Rintihan Dari Balik Kubur

Rintihan Dari Balik Kubur
bab 14 : Sebuah kabar tentang dinda


__ADS_3

" mas aryo...mas, apa sampeyan sudah siap untuk berangkat? " jam tujuh pagi hari itu, suara juno terdengar memecah hening di ruang tamu. jam dinding berdetak, cahaya mentari dari luar terlihat memancar diantara kelambu jendela rumah.


" mas aryo, sampeyan kenapa, " juno kembali berujar dengan heran saat melihat aryo yang nampak termenung diam.


" eh i-iya jun, gimana, gimana, " aryo yang tersadar menjawab dengan gelagapan. matanya melihat ke arah pria cungkring itu dengan wajah bertanya-tanya.


Juno menghela napas, pria itu sekali lagi mengulangi kembali pertanyaannya.


" Kita mau berangkat sekarang ke rumah mbak dindanya sekarang atau nanti, " tanya juno pada aryo yang masih terlihat setengah melamun. ada apa dengan pria ini? Tanya juno dalam hatinya.


Aryo berpikir sejenak. bayang-bayang akan mimpi semalam terus mengusiknya. membuatnya tak bisa tenang meskipun dirinya sudah terbangunkan dari tidur. bayang-bayang kinanti juga sosok tinggi itu seolah terus mengikuti langkahnya kemana pun dia pergi.


" juno, kita berangkat sekarang. sekalian aku berkunjung ke rumahnya pak RT, " kata aryo sambil bangkit berdiri untuk bersiap-siap.


" loh untuk apa mas? " tanya juno heran.


" Aku ada perlu dengan pak dhamar, sesuatu yang penting harus aku tanyakan pada beliau, " tandas aryo singkat. pria itu lekas memakai jaket biru yang membalut tubuh jangkungnya.


Juno manggut-manggut meskipun dirinya masih penasaran dengan tujuan dari aryo menemui tokoh yang paling disegani di kampung ini.


" Baik kalo gitu mas, aku mau manasin dulu motor di luar, " kata juno seraya berlalu pergi.


Aryo mengangguk. sudah saatnya masalah ini ia tanyakan pada pak dhamar, pria itu pasti tau sesuatu mengenai rahasia dari istrinya.


Yah semoga.

__ADS_1


***


Motor matic itu bergetar pelan tatkala rodanya melewati jalan berbatu. asap hangat dari knapot berpadu erat dengan hawa sejuk khas pegunungan desa. apalagi ditambah dengan pemandangan hijaunya persawahan yang disirami oleh cahaya mentari pagi.


" mas aryo, emangnya sampeyan punya hubungan apa ama mbak dinda? Kok aku liat kalian kaya deket gitu, " di sela-sela konsentrasinya mengendarai motor, juno bertanya kepada aryo.


Aryo menjawab dengan ringkas, " dia temanku sewaktu SMA jun, kebetulan dia sedang berlibur di desa ini, " kata aryo sekenanya.


Juno menyimak dengan seksama. kepalanya manggut-manggut, membuat rambut kribonya berkibar diterpa angin. untungnya juno memakai helm, sehingga rambut pria itu tidak mengenai wajah aryo.


" oh gitu ya mas, " jawab juno pelan.


Keheningan kembali menyelimuti kedua orang itu. mesin motor menderu-deru. motor itu masih melaju di atas jalanan tanah yang sisi kanan dan kirinya ditumbuhi oleh rimbunan pohon bambu.


Mereka berdua hendak menuju ke dusun dukuh, salah satu dusun di kampung bayan yang letaknya persis di kaki bukit.


Pq


Di sepanjang jalan, hanya deret pohon bambu yang terlihat. sesekali hembusan angin menggoyangkan pohon bambu itu. semakin menyusuri jalanan ini, kegelapan seolah mengurung.


" jun, " suara aryo terdengar dari belakang.


Juno melirik ke belakang.


" kamu tau knonologi mengenai kecelakaannya dinda? " tanya aryo penasaran juga sedikit resah.

__ADS_1


" hmmm...aku kurang begitu tau mas, tapi menurut keterangan dari pak arjo pakdenya mbak dinda, mbak dinda mengalami tragedi kecelakaan itu pas kemarin hari mas, waktu hujan lagi gede-gedenya, " jawab juno gamblang.


Jelas aryo tersentak mendengar keterangan mengejutkan dari juno. wajahnya menunjukan raut tak percaya mendengar hal itu. bukannya kemarin dinda sempat berkunjung ke rumahnya. apakah kejadian naas yang dialami oleh sahabatnya itu terjadi setelah dinda mengunjungi rumahnya?


" apa benar jun? padahal dia sempat bertandang ke rumahku, " ujar aryo.


" yang bener mas? Wah kasian juga ya, " tukas juno prihatin namun tak lama dia mengernyit. dia teringat sesuatu.


" tapi menurut pak arjo, sikap mbak dinda menjadi aneh mas ketika dia tersadar dari pingsannya, " lanjut juno.


" aneh gimana maksudmu jun? "


" ya aneh aja mas, aku juga gak tau keanehan seperti apa yang dilihat pak arjo. tapi yang pasti, katanya mbak dinda selalu berteriak histeris sembari menyebut sebuah nama, " jelas juno kembali.


Aryo mengerutkan kening, penasaran dengan nama yang disebutkan oleh juno.


" nama jun? nama siapa? " tanya aryo kemudian.


Dengan helaaan napas berat, juno menjawab pelan, namun masih dapat terdengar oleh aryo.


" mbak dinda menyebut sebuah nama mas...,


" siapa dia jun? "


Sulastri...

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2