Rintihan Dari Balik Kubur

Rintihan Dari Balik Kubur
bab 7 : tragedi


__ADS_3


Motor itu melaju dengan kecepatan sedang namun terburu-buru. melindas jalanan berbatu bercampur tanah, dinda terlihat panik. tak dipedulikannya hawa dingin yang menyusup masuk ke pori-pori kulit mulusnya, perempuan cantik itu terus melajukan motornya dengan hati yang cemas. sesekali matanya melirik sekilas kaca spion motornya. dinda merasa dirinya sedang diawasi dan dikejar oleh sesuatu. instingnya tak pernah salah.


Ban motor sedikit berguncang saat dinda tanpa sengaja melindas batu berukuran cukup besar. motornya limbung namun untungnya pemiliknya baik-baik saja. dinda menghentikan motornya di pinggir jalan. wajah perempuan itu sudah pucat saat dirinya hampir saja mengalami kecelakaan. dinda berusaha menghentikan detak jantungnya yang berdebar keras. pandangan perempuan itu melihat ke jalan yang dilaluinya tadi. jalan yang sebagian sisi kanan dan kirinya dikurung oleh lebatnya pohon bambu.


Terlihat kondisi jalan desa yang sebagian besarnya masih berupa batu dan tanah, dalam kondisi sepi. padahal jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan desa bayan dengan desa lain. namun kali ini, jalur yang biasa ramai dilintasi oleh pengendara lain dan warga sekitar, terlihat hening dan sunyi. hanya ada dinda yang berdiri sendiri mematung disisi jalan.


" huh, kenapa suasananya jadi sepi gini yah? Kalo aku tau bakal gini, lebih baik tadi aku singgah aja di rumahnya nining, " keluh dinda. perempuan itu menarik napas panjang. Berusaha menenangkan hatinya.


" dinda… "


dinda menoleh ketika telinganya mendengar suara seseorang yang memanggil namanya pelan. wajahnya menoleh ke arah rimbunan pohon bambu, ke arah suara itu berasal.


Akan tetapi dinda hanya menemukan keheningan belaka. tak ada siapa pun disana kecuali dirinya seorang. dinda meneguk ludah kasar saat melihat suasana hutan yang berkabut. diam-diam buku kuduknya berdiri. dinda ketakutan dengan situasi ini.

__ADS_1


" siapa itu...? " bisik dinda ketika matanya tak sengaja melihat siluet seseorang dari balik kabut. matanya terpincing begitu melihat sosok itu. sosok itu tampak berjalan mendekati dirinya. tertatih-tatih menginjak jalan berbatu menuju ke arahnya. dinda kian was-was saat sosok itu makin mendekatinya. perlahan, kabut tersibak. menampakan seorang wanita dengan gaun putih lusuh serta rambut gimbal acak-acakan. wanita itu berjalan dengan kepala menunduk, lalu tak lama wanita itu mengangkat kepalanya.



catatan : ilustrasi sosok yang dilihat dinda


dinda seketika terperanjat kaget saat melihat wanita itu. tubuhnya seketika mematung ketika menyadari jika sosok wanita itu adalah sosok yang sama dengan yang dilihatnya di rumah aryo. dari wajah pucatnya, dinda menyadari siapa wanita itu.


" d-dia..., " bisik dinda gelisah, " tidak salah lagi, dia adalah si penyanyi itu, tapi bagaimana mungkin itu dia, " lanjutnya terbata-bata. dinda tidak salah, dia yakin jika sosok wanita itu sekilas mirip dengan sosok wanita berbaju kuning ketat. dia yakin itu. meskipun wajah itu terlihat dingin dan datar menatapnya, dinda merasakan hawa yang tidak menyenangkan.


Jarak antara dirinya dengan si perempuan misterius hanya terpaut beberapa meter saja. dari tempatnya berdiri, dinda melihat jika si perempuan itu menyeringai pelan ke arahnya.


Merasa terancam, sontak dinda menjerit histeris, " mundur kamu, " serunya dengan wajah ketakutan.


Tak memperdulikan perkataan dinda, perempuan itu terus melangkahkan kakinya. berjalan gontai dengan sorot mata yang kosong. perlahan, kulit pucatnya sedikit demi sedikit mulai mengelupas. menampakan serat daging yang berwarna kemerahan serta darah yang keluar mengalir. wajah si perempuan berubah menjadi menyeramkan. seringai di bibirnya kian melebar bahkan hingga ujung telinga. perempuan setan itu semakin menyeringai dengan tawa kikiknya ketika melihat dinda yang berteriak ketakutan.

__ADS_1


" akhhhh, " teriak dinda saat perempuan itu berlari dengan cara merayap ke arahnya. dengan dada berdebar-debar serta keringat dingin yang turun keluar, dinda bergegas kembali menaiki dan menyalakan motornya. perempuan itu tanpa pikir panjang langsung tancap gas membelah jalanan tanah ini.


Motor dinda melaju dengan kecepatan tinggi. dinda tidak peduli dengan kondisi jalan yang setengah rusak. yang terpenting baginya adalah bisa meloloskan diri dari setan perempuan itu.


Dengan wajah panik serta napas memburu hebat, perempuan itu menerjang ganasnya hujan yang mulai deras. tak dihiraukannya bajunya yang mulai basah. dinda berharap untuk sampai ke rumah dengan selamat. beberapa kali mata sembabnya melirik kaca spion, memastikan jika sosok itu tidak mengikuti dirinya.


Di tengah terjangan badai hujan, dari balik kaca helmnya, suasana jalan yang kian mengabur membuat pandangan dinda agak sedikit terganggu. namun tidak sekali pun membuat perempuan itu sedikit pun mengurangi kecepatan motornya. tinggal melewati jembatan tua itu, maka ia akan sampai di dusun tempat paman dan bibinya berada.


Saat dinda sedang fokus melewati beberapa lubang dan rekahan di jalan, matanya harus kembali terbelalak kaget saat melihat sesuatu yang berdiri di tengah jalan di depannya. di tengah guyuran hujan deras, dinda melihat perempuan itu lagi, sedang berdiri dengan seringai kejam di wajahnya yang busuk digerogoti oleh belatung. perempuan itu mengangkat kedua tangannya seraya tertawa cekikikan. lalu tak lama, sosok itu melayang ke arahnya.


Dinda kembali terpekik keras melihat perempuan setan itu kembali mengganggunya. dirinya pasrah karena tidak ada kesempatan untuk berhenti. motornya tetap melaju kencang dan setan perempuan itu makin mendekatinya sambil tertawa nyaring.


Dan untuk selanjutnya, dinda tak mengingat apa-apa selain bunyi hantaman diikuti oleh rasa sakit di sekujur tubuhnya. pandangannya buram dan kepalanya pening. kegelapan menghampiri perempuan malang itu.


Dinda terjatuh dari motor lalu masuk ke parit-parit disisi jalan. Perempuan itu langsung tak sadarkan diri, tergeletak di pinggir parit.

__ADS_1


Dari balik pohon bambu, sosok itu tersenyum keji lalu hilang ditelan kegelapan.


TO BE CONTINUE


__ADS_2