
Intan sudah mendapatkan kabar dari anak buahnya tentang Mark yang kini ada di dekat Bunga. Intan yang sampai saat ini masih belum bisa melepaskan Mark untuk wanita lain, walaupun mereka sudah bercerai cukup lama. Intan sampai saat ini masih berjuang keras untuk mendapatkan Mark kembali.
"Awasi terus mereka. Kalau kamu bisa membuat mereka ribut, aku akan memberikan bonus untuk kamu!" perintah Intan kepada anak buahnya.
Mendengar akan diberikan bonus oleh Intan Tentu saja dia sangat senang sehingga dia rela melakukan apa saja untuk mendapatkan hal itu. Karena dia selalu puas dengan bonus yang di berikan Intan.
"Aku harus mengatur strategi agar bisa membuat Intan puas dengan hasil kerjaku. Maka bonus yang aku terima juga pasti akan menyenangkan!" monolog pria tongos itu merasa senang dan bersemangat untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Intan.
Saat ini Mark dan Bunga sedang ada di taman. Sementara Haikal hanya memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Hati Haikal sebenarnya tidak rela melihat wanita yang dia cintai masih peduli dengan mantan suaminya.
"Cepatlah kau pulang ke Indonesia dan jangan mengganggu pekerjaanku lagi. Gara-gara kamu, pekerjaan di kantor banyak yang di pending karena aku lebih sibuk di sini daripada melayani Tuan Haikal sebagai bosku," ucap Bunga yang merasa kesal kepada Mark yang tampaknya tidak merasa bersalah sama sekali dengan hal itu.
"Kalau kau butuh pekerjaan, Aku akan memberikan kamu jabatan yang tinggi di perusahaanku ataupun di rumah sakit milik keluargaku. Bunga, aku hanya pengen kamu melupakan masa lalu yang buruk dan hanya mengingat kenangan Indah di antara kita." pinta Mark dengan penuh harapan di hatinya.
Bunga melengos, "Kenangan indah kepalamu? Selama aku hidup dan menjadi istri kamu, aku hanya mengingat kenangan buruk ketika kau selalu memperlakukanku layaknya kuman. Kau lebih perhatian dan mencintai Intan. Dari pada aku!" seng Bunga yang merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Mark soal kenangan indah.
Mark kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh Bunga. "Aku tahu, kalau aku dulu telah dibutakan oleh Intan. Sehingga tidak tahu kalau kamu adalah Azalea. Bunga, aku sudah tahu kalau kau adalah Azalea yang dulu pernah aku selamatkan. Kamu masih ingat sama aku kan?" tanya Mark yang sukses membuat Bunga terkejut bukan kepalang.
"Azalea? Maksud kamu?" Bunga masih berpura-pura tidak mengerti tentang hal itu.
__ADS_1
"Intan dia mengaku sebagai Azalea yang pernah aku selamatkan ketika kau masih kecil. Aku baru tahu beberapa waktu lalu. Selama ini Intan sengaja menceritakan segala keburukan tentang kamu. Hanya untuk membuat aku benci sama kamu. Bunga, sekarang aku sudah tahu semua kenyataan dan kebenarannya dan aku tidak akan membiarkan siapapun memisahkan kita lagi." Bunga tidak bisa berkata-kata mendengar semua itu.
Bunga baru mengetahui tentang Intan yang ternyata telah mencuri identitas dirinya sebagai Azalea untuk bisa berdiri di samping Mark sebagai kekasihnya.
"Yang aku cintai adalah kamu. Intan selama bertahun-tahun telah membodohi aku. Bunga, apa kamu ingat dengan janji kita dulu? Kita akan menikah pada saat kau berusia 25 tahun. Maafkan aku, Bunga! Karena aku tidak mengenali kamu, saat kita bertemu. Karena mataku telah dibutakan oleh kebohongan Intan." Mark menggengam tangan Bunga dengan erat.
Bunga sejak tadi hanya diam. Bunga kesulitan untuk mengatakan sesuatu. Dia tidak pernah mengira kalau Intan begitu nekad melakukan hal seperti itu.
"Kenapa Anda masih saja mengganggu tunangan saya? Kenapa?" tiba-tiba saja Haikal sudah berdiri di antara mereka berdua.
Bunga sebenarnya terkejut melihat Haikal yang mengaku sebagai tunangannya. Tapi Bunga tidak mempunyai alasan untuk menangkalnya.
"Sayang, kamu Kenapa harus membuka rahasia itu? Aku tadinya ingin memberikan kejutan kepada Mark dengan pernikahan kita berdua. Aih, sekarang jadi tidak punya kejutan lagi buat Mark." ucap Bunga sambil bergelayut manja di lengan Haikal.
Bunga terpaksa melakukan semua itu demi membuat Mark menyerah dan pergi dari hidupnya.
Bunga tidak peduli dengan kenangannya bersama Mark di masa lalu. Mark sudah menodai kenangan itu dengan termakan hasutan Intan yang ternyata telah mencuri identitasnya di hadapan Mark.
Bunga sekarang baru paham kenapa Intan selalu melarang dia untuk menemui Mark di masa lalu setiap kali Mark datang ke rumah mereka.
__ADS_1
'Tidak kusangka kalau adik tiriku itu melakukan hal yang tercela hanya untuk mendapatkan cinta seorang lelaki. Tapi sayang, setelah dia mencuri Mark dariku dia tidak menjaganya dengan baik. Dia malahan selingkuh dan menodai cinta yang dimilikinya untuk Mark. Oh Intan, apa sebenarnya engkau cari di atas dunia ini?' batin Bunga yang terlihat sedang berpikir keras.
Bunga tersadar ketika Haikal merangkul bahunya dengan lembut. Mark merasakan kecemburuan yang luar biasa. Tapi Mark tahu bahwa mereka berdua hanya sedang bersandiwara di hadapannya.
Terlihat dari sikap Bunga yang begitu kaku ketika menanggapi kemesraan yang ditunjukkan oleh Haikal. Mark bisa merasakan kalau Bunga merasa tidak nyaman dengan semua itu.
Mark berusaha untuk sekuat hatinya untuk tidak marah. Dia berusaha sabar dan menahan diri yang sebenarnya ingin sekali menonjok Haikal yang berani merangkul bahkan memeluk Bunga di hadapannya.
Tetapi Mark sadar bahwa itu semua adalah harga yang harus dia bayar karena sudah membuat Bunga menderita di masa lalu.
'Aku akan bersabar untuk melihat dagelan yang sedang mereka mainkan di hadapanku. Aku tidak akan marah, aku harus tenang untuk melewati semua ini. Aku yakin kalau Bunga masih memiliki perasaan untukku. Kalau tidak, kenapa dia harus bersusah payah untuk melakukan sandiwara menggelikan ini bersama dengan bosnya yang pasti mencintai dia. Bunga, semakin kau berusaha keras untuk menjauhkanku darimu. Maka aku semakin sadar bahwa kau patut untukku perjuangkan.' batin Mark yang hanya tersenyum saja melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Haikal dan Bunga.
Tiba-tiba saja Adelia hadir di antara mereka sambil mencak-mencak. "Haikal!! Apa yang sedang kau lakukan di sini, huh? Kenapa kamu bermesraan dengan asisten kamu ini? Kenapa?" Adelia membabi buta dan menarik Haikal dari samping Bunga.
"Eh, kamu! Asisten tidak tahu diri! Sebaiknya kau menjauh dari tunanganku dan jangan coba-coba untuk menggodanya!" hardik Adelia kesal.
Mark tidak bisa berkata-kata melihat semua itu. Mark hanya bisa menahan senyumnya ketika melihat wajah Bunga dan Haikal yang memerah karena merasa malu dengan kelakuan Adelia saat ini.
"Ayo cepat pulang denganku! Haikal kau harus menjelaskan semua ini padaku! Aku pokoknya tidak terima kalau kau berdekatan dengan asistenmu seperti itu!" sungut Adelia tambah kesal karena Haikal yang masih tidak bergeming dari tempatnya duduk di dekat Bunga.
__ADS_1