Rintihan Dari Balik Kubur

Rintihan Dari Balik Kubur
bab 8 : sebuah ruangan misterius ( antara realita dan imajinasi )


__ADS_3

PRANG...!


Aryo menoleh ke arah suara tadi dengan wajah tercengang–kaget. bergegas pria yang sedang duduk santai di kursi ruang tamu itu melangkah untuk memeriksa asal suara tadi.


Aryo berjalan melewati dua ruangan yang ada disebelahnya. kaki pria itu melangkah cepat ketika telinganya mendengar kembali suara benda terjatuh.


BRUK!


Suara yang cukup nyaring terdengar menggema diseluruh ruangan. sepertinya suara itu berasal dari ruang gudang dekat dapur.


waktu berlalu begitu saja. aryo sampai di ruangan gudang dimana suara tadi berasal. aryo menatap pintu kayu gudang yang sudah lapuk dengan wajah bertanya-tanya. Pelan aryo mendorong pintu lapuk itu. sebuah ruangan tua yang terletak dekat dapur tempat yang biasa digunakan oleh dirinya dan mendiang kinanti dulu ketika makan bersama.


Kriettt...


Decit suara pintu terdengar. aryo melongok sedikit melihat seisi ruangan yang dipenuhi oleh barang-barang bekas tak terpakai. pria berpakaian abu-abu itu menahan napas ketika aroma khas gudang menyapa hidungnya.


Mata aryo melihat kesekitaran ruangan yang disesaki barang-barang bekas. pandangannya mencari-cari asal suara tadi. beberapa box kardus terlihat menumpuk membentuk gunungan. beberapa rak usang menghalangi pandangan aryo untuk melihat keseluruhan ruangan.


" apa itu? " tanya aryo tatkala matanya melihat sesuatu yang berbentuk seperti tampah bambu, tergeletak di lantai. tampah bambu itu tersembunyi diantara barang-barang lain. namun aryo dapat melihatnya.


Karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi, aryo berniat untuk melihat tampah itu. entah kenapa hatinya begitu ingin melihat benda itu.


Setelah melewati beberapa barang yang tergeletak di sembarang tempat, aryo akhirnya bisa melihat keseluruhan tampah bambu itu. ternyata di atas tampah itu terdapat beberapa benda-benda aneh seperti guci tanah liat, wadah tembaga berisi bunga yang sudah layu, serta potongan tulang yang sudah dikeremuni oleh semut. sederhananya, tampah itu seperti sebuah sesajen yang diletakan di ruangan ini.


Aryo menatap lekat tampah itu dengan wajah heran serta kening berkerut. dirinya jujur baru pertama kali ini melihat benda-benda seperti itu di rumahnya. seingatnya dirinya tak pernah meletakan sesaji atau apapun itu yang lekat dengan budaya kejawen. meskipun aryo sendiri adalah orang jawa tulen.


" mungkinkah ini perbuatan kinanti, " terka aryo merenung. aryo langsung teringat pada mendiang istrinya itu. meskipun sebenarnya aryo sendiri ragu ini adalah ulah kinanti. mengingat istrinya adalah seorang biduan terkenal yang selalu berpakaian modis layaknya gadis-gadis kota pada umumnya.


Namun jika sesaji ini bukan karena kinanti, lalu siapa? pikir aryo makin bingung. hujan deras masih berlangsung. guntur di langit sesekali bergemuruh kencang.


" mas aryo..., "


" iya, sebentar, " sahut aryo. lekas-lekas aryo bangkit berdiri dari jongkoknya saat ada yang memanggilnya dari arah dapur.


Bergegaslah pria itu keluar dari ruangan gudang yang apek untuk melihat siapa yang tadi memanggilnya.


" ada apa– " suara aryo terputus. pria jangkung itu berdiri di ambang pintu dengan wajah semakin heran. dirinya mematung sembari menatap ruangan dapur yang kosong. aryo terdiam saat melihat dapur yang remang-remang.


" siapa tadi yang memanggil, " celetuk aryo lirih. bulu kuduknya langsung berdiri. aryo sedikit ketakutan dengan atmosfir ruangan ini yang mendadak terasa dingin dan lembab. meskipun jendela sudah ditutup rapat, aryo merasakan suasana yang berbeda.


PRANG!

__ADS_1


Belum selesai ia dengan kejadian aneh tadi, aryo kembali dikejutkan oleh suara benda pecah. kali ini asalnya dari ruang tamu.


" ada apa sebetulnya dengan rumah ini, " bisik aryo sembari dirinya berlari kembali menuju ruang tamu. derap langkah kaki menggema sepanjang lorong rumahnya. memecah keheningan yang ada.


Semenit rasanya seperti satu jam bagi aryo. pria itu terengah-engah saat pasokan udara dalam paru-parunya menipis. keringat bercucuran dari wajahnya. aryo sampai di ruang tamu. matanya melihat kesekitar ruangan. mencari bunyi suara pecahan tadi.


" ini..., " ucap aryo setengah terkejut saat melihat sebuah bingkai foto pernikahan dirinya dengan kinanti, tergeletak jatuh di dekat kursi.


Pria itu membolak-balikan bingkai tua itu. sebuah foto hitam-putih yang menjadi bukti ikatan cintanya dengan mendiang istrinya.



Terdapat beberapa retakan serta serpihan beling dari foto itu. mungkinkah suara pecahan tadi berasal dari benda ini? taksir aryo.


TUK...TUK...TUK...


Aryo menoleh saat mendengar ketukan pelan itu. arahnya dari sebuah ruangan di sebelah kamarnya. ruangan misterius yang selalu dikunci rapat dan tak pernah dibuka. Juga ruangan yang selama ini menjadi tanda tanya besar dalam benaknya.


Ruangan itu memang seolah menyimpan rahasia yang aryo sendiri tidak ketahui. bahkan sejak pernikahan dirinya dengan kinanti, aryo sedikit pun belum mengetahui ruangan apa itu dan kenapa istrinya selalu melarangnya untuk mendekati ruangan berpintu kayu jati itu.


" hmmm...apakah sudah saatnya aku mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh istriku ini, " cetus aryo pelan. bingkai foto yang pecah itu ia letakan kembali di meja.


Aryo berdiri dengan tatapan yang tak lepas dari pintu ruangan yang sudah lapuk itu. perlahan ingatannya kembali ke beberapa tahun sebelumnya. ke masa-masa saat kinanti masih hidup.


Kembali ke masa sekarang. aryo melihat tajam pintu ruangan kamar itu. sebelum dirinya menarik napas untuk menguatkan tekad.


" dek, sudah saatnya mas tahu rahasia apa yang kamu sembunyikan selama ini. maaf jika tindakan mas ini kamu nilai salah, namun ini juga demi kebaikan mas dan kamu, " gumam aryo sambil melangkah mendekati pintu kamar itu. ketika kakinya melangkah mendekati pintu itu, hembusan hawa dingin terasa menerpa wajahnya. aryo terdiam sejenak ketika pendengarannya kembali mendengar ketukan itu.


TUK...TUK...TUK...


Pelan dan terdengar memantul diantara dinding-dinding rumah, suara itu seolah berbisik lirih kepada aryo. namun tak lama berselang, saat aryo masih berdiri tepat di depan, sesuatu yang mengejutkan pun terjadi.


DOK! DOK! DOK!


Ketukan yang tadinya pelan, berubah menjadi gebrakan yang membuat aryo terkejut. pria itu mundur beberapa langkah ke belakang. suara gedoran itu kian keras terdengar. seolah ada seseorang di balik pintu yang hendak mencoba keluar. Knop pintu beberapa kali bergerak-gerak. di tengah suara derasnya hujan dan gemuruh kilat di langit, sayup-sayup aryo mendengar suara rintihan seorang wanita dari kamar tersebut.


" mas aryooo...buka pintunya, "


Aryo tersentak kala mendengar rintihan itu. suara rintihan itu terdengar menyayat hati sekaligus membuatnya bergidik ngeri. aryo mundur beberapa langkah saat suara itu kian keras memanggil namanya.


" mas aryo buka pintunya!... "

__ADS_1


DOK! DOK! DOK!


CTARRR!!!


Aryo melompat kaget saat seberkas sinar kilat membelah langit dengan keras. keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh pria itu. aryo rasanya ingin pingsan saja daripada merasakan ketakutan yang luar biasa ini. sekujur tubuhnya gemetaran hebat. sendi-sendi di engselnya terasa lemas tak berdaya ketika melihat engsel dari pintu misterius itu terbuka perlahan.


KRIETTT...


Derit pintu terdengar. bau busuk bercampur amis semerbak tercium. aryo mencoba menahan gejolak mual di perutnya saat bau-bau itu mulai menyerang indera penciumannya.


" mas aryooo...mas...tungguin aku masss, " ucap suara lirih itu. perlahan pintu ruangan misterius itu terbuka sedikit demi sedikit. aroma anyir makin menusuk hidung.


" tungguin aku di dalam kuburan, "


Aryo jatuh terduduk. seluruh tubuhnya seolah telah mati rasa dicekam oleh ketakutan. pria itu telah pasrah dengan keadaan yang akan menimpanya.


Pelan-pelan, pintu ruangan misterius terbuka. satu buah kaki berwarna putih pucat keluar dari kamar yang nampak gelap. bunyi tawa kikik terdengar sayup-sayup mengiringi suara dentuman hujan.


Dan pada detik itu juga, bola mata aryo melotot dengan ekspresi tak percaya.


Disana, berdiri sesosok perempuan bergaun putih, dengan wajah hitam serta bola mata yang putih, sedang tersenyum menyeringai ke arahnya.



perempuan itu menatap aryo dengan pandangan tajam. lalu membuka mulut lebar-lebar. dari mukut yang terbuka itulah, keluar berbagai macam binatang menjijikan yang merangkak menuju aryo.


Aryo yang melihat semua kengerian itu, tak kuasa lagi menahan kesadarannya. perlahan, penglihatan pria itu memburam sebelum akhirnya pingsan di lantai yang dingin.


...****************...


" akhh hah, hah, " aryo terbangun dari tidurnya di sofa ruang tamu.


Mata pria itu liar melihat ke sekeliling ruangan rumahnya. sorot matanya menampakan rasa takut. napasnya terdengar memburu. aryo mencoba menenangkan dirinya dari mimpi buruk yang barusan dirinya alami.


" hah, hah, untung semua itu hanya mimpi, " dengus aryo menyeka keringat dingin di wajahnya. hujan di luar sudah raat. tinggal kabut dingin saja yang masih berkeliaran di luar.


Aryo masih terdiam dengan isi kepala dipenuhi oleh berbagai macam pikiran.


" kinanti, apa kamu masih ada disini, " bibir aryo bergumam lirih. sudut matanya melirik ruangan misterius yang masih terkunci, dengan hati yang cemas.


Semoga itu semua tidaklah nyata. semoga apa yang dipikirkan olehnya hanya sebatas imajinasi belaka. bisik aryo.

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2