Rindu Untuk Di Cintai Suamiku

Rindu Untuk Di Cintai Suamiku
Bab 36


__ADS_3

"Kita akan datang ke kediaman utama untuk bertemu dengan kakak dan Nenek. Ingat Haidar! Kamu gak boleh marah di sana. Kamu boleh memarahi Papa di sini tetapi tidak boleh tidak sopan kepada kakek dan nenek kamu. Oke?" tanya Mark sebelum mereka pergi ke kediaman Antonio.


Bunga dari tadi hanya bisa diam dan terus menatap ke arah Mark yang memaksa dirinya untuk ikut dengan mereka. Bunga ingin sekali kabur dan membawa anaknya untuk menjauh dari Mark.


Akan tetapi bodyguard dan juga anak buahnya Mark yang berada di sekeliling mereka benar-benar membuat nyali Bunga menciut. Bunga kesal bukan kepalang dengan kelakuan Mark yang sampai saat ini masih belum juga mau berubah dan suka sekali untuk memaksa kehendaknya kepada siapapun yang ada di sekitarnya.


"Apa mau kamu sebenarnya? Apa kamu bangga sekali karena berhasil memanggil aku kesini? Dengan gaya lama kamu yang suka memaksa!" Bunga berdecih kesal dengan kelakuan Mark.


Mark hanya tersenyum mendengar semua keluhan yang dikatakan oleh Bunga tentang dirinya.


"Aku hanya ingin memberikan rumah tangga dan rumah yang lengkap untuk Haidar. Apakah itu salah? Kau sudah melakukan kesalahan besar dengan menyembunyikan kelahiran dia dariku dan keluarga besarku. Bunga! Kamu seharusnya bersyukur aku tidak menuntut kamu ke pengadilan. Tetapi malah mengajak kamu untuk menikah dan menjadi Nyong Antonio. Aku kurang baik apa padamu sehingga kau masih saja mengeluh?" tanya Mark dengan senyum menyebalkannya.


Bunga sama sekali tidak merasakan takut kepada Mark maupun parabolikat yang sejak tadi terus saja memperhatikan mereka.


Saat ini mereka sudah keluar dari mobil dan hendak berjalan menuju kediaman utama. Di mana kedua orang tua Mark sudah menyambut kedatangan Haidar yang sudah diceritakan oleh Mark di telepon.


Ibunya Mark terlihat begitu bahagia karena akhirnya dirinya memiliki seorang cucu yang begitu tampan seperti Haidar. Mereka bahkan sudah memiliki perjanjian rahasia dengan Mark. Mereka sepakat akan membawa Haidar ke luar negeri untuk tinggal bersama mereka dan menyembunyikannya dari Bunga, kalau wanita itu tidak mau untuk rujuk kembali dengan Mark.


Malam itu keluarga Antonio sudah sepakat apa melakukan konspirasi besar untuk bisa menyatukan kembali sepasang suami istri yang pernah berpisah karena kesalahpahaman yang Intan bangun sejak dulu dengan kelicikan dan kebohongannya.

__ADS_1


Mark sudah menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya tentang kejahatan Intan dan ibunya.


"Cucuku!" ibunya Mark langsung datang menyambut kedatangan Haidar yang sejak tadi terus saja cemberut dan tidak mau tersenyum kepada siapapun yang dia temui.


Mereka bisa mengerti sikap yang ditunjukkan oleh angka karena sudah biasa dengan kelakuan Mark saat seusia Haidar dulu. Mereka berdua memang benar-benar sangat mirip bagai pinang dibelah dua sehingga membuat kedua orang tua sangat bahagia.


"Mark kau bilang kalau dulu hanya mencintai Intan saja. Kenapa anakmu begitu mirip dengan kamu, huh? Apa kau yakin, kau sungguh tidak pernah mencintai Bunga sebelum kau tahu kebusukan Intan?" tanya sang ibu benar-benar merasa penasaran kepada anaknya yang keras kepala.


Keluarga mereka sejak dulu memang tidak pernah merestui Intan untuk menjadi kekasih Mark. Mark yang keras kepala dan sedang dibutakan oleh cinta terus saja memberontak dan tidak ambil peduli dengan semua yang mereka katakan.


Oleh karena itu kedua orang tuanya Mark begitu bahagia setelah mendengar cerita dari Mark bahwa Intan ternyata bukan wanita yang waktu kecil selalu dicari oleh Mark dan bernama Azalea.


Bunga mengangkat kedua kakinya hanya untuk menghormati kedua orang tuanya Mark yang dulu selalu baik padanya saat dia masih berstatus sebagai istri Mark.


Mark menggenggam telapak tangan Bunga dengan begitu posesif seakan mengklaim bahwa Bunga adalah miliknya. Bunga sejak tadi merasa sangat gugup berada diantara para pebisnis yang datang di dalam pesta mewah dan amat meriah.


Bunga terkejut ketika Mark dengan begitu percaya diri menarik tangannya untuk naik atas panggung dan mengumumkan tentang rencana pernikahan ulang mereka berdua.


"Kami berdua sudah memutuskan untuk rujuk dan kembali menikah pada esok hari. Nanti kami juga akan kembali mengadakan resepsi yang mewah untuk pernikahan kami kembali," Bunga sejak tadi terus berusaha untuk melepaskan tangannya dari Mark yang sudah keterlaluan karena mengumumkan hal seperti itu di depan publik tanpa berdiskusi dengan dirinya.

__ADS_1


Padahal jelas-jelas dirinya sudah menolak niat Mark kenapa pria itu dengan begitu lancangnya mengumumkan itu semua di hadapan begitu banyak orang yang hadir di dalam pesta itu.


Tanpa sengaja Bunga juga melihat kehadiran kedua orang tuanya dan beda Intan yang berada diantara para tamu malam itu.


Bunga bisa melihat aura kemarahan dan juga kebencian di wajah ibu tirinya dan juga Intan. Bunga melihat ayahnya sejak tadi menahan diri untuk mendekati dirinya karena dilarang oleh istrinya.


Sang ayah ternyata masih belum berubah masih saja takut dengan istrinya dan tidak mau mendekati Bunga maupun Haidar bahkan sampai acara pesta selesai sekali pun.


Bunga menarik tangan Mark untuk masuk ke ruangan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka saat ini berdiri. "Sayang, kau tidak sabar untuk kitaa bercinta lagi? Padahal baru kemarin kita bersama. Sabarlah sampai kita kembali menikah," bisik Mark di telinga Bunga yang sukses membuat Bunga malu luar biasa karena ada beberapa orang yang mendengar ucapan dan menggoda mereka berdua.


"Diam kau!" sentak Bunga dengan kesal.


"Bercinta saja dengan tembok! Aku tidak peduli sama sekali dengan kamu!" sengit Bunga sambil menghempaskan telapak tangannya yang tadi digenggam oleh Mark dengan erat.


Begitu mereka berada di dalam ruangan dan Bunga menguncinya. Mark malah langsung menghujani Bunga dengan ciuman dan kemesraan yang begitu memabukkan. Hampir saja Bunga hilang akal sehat dan melupakan tujuannya mengajak Mark masuk ke dalam ruangan itu.


Saat kesadaran kembali, Bunga langsung memukul dada bidang Mark yang tadi hampir saja melepas gaun malam yang Bunga kenakan. Untung saja Bunga sadar dan mereka bisa menghindari perbuatan itu terjadi lagi di antara mereka.


"Lihatlah kita berdua kalau sudah bersama. Aku sudah pernah bilang sama kamu kan? Aku selalu kesulitan untuk mengendalikan diriku setiap kali dekat dengan kamu. Menikah denganku kalau kamu ingin kita tidak terus terjebak dalam zinah bersama denganku!" ucap Mark dengan nafas memburu.

__ADS_1


Bunga kesulitan menelan salivanya sendiri saat melihat tatapan Mark yang berkabut dan menuntut pelampiasan dengan bercinta. Tapi Bunga bersikeras menolak dan mendorong Mark setiap kali laki-laki itu berusaha untuk menyingkap pakaiannya.


__ADS_2