Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 30


__ADS_3

"Kamu tidak usah khawatir aku akan segera kembali ke Indonesia. Tapi aku akan pastikan untuk membawa kamu juga. Kita akan menikah ulang di sana," ucap Mark dengan penuh percaya diri.


Bunga hanya tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan oleh Mark yang begitu keras kepala.


"Dunia ini tidak harus selalu berputar di sekitarmu, Bung! Sehingga harus selalu memberikan apapun yang kau inginkan. Come on, bangunlah dari mimpi indahmu, Bung!" ucap Bunga dengan mata berapi.


Tidak mudah untuk Mark bisa membujuk Bunga. Bunga yang sejak kecil memang sudah terdidik hidup dengan keras karena pendidikan dari ibu tirinya dan juga saudara tiri yang jahat kepadanya.


Apalagi Ayah kandungnya sendiri pun jarang membelanya malah lebih sering menyudutkan dan memang menyenangkan istrinya yang tercinta. Hal itulah yang akhirnya membentuk karakter seorang Bunga yang tegar dan keras kepala.


"Bung? Astaga! Bunga, sejak kapan kau memanggil aku, dengan panggilan Bung?" tanya Mark seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Bunga gelagapan mendapat todongan pertanyaan semacam itu dari mantan suaminya. "Pokoknya segera tinggalkan negara ini dan jangan lagi datang dalam hidupku. Karena aku sudah hidup tenang dan tidak ingin kembali masuk ke dalam kericuhan hidupmu. Paham?" tegas Bunga pada Mark.


Walaupun hatinya kecewa akan tetapi Mark sadar bahwa semua itu adalah bentuk perjuangannya untuk mendapatkan cinta dari sang mantan istri.


"Rindu untuk dicintai suamiku! Sekarang harusnya berganti judul menjadi Rindu di cintai mantan istriku, Hehehe!" kelakar Mark sambil meringis di hadapan Bunga yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan absurd Mark yang bikin frustasi.


Sudah satu minggu lamanya Mark telah menumpang hidup di apartemennya. Setiap kali Bunga mengusir Mark atau menyuruhnya untuk pergi, Mark selalu akting sakit dan tak berdaya sehingga membuat Bunga menjadi kesulitan untuk berbuat tega terhadapnya.


"Baiklah! Aku akan mencari apartemen lain untuk aku tinggal sementara, sampai kau pergi dari negara ini. Kalau kau memang begitu betah dan suka untuk tinggal di sini." putus Bunga pada akhirnya.

__ADS_1


Walaupun para tetangga di sekitar apartemennya termasuk cuek dan tidak peduli dengan mereka. Tetapi Bunga yang pada dasarnya memang memiliki darah bangsa Timur, dia merasa tidak nyaman ketika tinggal di bawah satu atap bersama mantan suaminya yang sudah lama bercerai dengannya.


Mark benar-benar sangat kecewa melihat Bunga yang seakan begitu sulit untuk digoncangkan perasaannya dengan cinta yang dia tawarkan.


Mark bahkan pernah menyusun sebuah makan malam romantis di restoran mewah. Tetapi semuanya gagal total gara-gara kedatangan Haikal yang begitu berniat untuk menghancurkan rencana Mark yang ingin melamar kembali sang mantan istri.


Haikal pada saat itu datang ke restoran dan menjemput Bunga sebagai tunangannya. Mark benar-benar sangat kesal pada saat itu tetapi dia yang sedang berusaha untuk menarik perhatian Bunga, agar mau rujuk kembali dengannya. Mau tidak mau hanya bisa mengelus dada dan bersabar dengan semua yang terjadi.


Mark sangat sadar bahwa dirinya di masa lalu sudah bertindak melewati batas kemanusian. Wajar kalau Bunga sekarang benci dengan dirinya dan memiliki trauma untuk bersama dengannya kembali.


"Baiklah, aku akan pindah. Tapi kamu harus janji sama aku. Kamu gak boleh menolak aku setiap kali aku mengajakmu untuk bertemu atau janjian. Gimana?" tanya Mark dengan senyum tengilnya yang menyebalkan bagi Bunga.


Bunga berdecih kesal dengan kelakuan Mark yang aneh baginya. "Sebenarnya apa yang terjadi dalam hubunganmu dengan Intan? Kenapa kau jadi berakhir disini?" tanya Bunga dengan frustasi.


"Kan aku sudah bilang kalau aku sudah bercerai dengan Intan. Masa kau tidak percaya denganku, sih? Kalau tidak percaya teleponlah kedua dua orang tuamu." pinta Mark dengan penuh percaya diri.


Bunga melengos saja. "Nggak guna banget! Cerita aja sama aku! Apa yang sudah terjadi pada kalian sampai Kalian bercerai kayak gitu?" tanya Bunga yang sejujurnya sangat penasaran.


Bunga sangat mengenal Intan yang tidak akan pernah melepaskan apapun yang dia miliki. Terlebih Mark adalah impiannya sejak dulu. Intan bahkan sampai rela mencuri identitas Bunga sebagai Azalea hanya untuk bisa menjadi kekasihnya dan menaklukkan dia.


Mark Kemudian menceritakan perselingkuhan yang dilakukan oleh Intan dan Amar. Mark menceritakan semua hasil penyelidikan dari detektif yang dia sewa kepada Bunga tanpa ada yang dia sembunyikan sama sekali.

__ADS_1


"Dari penyelidikan itu pula, aku jadi mengetahui kalau selama ini Intan sudah menipuku dengan mengaku sebagai Azalea. Aku menemukan foto lawas Intan dan foto kamu waktu kecil. Bunga, aku sadar bahwa wanita yang sejak dulu aku cintai adalah kamu. Bukanlah Intan!! Aku mohon, terima aku dan kita jalani pernikahan kita dari awal lagi. Bunga, aku sudah menyadari kesalahanku dan aku berjanji, bahwq aku akan membahagiakanmu dan menebus semua dosaku di masa lalu yang sudah menyakitimu." Mark menggengam tangan Bunga.


Pada saat mereka berdua begitu serius berbicara dari hati ke hati, tiba-tiba saja masuk seorang wanita paruh baya dan seorang anak kecil yang begitu tampan dan menawan.


"Apa yang kau lakukan pada Mamaku?" tanya bocah itu dengan wajah cemberutnya dan penuh permusuhan terhadap Mark.


Mark tentu saja terkejut ketika melihat seorang bocil yang begitu mirip dengan dirinya ketika masih kecil.


Bunga hanya bisa mengalah nafas ketika melihat kedatangan mereka yang tanpa pemberitahuan.


"Haidar, kenapa kamu pulang tanpa mengabari Mama? Katanya kau ingin berlibur di kampung halaman pengasuh kamu. Kok belum sebulan sudah balik lagi?" tegur Bunga kepada Haidar yang langsung cemberut karena ibunya tidak menyambut kedatangan dirinya bersama sang pengasuh.


Pengasuh Haidar kemudian menjelaskan semuanya kepada Bunga. Bahwa bocah kecil itu sengaja pulang tanpa pemberitahuan kepada ibunya karena ingin memberikan kejutan untuk Bunga yang akan berulang tahun dua hari lagi.


" Tapi tampaknya aku yang terkejut. Karena melihat mama bersama dengan Om jelek itu!" tuding Haidar sambil menunjuk hidung bangir Mark yang tadi terlihat menggenggam telapak tangan ibunya.


Haidar memang termasuk seorang anak yang sangat posesif terhadap ibunya. Sejauh ini, Haidar melarang ibunya untuk dekat dengan laki-laki manapun.


"Jagoan, siapa nama kamu?" tanya Mark mendekati Haidar dan hendak memeluknya.


"Haidar Antonio." Jawabnya dengan polos.

__ADS_1


Bunga hanya bisa menepuk jidat melihat putranya yang begitu jujur. Mark melirik kepada Bunga yang sejak tadi terus mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Bunga sungguh tidak mampu untuk menatap atau melihat tatapan mata Mark yang saat ini sedang menuntut penjelasan darinya.


__ADS_2