa dengan sikap dingin yang ditunjukkan oleh ibunya kepada dirinya sejak dia masih kecil. Akan tetapi Bunga tidak menyangka kalau ternyata sang ayah juga tidak mempedulikan anak yang lahir di dari rahimnya. Hal itu yang tadi benar-benar membuat Bunga sangat marah dan sedih.
Bunga kembali mengingat Intan yang begitu marah setelah mendengar Mark akan rujuk dengannya. "Apa aku terima saja keinginan Mark untuk rujuk? Mungkin saja hal itu bisa menjadi alat balas dendam untuk diriku kepada mereka yang sudah menyakiti dan menghinaku. Intan dan ibunya selama ini selalu terobsesi kepada Mark dan keluarga besarnya." Bunga tersenyum miring karena akhirnya mendapatkan cara untuk bisa menyakiti mereka.
Hati Bunga sudah terlalu lama merasa kebas karena perlakuan yang tidak adil yang diberikan oleh kedua orang tua yang selama ini mengaku sebagai keluarganya yang paling dekat.
Bunga ingat bahwa dirinya selalu dianggap sebagai benalu di kediaman sang ayah sejak ayahnya menikah lagi dengan ibunya Intan.
Bunga melihat ponselnya sejak tadi terus berdering dan menampilkan begitu banyak pesan dari Mark.
Saat Haikal yang menelponnya, Bunga akhirnya menerima panggilan itu.
"Akhirnya kau mengangkat panggilanku. Bunga apakah kau baik-baik saja?" tanya Haikal yang merasa khawatir di seberang sana.
"Aku baik-baik saja, memangnya kenapa?" tanya Bunga agak heran kepada Haikal.
__ADS_1
Haikal kemudian menjelaskan kepada bunga bahwa kejadian di pesta tadi sudah viral dan menjadi trending topic di media sosial. Sekarang mereka sedang ramai membicarakan tentang Bunga yang di kabarkan telah merampas suami dari Adiknya sendiri dan kini punya anak haram setelah bercerai dengan suami sang adik.
Bunga terlihat begitu geram mendengar semua cerita yang dikatakan oleh Haikal. Bunga kemudian mencari tahu di media sosial yang ternyata benar persis seperti yang dikatakan oleh Haikal.
"Kurang ajar sekali! Astaga apa yang mereka inginkan dengan melakukan hal hina seperti ini? Intan, kamu benar-benar luar biasa!" Bunga mengepalkan kedua tangannya yang begitu emosi.
Intan benar-benar telah merusak namanya di kalangan pebisnis yang kenal dengan keluarga Antonio. Bunga sekarang merasa khawatir kepada Mark yang namanya tercatat juga di sana.
"Intan!! Awas saja kamu! Aku tidak akan pernah membiarkan semua ini lewat begitu saja. Aku pasti akan membalas semua yang kau lakukan padaku 100 kali lipat!" Bunga semakin mantap hatinya untuk menerima keinginan Mark untuk rujuk.
Hanya Mark yang bisa membantunya untuk melukai Intan dan ibunya. Mark juga yang bisa membantunya untuk membungkam semua mulut jahat yang mengadili dan mengumpat dirinya sebagai seorang kakak yang jahat karena telah merebut calon suami dari Adiknya sendiri yang sedang koma.
Bunga hanya menatap ponselnya ketika Mark terus memanggil. Bunga ingin melakukan permainan tarik ulur sehingga membuat Mark terus penasaran kepada dirinya.
Setelah selama beberapa hari bergaul dekat dengan Mark, Bunga sadar sekali bahwa pria itu serius dan sangat mencintainya dan dia akan memanfaatkan perasaan itu untuk tujuan di hatinya.
Saat tengah malam, Bunga membaca semua pesan yang ditinggalkan oleh Mark untuk dirinya.
(Maafkan aku, karena sudah membuatmu masuk ke dalam situasi buruk seperti ini. Bunga, percayalah padaku. Mari kita hadapi semua cobaan ini bersama. Aku tidak akan lagi membiarkanmu berjuang sendiri)
(Bunga, angkatlah teleponmu aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu)
__ADS_1
(Bunga, aku bisa merasakan semua derita dan juga amarahmu karena perbuatan Intan dan ibunya, aku akan membalaskan semua Sakit hatimu kepada mereka. Percaya sama aku)
Bunga meneteskan air matanya membaca begitu banyak pesan yang ditinggalkan oleh Mark untuk dirinya. Hati Bunga merasa tersentuh dengan dukungan dan semangat yang diberikan oleh Mark untuk dirinya yang saat ini dalam keadaan lemah.