
Aryo berlari menyusul laksmi ke ruangan kamar lain di sudut rumah. sementara hawa udara kian bertambah dingin. seakan-akan ruangan ini dipenuhi oleh balok-balok es.
Sesampainya aryo di kamar yang laksmi tuju tadi, ia sedikit terkesima manakala melihat sesuatu yang mencegangkan di kamar itu.
Laksmi terlihat tengah membangunkan satu persatu sosok-sosok kecil yang tengah meringkuk di lantai. ternyata kamar ini dipenuhi oleh anak-anak kecil yang berjumlah cukup banyak. mungkin sekitar delapan atau sepuluh anak.
Ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, rumah ini menyembunyikan beberapa anak-anak. Tapi siapa mereka? dan kenapa mereka ada disini. kira-kira begitu yang tercetus dalam batin aryo.
" laksmi, siapa mereka? " tunjuk aryo pada masing-masing anak yang telah terbangun.
laksmi tak menjawab. wanita tetap fokus membangunkan anak-anak yang masih tertidur pulas.
Aryo melihat wajah mereka masih menahan kantuk. mungkin mereks lelah serta bingung tiba-tiba dibangunkan oleh laksmi.
" mbak laksmi ini ada apa ya? Kenapa kita dibangunkan? " kata seorang anak berbadan gemuk pada laksmi. mata sayunya melihat ke arah laksmi dengan heran.
Diantara anak-anak itu, anak berbadan gemuk itulah terlihat yang paling besar diantara mereka.
" sttts...udah wisnu jangan banyak tanya. Sekarang kita pergi dari rumah ini..., " jawab singkat laksmi pada anak yang ternyata bernama wisnu itu.
Wisnu mengkerutkan kening semakin heran dengan sikap dari orang yang telah menolongnya itu.
" lho memangnya kenapa mbak...bukannya rumah ini aman ya dibanding tempat lain, " kali ini seorang gadis kecil berkuncir yang berdiri di samping wisnu bertanya pada laksmi.
Laksmi menoleh pada gadis kecil itu, lalu menjawab dengan suara gemetar hebat.
" rumah ini tidak lagi aman dela...mereka sudah masuk. Pagar gaib sudah berhasil ditembus oleh demit kiriman orang itu, " tukas laksmi dengan nada risau.
Tak disangka ucapan wanita itu bisa memberikan efek yang luar biasa bagi anak-anak itu. mereka terkejut dan tampaknya tak percaya memdengar penjelasan dari wanita yang biasa dipanggil mbak laksmi itu.
" A-apa mbak? Yang benar saja! Bagaimana mungkin bisa terjadi, " tolak wisnu dengan wajah takut dan menahan ngeri.
Kegelisahan yang dirasakan oleh wisnu, nampaknya juga menyebar ke anak-anak yang lain. mereka yang sudah bangun dari tidur, tak urung merasakan ketakutan dan suasana yang menjadi mencekam.
" cepatlah kalian segera bergegas dan berkemas. Waktu kita tidak banyak! Orang itu berhasil mengirim satu sosok demit yang paling jahat..., "
" sengkuni, " entah oleh siapa bibirnya digerakan, aryo tak ada angin dan hujan, tiba-tiba dengan sendirinya menyebut nama itu.
Semua anak menoleh ke arah aryo. mereka menatap dengan wajah bingung tatkala menyadari ada seseorang selain mbak laksmi di ruangan ini.
" siapa dia mbak? " tanya si gadis kecil tadi a.k.a dela seraya menunjuk aryo.
" namanya aryo, dia teman deket mbak dulu...sekarang dia ada disini karena dia juga bernasib sama dengan mbak...dia menjadi incaran dari sekte sulastri, " jawab laksmi pada dela.
__ADS_1
Dela mengangguk sambil mencoba tersenyum ramah. namun tidak dengan wisnu. Anak gemuk itu malah menatap aryo dengan tatapan menyelidik.
" tunggu om aryo...apa om adalah anak kliwon seperti yang dikatakan oleh mbah puloh? " tanya wisnu pada aryo.
Meskipun sedikit ragu tapi Aryo mengangguk mengiyakan.
Wisnu manggut-manggut walaupun tatapan menyelidik masih melekat erat dalam pandangannya.
" sudah jangan banyak bicara! kalian tau kan bila semua demit itu berhasil masuk ke rumah ini, hal buruk apa yang akan terjadi, " kata laksmi.
Semua anak mengangguk pelan. mereka tau marabahaya yang tengah mengincar nyawa mereka satu per satu. marabahaya yang sama dengan yang menimpa kawan-kawan mereka yang lain, yang kini hilang tanpa jejak.
BRAKKK!!! BRAKKK!!!
gedoran di pintu terdengar lebih keras.
" cepat! Kita pergi lewat pintu belakang, " suruh laksmi bergegas menggiring anak-anak itu untuk melangkah.
anak-anak itu menurut. mereka berlari menuju belakang rumah, dipimpin oleh wisnu di depan.
Aryo dan laksmi mengekori dari belakang. mereka berdua berlari dengan keringat sama-sama menetes dari balik kening.
" tunggu laksmi! Bagaimana dengan juno? " aryo menghentikan langkahnya tatkala dirinya teringat pada sang sahabat yang masih terbaring di kamar.
" abaikan saja dia mas. Percuma saja kita menolongnya, sukmanya telah berhasil diambil dukuh. dia tak akan sadar sebelum sukmanya berhasil diselamatkan di dimensi kegelapan, " jelas laksmi pelan.
Aryo terkejut setengah mati.
" lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? " tanya aryo bertambah gelisah.
" kita harus secepatnya menemukan pusaka itu mas. selain berfungsi menangkal kekuatan jahat, pusaka itu juga sesungguhnya adalah kunci untuk membuka gerbang gaib, " terang laksmi kembali.
" dengan terbukanya gerbang gaib, ada kemungkinan kita bisa membebaskan sukma-sukma warga yang telah diculik dukuh, termasuk sukma temanmu, juno, " imbuh laksmi.
Aryo mengangguk. dirinya bersama laksmi kembali berlari melewati korong dan sekat-sekat kayu rumah ini.
Sesampainya di pintu belakang, disana anak-anak berkumpul. Wajah-wajah mereka terlihat berkeringat ketakutan dan panik. Wisnu yang pertama kali berbicara pada laksmi ketika wanita itu telah sampai.
" mbak laksmi, akan kemana kita setelah ini. Aku rasa tidak ada tempat aman lagi. Dusun ini telah dikuasai oleh para sekte sulastri dibantu oleh demit-demit alas peteng. Bagaimana ini mbak! " teriak anak berumur lima belas tahun itu dengan cemas.
" kita pergi dan sembunyi di ruang bawah tanah rumah om aryo. Disana tempat yang aman karena rumah itu dulunya adalah rumah Calon manten dari sulastri. Para anggota sekte juga kaum lelembut tidak akan berani masuk karena segan, " ucap laksmi.
Aryo terkejut seraya memalingkan muka ke arah laksmi. Apa maksud dari calon manten yang diucapkan wanita itu?
__ADS_1
Seberapa tau wanita ini mengenai hal-hal yang sedang mereka hadapi? Bisik aryo dalam hati.
" tapi mbak...bagaimana dengan paduh. Sosok kuntilanak itu pasti tak akan membiarkan kita, calon mangsanya untuk masuk ke dalam kediaman sang ratu..., " sergah wisnu keras.
Suara laksmi kembali memecah suasana yang kian mencekam.
" urusan paduh serahkan pada mbak juga mas aryo...kalian tetaplah sembunyi dan jangan ada yang keluar, " ujar laksmi pada anak-anak itu.
BRAKKK!!!
Suara dobrakan keras kembali terdengar, namun kali ini dengan intensitas kencang. perlahan hawa dingin bercampur busuk tercium meracuni ruangan ini. satu per satu anak-anak mulai tergeletak lemah. beberapa diantaranya ada yang muntah muntah.
" gawat, pertahanan terakhir rumah ini sudah runtuh. sengkuni dan para demit pasti telah masuk ke rumah ini, " ujar laksmi panik.
Aryo juga tak kalah panik. Pria itu berusaha membantu anak-anak yang menjadi seperti kelelahan.
" pengaruh negatif dari para lelembut itu membuat anak-anak menjadi lelah. sengkuni dari awal diciptakannya adalah mimpi buruk bagi anak-anak desa, " laksmi juga membantu anak-anak itu untuk bangkit berdiri. Tak lupa mulutnya masih menyerocos tiada henti.
Setelah semua anak-anak berhasil dibangunkan, aryo lekas membuka pintu belakang rumah. sebuah tempat yang berhadapan langsung dengan kebun singkong. tempat gelap tanpa sinar penerangan. sekaligus jalan yang akan membawa mereka keluar.
KRIETTT!!!
Suara pintu berderit terdengar kencang. aryo membuka handel pintu itu dengan tergesa-gesa.
" Ayo semuanya kita keluar–" ucapan aryo pada anak-anak itu terputus seketika, tatkala matanya melihat sesuatu yang mengejutkan tengah berdiri di halaman belakang rumah.
Tepat di halaman belakang rumah, wajah-wajah asing dengan pakaian serba merah, menyambut mereka semua.
Suara kikik serta tawa yang memecah keheningan malam yang sunyi keluar dari balik wajah-wajah yang memandang dingin ke arah aryo dan anak-anak di belakangnya.
Aryo begitu pun laksmi menahan napas melihat orang-orang berjubah serba merah itu.
" Ketemu..., " seorang pria plontos dengan ekspresi menyeringai seram, mendesis lirih ke arah mereka. Matanya melotot senang seperti baru saja menemukan mangsa gratis. Jubah merahnya berkibar diterpa angin dingin. Sebelah tangannya membawa parang panjang dan sebelah lainnya membawa...
Aryo terkejut setengah mati. Perlahan ada gejolak rasa mual dari perutnya ketika matanya tanpa sengaja melihat apa yang dibawa oleh pria misterius itu.
Beberapa anak menjerit histeris. Wisnu menutup kedua matanya. Dan dela bersembunyi di balik punggung laksmi.
Ternyata pria itu tengah membawa kepala manusia...yang terpenggal.
" anggota sekte, " bisik lirih laksmi.
TO BE CONTINUE
__ADS_1