Rintihan Dari Balik Kubur

Rintihan Dari Balik Kubur
bab 21 : Sebuah kenyataan yang ada


__ADS_3

DEG!


Mata aryo membulat sempurna dan telinganya mendengung seketika tatkala sebuah kalimat berhasil membuatnya tersentak.


Sosok arwah kinanti melihat aryo dengan tatapan sedih. tangisan darah dari pelupuk matanya masih mengucur deras.


" Apa maksudmu dek? apa maksudmu menyebut nama arjo? " tanya aryo bergetar. di samping rasa kagetnya, timbul tanda tanya besar dalam benaknya.


Mengapa sosok istrinya itu menyebut nama arjo?


Arwah kinanti menggeleng pelan. lalu tangisannya berhenti. kemudian tak lama sebuah suara serak yang keluar dari balik tenggorokan pucat itu terdengar mengusik kesunyian hutan gelap.


Benar mas...arjo lah pelaku yang telah membunuhku dengan keji. Dia juga adalah ketua dari sekte yang selama ini menculik anak-anak desa mas...


" Arjo mana maksudmu dek? lalu dengan sekte yang selama ini menculik anak-anak? " tanya aryo bertambah bingung. rasanya dunianya sekarang ini berputar melawan arah. membuatnya terombang ambing dalam kebingungan yang memuakan.


Arjo orang yang selama ini kamu hormati, dia adalah penjahat sesungguhnya di balik kejadian ini...


Jawab Kinanti kian menghayutkan kesadaran aryo.


Dia yang menyuruhku untuk melakukan ritual sesat pemujaan itu dengan iming-iming harta yang melimpah...


Dia juga yang kerap memaksaku untuk melahap janin-janin bayi sebagai syarat ritual pemujaan pada sulastri...


Aryo mendengar semua keterangan dari sosok kinanti dengan wajah hampa. perlahan hatinya diselimuti rasa kecewa dan tak percaya. orang yang ternyata sangat dipercayainya itu layaknya keluarga sendiri, ternyata adalah biang dari semua masalah ini.


Perlahan rasa amarah dan benci menggerogoti hati aryo. tangannya terkepal dan giginya bergemelatuk. Pria itu tak mampu menahan semua gejolak emosi. Ia sangat benci begitu mendemgar fakta ini.


Benci yang ditunjukan pada pakde arjo.


" Aku akan membunuh orang itu dek? Semua rasa sakit dan dendam yang ada pada dirimu akan aku balaskan, " geram aryo.


Musnahkan sulastri mas...dengan begitu, arjo akan ikut mati karena dia dulu mengikat perjanjian darah dengan iblis itu...


" Dengan apa mas harus memusnahkan sulastri dek? Bahkan Mas sendiri belum tau kapan dan dimana iblis itu akan bangkit, " ujar aryo.

__ADS_1


Kinanti terdiam sesaat. mata sayunya yang berwarna kemerahan memandang ke arah aryo dengan tatapan serius.


Sebuah pusaka berbentuk paku besi terkubur di ruangan dekat kamar kita dulu mas...aku sengaja menyimpan benda itu karena aku dulu pernah dipercaya oleh anggota sekte untuk menjaga pusaka milik sulastri...


" lalu kapan dan dimana sulastri akan bangkit kembali ke alam ini? " tanya aryo mengulang kembali pertanyaannya tadi.


***Tepat di tempat ini mas...alas peteng yang penuh misteri...ketika sepuluh jiwa anak-anak yang suci belum ternodai...maka sulastri tak akan bangkit.


Lindungi para anak-anak yang tersisa dari incaran para anggota sekte mas...karena hanya mereka lah yang mampu menahan setan itu untuk bangkit***...


" Apa maksudmu anak-anak itu dek? " aryo berujar dengan raut bingung.


Anak-anak yang tersisa di dusun kita mas...sulastri membutuhkan darah mereka untuk ritual kebangkitannya. sekarang hutan ini dipenuhi oleh jiwa-jiwa malang dari anak-anak itu mas... lihatlah di belakangku...


Ujar kinanti penuh kesedihan. tepat setelah sosok kinanti berujar demikian, mata aryo terbuka lebar saat melihat di belakang istrinya–diantara rerimbunan dahan bambu yang gelap, bermunculanlah sosok-sosok kecil dengan kondisi menggenaskan juga menyeramkan.


Aryo sendiri bahkan sampai merinding dan kasihan melihat luka yang menganga di leher anak-anak itu. semua dalam kondisi sama. Terdapat luka sayatan di leher masing-masing. Seolah anak-anak itu mati dengan cara disembelih.


Anak-anak itu berusia sekitar tujuh atau sepuluh tahun. mereka memakai pakaian putih lusuh dipenuhi oleh noda darah merah. tangan mungil mereka meronta-ronta ke arah aryo. meminta diselamatkan.


Sungguh malang nasib anak-anak korban tumbal itu. mereka tak tau apa-apa untuk harus merasakan kekejaman tak manusiawi ini. Siapa yang telah tega berbuat kekejian ini pada mereka.


" maman, " desis aryo ketika ia melihat anak itu. sedang apa anak yang dikabarkan hilang tanpa jejak itu sedang disini. Apa anak itu juga merupakan korban tumbal? Bisik aryo dalam hati.


Jali...ya jali, sahabat aryo yang katanya pindah kampung itu, apa dia yang tega menumbalkan anaknya sendiri. Tapi untuk apa? Harta, kekuasaan atau status sosial?


Apa ini adalah jawaban dari hilangnya maman. tak aryo sangka, maman juga adalah korban tumbal.


Maman melihat ke arah aryo dengan mata hitam mengucurkan darah. Bibirnya mungilnya menggumamkan sesuatu.


***Tolong kami....


sakit....


Perih...

__ADS_1


peduh...


Bebaskan jiwa kami***...


Rintihan yang keluar dari balik bibir pucat anak-anak itu keluar masuk dan menggema di telinga aryo. wajah pucat serta penuh darah itu menatap aryo dengan sinar keputusasaan. aryo bahkan tak mampu berkata apa-apa melihat kejadian di luar nalar itu. jiwa-jiwa penuh kekosongan, perlahan masuk kembali ke dalam hutan. Menyatu dengan gelapnya kesunyian di alas peteng.


Mereka adalah korban tumbal orang tua mereka mas...mereka bukan hilang atau diculik...mereka hilang karena dibunuh oleh orang tua mereka...sebagian besar warga kampung ini adalah pengikut sulastri dan mereka terobsesi untuk menggapai kekayaan secara instan.


Aryo hanya bisa mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Dirinya tak percaya mendengar hal itu dari istrinya.


Waktuku disini tidak banyak...aku sedang dalam jeratan kutukan sulastri. Aku cukup beruntung bisa terbebas dari belenggu yang menjeratku di alam kematian...pergilah mas aryo, temukan pusaka besi itu...selamatkan jiwa kami...


Aryo menatap nanar kinanti dengan ekspresi yang sulit diartikan. perasaannya kini campur aduk, antara gelisah, kecewa, dan sedih ketika menyadari jika ini adalah momen terakhirnya ia bisa berjumpa dengan kinanti.


Pergilah mas...pergi menjauh sebelum sosok dukuh datang menangkapmu...


"Dukuh, siapa dia? " tanya aryo dalam batin.


GHRRRRRRRR


Belum sempat aryo memikirkan hal itu, dari kejauhan di ujung jalan, terdengar raungan mengerikan. aryo menoleh dan seketika terperanjat kaget.


Dia melihat sosok pocong besar dengan tangan hitam panjang memegang ratusan rantai besi. sosok pocong itu berwajah sangat menyeramkan. Wajahnya hitam busuk, dengan mulut menganga dipenuhi oleh gigi runcing bak hiu. mata sosok itu berwarna merah pekat. Pocong siluman itu menatap tajam ke arah aryo, lalu seketika berjalan merangkak pelan dan lambat menuju ke arahnya.


Lari mas! Jangan biarkan dukuh menangkapmu...kamu adalah satu-satunya harapan bagi jiwa-jiwa kami, para tumbal sulastri...


Wujud kinanti kian pudar. Satu buah rantai tiba-tiba muncul dan langsung membelenggu leher kinanti. lalu menarik arwah perempuan itu masuk ke dalam kegelapan hutan.


" DEKKKK!!! " aryo menjerit histeris melihat sosok istrinya yang terjerat rantai.


ROAARRRR!!!


Sosok dukuh dari kejauhan melolong bak serigala kelaparan. Sosok siluman pocong itu terus merangkak, menggertak dan mengancam aryo.


Aryo diam terpaku. namun tak lama dia berlari kencang menuju motornya. juno dia angkat lalu rebahkan di jok motor.

__ADS_1


Aryo harus cepat pergi dari tempat terkutuk ini. dia harus selamat...


TO BE CONTINUE


__ADS_2